System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 116 Black Dragon


__ADS_3

Chapter 116


Setelah selesai membereskan orang-orang tadi memberhentikan mobilnya, Firman langsung melihat keadaan keluarganya yang masih ada di dalam mobil.


Saat dilihat ternyata Jia Li terbangun pada saat Firman melawan orang tadi, sedangkan untuk ibunya dan Bulan masih tertidur pulas tanpa merasa terganggu sama sekali.


"Mereka siapa sayang? Kenapa secara tiba-tiba memberhentikan kita di jalan begini?" tanya Jia Li penasaran karena tadi sempat melihat sedikit adegan dimana Firman berbicara dengan salah satu orang tersebut.


"Aku tidak tahu apa tujuan mereka menyerangku, tapi aku tadi sempat mendengar nama sebuah kelompok mafia yang bernama Black Dragon, katanya ketua mereka yang memerintahkan mereka untuk membawaku ke markas kelompok mereka, entah apa sebabnya," ucap Firman memberitahukan apa yang ia tahu.


Jia Li tampak berpikir setelah mendengar jawaban dari Firman barusan, tidak mungkin jika ada orang akan menyuruh anak buahnya apalagi anak buahnya tersebut terlihat sangat terlatih untuk menyerang orang lain tanpa sebab.


Bisa jadi ini ada hubungannya dengan masalah yang sedang Firman hadapi saat ini, tapi bisa juga itu hanya seseorang yang iri dengan Firman karena kesuksesan Firman dalam segala bisnis yang dijalankannya.


"Mungkin mereka salah satu orang yang ingin mengincarmu, atau bisa jadi mereka adalah suruhan orang yang menjadi musuhmu, aku tidak tahu pasti tentang itu, tapi menurut pengalaman yang aku dapat dulu saat bersama ayah, orang yang mempunyai nama kelompok bahkan mempunyai anak buah kuat seperti mereka sudah bisa dipastikan orang yang memerintahkan mereka itu adalah orang dari kalangan atas yang memiliki banyak uang," ucap Jia Li.


Firman mengangguk setuju dengan pernyataan Jia Li tersebut, "Ya kamu benar, belajar dari kasus yang sebelumnya aku hadapi pada saat di sekolah. Aku hanya memiliki masalah dengan kepala sekolah tapi ternyata kepala sekolah memiliki pendamping yang melindunginya."


"Mungkin kamu harus berhati-hati mulai sekarang sayang, aku yakin jika orang yang memerintahkan mereka bukanlah sembarang orang, pasti dia memiliki tujuan untuk melenyapkanmu," ucap Jia Li khawatir.


"Ya sudahlah, lagipula aku tidak bisa meminta keterangan pada mereka karena sedang pingsan, oh...apa aku suruh Bagas saja untuk mengurus mereka ya," ujar Firman sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya.


Firman menghubungi Bagas sebagai wakilnya di geng Serigala Hitam yang sekarang sedang merambah ke bisnis pengawal bayaran atau bodyguard bagi orang-orang yang ingin menyewa jasa mereka akan dikenakan biaya sesuai dengan berapa jumlah pengawal yang disewa.


"Halo, Bagas," panggil Firman setelah teleponnya diangkat oleh Bagas.


"Halo bos, apa ada yang bisa saya kerjakan?" tanya Bagas dengan sopan.

__ADS_1


"Kirim beberapa anak buahmu untuk datang ke jalan di pinggir hutan yang ada di pinggiran kota, suruh mereka membawa beberapa orang yang aku buat pingsan ke markas.


Satu lagi, kirim orang mu untuk mengamankan desa yang ada di pinggir hutan, alamatnya nanti akan aku kirimkan padamu, ingat jaga desa itu karena aku mencium akan ada bahaya yang datang ke desa itu, jika sampai aku dengar ada korban dari desa itu maka kau yang akan menanggung akibatnya!" ucap Firman memerintahkan Bagas dengan diakhiri kalimat ancaman agar Bagas dan anak buahnya tidak berani macam-macam.


"Ba...Baik Bos, saya dan anggota yang lain akan segera melaksanakan perintah dari Bos," jawab Bagas dan telepon pun mati diakhiri oleh Firman.


Setelah selesai berbicara dengan Bagas melalui telepon, Firman kemudian masuk kedalam mobil kembali bersama dengan Jia Li yang tadi sedang melihat orang yang menyerang Firman tadi, berharap bisa menemukan bukti yang digunakan untuk mengetahui siapa orang-orang tersebut.


Firman kembali melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut, di tengah perjalanan Firman mengobrol bersama dengan Jia Li tentang masalah tadi.


"Sayang, aku tadi menemukan sesuatu dari salah satu orang yang menyerang kamu tadi," ucap Jia Li sambil mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan foto tangan dari salah satu pria yang menyerang Firman tadi.


Foto tersebut memperlihatkan di tangan pria itu terdapat sebuah tato seperti gambar Naga berwarna hitam polos, tato tersebut terlihat biasa saja memang jika dimata orang biasa, tapi itu berbeda dimata Firman.


Firman memberhentikan mobilnya lalu berhenti di pinggir jalan untuk melihat foto yang diberikan Jia Li tadi.


"Kamu tahu apa maksud dari tato itu sayang?" tanya Jia Li penasaran, karena melihat ekspresi Firman yang sepertinya sudah mengerti apa dari maksud gambar tato tersebut.


"Itu mungkin sebagai identitas bagi kelompok mereka, nama kelompok mereka tadi kan Black Dragon, itu sesuai dengan tato yang mereka miliki yaitu gambar Naga Hitam," jawab Firman menjelaskan.


"Jadi ini bisa kita gunakan sebagai alat untuk mencari siapa dalang dibalik penyerangan tadi. Kita bisa mencari informasi tentang kelompok mafia Black Dragon ini," ucap Jia Li terlihat antusias saat mengatakan hal tersebut.


"Ya kamu benar, tapi aku tidak mau bertindak gegabah karena aku yakin masih ada orang lain yang melindungi dia dari masalah ini, aku akan mencari informasi sebanyak mungkin agar tidak sampai salah langkah," ucap Firman dengan nada dinginya memandang kearah depan dengan tatapan mata tajamnya.


"Aku akan selalu mendukung apapun keputusan kamu," ucap Jia Li memeluk Firman dari samping.


Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan karena tinggal sedikit lagi sampai rumah.

__ADS_1


..................


Di sebuah ruangan yang gelap hanya ada satu lampu penerangan di ruangan tersebut, tampak juga ada seseorang yang duduk di kursi dan beberapa orang lainya berlutut di lantai menundukan kepala dengan perasaan takut.


"Bagaimana, apakah ada kabar dari mereka?" tanya seorang pria berkacamata hitam yang duduk di kursi.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan pria tersebut, terlihat jika orang-orang yang sedang berlutut sangat ketakutan hingga badannya gemetaran serta keringat dingin membasahi seluruh tubuh mereka.


"Apakah tidak ada yang ingin menjawab pertanyaan ku barusan?" tanya kembali pria yang duduk di kursi dengan nada santai tapi terdengar mengerikan bagi orang yang ada di depanya.


"Me...Mereka ga...gagal tuan," jawab salah satu orang yang sedang berlutut dengan terbata-bata.


Orang yang duduk di kursi terlihat diam sejenak lalu mengambil cerutu yang ada disampingnya dan menyalakan cerutu tersebut dengan korek yang ada di sakunya, pria itu menghisap cerutunya lalu menghembuskan asap keluar.


Dor...


Suara tembakan terdengar sangat jelas dari dalam ruangan itu.


Bruk...


Pria yang menjawab tadi terlihat ambruk dengan kepala berkubang bekas tembakan, yang lainya menyaksikan orang itu tewas tertembak menjadi tambah ketakutan, karena takut mereka juga akan ditembak sama seperti orang itu.


Sementara orang yang duduk di kursi terlihat masih santai menghisap cerutu di tangannya sambil memutar-mutar pistol di tangan kirinya.


"Perintahkan semua anak buah kalian untuk melenyapkan anak itu segera, jika gagal lagi maka nasib kalian akan sama dengan dia!" ucap pria itu.


"Ba...Baik Bos." orang-orang yang berlutut tadi pergi segera melaksanakan perintah Bos mereka.

__ADS_1


"Semoga mereka bisa dengan cepat menghabisi anak itu, jika tidak maka aku akan habis di tangan ketua dan Black Dragon pasti akan habis dibantai olehnya," monolog Pria yang duduk di kursi dengan wajah ketakutan.


__ADS_2