System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 109 Rencana Membantu Warga Desa


__ADS_3

Chapter 109


Keesokan harinya ditemani sinar matahari yang bersinar terang serta semilir hembusan angin di desa yang sangat sejuk membuat suasana terasa sangat nyaman sekali.


Firman bangun dari tidurnya membuka mata setelah mendengar ayam berkokok bagaikan alarm alami, setelah bangun dan berdiam sejenak untuk mengumpulkan tenaga kembali Firman berdiri berjalan menuju belakang rumah untuk mandi membersihkan tubuhnya.


Saat sampai di belakang, kebetulan ada Jia Li yang sedang memasak dibantu ibunya Firman menyiapkan makanan untuk sarapan mereka, terlihat jika Jia Li diajari memasak oleh ibunya Firman dan Jia Li menyimak semua ilmu memasak yang diberikan oleh ibunya Firman.


"Garamnya jangan terlalu banyak, cukup sejumput saja," ucap Firman pada saat Jia Li akan memasukan satu sendok teh garam kedalam masakannya.


"Kamu bilang begitu memangnya kamu bisa masak hah!?" ucap Jia Li meremehkan kemampuan memasak Firman.


Firman tidak menjawab ucapan dari Jia Li, ia langsung mengambil alih alat masak yang dipegang ibunya dan juga Jia Li, dengan terampil Firman menggunakan alat masak tersebut untuk mengolah makanan.


Karena keterampilan memasak yang dimiliki Firman, serta kemampuan memasak anak perantauan yang biasa hidup sendiri membuat Firman sangat ahli dalam hal masak-memasak seperti ini.


Jia Li dan Tari hanya melihat Firman yang sedang memasak, mereka seakan melihat pertunjukan memasak profesional dari para juru masak tingkat tinggi, cara Firman memegang alat masakannya saja sudah terlihat sangat profesional bukan asal pegang saja.


Setelah selesai memasak dengan cekatan tangan terampil Firman menyajikan makanan di atas piring yang sudah tersedia, ia menaruh makanan di atas piring satu persatu, mulai dari sayuran hingga lauk pauk nya juga telah tersedia.


"Wah hebat kamu, aku baru tahu ternyata kamu jago masak," ucap Jia Li memuji kemampuan memasak Firman yang sangat luar biasa.


"Iya, ibu juga baru tahu kamu pandai masak nak, biasanya disuruh kedapur saja gak pernah mau hahaha," sambung ibunya menambahkan.


"Aku sering belajar masak waktu di kota, jadi lumayan bisa memasak beberapa jenis masakan," balas Firman.

__ADS_1


"Ya sudah jika masakan semua telah siap begini tinggal makan saja, kamu tadi mau mandi kan, gih cepat mandi terus kalau udah selesai kita makan sama-sama," ucap Tari menyuruh Firman membersihkan tubuhnya pergi mandi.


"Iya sampai lupa aku kalau mau mandi karena keasyikan masak tadi." Firman pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sementara Jia Li yang sudah mandi dari tadi mempersiapkan semua makanan diatas meja makan bersama Tari, makanan disusun di atas meja makan dengan rapi lalu tidak lupa minumannya juga.


Setelah semuanya beres dan Firman juga sudah selesai mandi, mereka bertiga makan sarapan bersama sampai selesai, sedangkan Bulan masih didalam kamar karena tubuhnya yang masih terasa sakit, Jia Li yang mengantarkan makan kepada Bulan setelah selesai makan.


.........


Setelah selesai makan tadi Firman langsung pamit keluar untuk berolahraga sekedar meregangkan otot yang kaku serta untuk meregangkan sendi-sendi lelah setelah kemarin malam bertarung melawan banyak musuh sekaligus.


Firman tidak sendirian, tentu saja sang kekasih Jia Li selalu menempel padanya kemanapun Firman pergi, mereka berdua berolahraga dengan berlari mengelilingi desa beberapa kali agar tubuh semakin sehat dan bugar.


Di saat sedang berolahraga banyak para warga yang menyapa mereka berdua karena para warga sudah tahu dengan Firman yang merupakan anak Bu Tari dan juga orang yang telah menyelamatkan para warga dari kekejaman penjaga pabrik.


"Kamu kenapa yang?" tanya Jia Li penasaran saat melihat wajah gelisah Firman.


"Kamu tahu mayat semalam yang kita bantai waktu di pabrik, mereka kan belum dikuburkan takutnya nanti malah menjadi penyakit bagi warga desa jika tidak segera dikuburkan," jawab Firman mengeluarkan kegelisahanya.


"Iya benar juga, ya sudah nanti saja kita urus," ucap Jia Li yang dibalas anggukan kepala oleh Firman.


Mereka berdua pun melanjutkan sesi olahraga sambil sesekali menyapa para warga yang berpapasan dengan mereka pada saat berolahraga, sejuknya suasana desa membuat tidak terasa lelah sama sekali pada saat melakukan olahraga.


Setelah selesai berolahraga, Firman mengajak Jia Li untuk berhenti sejenak di tepi sungai yang ada di desa tersebut, mereka duduk di tepi sungai sambil minum air yang dibeli pada saat sedang olahraga tadi.

__ADS_1


"Enak ya hidup di desa seperti ini, suasana nya sangat asri dan sejuk, tidak seperti di kota yang panas penuh akan polusi serta sampah yang berserakan dimana-mana," ucap Jia Li yang merasa sangat betah tinggal di desa.


"Kamu memang benar, tapi di sini juga masih banyak sisi negatifnya," balas Firman sambil minum air mineral yang dibawanya.


"Hem? Maksud kamu?" tanya Jia Li tidak paham.


"Iya, tinggal di desa tidak seindah yang kamu bayangkan, disini memang sangat sejuk dan terhindar dari panasnya polusi seperti di kota. Tetapi tinggal di sini juga banyak bahaya yang mengintai, contohnya saja kasus yang semalam kita selesaikan.


Hal itu bisa terjadi karena kurangnya edukasi masyarakat terhadap dunia luar, mereka hanya tahu cara mendapatkan uang tanpa tahu resiko yang akan didapatkan, selain itu banyak juga para oknum tidak bertanggung jawab yang sering memanfaatkan orang-orang di sini untuk bekerja kepada mereka meskipun gajinya sangat kecil.


Di desa ini juga berbahaya karena sangat dekat dengan hutan yang dimana tempat alami para hewan buas berkeliaran," jawab Firman menjelaskan.


Jia Li kemudian mulai memikirkan ulang perkataannya tadi serta mencerna lebih dalam maksud dari jawaban Firman barusan yang sepertinya memang ada benarnya juga.


Jika terus-terusan berada di satu tempat ini maka tidak akan ada yang namanya perkembangan baik itu secara perekonomian maupun ilmu pengetahuan.


"Jadi aku ingin membantu warga desa agar mendapatkan informasi serta ilmu untuk mereka gunakan sebagai dasar awal untuk belajar sesuatu," ucap Firman.


"Maksudnya kamu mau buat seperti sekolah begitu tempat untuk belajar anak-anak? Atau kamu mau membuat sebuah tempat kursus untuk para warga dengan bidang keahlian mereka masing-masing?" tanya Jia Li penasaran.


"Bisa dikatakan seperti itu. Aku sudah tinggal di sini belasan tahun jadi aku tahu seperti apa kehidupan di sini, aku ingin merubah kehidupan masyarakat supaya menjadi lebih baik lagi serta terus berkembang di era modern seperti sekarang," jawab Firman menjelaskan.


"Ternyata kekasihku ini sangat hebat ya, memikirkan masa depan tempat kelahirannya agar menjadi lebih maju lagi," ucap Jia Li memandang Firman kagum.


"Yah sekalian sebagai ucapan terima kasih kepada para warga karena menjaga ibuku dengan baik walaupun ibu sendirian di sini."

__ADS_1


Setelah selesai bersantai-santai di tepi sungai, Firman dan Jia Li pulang kembali kerumah ibu Firman dengan berjalan kaki walaupun jaraknya lumayan jauh dari tepi sungai tadi.


*Firman lagi mode baik dulu ya hehehe nanti lagi bantai-bantainya, ok teman teman.


__ADS_2