
Chapter 176
Firman dan Gina sarapan bersama sebelum kembali melanjutkan perjalanan mereka, setelah selesai menghabiskan makanan nya, Firman kembali membuka laptopnya untuk menghubungi Kalina.
Sesuai dengan perkataan Kalina tadi saat berbicara bersama dengan Gina yang mana Kalina ingin membicarakan tentang perusahaan dengan Firman, begitupun sebaliknya, karena Firman juga ingin membicarakan perusahaan yang baru didapatkannya kepada Kalina.
Firman menghubungi Kalina melalui sambungan video call supaya bisa lebih nyaman dalam membicarakan bisnis mereka, menggunakan laptop miliknya Firman menghubungi Kalina.
"Halo sayang, akhirnya kamu menghubungi aku juga," ucap Kalina dari seberang sana.
"Maaf aku baru selesai sarapan, bagaimana? Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanya Firman langsung pada inti pembahasan.
"Basa basi dulu gitu biar enak, ini malah langsung serius!" ujar Kalina cemberut.
"Aku tidak memiliki banyak waktu, jadi langsung pada pembahasan saja ok," ucap Firman.
"Baiklah, aku hanya ingin melaporkan bahwa ada beberapa perusahaan yang sepertinya sedang menekan perusahaan kita, karena beberapa hari saat kau pergi perusahaan kita mengalami beberapa kali penurunan nilai saham.
Itu mungkin normal jika turunnya biasa saja atau tidak terlalu signifikan, akan tetapi kemarin malam aku melihat nilai harga saham perusahaan kita anjlok hampir 50% aku takut jika ini terus berlanjut maka beberapa investor yang bekerja sama dengan perusahaan kita akan mundur," ucap Kalina menjelaskan masalah yang dihadapi perusahaannya saat ini.
Sebenarnya Firman juga sudah mengetahui masalah penurunan nilai saham perusahaannya tersebut, ia sangat yakin jika hal itu dikarenakan ada beberapa pihak yang dengan sengaja bermain-main dengan pasar saham.
Seperti yang mana kita ketahui bahwasanya pasar saham sekarang mudah sekali dimanipulasi oleh para bandar yang sengaja melakukan hal tersebut guna mendapatkan keuntungan pribadi untuk dirinya sendiri.
"Lalu bagaimana sekarang?" tanya Firman.
"Untuk saat ini semuanya telah kembali normal, harga saham perusahaan sudah kembali berangsur pulih dan sudah kembali pada harga awal," jawab Kalina membuat Firman merasa sedikit lega.
"Kamu tenang saja, aku akan berusaha mengungkap siapa yang ada di belakang semua ini," ucap Firman yang juga merasa geram dengan kelakuan orang yang dengan sengaja mempermainkan perusahaan miliknya.
"Terima kasih sayang, oh iya sepertinya ada beberapa tikus-tikus kotor di perusahaan, namun aku belum mempunyai banyak bukti jadi aku belum bisa menangkap mereka," ucap Kalina sedih.
"Nanti aku akan mencari buktinya, aku ingin berbicara sesuatu kepadamu mengenai apa yang baru saja aku dapatkan," balas Firman membuat Kalina penasaran.
"Apa itu sayang?" tanya Kalina penasaran.
Tidak ada jawaban yang dilontarkan oleh Firman, tapi justru ia mengirim sebuah file kepada Kalina agar dirinya bisa melihat secara langsung apa yang didapatkan oleh Firman.
Kalina yang mendapatkan pesan kiriman dari Firman, dengan cepat ia langsung membuka file kiriman tersebut untuk melihat apa isinya, meskipun belum mendapatkan jawaban langsung dari Firman, tapi Kalina mengerti mungkin saja jawabannya ada pada file tersebut.
__ADS_1
Setelah membukanya lalu kemudian Kalina membaca setiap detail pada file tersebut, file nya memang hanya berbentuk satu buah lembaran kertas digital, mungkin itu merupakan salinan dari berkas aslinya.
Selesai membaca file itu, tampak ekspresi terkejut campur senang dari wajah Kalina, sepertinya ia sangat mengerti tentang apa yang baru didapatkan Firman tersebut. Hal yang ditunjukan Firman kepada Kalina adalah file kepemilikan perusahaan Queen Grup.
Pantas saja Kalina sampai terkejut seperti itu, perusahaan besar dengan ribuan karyawan dan juga bisnis yang besar berupa perhiasan mewah, pas sekali untuk dipegang oleh wanita seperti Kalina yang mengerti tentang dunia aksesoris wanita sekalian untuk menambah pengalaman Kalina dalam dunia bisnis.
"A ... apa ini sungguhan sayang?" Gina memastikan kembali.
"Iya itu sungguhan, aku ingin kamu mengurus masalah perusahaan itu, terserah kamu saja mau mengurusnya sendiri atau menyuruh orang lain untuk mengerjakannya," jawab Firman sekaligus memberikan perintah sebagai seorang boss kepada asistennya.
"Baiklah aku akan mengurusnya sendiri saja, kenapa kamu tidak meminta kak Anggi saja untuk mengurusnya? Lagipula dia juga sepertinya memiliki banyak koneksi di Eropa," tanya Kalina.
Firman tersenyum kemudian menjawab, "Aku hanya ingin memberi pengalaman kepada kamu, jika kamu hanya bekerja di dalam negeri saja itu mungkin tidak akan membuatmu berkembang, namun jika kamu bekerja disini mungkin kamu akan berkembang pesat."
"Yeay ... terima kasih sayang, aku janji akan mengurus semuanya dengan baik, ngomong-ngomong bagaimana cara kamu mendapatkan perusahaan itu?" tanya Kalina.
"Nanti kamu juga tau," balas Firman kemudian mematikan sambungan video call mereka.
Firman kemudian melanjutkan membuka handphone miliknya untuk sejenak bersantai dengan membuka media sosial untuk mencari hiburan, kesibukan yang sangat banyak beberapa hari ini membuat Firman merasa dirinya sepertinya butuh liburan.
Sementara itu di sisi Kalina saat ini sedang sangat kesal, hal itu dikarenakan Firman dengan sepihak mematikan sambungan video call yang mereka lakukan padahal Kalina masih belum puas mengobrol bersama dengan Firman.
"Kenapa lagi?" tanya Firman melihat Gina yang masih saja kesal dengan mebatap dirinya tajam.
"Gak tau!" jawab Gina cemberut.
Firman menghela nafas dalam-dalam supaya bisa tenang dan sabar menghadapi satu wanita ini, untung saja di restoran itu sudah mulai sepi pengunjung karena memang sudah hampir waktunya masuk kerja.
Dengan menggunakan tangannya, Firman mengangkat tubuh Gina kemudian menaruhnya di atas pangkuan kakinya, Gina sempat kaget saat diangkat oleh Firman karena dia sedang minum saat itu.
"Jika ada sesuatu bicara saja, jangan seperti itu karena aku tidak bisa mengerti apa yang kau inginkan jika hanya cemberut seperti ikan," ucap Firman sembari menatap mata Gina yang indah.
Gina yang ditatap seperti itu oleh Firman menjadi malu dibuatnya, padahal sudah sering dirinya melihat Firman melakukan hal ini, tapi entah kenapa Gina masih saja malu-malu hanya karena ditatap saja oleh Firman.
"Aku hanya kesal saja karena kamu tidak membalas ucapanku tadi," jawab Gina menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Firman.
Mendengar jawaban dari Gina tersebut, seketika membuat Firman berpikir dan kembali mengingat ucapan apa yang dimaksud oleh Gina tersebut, setelah beberapa waktu mengingat kembali akhirnya Firman ingat.
Mungkin ucapan pernyataan cinta tadi yang membuat Gina sampai menjadi sekesal itu saat ini, pikir Firman yang merasa agak aneh karena hanya masalah kecil seperti itu mengapa bisa sampai jadi semarah itu.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu," jawab Firman.
Mendengar ucapan Firman tersebut membuat hati Gina berbunga-bunga, wajahnya memerah sanking senangnya mendengar jawaban yang diucapkan Firman tersebut.
Meskipun agak terlambat tapi tidak apa-apa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Mereka lalu kembali melanjutkan aktivitasnya sebelum kembali melanjutkan perjalanan, Gina asyik minum coklat hangat miliknya sedangkan Firman membuka sosial media untuk mencari hiburan.
Saat sedang membuka sosial media, Firman membuka sosial media milik Rina yang sepertinya baru mengupload sebuah foto pagi ini, Firman kemudian melihat foto apa yang diunggah Rina tersebut.
Firman tersenyum saat melihat foto yang diunggah Rina ternyata merupakan foto Firman yang sedang berolahraga dengan menggunakan baju ketat yang memperlihatkan otot-otot di tubuhnya, entah apa yang ada dipikiran Rina saat mengunggah foto tersebut.
Postingan pada akun media sosial milik Rina tersebut seketika itu juga banyak orang yang mempertanyakan siapa orang yang ada di foto yang diunggah Rina tersebut, rata-rata dari mereka penasaran hubungan apa yang dijalin Rina dengan pria yang ada di foto tersebut.
Para pria banyak yang patah hati saat melihat dewi mereka mengunggah foto seorang pria dengan menggunakan caption emoticon love dan beberapa kata sayang lainnya, segera kolom komentar langsung dibanjiri ribuan pertanyaan yang berasal dari fans Rina di media sosial ataupun teman sekolahnya.
Sementara para gadis iri dengan keberuntungan Rina karena bisa memiliki seorang pria yang sangat keren, walaupun wajah Firman di foto tersebut tidak diperlihatkan oleh Rina, namun hanya dengan melihat tubuh ideal yang dimiliki Firman bisa ditebak bagaimana ketampanan yang dimilikinya.
Memang Rina dengan sengaja menutup wajah dari Firman menggunakan emoticon berbentuk love warna merah agar wajahnya tidak terekspos, bisa gawat nanti jika sampai ketahuan, Rina takut kekasihnya akan menjadi incaran para wanita di sekolahnya.
Rina memang lumayan terkenal di media sosial, pengikutnya ada ratusan ribu dengan jutaan like seluruh foto yang diunggah, hal itu mungkin bisa terjadi lantaran paras cantik Rina dan bakat yang dimilikinya membuat para fans Rina tertarik.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Gina.
"Aku hanya melihat unggahan dari media sosial saudarimu," jawab Firman sambil memperlihatkan handphonenya.
Gina mengambil handphone yang ada di tangan Firman lalu melihat apa yang dilihat Firman barusan.
"Ini saudariku?" tanya Gina melihat foto Rina menggunakan pakaian sekolahnya bersama dengan Ika yang menggunakan pakaian kerja.
"Iya, mereka berdua," jawab Firman santai.
Gina tertegun sejenak mendengar jawaban Firman tersebut, bagaimana tidak kaget Gina melihat foto Ika yang sangat cantik dengan balutan baju formal kantoran yang digunakannya memancarkan kecantikan wanita karir yang memikat para lelaki, lalu Rina dengan baju seragam sekolah yang terlihat sangat cantik seperti model papan atas.
"Hebat juga ternyata pria ku ini, sampai gadis muda hingga yang dewasa berhasil dibuat takluk olehnya," kata Gina.
Setelah bersantai beberapa waktu untuk memulihkan tenaga, akhirnya mereka pun pergi untuk melanjutkan perjalanan menuju markas mafia Gina kembali.
Sebelum pergi mereka membeli beberapa makanan ringan serta minuman untuk mengganjal perut saat di perjalanan yang lumayan jauh jaraknya, setelah itu baru mereka melanjutkan perjalanan menggunakan mobil yang dikemudikan oleh Gina untuk saat ini, baru nanti gantian Firman yang akan menyetir.
Sepanjang perjalanan mereka ditemani dengan pemandangan indah khas pedesaan Eropa, tak bosan bagi mereka melihat pemandangan tersebut yang menyejukan mata, apalagi bagi Firman ini merupakan kali pertama dirinya melihat hamparan salju yang sangat luas.
__ADS_1