System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 151 Cerita Masa Lalu Gina


__ADS_3

Chapter 151


Flashback...


Hari itu di sebuah pasar yang ramai dengan pengunjung yang sedang membeli kepada para pedagang pasar yang menjajakan jualan nya.


Ada seorang gadis kecil yang sedang duduk sendiri di pojok sebuah toko bahan makanan, gadis kecil tersebut penampilanya sangat kotor sekali dengan baju yang terlihat sudah tidak layak pakai karena sobekan dimana-mana lalu rambut yang acak-acakan serta muka yang penuh noda tanah yang kotor.


Gadis kecil itu memegangi perutnya yang sepertinya sedang merasakan sakit lantaran belum makan selama beberapa hari, orang-orang yang ada di sekitarnya seperti tidak melihat kehadiran gadis kecil itu.


Mereka sibuk dengan urusanya masing-masing tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya yang banyak orang kesusahan, gadis kecil tadi terus menahan rasa lapar yang membuat perutnya kesakitan.


"Hiks... Hiks... Aku laper banget... " ucap gadis kecil itu dengan nada pelan lantaran tenaganya seperti hampir habis karena belum makan berhari-hari.


Di samping itu semua, ada seorang anak laki-laki yang sedang melakukan kegiatan wisata bersama yang diadakan oleh sekolahnya, kebetulan bus yang membawa rombongan sekolah anak laki-laki itu berhenti di pasar tersebut untuk membeli beberapa makanan karena perjalanan yang lumayan jauh.


Guru pendamping mengatakan agar para murid jangan pergi terlalu jauh supaya nanti mudah jika akan berangkat kembali, ada beberapa murid yang bersama dengan orang tuanya sedangkan anak laki-laki yang tadi mencari makanan hanya pergi sendirian lantaran sang ibu harus bekerja untuk menghidupi mereka sehari-hari.


Di saat anak laki-laki itu sedang ingin membeli makanan yang ada di depan toko penjual bahan pangan, ia melihat ada seorang gadis kecil yang sedang memegangi perutnya merintih kesakitan dengan berjongkok di pojok toko.


Anak itu lalu menghampiri gadis tersebut untuk melihat kondisinya, setelah berada di depan gadis tersebut, anak laki-laki itu mengangkat tangannya untuk mengecek keadaan dari tubuh gadis kecil tersebut.


Ternyata setelah dilihat, gadis kecil itu sedang menangis walaupun tanpa suara, namun bisa terlihat jika gadis itu sedang menahan rasa lapar yang teramat menyakitkan, bagi anak kecil sepertinya belum makan selama berhari-hari itu rasanya sungguh tidak enak.


"Kamu belum makan ya?" tanya anak laki-laki kepada si gadis.


Si gadis yang awalnya tidak melihat keberadaan dari anak laki-laki tersebut kemudian menengok melihat kearah anak laki-laki itu berada, "I... Iya, aku laper... Hiks... Hiks... " jawab si gadis dengan mata meneteskan air mata.


Tanpa berkata apapun, anak laki-laki tadi mengangkat tubuh si gadis kecil dengan mudahnya, meskipun si gadis itu terlihat lebih tua dalam segi usia dari anak laki-laki, tetapi tubuh mereka sangat berbeda karena anak laki-laki itu pertumbuhannya melebihi anak seusia dirinya pada umumnya.


Si gadis sempat terkejut saat tubuhnya secara tiba-tiba diangkat oleh anak itu, tapi karena tubuhnya sangat lemas dan tidak dapat melakukan apapun, alhasil gadis itu hanya bisa pasrah mengikuti kemana laki-laki itu membawanya.


"Nama kamu siapa?" tanya anak laki-laki sembari terus menggendong si gadis di punggungnya.


"Nama aku, Gina Natasya, kalo kamu?" balas gadis itu yang adalah Gina kecil dengan suara lemasnya.


"Kenalin nama aku Firmansyah, kamu tunggu di sini ya, aku beliin kamu makan sebentar," ujar Firman kecil menurunkan Gina di sebuah warung yang ada di pasar tersebut.


Firman kecil lalu berjalan menuju penjaga warung untuk membeli beberapa makanan yang akan diberikan kepada Gina kecil, Gina menoleh ke arah Firman yang juga sedang melihat ke arahnya.


Tatapan mata mereka berdua bertemu yang membuat Gina seperti sedang melihat pangeran yang selalu ada di cerita dongeng anak-anak, pangeran yang membantu sang putri di kala sedang mengalami masalah dan siap melakukan apa saja demi membahagiakan sang putri.


Firman tersenyum ke arah Gina yang membuatnya salah tingkah, anak seusia mereka seharusnya belum mengenal yang namanya cinta karena masih kecil dan polos, namun berbeda dengan Gina yang sudah hidup dijalanan lumayan lama yang membuatnya tumbuh menjadi gadis kecil yang memiliki pikiran dewasa.

__ADS_1


Gina paham tentang perasaan yang biasanya dikatakan oleh orang dewasa, sedangkan Firman yang polos hanya diam saja tidak mengetahui apa-apa.


Setelah penjaga warung selesai membuatkan pesanan yang diminta Firman yaitu nasi beserta lauk-pauknya, tapi sebelum Firman berjalan, si penjaga warung bertanya kepadanya, "Kamu sama siapa kesini adik manis?" tanya nya penasaran.


"Aku sama rombongan bis sekolah tante," jawab Firman kemudian pergi menuju tempat Gina duduk menunggu.


Firman duduk di samping Gina sambil meletakan satu piring nasi dan lauknya di depan Gina yang menunggunya sedari tadi.


"Kamu makan dulu gih, nanti sakitnya tambah parah kan gak bagus untuk kesehatan kamu," ujar Firman dengan senyum manis nya.


"Ta... Tapi aku lemes banget... " jawab Gina yang sudah tidak kuat untuk sekedar menggerakan badan, berbicara saja ia seperti kesusahan saking lemasnya.


"Yaudah aku suapin ya."


Firman mengambil piring tersebut lalu menyendokkan nasi beserta lauknya dan diarahkan kepada Gina yang langsung disambut olehnya, Gina memakan nasi dari suapan Firman dengan sangat lahap karena memang belum makan berhari-hari.


Beberapa menit kemudian selesai menyuapi Gina dan memberikan minum kepadanya, Firman hendak pamit pergi karena bus yang membawanya akan berangkat sebentar lagi.


"Aku pergi duluan ya, ini ada sedikit bekal buat kamu makan, ingat jangan sampai lupa makan nanti sakitnya tambah parah kan gak enak," ucap Firman kecil seraya menepuk kepala Gina pelan penuh perhatian.


Gina yang sudah semangat lagi karena tenaganya telah terisi, menjawab Firman dengan anggukan penuh semangat sambil tersenyum lucu.


"Terima kasih ya udah kasih aku makan," ucap Gina sangat senang.


Saat hendak berjalan menuju arah bis sekolahnya, secara tiba-tiba Gina berdiri lalu mencium pipi Firman lembut.


Chup...


Ciuman di pipi itu membuat Firman terkejut dan berbalik untuk melihat Gina yang dibalas senyuman manis oleh gadis kecil tersebut, karena waktu nya untuk bus berangkat, Firman berlari menuju bis nya dan duduk di kursi tempatnya berada.


Sebelum pergi, Firman melambaikan tangannya kepada Gina dari jendela bis yang dibalas lambaian tangan juga oleh Gina.


Bus pun berangkat dan Gina menatap kepergian Firman dengan kesedihan karena harus sendirian kali, ia lalu melihat bekal ala yang diberikan oleh Firman kepadanya tadi.


Saat dilihat ternyata Firman memberikan uang sejumlah 100 ribu untuk Gina gunakan bertahan hidup, uang itu merupakan uang saku Firman selama menjalankan wisata bersama di sekolahnya.


Gina terharu melihat kebaikan Firman kepadanya, selama ini ia tidak pernah dianggap oleh orang lain, bahkan keluarganya saja tidak peduli pada Gina hingga membuatnya harus rela hidup di jalanan sedari kecil.


"Udah ganteng baik lagi hihihi... "


Flashback off...


Firman sedari tadi menyimak apa yang diceritakan Gina dengan seksama sekaligus mengingat kembali tentang kejadian yang sempat terlupakan tersebut.

__ADS_1


Setelah mencoba mengingat-ngingat kembali, akhirnya Firman ingat tentang kejadian waktu itu saat sedang melakukan wisata yang diadakan sekolahnya waktu kecil dan menemukan ada seorang gadis kecil yang meringis kesakitan memegangi perutnya di pojokan toko.


Firman menolong gadis kecil tersebut memberi makan dan memberikan sejumlah uang hasil tabungannya untuk jajan selama wisata berlangsung diberikan kepada gadis tersebut.


"Itu kamu?" tanya Firman memastikan.


"Iya sayang ~ " jawab Gina manja seraya memeluk tubuh Firman erat.


"Pantas jika memiliki sifat yang sama, yaitu suka menggoda dan agresif hahaha... " untuk pertama kalinya Firman bisa tertawa selepas ini bersama orang lain, ralat bukan orang lain tapi calon kekasih Firman.


Gina yang melihat Firman dapat tertawa lepas bersamanya menjadi sangat bahagia, selama ini Gina selalu mengawasi Firman dari jauh meski kadang dipersulit oleh para anak buahnya yang sangat terampil dalam menjaga keamanan Firman.


Gina tahu jika Firman sangat jarang sekali tersenyum apalagi sampai tertawa, baru kali ini Gina melihat langsung tawa bahagia dari Firman.


"Itu sudah sifatku yang mendarah daging sedari dulu hehehe... " balas Gina ikut tertawa.


"Oh... Benarkah, lalu apakah kamu juga senang menggoda orang lain?" tanya Firman.


Gina tersenyum lalu menjawab pertanyaan yang dilontarkan Firman, "Aku tidak pernah bersikap seperti ini kepada orang lain, karena hanya kamu lah satu-satunya orang yang bisa membuatku bersikap layaknya anak kecil," jawabnya.


"Apakah iya? Bukanya sang Queen Roses sangat terkenal sekali saat sebelum membunuh korbanya ia akan selalu bertanya, "Apakah aku seksi?" bukankah seperti itu Queen?" tanya Firman dengan senyuman menawan miliknya yang membuat jantung Gina berdebar-debar saat melihatnya.


Gina yang ingin menjawabnya seketika menjadi sangat gugup karena kebiasaan dirinya sebelum menghabisi mangsanya telah diketahui oleh Firman, apa jangan-jangan Firman juga tau tentang rahasia dirinya yang suka memakai pakaian minim saat melakukan tugasnya? Memikirkan hal itu semakin membuat Gina gugup.


"Kenapa? Berarti benar apa yang aku katakan tadi kan," kata Firman semakin membuat Gina gugup.


"I... Iya kamu benar, maafkan aku ya... Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi... Hiks... Hiks... " ucap Gina sambil menangis memohon kepada Firman.


"Hahaha... Tidak apa-apa, lagipula itu kan kesenangan pribadi bagi dirimu sendiri, jadi terserah kamu mau melakukan apa saja asal bisa membuat dirimu merasa bahagia," balas Firman yang membuat Gina kembali teringat ucapan Firman waktu kecil yang mengingatkannya agar makan tepat waktu.


Lagipula apa salahnya hal yang dilakukan oleh Gina? Setiap orang pasti punya kebahagiaan nya sendiri-sendiri, itu hak Gina mau melakukan apapun dalam hidupnya.


Gina tersenyum lalu berkata, "Apa kamu tau alasan ku bertanya kepada setiap korban yang akan aku habisi dengan pertanyaan itu?" tanya Gina dibalas gelengan kepala oleh Firman.


"Aku selalu bertanya seperti itu karena aku ingin mengetahui bagaimana orang berkata jujur, kamu tau kan jika orang yang berada di ujung akhir hidupnya pasti akan selalu mengatakan semua hal sejujur-jujurnya.


Tujuanku mengetahui apakah aku seksi dan cantik atau tidak karena agar saat aku bertemu dengan kamu nanti tidak dalam keadaan yang jelek, aku tidak mau jika bertemu denganmu dalam keadaan yang tidak bagus," ucap Gina menjelaskan.


"Seperti itukah alasan nya, padahal aku tidak pernah memandang wanita dari segi fisiknya, yah... meskipun sebagai seorang pria pasti wajar jika ingin memiliki seorang wanita yang cantik," balas Firman.


"Lagipula aku tidak akan mau jika tubuhku dilihat apalagi sampai di sentuh orang lain, aku memang suka memakai baju yang sedikit minim dan ketat karena itu mempermudah aku untuk bergerak saat melawan musuh-musuhku hehehe... " ucap Gina.


"Aku hanya akan memberikan tubuhku dan semua yang aku miliki kepada kamu seorang, jadi apakah kamu mau menerima aku, sayang?" tanya Gina kembali mengulangi pertanyaan yang tadi ia ucapkan.

__ADS_1


__ADS_2