System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 63


__ADS_3

Chapter 63


Setelah kejadian memalukan tadi, Firman sudah keluar dengan menggunakan pakaian lengkap dan juga Anggita juga sudah berganti pakaian dengan yang lebih bagus daripada hanya kain tipis tadi.


Sekarang keadaan terasa sangat canggung, dimana Firman dan Anggita duduk berdua bersebelahan dan di depan mereka ada Kalina yang duduk sambil menatap mereka berdua dengan tatapan bertanya tanya apa yang terjadi sebenarnya.


"Kalian hutang penjelasan padaku." Ucap Kalina menyilangkan tanganya di depan dada.


"Penjelasan apa?" Tanya Firman bingung.


"Penjelasan tentang gimana caranya kak Anggi bisa ada di kamar anda tuan, dan juga kenapa kak Anggi cuma pake kain tipis doang dan tuan Firman cuma memakai celana pendek." Jawab Kalina kembali menatap kakak nya dengan pandangan menuntut jawaban.


"Apa yang harus di jelaskan, kakak ini pacarnya bos Firman, jadi bebas lah mau ngapain aja sama dia. Yang harus dipertanyakan itu kamu Kalina.


Kamu kelihatan kayak gak suka gitu kakak ada di sini sama Firman, dari tatapan kamu kelihatan lagi marah gitu, jujur kamu." Sekarang malah Anggita yang memojokan sang adik dengan ucapanya.


Kalina terdiam seketika tidak bisa menjawab, Kalina sendiri tidak tahu mengapa dirinya bisa bersikap seperti itu padahal harusnya ia merasa senang bahwa kakak nya yang sudah memiliki kekasih yang bisa menjaganya dengan baik, apalagi kekasihnya itu bos mereka sendiri.


"G....Gak kok....Aku gapapa biasa aja....." Jawab Kalina gugup.


"Jangan bohong kamu, jujur aja ngomong, apa jangan jangan kamu suka ya sama Firman?" Tanya Anggita terus memojokan adik nya itu.


Mendengar pertanyaan dari sang kakak Kalina langsung membeku tubuhnya tidak bisa berkata kata. Ingin menjawab tidak tapi ada yang mengganjal di hatinya, namun jika menjawab iya Kalina takut menjadi perusak hubungan antara kakak nya dengan Firman, perang batin terjadi melanda Kalina.


"Udah udah, jangan pada ribut, mending kamu Kalina tolong urusin masalah ini." Ucap Firman memberikan sebuah file berbentuk hard disk kepada Kalina.

__ADS_1


"Apa ini?" Tanya Kalina.


"Kamu urus masalah orang itu, dia sudah membuat kekacauan dan hampir membuatku masuk penjara beberapa hari lalu, namanya Bramanto dan para antek anteknya. Kamu urus masalah dia, buat saja perusahaan dia bangkrut dan laporkan semua kejahatan kepada polisi agar dia ditahan." Jawab Firman menjelaskan.


"Baiklah, lalu bukanya orang ini memiliki koneksi pada sebuah kelompok geng? Bagaimana dengan itu?" Tanya Kalina saat membaca informasi mengenai Bramanto yang ada di hardisk yang diberikan Firman.


"Masalah geng yang melindunginya sudah aku urus, kau tinggal mengurus masalah dia saja dan perusahaan nya." Jawab Firman.


"Lalu kamu akan sekolah di mana sayang, bukanya orang yang ingin kamu hancurkan itu kepala sekolah di sekolahmu?" Ucap Anggita bertanya.


"Mungkin aku akan pindah ke sekolah lain saja, lagipula bulan depan sudah masuk ke semester baru jadi lebih mudah mendaftar." Jawab Firman.


"Oh iya, Anggita aku minta bantuanmu untuk mencarikan ku beberapa mobil yang ingin aku beli, ini daftar mobil yang ingin aku beli, tolong carikan secepatnya." Ucap Firman memberikan beberapa gambar mobil yang diinginkannya.


"Mobil yang ini kebetulan temanku ada yang memilikinya di tempat dia jual mobil, namun harganya lumayan tinggi karena barangnya belum dijual resmi di negara ini." Ucap Anggita kepada Firman menunjuk salah satu gambar mobil.


"Sudah, rumah itu ada di daerah PEVI GARDEN namun berada di pinggiran jadi agak jauh. Rumahnya besar dan muat untuk banyak orang, halamannya juga luas serta dilengkapi dengan garasi yang besar." Jawab Kalina memperlihatkan gambar rumah yang dimaksud pada Firman.


"Bagus, baiklah besok aku akan tinggal di sana, kau siapkan semua barang barangnya dan jangan lupa untuk Anggita antarkan mobil itu ke alamat rumah ini." Ucap Firman.


"Baik bos/Sayang." Jawab Kalina dan Anggita bersamaan.


Lalu Kalina pun keluar untuk mempersiapkan segala sesuatu tentang rumah baru Firman dan juga Kalina ingin pulang karena hari sudah sore waktunya jam pulang kantor selesai.


Sementara itu Firman masih di ruangan nya ditemani Anggita yang sedang menghubungi teman nya yang seorang penjual mobil untuk mengabari soal permintaan Firman tadi. Setelah selesai menghubungi temanya, Anggita berjalan menuju Firman di meja kerjanya lalu langsung duduk di pangkuan Firman dan mengalungkan tangannya pada leher Firman.

__ADS_1


"Semua sudah selesai, katanya dia akan mengirim mobilnya besok pagi beserta semua surat suratnya lengkap, dan aku juga sudah membayar mobilnya hehehe." Ucap Anggita.


"Baguslah, tapi apa itu tidak berlebihan? Harga mobil itu lumayan mahal nanti uangnya akan kuganti." Ucap Firman tidak enak harus memakai uang kekasihnya.


"Ssttt tidak apa apa, lagian uangku uangmu juga sayang ~ " Jawab Anggita memeluk Firman erat sambil tersenyum senang.


"Memangnya buat apa kamu beli mobil begituan? Itukan mobil kelas yang biasanya dipakai untuk orang orang yang suka kebut kebutan, harganya memang tidak terlalu mahal jika dibanding mobil mobil mewah lainya tapi mobil itu mempunyai spek tersendiri." Ucap Anggita penasaran.


"Tidak ada alasan khusus mengapa aku membelinya, aku cuma suka otomotif sedikit jadi mencoba untuk membeli mobil lalu memodifnya nanti, lagian mobil nissan GT-R R35 yang aku pesan itu hanya untuk jalan jalan nanti. Aku tadi juga menyuruhmu untuk mencari mobil lainya kan, Toyota GR Supra, nissan skyline, dan beberapa mobil yang menurutmu bagus beli saja." Firman menjelaskan apa maksudnya untuk membeli beberapa mobil tersebut.


"Baiklah jika seperti itu, tapi ingat jangan macam macam dengan mobil mobil itu, kau kira aku tidak tahu biasa orang memakai mobil itu untuk balapan, jangan sekali kali kau berfikir untuk mengikutinya!!" Ucap Anggita menatap tajam Firman.


"Apa yang aku lakukan itu urusanku, selagi aku tidak membahayakan orang lain maka akan aku lakukan." Firman menjawabnya dengan sangat santai tanpa merasa takut dengan ancaman Anggita.


"Ah sudahlah terserah kamu saja, tapi ingat harus berhati hati, aku tidak ingin menjadi janda sebelum menikah." Ucap Anggita mengingatkan Firman.


"Baik baik." Jawab Firman.


Mereka melanjutkan aktivitas panasnya sekali lagi sebelum kembali pulang karena hari sudah malam. Suara penuh kenikmatan terdengar dari dalam ruangan yang tentunya dibuat oleh Anggita yang tubuhnya dimainkan oleh Firman hingga beberapa kali pengeluaran terjadi diantara mereka berdua.


Setelah selesai melakukan aktivitas panasnya, Anggita pulang menggunakan mobilnya menuju rumahnya sedangkan Firman menggunakan motornya melaju membelah jalanan kota dimalam hari menuju kontrakanya.


Firman berjalan dengan santai karena sambil menikmati indahnya kota pada malam hari yang tenang, gemerlap lampu gedung gedung dan jalan membuat suasana menjadi lebih indah, apalagi ada beberapa anak motor yang berpapasan dengan Firman menyapanya karena melihat sepeda motor Firman yang keren dan langka.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.

__ADS_1


...Terima Kasih...


__ADS_2