
Chapter 92
[Ding...Misi Tersembunyi Telah Dilaksanakan...
Misi :Menjinakan Hewan Buas...
Hadiah :Skill Menjinakan Segala Jenis Hewan Tingkat Tinggi...
Apakah Host Ingin Memasang Skill Hadiah?]
Saat Firman ingin tidur menyusul Jia Li yang sudah pulas tidur di sampingnya, tiba tiba notifikasi dari System membuat Firman kembali bangun.
'Langsung pasang saja System.' ucap Firman dalam pikirannya berbicara dengan System.
[Ding...Memasang Skill Hadiah Dimulai...
Memasang Skill Menjinakan Segala Jenis Hewan Tingkat Tinggi...
20%...
40%...
60%...
80%...
100%...
Memasang Skill Menjinakan Segala Jenis Hewan Telah Selesai.]
Setelah selesai memasang Skill hadiahnya, Firman pun tidur mengistirahatkan tubuhnya sambil memeluk Jia Li yang ada di sampingnya.
..............
Dini hari sekitar jam 3 pagi Jia Li tiba tiba terbangun karena merasakan ada yang memeluk tubuhnya dari belakang saat ia sedang tertidur.
Saat berbalik ternyata yang dilihat Jia Li adalah sang kekasih Firman yang tidur memeluk Jia Li membuat perasaan wanita itu berbunga bunga.
Jia Li kemudian bangun dari tidurnya lalu membuka pintu tendanya melihat keadaan diluar sekarang, diluar ternyata masih gelap serta sedikit gerimis yang membuat suasana menjadi sangat sejuk dan dingin.
__ADS_1
Tiba tiba Jia Li merasa ada yang menyentuh tanganya lalu ia berbalik dan mendapati jika Firmanlah yang memegang tangannya, ternyata Firman juga sudah bangun karena merasakan gerakan pada saat Jia Li bangun tadi.
"Kamu sudah bangun? " tanya Jia Li kepada Firman.
"Iya." jawab Firman singkat karena masih merasa mengantuk dikarenakan tidurnya hanya beberapa jam saja.
Jia Li lalu mengajak Firman keluar tenda untuk duduk bersama sambil menunggu matahari terbit. Firman duduk dibawah pohon beralaskan matras yang dibawanya, sementara Jia Li tiduran di pelukan Firman menikmati kehangatan pada tubuh sang kekasih.
"Sayang, apakah nanti para kekasihmu yang lain akan menerimaku?" tanya Jia Li tiba tiba teringat hal tersebut padahal dari kemarin ia ingin sekali menanyakannya.
"Tenang saja, nanti kita lihat saat sudah bertemu." jawab santai Firman.
"Tapi aku takut mereka akan menolakku dan menyuruhku untuk menjauhimu, aku tidak mau jauh jauh darimu sayang." ketakutan Jia Li menjadi semakin besar.
Firman hanya diam saja sambil mengelus elus kepala Jia Li, sebenarnya Firman tidak terlalu memikirkan hal tersebut karena yakin jika nanti para wanitanya pasti akan menerima Jia Li untuk menjadi saudari mereka hidup bersama sama.
Bisa seyakin itu bukanlah tanpa alasan, Firman bisa yakin karena mengetahui rasa cinta para kekasihnya sangat besar kepadanya, bukanya Firman ingin memanfaatkan hal itu untuk terus mencari wanita.
Tapi justru wanita lah yang selalu mendekati Firman entah bagaimanapun caranya, Firman saja sangat cuek pada orang lain bagaimana biaa ia mendekati wanita jika seperti itu.
"Lebih baik nikmati momen matahari terbit karena saat ini sepertinya fenomena gelombamg awan akan terjadi." ucap Firman sambil terus mengelus elus kepala Jia Li dengan penuh kasih sayang.
"Lebih baik kau lihat sendiri saja." jawab Firman tersenyum sambil menatap kearah depan tepatnya ke arah matahari yang mulai muncul.
Mereka berdua menikmati waktu momen matahari terbit dengan suasana tenang dan romantis. Semburat merah kekuningan terlihat di saat pemberi cahaya untuk bumi itu muncul.
Cahayanya yang indah mampu membuat hati seseorang yang sebelumnya hampa hancur menjadi baik kembali, keindahan sang surya memanjakan mata para manusia yang sering lupa akan sang pencipta.
Matahari seperti mata bagi sang pencipta untuk mengawasi seluruh alamnya, keindahan yang tiada tara tersebut menjadi semakin indah karena adanya gumpalan gumpalan awan yang membentuk susunan mirip gelombang di samudra.
Awan awan tersebut membentuk seperti gelombang ombak di pantai membuatnya tampak sangat indah dipandang mata membuat semakin sempurna suasana pada pagi hari ini.
Jia Li merasa sangat bahagia bisa menikmati indahnya alam semesta ini apalagi ditemani sang kekasih hati yang selalu siap menemani apapun yang terjadi menimpa Jia Li.
Kehidupan yang kelam dahulu akan tergantikan kebahagiaan yang didapatkannya saat ini, semoga dengan adanya Firman bisa membuat kehidupan Jia Li kembali berwarna ceria seperti dahulu.
.................
Setelah selesai menikmati matahari terbit Firman membereskan tenda sementara Jia Li membersihkan sampah-sampah bekas mereka berdua untuk dibawa turun ke bawah lalu dibuang ketempat sampah yang ada di bawah gunung.
__ADS_1
Mereka berdua juga sudah berganti pakaian dan hanya mencuci muka saja lantaran tidak ada sungai terdekat dari tempat mereka bermalam kemarin.
Selesai membersihkan tenda dan sekitarnya, Firman dan juga Jia Li melanjutkan perjalanan menuruni gunung dengan saling berpegangan tangan menjaga satu sama lain agar tidak terjatuh.
[Ding...Misi Telah Dilaksanakan....
Hadiah :Ilmu Beladiri Taekwondo Tingkat Master...
Pakah Host Ingin Memasang Skill Hadiah?]
'Nanti saja System memasangnya.' ucap Firman dalam pikiranya berbicara dengan System.
"Sayang berhenti sebentar, lihatlah bunga itu cantik sekali." ucap Jia Li menunjuk sebuah bunga yang terlihat sangat indah.
"Jangan didekati apalagi menyentuhnya!" ucap Firman memperingati Jia Li.
"Memang kenapa? Bunganya sangat cantik, aku kemarin juga mengambil bunga ini karena tidak tahan dengan keindahannya." tanya Jia Li heran dengan peringatan yang dikatakan oleh Firman.
"Jangan disentuh, bunga itu memiliki racun yang bisa membuat orang yang menyentuhnya lalu menghirup bau dari bunga itu akan membuat orang tersebut
merasa terangsang tubuhnya." jawab Firman menjelaskan tentang bunga tersebut.
Jia Li kaget saat mengetahui fakta dari bunga itu, pantas saja waktu malam dirinya bertemu dengan Firman ia menjadi sangat ganas karena sebelum bertemu dengan Firman ternyata Jia Li menyentuh dan menghirup bunga tersebut.
Dibalik cantiknya bunga itu tersimpan suatu racun yang membuat orang terangsang saat menghirupnya, kecantikan bunga itu adalah cara agar orang orang terjebak lalu mengambil bunga tersebut dan terkena efek racun nya.
Bunga itu ibarat seorang manusia yang diluarnya tampak cantik baik, tapi sebenarnya menyimpan niat jahat untuk membuat orang lain hancur hanya dengan sekali cara saja.
Jia Li pun langsung menjauh dari bunga tersebut kemudian mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuruni gunung bersama sama.
Ditengah perjalanan mereka berdua bertemu dengan serigala yang kemarin malam dijinakan oleh Firman, tampaknya serigala tersebut mengikuti mereka berdua hingga turun gunung saat ini.
Firman yang merasa tertarik pada serigala tersebut, ia pun mengajaknya untuk ikut bersama mereka menuruni gunung untuk pergi kembali pulang.
Jia Li dan Firman pun turun tidak berdua saja sekarang, tapi juga ditemani satu ekor serigala gunung bertubuh besar yang setia mengikuti mereka dari belakang dengan patuh, sesekali Firman juga memberikan sentuhan kepada serigala itu untuk membuatnya lebih dekat dengan Firman.
*Jangan lupa like dan dukungannya teman teman.
...Terima Kasih...
__ADS_1