Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 85 ~ Dia milikku ~


__ADS_3

Kevin berlari mendekati Hanna lalu memeluknya sangat erat benar-benar sangat erat,rasanya dia tidak mampu mengungkapkan rasa bahagia nya saat ini melihat pujaan hatinya berdiri dengan sehat di hadapannya.Sementara itu Hanna tidak berani membalas pelukan Kevin,dia sangat takut karna dewa masih memandanginya disana.


"Terima kasih sayang akhirnya aku menemukanmu,aku senang merindukanmu,benar-benar rindu kepadamu terima kasih sudah bertahan sampai saat ini untukku." Ucap Kevin,saat itu dewa sudah tidak sabar melihat Kevin yang terus memeluk Hanna dengan kasar dia melepaskan pelukan Kevin kepada Hanna.


"Lepaskan tanganmu bajingan apa yang kamu lakukan berani sekali kamu melakukan itu di hadapanku."Ucap dewa,lalu mendorong tubuh Kevin hingga dia hampir terjatuh.


Dewa langsung menarik pergelangan tangan Hanna lalu membawanya masuk kedalam mobilnya setelah itu dia mengunci mobilnya lalu mendekati Kevin yang masih berdiri tidak jauh darinya.


"Hah...Ternyata kamu pria yang sempat memanfaatkan keadaan Hanna,memanfaatkan masa-masa sulit Hanna dahulu, hingga kamu memaksanya menjadi wanita simpanan mu,hingga rumah tanggamu hampir hancur? Tidak menyangka pria hebat sepertimu melakukan hal murahan seperti itu! mulai hari ini hubungan kerja sama kita batal,dan kamu jangan pernah menganggu kehidupan Hanna karna aku yang sudah menjaganya selama ini."Ucap Dewa.Terlihat jelas kecemburuan di wajahnya,dia sangat cemburu saat Kevin memeluk Tubun Hanna,sesuatu yang tidak pernah dia lakukan terhadap Hanna.


Kevin mendekati dewa yang hampir pergi meninggalkan tempat itu setelah mengucapkan kata-katanya,dia dengan kasar langsung mencengkram baju dewa lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Hanna.


"Lepaskan Hanna bajingan,aku tidak akan membiarkan kamu mengambilnya dariku,kamu tau akulah pria yang pertama mengambil kesuciannya jadi lepaskan dia karna aku akan menikahinya." Ucap Kevin,dia semakin kasar menarik baju milik dewa,tapi dengan kasar dewa melepaskannya.


Hanna terdiam di dalam mobil,dia tidak bisa melihat apa yang terjadi diluar karna kaca mobil yang hitam dan tidak transparan.


"Hahahaha...Urus dulu rumah tangga mu bajingan baru kamu menikahi orang lain,kamu tidak tau kalau Hanna dan kedua adiknya hampir mati karna perbuatan istrimu,sebelum kamu meyelesaikan urusan rumah tanggamu, kamu berhenti bermimpi ingin menikahi Hanna." Ucap dewa,setelah mengucapkan kata-katanya,dia masuk kedalam mobilnya lalu meninggalkan Kevin yang masih mematung di tempatnya.!


Dewa membawa Hanna pulang,sesekali dia melihat ke arah kaca spion,memastikan kalau Kevin tidak mengikuti mobilnya.Entah kenapa rasanya hatinya sangat panas saat melihat dia memeluk Hanna,dan yang paling membuatnya kecewa saat Hanna menerima pelukan itu,walaupun sebenarnya Hanna tidak membalas pelukannya.

__ADS_1


"Hanna,kamu marah kepadaku,apa kamu masih mencintainya?" Tanya dewa,dia pokus menyetir mobilnya,sebenarnya dia takut mendengar jawaban dari Hanna karna dia takut menyakiti perasaannya.Untungnya dia tidak menerima jawaban dari mulut Hanna karna dia hannya diam dan tidak mau menjawab pertanyaannya.


****


Lama sekali Kevin berdiri disana bahkan sampai dia tidak bisa melihat mobil yang membawa Hanna dia masih berdiri disana.Rasanya dia cukup kaget dengan semua ucapan dewa hari ini,rasanya seperti dia tersadar dari tidurnya yang sudah lama.Akhirnya Kevin meninggalkan tempat itu,lalu membawa mobilnya pulang menuju rumahnya yang sudah ditempati orang tuanya dan juga istrinya yang belum mau menandatangani gugatan cerai darinya.


Saat Kevin masuk kedalam rumah dia terlihat sangat kaget saat melihat papanya dan juga Bella duduk berdua di ruang tamu,rasanya dia sedikit aneh dengan sikap keduanya walaupun mereka duduk lumayan jauh.


"Apa yang kalian lakukan disini? terus ibu kemana ?" Tanya Kevin,entah kenapa perasaanya sedikit tidak enak melihat papanya dan juga Bella duduk berduaan di sopa ruang tamu sementara semua pelayan sudah tidur.


"Apa lagi,seperti yang kamu lihat." Jawab hamdan ayahnya.Sementara itu Bella sedikit pun tidak bergeming saat melihat kehadirannya.


"Di kamarnya,dia sedang istrahat karna sudah beberapa Minggu ini ibumu kurang enak badan." Jawab hamdan.Kevin merasa aneh dengan sikap Bella yang mengabaikan kehadirannya dan dia sibuk dengan ponselnya.


Kevin berjalan menuju kamar ibunya,lalu membuka pintu kamarnya dan melihat ibunya yang terbaring lemah di atas ranjang.Tubuhnya yang semakin kurus dan rambutnya terlihat rontok serta matanya yang sangat masuk kedalam membuatnya terlihat sangat tua.


"Ma,apa yang terjadi dengan mu,kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu sedang sakit? ayo kita ke rumah sakit." Ucap Kevin,ibunya langsung terbangun saat mendengar suaranya,dia berusaha duduk,karan dia kesulitan akhirnya Kevin membantunya.


"Maafkan mama,karna mama tidak memberitahu mu,tapi mama sudah di rawat oleh Bella,jadi tidak perlu mama kerumah sakit,mama tidak suka aroma rumah sakit."Jawab Nadia.Saat itu Hamdan sudah berdiri di samping Kevin,lalu menyentuh kening istrinya,setelah itu dia mengambil air satu gelas lalu memberinya kepada Nadia.

__ADS_1


"Kamu terlalu sibuk dengan dirimu mu sendiri hingga kamu melupakan ibumu." Ucap hamdan yang sudah duduk di pinggiran ranjang.Akhirnya Kevin mengurungkan niatnya untuk menanamkan Bella tentang Hanna dan kedua adiknya,dia tidak ingin membuat ibunya semakin banyak beban pikiran.


Setelah melihat keadaan ibunya yang sangat memprihatinkan,Kevin melupakan semua maslah yang ingin dia selesaikan,rasanya dia sangat kasihan dengan ibunya bahkan dia merasa menyesal karna tidak mengunjungi ibunya selama beberapa minggu ini.


Saat Kevin keluar dari kamar ibunya, dia sudah tidak melihat Bella di ruangan itu,entah kenapa perasaanya tidak enak saat melihat ayah dan Bella duduk berduaan disana.


"Ahhh..mungkin itu hannya perasaanku saja,atau bagaimana kalau aku menanyakan kepada semua pelayan besok,mungkin mereka yang paling tau gerak-gerik mereka di rumah ini." Batin Kevin,akhirnya dia memutuskan malam ini menginap di rumahnya itu.


****


Malam semakin larut,Kevin belum juga bisa memejamkan matanya,dia mengingat kejadian tadi sore saat melihat Hanna bersama pria lain,dia memutuskan untuk tidak mengikutinya karena dia takut dewa membawanya semakin jauh.


"Aaarghhh...Kenapa begitu banyak masalah yang datang secara bersamaan,ibuku,Hanna mereka membuat kepalaku hampir pecah,apa perlu aku membawa ibuku berobat keluar negri? Aku tidak tau sejak kapan ibuku punya penyakit serius hingga rambutnya juga rontok semua.Apa mungkin Bella tidak merawatnya dengan baik." batin Kevin.


Sementara itu Bella yang sedang dikamar terlihat uring-uringan karna malam ini dia tidak bisa tidur berpelukan dengan pacar gelapnya.


"Untuk apa juga dia pulang,seharunya dia tidak perlu lagi kembali kerumah ini,dasar menyebalkan." Ucap Bella,malam sudah larut matanya sama sekali tidak bisa terpejam.


*** bersambung****

__ADS_1


__ADS_2