System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 61


__ADS_3

Chapter 61


Setelah sampai di lantai paling atas, Anggita sekarang yang berjalan di depan memimpin jalan menuju ruangan tempat Firman di kantor ini.


"Selamat datang nona Anggita, selamat datang Tuan Firmansyah." Ucap seorang wanita sepertinya adalah sekretaris Kalina.


"Kalina ada?" Tanya Anggita.


"Maaf nona, bos sedang keluar karena meeting dengan client, sebentar lagi pasti sudah kembali ke kantor." Jawab sekretaris Kalina.


"Baiklah terima kasih atas infonya." Ucap Anggita lalu langsung pergi bersama Firman menuju ruangan Firman.


Setelah sampai Anggita menyuruh Firman membuka ruangan tersebut menggunakan sidik jarinya dan pintu pun terbuka lalu mereka masuk kedalam tidak lupa menutup pintu kembali.


"Besar sekali ruangan ini." Ucap Firman kagum melihat ruangan nya yang sangat besar dengan fasilitas lengkap


"Pasti sayang, inikan ruangan bos dari dua perusahaan besar hehehe." Jawab Anggita sedikit menggoda Firman.


"Kau jangan mulai menggodaku jika tidak ingin susah nantinya." Ucap Firman memberi Anggita peringatan supaya tidak macam macam.


Bukanya mendengarkan ucapan Firman,Anggita justru semakin menggoda Firman dengan cara menyuruh Firman duduk di kursi kerjanya lalu Anggita langsung duduk di pangkuan Firman dengan posisi yang sangat panas.


Anggita juga langsung membuka blazer penutup atasnya dan membuka beberapa kancing atas bajunya hingga bisa terlihat jelas lembah dari dua gunung yang sangat besar.


Dua buah gunung yang sungguh menggugah selera para kaum laki laki, sangking besarnya membuat baju Anggita terlihat akan putus kancingnya karena tidak kuat menahan beban yang berat di dalamnya.


Firman kaget sekaligus senang saat melihat ukuran milik Anggita yang bukan main main, perasaan kemarin saat Firman bermain dengan benda itu tidak sebesar sekarang, apa yang dilakukan Anggita hingga bisa cepat besar seperti itu.


"Jika mau, sentuh saja sayang ~ tidak usah malu malu hihihi ~ " Ucap Anggita bergerak gerak nakal hingga membuat hasrat Firman bangkit setelah tadj menahan nahan agar tidak lepas.


"Kau yang memaksa ku melakukan ini." Balas Firman langsung mengangkat tubuh Anggita ke atas meja kerjanya.

__ADS_1


Dengan cepat Firman membuka baju Anggita bagian atas hingga hanya tersisa baju bagian dalam saja yang berwarna merah menambah keseksian Anggita.


Kemudian Firman langsung menikmati dua buah gunung milik Anggita dengan menggunakan tangannya ******* ***** hingga membuat sang empunya barang hanya bisa melenguh kenikmatan diperlakukan seperti itu oleh Firman.


"Terus sayang ~ " Ucap Anggita mulai meracau tak jelas sangking kenikmatan nya dengan sentuhan sentuhan Firman.


Firman lalu melepas penutup terakhir harta karun nya dan langsung memakannya dengan lahap hingga Anggita tambah panas badanya.


Anggita memegang kepala bagian belakang Firman dan menekan nya agar lebih dalam lagi menikmati gunung nya hingga membuat Anggita mengerang penuh kenikmatan sampai sampai tidak sadar pakaian bagian bawahnya sudah terlepas seluruhnya tanpa meninggalkan sisa.


Alhasil saat ini keadaan Anggita telah polos tanpa pakaian sama sekali dan tubuhnya digerayangi dengan penuh kenikmatan oleh Firman.


Berbagai tanda kepemilikan merah terdapat di sekujur tubuh Anggita yang menandakan mulai saat ini Anggita adalah miliknya dan tidak boleh ada yang menyentuh selain Firman.


"Uhg.......Sayang terus.....A.....Aku mau keluar.....Ahh......"


Anggita tubuhnya bergetar saat sudah mencapai pelepasan pertamanya bersama Firman. Lalu Anggita terlihat lemas setelah mengeluarkan cairan nya.


Anggita yang melihat badan atletis milik Firman menjadi panas kembali badanya, apalagi saat melihat kebawah dan mendapati sebuah barang langka yang sangat besar hingga membuat Anggita kaget saat melihatnya.


'Apa apaan ukuran nya itu, panjang dan besar uhhh bisa habis aku diacak acak olehnya.' Batin Anggita terus memandangi barang milik Firman.


"Sa....Sayang.....Apakah itu akan masuk?" Tanya Anggita layaknya anak polos yang tidak tau apa apa.


Firman hanya tertawa mendengar pertanyaan Anggita yang menurutnya sangat konyol sekali, Firman pun kembali bermain dengan tubuh Anggita dengan lebih liar lagi dari yang tadi.


Sementara Anggita sangat menikmati permainan Firman yang sangat ahli. Saat melihat Anggita sudah panas kembali saat menerima sentuhan darinya dan siap untuk hidangan akhir puncaknya.


Firman memposisikan tubuhnya di samping Anggita dan Anggita sendiri di arahkan oleh Firman diatas meja kerja nya lalu menghadap ke arah Firman dengan posisi kaki terbuka lebar.


Saat melihat bagian bawah Anggita yang masih pink muda dan ada beberapa rambut tipis yang menghiasinya Firman agak bingung apakah wanita seperti Anggita belum pernah berhubungan badan sama sekali, padahal usia Anggita sudah kepala 3 yang biasanya seorang wanita sudah menikah bahkan memiliki anak.

__ADS_1


Tidak mau bingung memikirkan hal tersebut, Firman pun langsung mencari posisi yang pas untuk menembuh Anggita dengan barangnya sebagai senjata.


Setelah menemukan posisi yang pas Firman langsung memasukan barangnya perlahan lahan agar Anggita bisa menikmati setiap sentuhan yang ia berikan dengan lembut.


Jleb.....


Ahkk.......


Bersamaan dengan masuknya barang Firman, Anggita berteriak kesakitan hingga mengeluarkan air mata yang membuat Firman merasa bersalah sekali.


"Maaf, aku kira kamu sudah pernah melakukannya, aku tidak menyangka kamu masih bersih." Ucap Firman merasa bersalah telah bertindak kasar.


"Ti.....Tidak apa apa......Aku memang menjaganya untuk orang yang aku cintai saja." Jawab Anggita berusaha tersenyum meskipun bagian bawahnya sudah sangat sakit.


Firman membiarkan terlebih dahulu tanpa bergerak agar Anggita bisa lebih tenang dan berkurang rasa sakitnya. Setelah Anggita sudah tidak terlalu sakit Firman kembali melanjutkan aksinya dengan lembut agar Anggita tidak kesakitan karena ini kali pertamanya berhubungan badan.


Firman bisa melihat ada bekas warna merah darah di bagian bawah Anggita yang menandakan kesucian Anggita telah direnggut oleh Firman seutuhnya.


Mereka melakukan hubungan hingga 1 jam lamanya dan berhenti karena Firman tidak tega melihat Anggita yang lelah juga merasa masih sakit dibagian bawahnya.


Firman menuntaskan puncaknya pada permukaan luar kulit perut Anggita agar wanita itu tidak hamil cepat, karena Firman belum mau jadi ayah disaat sedang membangun sebuah usaha untuk menjadi lebih kuat lagi.


Lalu Firman menggendong Anggita yang masih polos ke kamar yang ada di ruangan tersebut dan membaringkan nya di kasur lalu disusul Firman tidur di samping Anggita.


"Terima kasih." Ucap Firman mengelus elus kepala Anggita lembut.


"Emmm…. Sama sama sayang." Jawab Anggita.


Anggita langsung memeluk Firman yang ada di sampingnya menyembunyikan wajahnya pada dada bidang sang kekasih. Firman tersenyum melihat Anggita yang sudah tertidur, lalu ia menutup tubuh mereka menggunakan selimut agar tidak kedinginan, dan kemudian Firman juga ikut tertidur bersama Anggita dipelukanya.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.

__ADS_1


...Terima Kasih...


__ADS_2