System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 96 Sampai Tujuan Dengan Aman


__ADS_3

Chapter 96


Perjalanan Firman menuju kampung tempat tinggalnya waktu kecil dulu terus berlanjut hingga sampai saat ini Firman sedang berada di sebuah jalan di sebuah kota yang terletak lumayan dekat dengan kampung Firman.


"Firasatku tidak enak saat melewati jalan ini," ungkap Firman melihat sekeliling sambil terus fokus menyetir.


"Apa maksud kamu? " tanya Jia Li yang tidak merasakan apapun.


"Tidak ada." mobil terus berjalan membelah jalanan yang di tepinya terdapat banyak sekali pohon serta ilalang.


'Sepi sekali jalanan ini, sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan di sekitar sini,' batin Firman merasakan ada sesuatu yang janggal pada daerah tersebut.


Jalan tersebut sangat sepi sekali, bahkan untuk penerangan saja sangat minim, hanya ada beberapa buah lampu jalan dengan jarak masing masing antar lampu sekitar 50 meter.


Firman dengan tenang melajukan mobilnya hingga akhirnya sampai di sebuah desa yang lumayan ramai sepertinya, dilihat dari banyaknya rumah di sana memang desa itu sekarang sudah semakin ramai.


Dikarenakan jalanya yang tidak bagus membuat Firman sangat berhati-hati dalam mengemudikan mobilnya, karena ini sudah sangat larut malam jadi tidak ada orang yang melewati jalan hanya Firman saja.


Lalu setelah beberapa waktu akhirnya Firman menemukan rumahnya dahulu waktu masih tinggal di desa bersama sang ibu, Firman memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah yang lumayan luas tersebut.


Firman pun keluar disusul Jia Li yang ada disampingnya sambil memandang rumah sederhana yang ada didepan mereka saat ini.


"Sayang, apakah ini rumah kamu dulu?" tanya Jia Li penasaran.


"Iya betul, ini rumah paling berharga yang aku miliki karena dirumah inilah aku selalu diberikan kasih sayang oleh ibu," jawaban Firman dengan ekspresi sangat bahagia yang terpancar dari wajahnya.


"Lalu dimana ibu kamu? Apakah dia ada di dalam rumah?" tanya Jia Li yang sudah tidak sabar ingin bertemu calon ibu mertuanya tersebut.


"Sabar, kita panggil ibu sekalian memberi kejutan padanya," ajak Firman berjalan menuju pintu rumahnya lalu mengetuk untuk memanggil sang ibu.


Tok......Tok......Tok......


"Bu......Ibu.....Apakah ibu di dalam...." Firman terus mengetuk pintunya dan memanggil sang ibu namun tidak ada sahutan dari dalam sama sekali.


"Mungkin dia sedang tidur," ucap Jia Li berpikiran positif.


"Iya juga," ucap Firman berpikiran hal yang sama dengan Jia Li.

__ADS_1


Namun disaat Firman hendak kembali ke mobilnya untuk mengambil beberapa barang, tiba-tiba datang seorang laki-laki paruh baya yang menghampiri mereka berdua.


"Maaf, kalian sedang mencari siapa ya?" tanya laki-laki paruh baya tersebut.


"Pak Tono?" ucap Firman yang sepertinya mengenali laki-laki tersebut.


"Iya nama saya Tono, anda siapa ya kenapa bisa tahu nama saya?" pak Tono kebingungan bagaimana lelaki muda ini bisa tahu naman dia pikirnya.


"Ini saya Firman pak," ucap Firman mencoba membuat pak Tono mengingat dirinya.


Pak Tono terlihat seperti berpikir sebentar untuk mengingat siapa Firman, beberapa saat kemudian pak Tono pun ingat siapa itu Firman.


"Firman anaknya bu Tari kan?" tanya pak Tono untuk memastikan benar atau salah.


"Iya pak betul, saya anaknya bu Tari," jawab Firman tersenyum senang karena bisa bertemu kembali dengan salah satu orang terdekatnya itu.


"Ya Ampun nak, bapak sampai tidak mengenali kamu hahaha sudah banyak berubah rupanya sekarang," ucap pak Tono lalu memeluk Firman meluapkan rasa senangnya.


Setelah beberapa menit berpelukan melepas rindu, pak Tono melepaskan pelukannya lalu berbicara kepada Firman.


"Tidak kok pak, cuma banyak kerjaan aja makanya belum sempat untuk pulang kampung," Firman menjawab dengan ragu ragu karena itu bukanlah masalah utamanya.


Masalah utama Firman sudah hampir 3 tahun tidak pulang kampung adalah tidak mempunyai uang untuk pulang, untuk bertahan hidup di kota saja susah.


"Begitu ya, ya sudah mari kita ngobrol di rumah bapak aja," ajak pak Tono membawa Firman kerumahnya.


"Eh tapi pak, saya ingin ketemu sama ibu dulu, sudah lama gak ketemu soalnya," ucap Firman yang sudah sangat merindukan sosok ibunya.


Tiba-tiba suasana menjadi sangat tidak enak, pak Tono wajahnya memperlihatkan kesedihan yang mendalam saat Firman mengatakan ingin bertemu ibunya, entah apa yang disembunyikan pak Tono tentang ibu Firman, yang pasti itu bukanlah hal yang baik.


"Kenapa pak? Bapak terlihat sedih seperti itu," tanya Firman bingung karena melihat ekspresi sedih yang diperlihatkan pak Tono.


"Kita ke rumah saya saja dulu ya nak, nanti bapak cerita tentang semuanya," ucap pak Tono.


"Tapi pak, ibu saya bagaimana," Firman sudah sangat rindu dengan sosok sang ibu dan ingin dengan segera bertemu dengannya.


"Nanti bapak ceritakan, sekarang lebih baik kita ke rumah bapak dulu, ibu kamu juga saat ini sedang tidak berada dirumahnya." pada akhirnya Firman hanya bisa pasrah sambil mengikuti pak Tono menuju rumahnya yang berada tepat di samping rumah ibu Firman.

__ADS_1


"Oh iya, ini siapa nak?" tanya pak Tono melihat Jia Li yang sedari tadi berada disamping Firman.


"Istri saya pak," jawab singkat Firman yang membuat Jia Li mukanya memerah karena malu diperkenalkan sebagai istri.


"Kamu sudah menikah!? Kenapa tidak mengundang bapak," pak Tono sangat terkejut mengetahui fakta tersebut.


"Kita belum nikah, nanti setelah ketemu sama ibu dan minta restu baru kami bakal nikah," Firman menjelaskan tentang hubunganya dengan Jia Li.


"Oh begitu. kita sudah sampai ayo mari masuk," mereka sudah sampai di rumah pak Tono yang terlihat sederhana sekali.


Mereka pun masuk kedalam dan terlihat sangat sepi karena memang keadaan saat ini masih dini hari, sangat jarang sekali orang bangun pada jam-jam ini.


Pak Tono mempersilahkan Firman dan Jia Li duduk di kursi ruangan tamu semebtara dirinya pergi kedalam rumah untuk melakukan sesuatu.


"Sayang, dia siapa?" tanya Jia Li yang sedari tadi hanya diam sambil memperhatikan.


"Dia tetanggaku dari aku kecil di sini, orangnya baik sering bantu keluargaku dulu," jawab Firman menjelaskan.


Lalu tidak lama datanglah pak Tono sambil membawa nampan untuk membawa minuman berupa teh dan kopi untuk Firman dan Jia Li.


"Maaf bapak cuma ada ini saja," ucap pak Tono merasa tidak enak.


"Gak papa kok pak, terima kasih untuk minumannya," balas Firman dengan sopan lalu meminum kopinya dan Jia Li meminum teh nya.


"Jadi bagaimana ibu ku pak?" Firman sudah tidak sabar ingin mengetahui ibunya ada dimana.


"Sebaiknya kalian beristirahat terlebih dahulu, besok bapak akan cerita ibu kamu ada dimana," ucap pak Tono yang seperti sedang mencoba untuk mengulur waktu cerita tentang ibu Firman.


Karena Firman juga merasa lelah karena perjalanan jauh dan menyetir, alhasil akhirnya ia istirahat dulu mengikuti saran dari pak Tono, Jia Li juga ikut istirahat namun berbeda tempat.


Firman tidur di luar depan televisi bersama pak Tono, sementara Jia Li tidur dikamar anak gadis pak Tono yang memang ada dua kasur bertingkat di sana jadi bisa digunakan oleh Jia Li istirahat namun anak pak Tono si pemilik kamar tidak mengetahui ada Jia Li yang tidur dikamarnya karena ka masih tertidur lelap.


Mereka Pun istirahat langsung tidur karena merasa tubuhnya sangat lelah setelah berjam-jam dalam perjalanan naik mobil.


*Jangan lupa like dan dukungannya teman teman.


...Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2