
Chapter 60
Anggita saat ini sedang berada di perjalanan menuju kantor perusahaan FEMA untuk menemani Firman sekaligus kunjungan kerja di sana.
Beberapa menit kemudian Anggita sampai di parkiran kantor, setelah memarkirkan mobilnya Anggita langsung pergi menuju lobby kantor untuk menemui Firman ataupun Kalina.
Tapi saat sampai di depan pintu menuju ke dalam kantor, di sana tampak sudah ramai dengan banyak orang yang berkerumun melihat sesuatu.
Anggita yang penasaran dengan apa yang terjadi, ia pun mendekati kerumunan tersebut dan bisa dilihat Anggita jika Firman saat ini tengah dikeroyok oleh banyak orang seperti anggota geng.
Melihat hal tersebut membuat Anggita kaget sekaligus khawatir pada keadaan Firman yang dikeroyok banyak orang sekaligus. Saat Anggita ingin memecah keributan tersebut, Firman menatap ke arahnya lalu menaruh jari telunjuk di bibir pertanda agar Anggita diam saja dan Anggita pun hanya diam sesuai permintaan Firman, meskipun hatinya merasa sangat cemas.
Flashback......
Saat setelah di hina oleh Juna, Firman yang naik pitam langsung menonjok wajah Juna hingga terjatuh dan bibirnya berdarah sangking kerasnya pukulan Firman.
"Kurang ajar!! Kalian penjaga serang dia!!" Ucap Juna menahan sakit di pipi bekas pukulan Firman.
Kedua penjaga tadi pun langsung bergegas maju menyerang Firman sesuai perintah dari Juna.
Penjaga pertama maju dengan menggunakan tangan kosong dan memasang kuda kuda berjaga jaga jika Firman tiba tiba menyerangnya.
Namun karena Firman tak kunjung maju akhirnya penjaga satu langsung maju dengan melayangkan sebuah pukulan tangan kanan yang sangat kuat.
Hiat......
Pukukan penjaga satu hampir mengenai wajah Firman, namun sayang serangan sekecil itu hanya sebuah sentilan bagi Firman.
Dengan pengalaman bela diri yang luar biasa, Firman dengan mudah menahan pukulan tersebut hanya menggunakan satu tangan kanan saja tanpa bergerak sedikitpun.
Orang orang yang melihatnya sangat terkejut dengan kekuatan Firman yang luar biasa. Si penjaga yang tidak mau menyerah langsung melayangkan tinju ke dua ke arah rahang Firman.
Tetapi sebelum pukulan itu sampai, Firman memelintir tangan kanan si penjaga dengan sangat kuat hingga membuat Si penjaga satu kesakitan menahannya.
Argh......
Tangan si penjaga satu diremas oleh Firman hingga terdengar suara retakan tulang yang sangat renyah membuat orang orang yang melihatnya merasa takut pada Firman.
Lalu Firman langsung menendang penjaga satu hingga terjatuh dan pingsan tak sadarkan diri. Penjaga kedua yang tidak terima temannya di buat tidak sadarkan diri oleh Firman, penjaga itu langsung menyerang menggunakan alat yaitu sebuah pentungan yang biasa digunakan penjaga keamanan.
__ADS_1
Penjaga tersebut maju dengan memasang sikap siap menyerangnya, lalu ia melayangkan sebuah hantaman ke arah Firman dengan menggunakan tongkat keamanan nya.
Firman tidak menghindari usaha pukulan tersebut, Firman malah mendekat dan langsung memukul si penjaga dengan sangat cepat hingga membuat si penjaga kedua terlempar jauh ke tanah sampai kesakitan lalu menyusul temannya jadi tidak sadarkan diri.
Juna yang melihat kekuatan Firman yang tidak main main menjadi takut. Juna pun kepikiran sebuah ide yaitu untuk menghubungi ayahnya dan meminta pertolongan pada ayahnya agar lepas dari Firman.
Setelah menelpon ayahnya Juna melihat kedua penjaga telah berhasil dikalahkan oleh Firman dengan sangat mudah tanpa ada perlawanan yang berarti.
Firman ingin menghampiri Juna tapi terhenti saat ada seseorang yang berteriak ke arahnya dengan sangat keras dari arah samping.
"Berhenti jika kamu sayang dengan nyawamu!!" Teriak seseorang menghentikan Firman.
Lalu saat Firman melihat siapa yang datang, ternyata yang datang adalah seseorang berbadan besar dengan jumlah yang banyak lalu dipimpin oleh seseorang berpakaian seperti preman.
"Ayah." Ucap Juna memanggil ayahnya yang datang bersama orang orang tersebut.
"Siapa kamu berani beraninya ingin mencelakai anakku!!?" Tanya ayah Juna.
"Aku tidak akan bertindak jika tidak diserang duluan."Jawab Firman santai.
Lalu saat ayah Juna ingin menghampiri Firman dan memberi pelajaran kepadanya, tiba tiba pemimpin kelompok yang bersama ayah Juna ternyata mengenali Firman.
"Kau siapa?" Tanya Firman tidak mengenali Bagas.
"Aku bagas, ketua geng Semut Api." Jawab Bagas dengan gaya sombongnya.
Saat mendengar nama Bagas, sontak orang orang di sana ketakutan mendengarnya. Siapa yang tidak kenal geng Sekut Api, sebuah geng pasar yang sering membuat keributan bahkan hingga melukai orang yang membuat mereka kesal.
"Geng Semut Api?? Hmmm itu kalian ternyata, baiklah sepertinya aku mendapat jackpot hari ini, dua masalah satu hari terselesaikan." Ucap Firman tersenyum.
Namun senyuman Firman membuat ngeri orang orang di sana karena sangat menyeramkan.
"Hari ini kami akan membalas apa yang telah kau perbuat pada teman teman kami!! Semuanya hajar dia sampai habis!! Serang!!!" Ucap Bagas memerintahkan para anak buahnya.
Flashback off........
Pertarungan pun terjadi dengan berat sebelah, yang dimana Firman sendirian harus melawan banyak orang dari geng Semut Api.
Apalagi para anggota geng Semut Api ternyata ada yang membawa senjata berupa pisau ataupun pemukul baseball untuk menyerang Firman.
__ADS_1
Pukulan melayang ke arah Firman dari dua arah dan langsung bisa di tangkis Firman dengan cara melompat tinggi tinggi lalu menendang kedua orang yang menyerangnya hingga terpental menabrak teman temanya.
Keributan tersebut berlangsung lumayan lama karena Firman harus berusaha ekstra untuk melawan mereka semua dengan tenaga yang ada.
Sampai akhirnya para anggota geng Semut Api habis dibantai Firman dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Ada orang yang tanganya patah sampai kakinya, bahkan ada yang wajahnya sudah tidak dapat diketahui sangking parahnya pukulan Firman.
Orang orang bersorak melihat kemenangan Firman yang sangat heroik bisa melawan banyak orang sekaligus dengan begitu hebat.
Anggita langsung menghampiri Firman yang keadaan nya sudah kelelahan seusai pertarungan, Firman juga menerima beberapa luka di tubuhnya, tangan dan wajah Firman terdapat banyak muncratan darah dari para anggota geng Semut Api.
Ketua geng Semut Api sendiri yaitu Bagas juga ikut menjadi korban keganasan Firman dalam membantai lawannya.
Bagas terlihat berusaha untuk berdiri dan merangkak berjalan ke arah Firman dengan tertatih tatih.
"Tu......Tuan maafkan kebodohan kami.....Mulai saat ini geng Semut Api akan selalu tunduk pada perintah ada tuan Firman." Ucap Bagas bersujud di depan Firman laku diikuti para anggota geng lainya yang masih bisa bergerak.
"Berdirilah, urus diri kalian terlebih dahulu baru nanti kita bahas lagi masalah ini." Balas Firman.
"Baik tuan." Jawab Bagas lalu bersama para anak buahnya pergi kerumah sakit untuk mengobati diri mereka.
Dan untuk Juna dan juga ayahnya saat ini sudah sangat ketakutan dan ingin mencari kesempatan untuk kabur dari sana, apalagi saat melihat kehadiran Anggita yang kedudukannya diatas Kalina jika di perusahaan.
"Kalian mulai hari ini ku pecat dan kalian akan mendekam di penjara selama kalian masih hidup!!!" Ucap Anggita marah besar kepada ayah dan anak tersebut.
Lalu tak lama datanglah beberapa polisi untuk menangkap Juna dan ayahnya untuk dibawa ke penjara dan di adili di sana.
"Nona maafkan aku, Tuan Firman tolong maafkan saya tuan, saya tidak mau dipenjara tuan....." Ucap ayah Juna memohon.
"Firman maafkan aku yang telah menghinamu, tolong jangan penjarakan kami." Ucap Juna ikut memohon.
"Tidak!! Kalian harus mendapatkan hukuman yang berat atas kejahatan kejahatan yang telah kalian lakukan selama ini, jangan pikir aku tak tau otak korupmu itu direktur!! " Balas Anggita membeberkan bukti kebusukan direktur atau ayah Juna.
Lalu mereka berdua pun dibawa ke kantor polisi lalu dipenjara setelah diadili di pengadilan. Orang orang juga ikut bubar dan melanjutkan aktivitas masing masing.
"Kamu gapapa kan sayang? Ada yang luka gak? Sakit gak? Tulang kamu ada yang patah gak? Kamu sakit nya dimana? Tangan kamu kenapa? Itu wajah kamu habis kena pukul ya?" Berbagai pertanyaan beruntun di keluarkan oleh Anggita karena sangat khawatir pada keadaan sang kekasih.
Firman hanya diam dan tersenyum lalu Firman langsung menarik Anggita masuk ke dalam kantor perusahaan dan langsung naik lift khusus petinggi menuju lantai paling atas tempat ruangan pimpinan perusahaan berada. Anggita pasrah saja saat dirinya ditarik masuk oleh Firman.
*Jangan lupa like dan dukungan mya teman teman.
__ADS_1
...Terima Kasih...