
Kevin meninggalkan restoran dengan perasaan sangat kesal,ini pertama kalinya dia merasakan harga dirinya sangat rendah,Karna perlakukan seorang wanita,apalagi dia hannya seorang sekretaris tapi dia sudah berani ingin memanfaatkan keadaannya.
"Aku akui dia memang benar-benar mirip dengan Hanna,tapi itu hannya wajah tidak dengan sikap dan perilakunya." batin Kevin.Dia masuk kedalam apertemen nya lalu mengambil sebotol minuman dan membawanya ke balkon.
Untuk saat ini Kevin hannya bisa melampiaskan kerinduannya kepada Hanna dengan minum dan merokok,dia tidak mau lagi memasuki klub malam karna itu hannya bisa merugikan dirinya sendiri.Kalau sudah merasa lelah Kevin akan tidur.Hannya itu yang bisa dilakukan Kevin untuk melewati hari-harinya yang begitu membosankan.
*****
Doni berdiri di hadapan Kevin pagi ini,setelah sampai di kantornya Kevin langsung memanggil Doni asistennya,dia sangat tidak terima atas sikap kurang ajar Retha yang ingin memanfaatkannya malam kemarin.
"Maafkan saya tuan,ini semua terjadi karna aku,sekali lagi aku minta maaf."Ucap Doni,dia sangat takut kalau sampai Kevin membuangnya dari perjalanan itu,karna dia baru saja membeli mobil secara kredit,itu karna dia sudah mendapat gaji yang tinggi sebagai asisten bos.
"Hal sekecil itu saja bisa sampai bocor,sepertinya kamu tidak cocok menjadi seorang asisten dari bos besar pemilik perusahaan ,karna takutnya kamu akan membocorkan semua rahasia perusahaan ini."Ucap Kevin,dia menatap tidak percaya kepada Doni.ada penyesalan dalam hatinya karna sudah memecat Sambo,asistennya yang sangat kompeten,dan bertanggung jawab.
"Maafkan aku tuan,sekali lagi ini tidak akan terulang kembali,saat itu Retha sangat tersinggung atas sikap tuan yang meninggalkan dia tampa sebab akibat pada saat kita melakukan meeting dengan perusahaannya,karna saya takut tuan dia mengadu ke bosnya akhirnya aku menceritakan sedikit masalah tuan."Ucap Doni membela dirinya.Saat ini dia benar-benar ketakutan,Kevin tidak bisa menerimanya lagi.
"Keluar,Lalu beritahu mereka kalau aku,Kevin Sanjaya membatalkan kerja antar perusahan ku dan perusahannya,aku tidak menerima kerja sama dengan orang yang sudah memiliki niat kotor dari awal kepadaku." Ucap Kevin,lalu dia mulai memeriksa berkas-berkas yang sudah menumpuk di mejanya.Doni yang sudah tidak berani lagi membantah perintah tuannya akhirnya keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruangannya.
"Sial,untung aku tidak dipecat,walaupun aku sudah kartu kuning di hadapan tuan Kevin Sangat sulit mengambil kepercayaannya kembali.Aku memang sangat ceroboh,ini karna Retha yang menggodaku kemarin akhirnya berantakan seperti ini."Ucap Doni,lalu mengurus semua surat-surat pembatalan kerja sama.
__ADS_1
*****
Hanna kembali pokus untuk menjual semua bunga yang sudah tertata rapi di tokonya,berbagai macam bunga sudah memanjakan matanya sedari tadi,bunga-bunga mawar yang sudah di tata nya akan dia jual kepada setiap orang-orang yang lewat.Sebenarnya pemilik toko tidak memaksanya untuk keluar dari toko untuk menjajakan bunganya tapi dia orang yang sangat agresif akhirnya melakukannya dengan ikhlas hingga dia bisa meraup untung yang sangat banyak,sehingga dia bisa menerima gaji yang lumayan tinggi.
"Selamat siang tuan ambil bunganya tuan untuk orang-orang yang anda sayangi." begitulah cara Hanna untuk menjual bunganya.Mungkin karna wajahnya yang cantik dan senyumnya yang sangat menggoda banyak pria yang mampir hanya untuk membeli bunganya.
"Hanna..." Tiba-tiba dia sudah mendengar suara seseorang yang memanggilnya,dia menoleh kearah suara itu.
"Tuan anda datang,apa anda ingin beli bunga ini? Hanna menggoda dewa yang sudah turun dari mobilnya dan menghampiri Hanna ke tempat jualannya.
"Baik nona aku menyukai bunga mu yang ini aku beli bunga ini untukmu.'" jawab dewa,lalu mengambil buket bunga mawar yang sangat indah setelah itu membayarnya kepada Hanna.
"Nga papa aku memang ingin membelinya,aku sangat menyukainya.Tunggu sebentar." ucap dewa lalu Kemabli ke mobilnya dan saat itu dia keluar dia membawa pizza dan menyerahkannya kepada Hanna.
"Kamu belum makan pastinya,ini aku membelinya untukmu,silahkan kamu makan biar aku yang membantumu menjual bunga-bunga ini." ucap dewa.Tampa menunggu jawaban dewa langsung mengangkat beberapa bunga dan membawanya ke depan toko lalu menawarkan kepada orang-orang yang lewat disana.
Hanna menikmati pizza yang dibawakan oleh dewa,kebetulan dia juga sudah sangat lapar,sesekali matanya mengintip kearah dewa,dia sedikit lucu saat beberapa wanita mengerumuninya untuk membeli bunga,mungkin juga mereka caper kepada dewa,karna dia memasang sangat tampan.
"Cie...Yang dikerumuni cewek,pasti suka ya tuan,dikerumuni wanita tadi."Hanna terlihat menggoda dewa, sayangnya pria itu tidak tertarik sedikit pun dengan ucapan Hanna.
__ADS_1
"Hanna,bisa tidak kamu tidak usah memanggilku tuan,panggil mas aja atau apa pun itu terserah mu yang penting jangan panggil aku tuan."Ucap dewa.Dia mengambil kursi lalu duduk menemani.hanna menjual bunganya.
"Kamu tidak kerja mas?"
"Kerja,cuma aku lagi tidak mood,aku malas,mungkin karna aku belum bertemu denganmu." Jawab dewa,dia menggoda hanna kembali.Saat-saat seperti ini Hanna tidak tau harus bersikap bagaimana kepada Dewa.Saat mereka sedang asik mengobrol hal-hal tidak penting,tiba-tiba Nadia keluar dari restoran yang tepat di samping toko bunga itu.
"Wow...Siapa ini,dewa apa yang kamu lakukan disini,siapa dia,bukankah dia wanita yang tinggal bersama mu?Apa yang kalian lakukan disini" Ucap Nadia,dia menatap sekeliling seperti mencari sesuatu.
"Apakah wanita ini penjual bunga,hahaha kamu menolak Kemabli kepadaku demi wanita beginian dewa,kamu ada-ada saja,apa kata orang tua mu kalau sampai kamu menikahi wanita seperti ini." Ucap Nadia,dewa menatap sinis kepada Nadia,
"Apa urusanmu,kamu pergi tidak ada yang perlu di jelaskan disini." Jawab Dewa,dia menarik tangan Hanna lalu membawanya kedalam toko,rasanya dia sangat kesal saat melihat Nadia menghina Hanna.
Nadia mengabaikan kedua pasangan itu,lalu dia masuk dan meninggalkan toko bunga.Melihat Nadia sudah pergi akhirnya dewa juga pamit untuk kembali kekantor karna dia dihubungi oleh asistennya karna ada tamu penting datang ke kantornya.
Calista masuk ke ruangan Kevin Sanjaya tampa mengetuknya,hingga Kevin marah kepada dua security yang mengikutinya.
"Maaf tuan wanita ini yang terus memaksa masuk,kami tidak bisa menghalanginya," Ucap security saat Kevin menatap mereka dengan sinis.
**** Bersambung****
__ADS_1