System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 112 Rasa Kekeluargaan Yang Erat


__ADS_3

Chapter 112


Karena file yang sangat banyak akhirnya Firman memutuskan untuk membawa semua salinan file rekaman cctv untuk dilihat nanti karena saat ini Firman tidak memiliki waktu banyak untuk mengeceknya.


Firman hanya melihat beberapa rekaman cctv yang ada di layar monitor, bisa dilihat dari kamera cctv ada banyak sekali kejadian penyiksaan yang dilakukan para pengurus maupun penjaga pabrik.


Sebenarnya penjaga di pabrik ini merupakan para anak buah Wirjo di kelompok gengnya, entah itu kelompok geng atau jaringan mafia, tapi yang pasti penjaga yang ada di sini adalah orang berpengalaman di bidangnya masing-masing.


Firman melihat penyiksaan yang dilakukan Wirjo kepada Bulan bibinya, Wirjo banyak melakukan tindakan fisik kepada Bulan, bahkan ada sebuah video yang menampilkan Wirjo sedang memaksa Bulan untuk berhubungan badan dengan menggunakan pakaian yang aneh-aneh, ada juga saat dimana Bulan dipaksa melayani banyak pria sekaligus, jika menolak maka ia akan langsung disiksa hingga banyak luka yang diterimanya.


Melihat kekejaman Wirjo kepada Bulan membuat Firman sangat emosi, ingin rasanya Firman menyiksa balik Wirjo dengan sangat kejam hingga membuat Wirjo merasakan apa yang dirasakan korban-korbannya dulu pada saat disiksa.


"Aku pasti akan membalas semua kejahatan yang telah kamu lakukan!" ucap Firman menahan amarahnya.


Setelah selesai menggeledah ruangan kontrol cctv dan membawa beberapa file yang mungkin penting nantinya, Firman pun keluar kembali ketempat dimana para warga sedang membereskan mayat yang berserakan di lantai pabrik.


Saat sampai di sana Firman tidak melihat adanya mayat lagi, hanya ada beberapa warga yang membawa ember berisikan darah bekas mayat untuk bukumpulkan lalu dikubur bersama dengan mayat mereka para penjaga.


"Pak, apakah semua sudah selesai?" tanya Firman kepada salah satu orang.


"Semua sudah dikumpulkan di luar, lubang untuk mengubur nya juga sudah selesai," jawab orang tersebut.


Firman pun ikut keluar pabrik bersama dengan warga lainya untuk bersiap mengubur mayat yang sudah mereka kumpulkan menjadi satu, mayat-mayat sudah berada di dalam lubang besar yang dibuat para warga untuk mengubur.


'Apakah aku terlalu kejam membunuh mereka semua? Huh...Aku telah berdosa sangat banyak,' batin Firman.


Firman merasa dirinya sudah sangat berbeda sekali dengan dulu, melihat binatang mati saja Firman yang dulu akan ketakutan tapi sekarang bahkan telah membantai ratusan orang dalam satu malam.

__ADS_1


"Baiklah, ayo timbun dengan tanah segera supaya cepat selesai," ucap Pak Tono.


Para warga bersama-sama menimbun mayat dengan tanah kembali sampai tertutupi sepenuhnya, setelah selesai menguburkan mayat-mayat tersebut Firman dan para warga berjalan kembali menuju desa dengan rasa lelah karena seharian bekerja gotong royong mengubur ratusan mayat sekaligus.


"Firman, Bapak tahu kamu pasti merasa bersalah karena telah melakukan hal itu, tapi yang harus kamu tahu, kamu memang membunuh banyak nyawa mereka tapi kamu juga telah menyelamatkan ribuan nyawa lainnya yang mungkin akan melayang jika kelompok itu tidak dihabisi," ucap Pak Tono memberikan semangat kepada Firman karena sedari tadi melihat Firman selalu diam saja.


"Iya Pak terima kasih," balas Firman.


Memang benar bahwasanya Firman merasa sangat bersalah karena telah membantai para penjaga itu, tapi mau bagaimana lagi mungkin inilah jalan yang harus dilalui oleh Firman dalam kehidupan yang dijalaninya.


[Ding....Misi Baru Terdeteksi...


Misi :Habisi Wirjo Dan Ungkap Dalang Dibalik Kejahatan Pihak Pabrik...


Hadiah :Kartu Upgrade System Ke Versi Selanjutnya (0.3)


Saat sedang dalam perjalanan kembali ke desa, Firman mendapatkan notifikasi dari System tentang misi baru yang telah terpicu, mendengar hadiah misi tersebut membuat Firman merasa sangat senang karena akhirnya ia bisa mengupgrade System ke versi selanjutnya.


'Akhirnya aku bisa mengupgrade System, semoga nanti fitur System akan bertambah dan aku bisa semakin kuat dengan bantuan System,' batin Firman senang.


[Ding...Host Juga Perlu Pengalaman Agar Menjadi Lebih Kuat...


Pengalaman Membuat Host Terbiasa Jadi Pengalaman Bisa Membuat Kemampuan Yang Host Miliki Menjadi Lebih Kuat.]


'Benar juga, nanti aku akan berlatih lagi supaya aku menjadi lebih kuat, jika hanya mengandalkan System maka aku akan stuck di sini saja,' batin Firman.


............

__ADS_1


Setelah beberapa waktu berjalan akhirnya sampai juga di desa, mereka semua berkumpul di balai desa yang ada di jalan depan rumah ibunya Firman. Di balai desa terlihat sudah ada banyak makanan yang tersedia hasil masakan dari para wanita.


Melihat warga sudah mulai berdatangan Tari segera menyuruh para wanita untuk menyiapkan makanan serta minuman untuk disajikan kepada warga yang baru kembali dari tugasnya mengubur mayat di hutan.


"Wah...Ada banyak makanan ternyata."


"Kebetulan aku sangat lapar sekali hehehe."


"Akhirnya setelah lelah bekerja bisa makan juga hahaha."


"Mari makan."


Para warga kemudian makan bersama-sama di balai desa setelah selesai gotong royong tadi, kebersamaan yang tergambar begitu indah dari para warga yang hadir.


Rasa kekeluargaan yang erat membuat suasana sangat baik, tidak ada namanya kesenjangan sosial semuanya sama rata, candaan juga sesekali terlontar dari warga yang sedang makan bersama membuat yang lain ikut tertawa mendengarnya.


Kebersamaan inilah yang sekarang sangat sulit dicari dan hanya bisa ditemukan beberapa tempat saja, mungkin tidak banyak jika kita mencari tempat yang warganya hidup rukun bersama-sama.


Tetapi kita bisa membuat kebersamaan tersebut dengan cara saling bertegur sapa dengan tetangga ataupun bisa dengan berbuat baik saling tolong-menolong sesama warga agar tercipta rasa kekeluargaan yang dapat membuat hubungan bertetangga menjadi lebih indah tanpa adanya konflik.


Jia Li yang baru pertama kali merasakan hangatnya kekeluargaan di desa membuat dirinya merasa tenang di sini, Jia Li sangat bahagia karena bisa merasakan rasa kebersamaan yang erat tanpa memandang harta atau jabatan.


Dulu waktu masih hidup bersama dengan keluarganya, Jia Li selalu diajari oleh keluarganya agar tidak berteman dengan orang yang tidak sederajat dengan mereka, tetapi tidak dengan ayah Jia Li yang justru membiarkan anaknya bermain dengan siapapun agar Jia Li bisa tahu jika masih banyak orang yang lebih sulit darinya yang mengajarkan Jia Li agar menjadi anak yang bersyukur dengan apa yang dimilikinya saat itu.


Setelah acara selesai para warga pun kembali kerumah masing-masing dengan membawa barang mereka juga pulang. Firman bersama ibu dan Jia Li pulang kerumah juga sama seperti yang lain.


Bulan sendiri masih ada dirumah karena merasa tubuhnya masih agak sakit, Firman juga pernah bilang agar Bulan istirahat saja lebih dulu untuk memulihkan tubuhnya agar cepat sembuh seperti sedia kala, bukan hanya tubuhnya saja yang terluka tapi mental dan kejiwaan Bulan juga terganggu lantaran sangat lama disiksa terus menerus oleh kelompok Wirjo, mungkin jika tidak ditangani dengan tepat pada saat bertemu Firman kemarin, bisa saja Bulan akan mengakhiri hidupnya karena depresi banyak tekanan di hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2