
Kevin akhirnya mengabaikan mobil hitam yang terparkir di depan gedung perusahannya,dia memasuki gedungnya dengan wajah kesal,penampilannya yang begitu acak-acakan hari ini membuat seluruh kariawan merasa heran,karna tidak biasanya seorang Kevin Sanjaya berpenampilan buluk seperti itu.
"Sepertinya tuan Kevin sedang tidak baik-baik saja,lihat bajunya bukankah itu bajunya yang kemarin di pakainya,lihat rambutnya disisir pun tidak,ya begitulah kalau dapat istri seorang wanita karir juga pasti hidup si pria akan berantakan seperti itu." Ucap seorang wanita,mereka terlihat menggosip di waktu jam kerja.
"Apa kau selalu memperhatikan penampilan tuan Kevin,serah dialah mau seperti apa untuk apa kita mengurusnya,mungkin mood nya sedang tidak baik-baik saja." Jawab temannya.
"Apa kalian digaji hannya untuk membicarakan sesuatu yang tidak perlu?" tiba-tiba Sambo sudah berada di belakang mereka,karna kaget mereka berlarian ketempat duduk masing-masing,karna mereka tidak ingin di omel pria tua yang betah dengan ke kesendiriannya.
*****
Semenjak keretakan rumah tangganya Bella semakin tidak konsisten dalam pekerjaannya,beberapa kali rumah sakit itu mendapat komplain dari pelanggan tetapi Bella tidak peduli.
"Kenapa si bodoh itu belum mengirim pesan apa pun kepadaku,apa dia tidak bisa di andalkan."ujar Bella dia terlihat begitu gelisah menunggu kabar dari pria suruhannya.
Sementara itu Kevin memasuki ruangannya dia merahasiakan kekhawatirannya kepada Sambo karna dia tidak ingin semuanya semakin rumit.
"Aku yakin pria itu pasti suruhan Bella,coba aku buktikan." Ucap Kevin lalu kembali mengambil kuncinya dan keluar dari ruangannya.
"Tuan anda mau kemana? Hari ini kita melakukan pertemuan dengan tiga perusahan,mereka sangat ingin tuan yang bertemu dengan mereka." ucap Sambo,dia sengaja menekan suaranya agar Kevin tidak meninggalkan tanggung jawabnya.
"Lakukan seperti biasa,mereka bukan klien penting juga." Jawab Kevin lalu menuruni lift dan kembali ke mobilnya.Kevin pura-pura keluar dari perusahannya dia melihat ke arah mobil yang yang terparkir di depan perusahannya ternyata mobil itu masih saja disana,Kevin semakin yakin jika pemilik mobil itu punya niat yang tidak baik.
Kevin membawa mobilnya dengan santai,dia ingin melihat apa betul pemilik mobil itu sedang mengintainya.Belum berjalan jauh Kevin sudah melihat mobil itu mengikutinya,dia tersenyum kecut,
__ADS_1
"Dasar Bajingan,aku yakin ini pasti ulah Bella,lakukan sesukamu,aku sudah sangat muak hidup se atap dengan wanita kasar sepertimu." Ucap Kevin.Saat ini dia tidak punya tujuan apa pun,akhirnya dia punya ide untuk mengerjai pria itu.
Kevin tertawa lepas saat pria yang membuntutinya menyadari jika Kevin mengetahui niatnya,terbukti dia segera pergi setelah dia lelah terus mengikuti mobil Kevin yang mutar-mutar,disekitaran tempat itu.
"Rasain habis bensin kamu." Ucap Kevin lalu kembali ke kantornya setelah memastikan pria itu pergi dari tempat itu.
****
Calista membawa mobilnya ke arah kontarakan Hanna,kali ini dia harus mendekati Hanna,akibat dari kegagalan kemarin perusahan suaminya benar-benar bangkrut,beruntung perusahan itu masih belum terjual setidaknya jika ada investor mungkin perusahan itu masih bisa hidup kembali.
Calista keluar dari mobilnya,saat dia sampai di rumah itu,melihat keadaan yang sangat sepi Calista langsung mengetuk pintu dan memanggil Hanna.
"Hanna....Hanna,buka pintunya ini mama." Ucap Calista,tapi pintu tidak terbuka.
"Jeng kamu ada liat Hanna,kok dari tadi aku mengetuk pintunya tapi kelihatannya nga ada orang apa dia sedang bekerja?" Tanya Calista.
"Mereka sudah pindah beberapa hari lalu jeng,permisi." Jawab tetangga itu lalu meninggalkan Calista yang bingung sendiri.
"Pindah kenapa mereka sampai pindah,apa kurangnya rumah ini sampai mereka pindah,apa jangan-jangan pria kaya itu membawa Hanna pergi." Ucap Calista,karna tidak bertemu dengan anaknya akhirnya Calista pergi meninggalkan tempat itu.
*****
Kevin kesal sendiri dikantornya karna mendengar kabar dari keluarganya yang akan berkunjung kerumahnya malam ini,padahal dia baru saja membeli apertemen baru untuk tempat tinggalnya sementara.
__ADS_1
"Kenapa mereka harus datang sekarang ini." Ucap Kevin dia membanting berkas yang ada di tangannya saking kesalnya membayangkan bertemu dengan Bella yang sebentar lagi dia akan ceraikan.
Malam ini Kevin mengabaikan semua keluarganya dia kembali ke apertemen yang baru saja dibelinya,untuk saat ini dia sangat menolak bertemu dengan istrinya yang sudah membuatnya marah.
Sementara itu dikediaman Sanjaya,kedua orang tuanya sudah terlihat duduk di sopa, sambil menunggu kehadiran Kevin dan juga istrinya.Beberapa lama menunggu akhirnya mereka melihat Bella yang sudah datang.
" Selamat malam papa,mama, kenapa tidak menghubungi kami untuk menjemput ke bandara ma?" Tanya Bella sambil menyalami kedua mertuanya,dia sangat senang menyambut kehadiran kedua mertuanya karna dengan itu Kevin tidak akan bisa berkutik lagi nantinya.
"Kenapa tidak pulang bersama Kevin nak? Jangan terlalu sibuk bekerja kalian harus memikirkan masa depan kalian kapan lagi kami menimang cucu kalau kalian hannya sibuk mengurusi pekerjaan saja?" Tanya mertua wanita,Bella menunduk malu,selama ini dia selalu menolak untuk cepat punya anak kini dia menyesali penolakan itu.
"Maafkan Bella ma,aku tidak tau kenapa ma akhir-akhir ini Kevin berubah ma,dan beberapa hari yang lalu aku memergokinya dengan seorang wanita ma." Ucap Bella,dia terlihat semakin menunduk,sebenarnya dia malu memberitahu aib rumah tangganya kepada mertuanya tapi dia tidak punya pilihan lain lagi dia sangat takut kehilangan Kevin.
"A_aapa...wanita lain,kamu jangan mengarang cerita tidak mungkin anakku melakukan hal memalukan seperti itu aku tau persis dia pria seperti apa." Jawab mertua wanitanya sementara menantu pria terdiam lalu mengambil ponsel dan menghubungi Kevin.
Dia menghubungi Kevin beberapa kali tapi masih saja tidak ada jawaban.
"Kemana dia,ponselnya tidak di angkat ma." Ucap papa mertuanya,Bella mengambil gambar dari tasnya lalu memberikan gambar itu kepada ibu mertuanya untuk semakin menyakinkan kedua mertuanya.
"Benar papa,ini anak kita dengan wanita lain,kenapa bisa seperti ini Bella,apa yang salah,maafkan mama Bella,mama sudah lalai wanita seperti apa wanita ini hingga dia mau menjadi duri di rumah tangga kalian?" Ucap mama mertuanya,Bella hannya menggeleng karna memang dia juga belum kenal dengan wanita itu.
"Wanita jaman sekarang memang sangat banyak tidak punya rasa malu,tidak peduli pria itu punya istri mereka akan mengambilnya yang penting kaya dan banyak uang,apalagi seperti Kevin sudah kaya,tampan lagi wanita mana yang berani menolak dasar ular." Sungut mama mertuanya.
**** bersambung****
__ADS_1