
Kevin melihat kedua security menarik Calista yang ingin menghadang mobilnya,saat dia melewati mereka Calista berusaha mengejarnya tapi kedua security itu menahannya bahkan mendorong tubuh Calista hingga terjatuh ke tanah.
Kevin melihat semuanya dari kaca spionnya,dia mencoba mengingat wajah yang sangat familiar dipikirannya.
"Dimana aku pernah melihat wanita itu,kenapa sepertinya dia sangat familiar,dan untuk apa dia ingin bertemu denganku."Ucap Kevin,dia membawa mobilnya Samapi ke parkiran khusus mobilnya sendiri lalu berjalan menghampiri pos security.Seorang pria berlari menghampiri Kevin yang berjalan ke arah pos mereka.
"Tuan ada apa anda ke tempat kami?"
"Siapa wanita itu,bawa dia ke ruangan ku dan jangan membuat keributan di tempat ini."Ucap Kevin lalu dia meninggalkan tempat itu dan berjalan memasuki gedung perusahannya.
Calista sangat mengangumi gedung perusahaan milik calon suami anaknya,bahkan dia membandingkan gedung itu tidak sebanding dengan milik suaminya,yang kini hampir bangkrut.
"Hebat juga Hanna bisa mendapat pria sehebat dia,bahkan dia masih bocah ingusan tapi dia mampu menaklukkan pria sehebat Kevin,bahkan istrinya saja seorang dokter di buangnya demi seorang Hanna."Batin Calista,matanya tidak berkedip memandang keindahan gedung itu.
"Silahkan masuk." Ucap security lalu mengetuk pintu milik tuan mereka,saat memasuki ruangan direktur lagi-lagi Calista berdecak kagum.
"Tuan aku membawa wanita ini."
"Silahkan keluar."Ucap Kevin,Tampa menoleh ke arah mereka,dia terlihat pokus dengan pekerjaannya bahkan menoleh ke arah Calista pun dia tidak sama sekali,membuat Calista sedikit enggan berada di ruangan itu.Kevin diam dan terus sibuk dengan kegiatannya hingga membuat Calista kikuk berdiri disana.
"Bukankah ada sesuatu yang ingin kamu katakan kepadaku,hingga kamu mencari keributan diluar sana hannya karna ingin bertemu denganku,kenapa kamu malah diam disitu."Ucap Kevin dengan nada tegas hingga keberanian Calista hilang begitu saja mendengar ucapan Kevin.
__ADS_1
"Ma_maaf,saya mamanya Hanna."Ucap Calista gugup.Seketika Kevin menghentikan pekerjaannya lalu menegakkan kepalanya dan menatap Calista sinis.
"Ada apa kamu ingin bertemu denganku?" tanya Kevin,dengan wajah datar.Sedikit banyak dia sudah tau apa tujuan wanita ini untuk menemuinya.
"Ma_maaf tuan aku ingin,
"Apa kamu tidak ingin tau kabar ketiga anakmu,ibu macam apa kamu,yang tidak merindukan anaknya sama sekali,apa suamimu menyuruhmu menemui untuk minta bantuan." Ucap Kevin memotong ucapan Calista,seketika wajah Calista berubah merah padam,padahal tadi dia ingin sekali basa-basi menanyakan kabar ketiga anaknya tapi karna dia gugup dia melupakan itu semua.
"Ma_maaf tuan,bukannya aku tidak peduli dengan mereka,tapi,
"Aku sudah tau kamu wanita macam apa? sekarang kamu pulang dan katakan kepada suamimu agar menjual perusahaan kecilnya itu kepadaku,jika kamu mengharap bantuan sesuatu dariku,kamu tidak akan mendapat apa pun dari ku,keluar."Ucap kevin,dia tidak memberikan kesempatan untuk berbicara kepada calista,Kevin mengingat terkahir kali mereka bertemu saat Calista ingin menjual Hanna kepada pria hidung belang.
"Ma_maaf tuan,suamiku tidak ingin menjual perusahannya,karna perusahaan itu peninggalan orang tuanya,aku mohon tuan bantulah kami,aku sangat berharap tuan sudi membantuku kali ini saja."Ucap Calista.Kevin kembali menatap Calista,dia tidak menyangka jika ibunya Hanna seorang wanita yang tidak punya malu sedikit pun bahkan wanita yang tidak punya harga diri,jangan jauh berbeda dengan Hanna yang lebih menggunakan hati nurani.
"Sialan,ternyata sangat susah berhadapan dengannya,bagaimana bisa Hanna mendapat pria seperti itu."Batin Calista lalu berjalan menemui suaminya,rencananya besok dia akan kembali menemui Kevin sampai dia benar-benar mau membantu perusahan suaminya.
****
Sebuah mobil bolak-balik Melawati rumah mewah milik Hanna,sepertinya mereka sedang mengintai rumah itu,tapi mereka masih ragu melakukannya karna dua orang tukang kebun harian sedang bekerja disana.
"Sepertinya hari ini kita akan gagal melakukan aksi ini,lihatlah tukang kebun itu masih sibuk bekerja disana."Ucap seorang pria yang memakai topi dan wajahnya ditutupi masker.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita lakukan besok saja,kamu tau kita harus sangat hati-hati melakukan aksi ini karna kita berurusan dengan seorang pria yang hebat."Ucap pria yang satu lagi,akhirnya mereka membatalkan aksinya lalu pergi meninggalkan tempat itu.
*****
Hamdan terlihat kesal di ruang tamu,dia kesal kepada dua pria suruhannya karna hari ini mereka gagal melakukan aksinya.
"Kenapa bisa gagal hari ini pa,kalau mereka bodoh seperti itu,jangan sampai Kevin tau rencana kita bisa mampus kita pa.Harusnya papa cari orang yang lebih hebat,jangan bodoh seperti itu,masak mengurus hal kecil seperti itu saja mereka tidak bisa."Sungut Nadia,wajahnya terlihat sangat kesal,bahkan dia terlihat marah kepada suaminya karna sudah mempekerjakan orang bodoh.
"Sudahlah ma,tenang,bukankah mereka juga harus hati-hati."Ucap Hamdan kepada istrinya yang sedang marah.Sementara Bella hannya bisa diam dan melihat kedua pasangan itu,dia hannya berharap semua rencana mereka berjalan lancar,lalu hubungannya dengan suaminya akan kembali membaik seperti dulu.Bella sangat yakin jika Hanna pergi maka Kevin akan kembali kepadanya,dia sangat menyakini itu.
"Sudah Bella,kita pergi dari sini,mama kesal,sama papa masak orang suruhannya nga bisa di andalkan percuma saja kita membayar mereka mahal."Ucap Nadia,lalu dia membawa Bella menaiki tangga dan masuk kedalam kamar menantunya itu.
*****
"Mari makan malam,selamat makan om!!"Ucap Puspa,malam ini Kevin kembali kerumah Hanna,dia ingin minta maaf kepada Hanna,masalah orang tuanya yang tadi pagi.
"Selamat makan juga untuk kalian nona manis."Ucap Kevin,dia menatap wajah Hanna yang masih masam kepadanya,dia berusaha menahan senyum di bibirnya melihat wajah Hanna yang terus merajuk kepadanya.
Mereka menikmati makan malam dengan penuh khidmat,setelah selesai makan kedua adik kaka itu mengantar piring kotor kebelakang lalu pamit kepada Hanna dan juga Kevin karna mereka akan belajar,walupun mereka sudah punya pelayan dirumah Hanna selalu mengajari mereka untuk mandiri dan tidak boleh mengandalkan orang lain.
"Sudahlah marahnya sayang,aku capek pulang kerja,tapi kok di sambut wajah masam gitu sih,aku semakin capek saja."Ucap kevin.Hanna langsung menoleh kepada Kevin,hatinya sedikit tersentuh mendengar keluhan Kevin.
__ADS_1
"Habiskan makananmu dan istirahatlah,maaf jika sikapku terlalu kekanak-kanakan."Ucap Hanna,dia menunduk malu saat Kevin menatapnya lalu tersenyum kepadanya.
**** bersambung****