
Chapter 76
Firman saat ini sedang berada di kamarnya dengan bermain handphone miliknya mendownload game buatan nya sendiri yang baru rilis beberapa hari lalu.
"Baru rilis beberapa hari sudah ada jutaan pengguna, baguslah jika terus naik seperti ini." Ucap Firman melihat banyaknya orang yang bermain game nya.
Tidak hanya pengguna nya saja yang banyak, tetapi juga rating dari para player juga bagus, rata rata dari mereka memuji grafik yang luar biasa dengan tidak terlalu menyiksa handphone penggunanya.
Firman memainkan sebentar game nya karena merasa bosan sendirian dirumah, jadi untuk mengusir kejenuhan ia bermain game.
"Oh iya aku lupa memasang skill hadiah tadi, System pasang skill hadiah sekarang." Ucap Firman mematikan handphone nya dan bersiap siap memasang skill nya.
[Ding........Memasang Skill Hadiah Dimulai........
Memasang Skill Beladiri Kungfu Tingkat Master.......
10%.......
20%........
30%.......
40%........
50%........
60%.........
70%........
80%.......
90%.......
100%........
Memasang Skill Beladiri Kungfu Tingkat Master Telah Selesai.]
__ADS_1
Firman merasakan sakit di area seluruh tubuhnya bahkan terasa seperti dihujani ribuan jarum yang menancap di tubuhnya membuat Firman berusaha menahan rasa sakit tersebut agar dirinya tidak sampai pingsan.
Argh.....
Seperti pemasangan skill tingkat master biasanya, Firman merasakan kepalanya seperti dimasuki berbagai informasi mengenai gambaran gerakan gerakan ilmu beladiri kungfu.
"Emm sangat kuat sekali, sepertinya juga tubuhku terasa lebih ringan setelah memasang skill." Ucap Firman merasa senang.
Setelah selesai memasang skill hadiah, Firman lanjut bermain game nya dengan serius entah kenapa Firman senang sekali bermain game online buatan nya sendiri.
Di saat bermain Firman juga sekalian mencari cari kesalahan atau kekurangan di game nya agar para pengguna bisa lebih nyaman lagi dalam bermain supaya game buatan Firman terus melesat naik keatas pasar game dunia.
...............
Sementara itu di rumah keluarga Wicaksono ada Ika yang baru pulang bersama ibunya dari salon kecantikan, Ika sebenarnya malas pergi ke sana karena dirinya tidak terlalu suka hal hal seperti itu.
Tapi karena ibunya memaksa alhasil tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan ibunya tersebut.
"Huh.......Capek banget, Mama sih lama banget tadi." Ucap Ika mengeluh pada ibunya yang sangat lama tadi.
"Enak aja Mama kalo ngomong, gini gini aku tuh cantik, kata Firman aja aku cantik walaupun tanpa make up atau perawatan, hump!" Ucap Ika merasa kesal terus diledek oleh ibunya sendiri.
Maria yang melihat anaknya kesal hanya tertawa menikmati ekspresi Ika yang terlihat cemberut lucu. Tiba tiba Maria kepikiran akan sesuatu yang ingin ditanyakan kepada Ika.
"Nak, Mama mau nanya sama kamu dan tolong jawab dengan jujur ya." Ucap Maria dengan wajah serius nya yang membuat Ika juga ikut serius mendengarkan pertanyaan sang ibu.
"Tanya apa Ma?" Balas Ika.
"Mama mau tanya sejauh mana hubungan kamu sama Firman? Jujur aja, Mama gak akan marah selagi kamu bahagia menjalaninya." Pertanyaan Maria yang sudah sangat lama ingin ditanyakan pada Ika.
Ika yang ditanya seperti itu oleh ibunya menjadi sangat gugup, dirinya sama sekali tidak pernah terpikirkan sang ibu akan mempertanyakan hal ini jadi Ika sangat terkejut saat ibunya bertanya.
Sebagai seorang anak pastinya Ika ingin agar orang tuanya baik baik saja, begitupun orang tua Ika sendiri yang pasti ingin anak mereka agar bahagia dan menjadi gadis yang baik.
Tapi Ika yang sekarang bukanlah seorang gadis lagi, tetapi seorang wanita milik Firman yang sudah di klaim oleh Firman berkali kali.
"Ee.....I.....Itu...." Bibir Ika seakan sangat berat ingin mengungkapkan jawabannya.
__ADS_1
"Bicara saja nak, Mama gak akan marah kok." Ucap Maria menenangkan anaknya.
"I....Itu Ma, A.....Aku sama Firman su....sudah.....Maafkan aku Ma.....Hiks......Hiks......" Sebelum Ika selesai menjawab, ia malah menangis sambil memeluk Maria dengan erat karena merasa bersalah pada orangtuanya.
Maria yang melihat anaknya seperti merasa bersalah mencoba menghiburnya dan membalas pelukan Ika agar menjadi lebih tenang kembali. Maria juga sudah paham apa jawaban dari pertanyaan nya tadi setelah melihat Ika.
"Udah gak papa kok, Mama malah senang jika begitu jadi Mama bisa cepat cepat gendong cucu nantinya hahaha Terus Mama bisa pamer sama temen temen Mama sambil bawa cucu." Ucap Maria terlihat pancaran kebahagiaan dari wajahnya.
"Ma....Mama gak marah?" Tanya Ika yang sudah mulai tenang berhenti menangis.
"Gak sayang, Mama ngerti bagaimana rasanya jadi Mama tidak marah, malah merasa senang." Jawab Maria tersenyum kearah Ika.
Ika langsung memeluk kembali ibunya dengan perasaan bahagia karena ternyata apa yang ia takutkan selama ini salah, Ika berpikir orang tuanya akan marah setelah mengetahui dirinya telah berhubungan lebih jauh bersama Firman.
"Tapi ingat, kalian harus cepat cepat menikah takutnya malah jadi terlebih dahulu kan repot hahaha meskipun Mama senang bisa cepat cepat gendong cucu." Ucap Maria kepada anaknya.
"Ihhh Mama, kalo nikahnya paling nunggu Firman selesai sama urusan nya tapi kalo cucu bisa dicicil hehehe." Ucap Ika yang dibalas ketukan di kepala nya oleh Maria.
"Aduh....Sakit Ma." Ucap Ika sambil mengelus elus kepalanya.
"Kamu ini ingat umur, kamu lebih tua dari Firman jadi seharusnya kamu lebih dewasa dalam berpikir, walaupun Mama sih lebih yakin kalau Firman yang lebih dewasa hahaha.
Tapi ingat satu hal, mempunyai anak itu bukan hal yang gampang, tanggung jawab orang tua bukan hanya mengurusi anak memberi makan dan kebutuhan saja, tetapi juga harus bisa mendidik anaknya serta menjaga agar tidak menjadi orang yang salah di saat dia sudah dewasa." Ucap Maria menasehati Ika.
"Baik Ma, aku akan mengingat ucapan Mama dan akan berusaha untuk menjaga keluargaku nanti." Balas Ika.
Setelah selesai bersama ibunya, Ika pamit untuk kembali kerumah Firman karena Ika sudah nyaman tinggal di sana bisa dekat terus bersama kekasih tercintanya.
Ika berjalan menuju rumah Firman yang terlihat sepi karena tidak ada orang sama sekali kecuali Firman sendirian, Ika tadi juga sempat ke rumah Rina menanyakan keberadaan Rina kepada orang tuanya.
Ternyata Rina sudah tidur dari tadi sore karena kelelahan sehabis pulang sekolah ada kegiatan yang membuatnya sangat lelah hingga tertidur.
Sampai dirumah Firman, Ika langsung masuk lalu menuju lantai atas tempat kamar Firman berada untuk melihat apakah kekasihnya itu sudah tidur atau belum.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
...Terima Kasih...
__ADS_1