
Chapter 122
Di Sebuah ruangan yang gelap gulita tanpa ada cahaya sama sekali sehingga tidak terlihat apapun di dalam ruangan itu.
Klik....
Bunyi seseorang menyalakan saklar lampu dan ruangan itu pun terlihat setelah lampu dihidupkan. Di dalam ruangan yang lumayan besar itu terlihat ada beberapa orang baik pria maupun wanita yang sedang diikat kaki serta tanganya di atas kursi.
Lalu masuklah beberapa orang pria yang menggunakan baju serba hitam dengan topi di kepalanya, penampilan orang-orang itu seperti sebuah kelompok yang disebut Mafia.
"Bangunkan mereka!" ucap salah seorang dari mereka memerintah.
Mereka langsung bergegas melakukan apa yang diperintahkan oleh bos nya dan dengan segera membangunkan orang yang sedang pingsan diikat tadi, ia mengambil air di ember lalu menyiramnya ke arah orang yang sedang pingsan di depannya.
Byur.....
"Hey bangun kalian dasar tukang tidur!!" ucap orang itu menyiram air ke arah orang-orang yang sedang diikat.
Orang yang pingsan itu langsung terlonjak kaget karena disiram air yang membuatnya sadar dari pingsan nya, ia yang sudah sadar meskipun belum sepenuhnya sadar menoleh kekanan dan kekiri.
Ia melihat di kanan ada pria yang sedang diikat lalu di sebelah kiri ada seorang wanita yang diikat juga, mereka berdua masih belum sadar meskipun sudah disiram air oleh pria tadi yang diperintahkan bos nya.
"Aku dimana ini? Bukankah itu istriku? Mengapa dia bisa ada disini, bukanya dia sedang berlibur di luar negeri?" ucap orang yang baru sadar dari pingsan nya itu.
"Bukankah itu Roni asistenku? Bagaimana bisa dia juga ada di sini?" lanjutnya dengan ekspresi bingung saat melihat dua orang terdekatnya ada di satu ruangan bersama dirinya namun dalam keadaan terikat dan pingsan.
Orang yang memerintahkan anak buahnya untuk membangunkan pria yang pingsan itu berjalan kedepan menuju pria yang baru sadar tersebut.
"Halo Tuan Julian, bagaimana kabar anda? Apakah baik-baik saja?" ucap nya kepada orang yang baru sadar tadi.
__ADS_1
"Siapa kamu!?" tanya Julian dengan nada kesal menatap pria itu dengan tatapan tajam.
"Hahaha santai saja Tuan, saya hanya ingin sedikit bermain serta memberikan kalian pelajaran," ujar pria itu tertawa mengerikan yang membuat Julian sedikit merinding takut.
Lalu pria tersebut kembali memanggil anak buahnya, dengan cepat 10 orang pria dengan badan kekar berpakaian jas serba hitam datang ke arah bos mereka lalu menunduk hormat menunggu perintah apa yang akan diberikan bos mereka.
"Apakah kalian ingin bersenang-senang malam ini?" tanya bos mereka yang membuat mereka bingung.
"Kami mau bos!" jawab mereka jujur.
"Baiklah, tunggu aku berbicara dengan pria ini dulu lalu nanti kalian akan aku berikan sebuah hadiah yang bisa kalian gunakan untuk bersenang-senang," ucap bos nya yang membuat para anak buah itu senang.
"Baik bos, terima kasih!" ucap mereka bersamaan lalu kembali lagi ke posisi semula di belakang bos mereka.
Pria itu kembali lagi menuju kearah Julian sembari membawa sebuah laptop di tangannya yang menyala. Salah satu anak buah pria itu menaruh kursi dan meja di depan Julian dan pria itu duduk di kursi seraya meletakan laptopnya di meja.
"Tuan Julian, seorang pengusaha terkenal yang memiliki kekayaan melimpah serta istri yang cantik, anda juga merupakan manager dari istri anda sendiri, hm...Menarik," ucap pria itu sambil menatap istri Julian yang ada di sampingnya masih pingsan belum sadarkan diri.
"Tenang Tuan, saya tidak akan menyakiti istri ataupun anda," ucap pria itu tersenyum misterius.
"Siapa sebenarnya kamu dasar bedebah busuk!? Aku tidak pernah menyinggung mu tetapi kamu mencari masalah denganku!" ujar Julian.
"Oh aku sampai lupa memperkenalkan diri kepada anda, baiklah perkenalkan namaku adalah Frederick," ucap pria itu yang ternyata adalah Frederick, tangan kanan dari Richard sang ketua mafia luar negeri yang bernama Rich Devil.
Julian yang mendengar nama itu wajahnya seketika suram, sungguh ceroboh dirinya sampai berani mengatai pria itu tadi dengan kata-kata umpatan.
"Ma...Maafkan saya Tuan Frederick, Sa...Saya tidak mengetahui jika itu anda," ucap Julian dengan wajah yang sudah pucat seperti mayat.
"Owh...Apakah kau kenal siapa aku!? Bukannya tadi kau bersikap angkuh di depanku, kemana perginya kepercayaan dirimu tadi wahai Tuan Julian yang terhormat!?" seru Frederick menatap tajam mata Julian yang membuatnya ketakutan hingga keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya sangking takutnya kepada Frederick.
__ADS_1
Siapa yang tidak kenal dengan Frederick, seorang pria dengan reputasi sangat baik di dunia bawah, tidak ada orang yang berani menyinggungnya meskipun itu hanya sedikit.
Tidak banyak yang mengetahui bahwasanya Frederick adalah tangan kanan dari Richard, orang-orang hanya tahu jika Frederich adalah pemimpinnya, hanya segelintir orang yang tahu akan kebenarannya.
Frederick sudah malang melintang di dunia bawah sejak lama, ia memiliki reputasi 'baik' dalam dunia bawah, caranya memperlakukan para korbanya menjadi sangat terkenal lantaran jarang sekali menyerang secara fisik.
Ia akan menyerang mental dan psikis korbanya hingga hancur bahkan tak jarang para korbanya akan lebih memilih mengakhiri hidupnya ketimbang hidup tetapi disiksa secara mental oleh Frederich.
Pria berkacamata itu tidak terlihat seperti penampilanya yang biasa saja layaknya orang kantoran pada umumnya, di dalam dirinya tersimpan jiwa iblis yang kejam dalam menyiksa korban-korbanya, contohnya saja saat ini saat Frederich sedang menyekap Julian yang telah berkhianat padanya.
"Apa kau tau kesalahan apa yang telah kau perbuat Tuan Julian?" tanya Frederich santai sembari minum jus yang dibawakan anak buahnya barusan.
Dahi Julian basah karena keringat dingin mengalir dengan deras membasahi tubuhnya, rasa ketakutan semakin memuncak pada dirinya karena takut akan dihabisi oleh Frederich.
"Ma...Maaf Tuan, Sa...Saya tidak mengetahui salah saya apa..." jawab Julian dengan wajah ketakutan yang tentu saja sudah terlihat jika ia sedang berbohong saat ini.
Frederich yang tidak ingin membuang waktunya lagi langsung memerintahkan anak buahnya untuk membangunkan kedua orang lagi yang ada di sisi kanan dan kiri Julian.
Mereka langsung membangunkan kedua dengan cara menyiram kembali mereka menggunakan air yang lumayan panas sehingga mereka berdua langsung terbangun dengan keadaan kepanasan.
"Akh...Apa-apaan kalian menyiram ku dengan air panas!!" ucap Fiona istri dari Julian.
"Dasar badjingan busuk! Beraninya menyiramku menggunakan air panas!" seru Roni sangat marah.
Mereka berdua baru menyadari jika sekarang dalam keadaan terikat tali yang membuat mereka tidak dapat bergerak sama sekali.
"Lepaskan aku! Atau aku akan memberikan kalian pelajaran nantinya!" ucap Roni.
"Sialan! bebaskan aku dasar bedebah busuk!" seru Fiona.
__ADS_1
"Diam!" seru Frederich dengan nada suara beratnya yang membuat mereka semua terdiam takut.
"Julian, aku beritahu padamu jika tidak akan ada pengkhianat yang bisa bebas dari tanganku! Terimalah siksaan yang akan kau terima sekarang hahaha!" ujar Frederich berjalan mundur duduk di sebuah sofa yang ada di ruangan tersebut.