
Chapter 99
Mereka berdua terus mengawasi pabrik hingga sebuah kejadian yang sangat memilukan terjadi, meskipun Firman dan Jia Li sudah banyak melihat kekerasan yang dilakukan oleh para penjaga itu tapi ini adalah yang paling membuat hati Firman hancur seketika.
"I.....Ibu...." ucap Firman lirih saat melihat sebuah gambar video yang diambil dari salah satu kamera cctv yang ada di sebuah ruangan di dalam pabrik.
"Apa itu ibumu? Ta....Tapi bukankah dia itu sedang di......" Jia Li tak mampu mengeluarkan kata kata lagi saat melihat air mata Firman sudah menetes.
Dengan cepat Jia Li langsung memeluknya untuk memberikan ketenangan pada Firman. Jika air mata seorang laki-laki sudah jatuh percayalah bahwa kesedihan yang dialami nya sangat besar hingga membuat hatinya sakit.
"Dasar manusia rendahan!! Aku berjanji akan menghabisi kalian semua!!" ucapan Firman dengan suara yang terdengar sangat menakutkan bahkan hewan-hewan yang ada di dalam hutan seperti merasakan aura menakutkan dari Firman dan menjauh dari daerah tersebut.
Apa yang dilihat oleh Firman adalah kejadian dimana wanita yang seperti ibunya sedang dinikmati tubuhnya oleh banyak orang sekaligus, bahkan dilihat dari video cctv tersebut ada sekitar 15 orang yang sedang melakukan kegiatan panas paksa dengan ibu Firman.
Hati anak mana yang tidak hancur saat melihat orang tuanya diperlakukan seperti itu, bahkan hingga disiksa habis habisan untuk melayani banyak orang sekaligus, tapi apakah itu benar ibu Firman? Yang pasti Firman sangat membenci orang yang melakukan tindakan pem3rkosaan paksa pada siapapun itu.
Firman langsung berdiri melepas pelukannya dari Jia Li lalu membuka tasnya mengambil sebuah senapan jarak jauh dengan peredam, Firman langsung mengarahkan tembakan menuju penjaga yang ada di pintu samping pabrik.
Dengan sekali tempat penjaga itu tewas dengan lubang peluru di kepalanya, penjaga yang lainya juga sama dihabisi dengan mudah oleh Firman. Kemudian Firman membuka tasnya lagi dan mengambil sebilah katana yang diambilnya dari kantor kepolisian.
"Ini perjalanan awal kita, mohon kerja samanya," ucap Firman lalu mengambil katana tersebut.
"Pegang senjatamu, kita akan berperang!" ucap Firman Kepada Jia Li yang masih terlihat shock melihat video di cctv tadi.
"Ba...Baik," jawabnya.
Firman dan Jia Li langsung turun dari bukit untuk menuju pabrik bersiap melakukan pembalasan atas apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut kepada warga desa dan ibunya.
Dengan cepat Firman sudah berada di depan pintu samping pabrik yang tadi penjaganya sudah dihabisi oleh Firman, perlahan Firman mengendap dengan kemampuan pembunuh bayaran yang dimilikinya membuat Firman bisa menerobos masuk dengan sangat mudah tanpa hambatan yang berarti.
Sedangkan untuk Jia Li ikut masuk ke dalam mengikuti Firman dari belakang dengan berhati-hati. Mereka berdua masuk lewat jalur udara yang bisa sekaligus untuk memantau keadaan di dalam pabrik dengan sangat jelas.
'Penjaganya lumayan banyak juga, sepertinya ini akan jadi pesta yang indah,' batin Firman melihat banyak sekali penjaga yang ada di dalam pabrik tersebut.
__ADS_1
'Ehh bu....bukannya itu ibu?' batin Firman bertanya-tanya karena melihat seorang wanita yang sedang berada di sebuah ruangan sendirian melepas masker yang digunakan menutup seluruh wajah.
'Lalu yang di ruangan pertama tadi siapa?' Firman tambah bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
'Ibu tidak punya saudara apalagi kembaran? Lalu siapa dia sebenarnya,'
'Entahlah, nanti aku cari tahu, sekarang yang terpenting aku harus melumpuhkan para badjingan itu semua!" batinnya melanjutkan rencananya.
'Ugh Firman ngeri banget kalo lagi marah,' batin Jia Li takut saat melihat wajah mengerikan Firman tadi saat marah.
Firman mengarah menuju sebuah ruangan kosong untuk turun dari jalur udara, setelah mereka berdua turun dari jalur udara Firman mengeluarkan sebuah pistol dari sakunya lalu memasang magazine nya hingga penuh dan bersiap melakukan pembantaian.
"Kamu sudah siap?" tanya Firman melihat kearah Jia Li.
"Siap," jawab Jia Li sambil memegang sebuah senjata laras panjang jarak menengah dengan peluru yang sangat banyak.
"Ingat, jangan bunuh para warga ataupun korban lainnya!" ucap Firman memperingatkan.
Jia Li mengangguk patuh lalu mereka pun jalan keluar ruangan tersebut dengan mengendap tanpa ketahuan penjaga.
"Siapa kau!?" tanya salah satu penjaga menodongkan senjata apinya kearah Firman.
"Aku pekerja baru," jawab Firman singkat dengan wajah dinginnya.
"Pekerja baru kenapa bisa ada di sini? Dan hey nona dibelakangmu boleh juga, apakah dia adikmu biarkanlah dia bermain semalam dengan kami maka aku akan memaafkanmu muehehe," ucap penjaga yang lain sambil menatap Jia Li yang ada di belakang Firman dengan tatapan mesumnya.
Jia Li yang diperlakukan seperti itu menjadi sangat marah dan langsung menembak mereka dengan sangat cepat hingga para penjaga itu tidak sempat bereaksi untuk menghindari tembakan Jia Li tersebut.
Dor.......Dor.........Dor.........Dor.........Dor........
Lima orang tersebut tumbang sangat cepat dengan keadaan kepala berlubang, suara tembakan dari senjata Jia Li terdengar hingga keluar yang membuat penjaga yang lain datang dengan jumlah yang lebih banyak.
Para penjaga yang datang terkejut melihat rekan mereka tewas dengan luka tembak di kepala, mereka lalu menatap Firman yang tampak tenang kecuali Jia Li yang terlihat masih shock karena baru pertama kali menghabisi manusia, biasanya hanya berburu binatang saja.
__ADS_1
"Apa kalian yang melakukan ini!?" tanya orang yang sepertinya pemimpin para penjaga itu.
"Ya," jawab singkat Firman bersiap mengeluarkan katana yang tersimpan.
Penjaga itu langsung memerintahkan para anak buahnya untuk membunuh Firman dengan cepat, tapi sebelum anak buah itu menembak Firman, satu peluru sudah bersarang di kepalanya dengan sangat cepat tanpa ada yang mengetahuinya kecuali Firman.
Dor.....
Kepala penjaga itu tertembak dan langsung tumbang tewas seketika di depan para penjaga yang lain.
"Habisi mereka cepat!!" ucap pemimpin penjaga langsung memerintahkan para anak buahnya semua untuk menghabisi Jia Li dan Firman.
Dor......Dor.....Dor.....Dor....Dor......Dor......
Suara tembakan saling bersahutan terdengar di lorong yang kecil itu, Firman dan Jia Li bersembunyi di salah satu kamar yang ada di samping mereka untuk dijadikan tempat menghindari hujanan peluru yang datang.
"Sayang gimana ini? Mereka banyak banget sedangkan kita cuma dua orang," ungkap Jia Li yang merasa cemas dengan keadaan mereka yang dikepung banyak penjaga.
"Tenang saja, semua akan beres," jawab Firman santai agar membuat Jia Li tenang.
"Saatnya beraksi untuk yang pertama kalinya," ucap Firman mengeluarkan katana miliknya lalu mulai melihat keadaan.
Firman menyuruh Jia Li menunggu sambil terus berjaga memegang senjata miliknya jika ada sesuatu hal buruk terjadi.
Para penjaga berhenti menembak karena perintah dari atasan mereka, bisa di lihat ada banyak sekali bekas tembakan di sana dan mereka yakin jika Firman dan Jia Li telah mati, tapi itu semua tidak benar dengan munculnya Firman dari sebuah pintu kamar dengan membawa sebilah katana ditangan kanannya.
Para penjaga menjadi sangat terkejut melihatnya, Firman bisa selamat dari hujan peluru yang mereka lakukan, padahal pintu kamar itu terkunci entah bagaimana Firman bisa membukanya dan masuk kedalam untuk berlindung.
"Hemm lumayan juga kemampuanmu bocah, tapi itu percuma karena kau akan mati lagi hahaha TEMBAK!!" perintah si pemimpin langsung dilakukan oleh anak buahnya.
"Sang Pembantai!" Firman langsung maju tanpa rasa takut sama sekali menerjang hujanan peluru yang datang.
Hiat......
__ADS_1
Dor.......Dor.......Dor........