
Chapter 141
Firman bersiap dengan kuda-kudanya untuk menahan serangan yang akan dilancarkan oleh Raja yang sekarang sedang mempersiapkan dirinya untuk maju menyerang Firman terlebih dahulu.
Fisik keduanya bisa dikatakan sama, tetapi fisik yang dimiliki oleh Raja terlihat lebih besar ketimbang yang dimiliki Firman, itu terlihat dari otot yang dimiliki Raja sangat kekar dengan tubuhnya yang besar.
Pertarungan ini disaksikan banyak anggota dari kedua belah pihak yang akan mendukung ketua mereka masing-masing untuk menjadi juara dan memenangkan pertarungan.
Raja mulai pertarungan dengan maju menerjang ke arah Firman bersiap melayangkan pukulan dari tangannya yang besar dan kuat.
Hiat...
Tangan besar Raja sudah sangat dekat dengan Firman namun sesaat kemudian kejadian yang membuat semua orang terdiam tak percaya.
Kekuatan Firman yang diperkirakan tidak sebanding dengan yang dimiliki Raja, ternyata aslinya dengan sangat mudah Firman menahan hantaman tinju tangan besar dari Raja.
Firman menahannya hanya dengan menggunakan satu tangan saja tanpa merasa kesulitan sama sekali.
Mendapati serangan yang ia lancarkan tidak berhasil, Raja bersiap menyerang bagian bawah Firman menggunakan kakinya.
Sayangnya pikiran dari Raja bisa dibaca dengan mudah oleh Firman, reflek yang sangat cepat diperlihatkan Firman dengan menendang balik kaki kanan Raja hingga terdengar suara tulang patah.
Krak...
Argh...
Suara kesakitan dari Raja tertahan lantaran kakinya terasa sangat sakit hingga tidak dapat digerakan lagi, seakan semuanya sudah terlihat sangat jelas, para pasukan Serigala Hitam bersorak menyambut serangan Firman yang berhasil mengenai Raja.
Namun karena Raja memiliki sifat keras kepala, ia kembali menyerang Firman dengan lebih ganas lagi meskipun kakinya patah serta bahu nya sudah terlihat hampir putus.
Jual beli serangan terus terjadi antara keduanya, tidak ada yang mau mengalah hingga terdengar suara pukulan sangat jelas di telinga semua orang yang ada di sana.
Raja yang sudah terluka membuat tubuhnya menjadi tidak sekuat sebelumnya, ia menahan setiap gerakan yang dilancarkan oleh Firman dengan pasrah.
__ADS_1
Tubuhnya seakan sudah tidak dapat bertarung lagi, kakinya lemas terjatuh di lantai, tanganya sudah tidak dapat digerakan lagi hingga menggantung tidak berguna.
Darah bercucuran di seluruh tubuhnya bagaikan air keringat, berbagai luka sayatan maupun lebam bekas pukulan terdapat di tubuh Raja.
Firman yang melihat Raja sudah tertunduk diam tidak bergerak menjadi mengendurkan serangannya dan mendekati Raja.
Bisa dilihat Raja meskipun dalam keadaan lelah dan tubuhnya yang sudah tidak dapat bergerak, masih mempertahankan posisi nya untuk selalu berdiri meski hanya bertopang pada satu kaki.
'Orang ini petarung sejati!' batin Firman kagum melihat begitu gigihnya Raja dalam mempertahankan kehormatan sebagai seorang petarung.
"Ka... kau sudah menang... a... anak kecil... hahaha... " ucap Raja dengan suara yang terdengar sangat lemah.
Setelah sampai di depan Raja, Firman berkata kepadanya, "Aku sangat menghormatimu pak tua, kau bertarung hingga selesai tanpa bertindak curang sama sekali, padahal kebanyakan orang dunia bawah pasti akan menggunakan cara licik untuk menjatuhkan lawannya!" ucap Firman dengan penuh kekaguman.
"Hahaha... a... aku juga sangat menghormatimu Nak, kau bisa membuatku hingga terdiam seperti ini, aku akan merasa bahagia bila mati ditangan orang yang mengalahkanku!" seru Raja memandang ke arah Firman yang berdiri tegak di depannya.
"Apakah itu permintaan terakhir darimu pak tua?" tanya Firman yang masih memberikan rasa hormat kepada lawannya.
"Iya, da... dan satu lagi... to... tolong kau jaga anakku yang telah lama aku tinggalkan, titipkan salamku kepada nya, katakan aku sangat merindukan nya.. uhuk... uhuk... " ucap Raja.
Namun sebelum menjawab pertanyaan dari Firman, keadaan Raja semakin parah hingga membuatnya harus tewas saat itu juga dengan keadaan yang mengenaskan.
Para anggota Black Dragon tertunduk sedih saat melihat ketua mereka tewas tepat di depan mereka, ada rasa ingin membalas perbuatan yang dilakukan Firman, tetapi mereka ingat pesan Raja mereka dahulu.
"selalu hargai musuhmu sebesar apapun rasa bencimu kepadanya, lawan dia dengan semua kekuatan yang kamu miliki, lebih baik mati dengan perlawanan daripada mati tanpa melawan..." itulah perkataan dari Raja yang selalu ia katakan kepada para anggotanya.
Raja juga berpesan, jika nanti ia kalah dalam pertarungan, maka kepemimpinan akan beralih kepada orang yang berhasil mengalahkannya tersebut.
'Semoga kau tenang di sana Pak tua!' ucap Firman melihat tubuh Raja yang sudah terkapar di lantai tanpa nyawa.
"Kalian! Kuburkan ketua kalian dengan layak, aku akan membayar semua proses dalam memakamkannya," seru Firman kepada semua anggota Black Dragon yang masih hidup.
"Baik King!" jawab para anggota Black Dragon yang telah berganti kepemimpinan menjadi milik Firman.
__ADS_1
"Aku tidak akan memaksa kalian untuk mengikutiku, kalian bebas memilih jalan masing-masing," ujar Firman melihat semua anggota Black Dragon yang masih hidup.
Tampak mereka semua seperti sedang memikirkan apa yang akan mereka pilih, "Kami akan mengikuti anda, King!" jawab mereka serempak.
Firman tersenyum senang karena bisa mendapatkan banyak anggota tambahan yang memiliki kemampuan lumayan bagus, "Kau urus mereka semua, pembagian tugas sesuaikan saja dengan keahlian apa yang mereka miliki!" ucap Firman kepada Bagas yang ada dibelakangnya.
"Baik Bos." jawab Bagas langsung melaksanakan perintah ketuanya.
"Aku harap kalian semua bisa bekerja sama dengan baik nantinya di bawah nama Serigala Hitam!" seru Firman yang disambut teriakan oleh semua anggotanya baik yang lama maupun yang baru.
………….
Setelah semuanya selesai, Firman berkeliling gedung markas Black Dragon untuk mencari-cari informasi yang mungkin bisa digunakan olehnya untuk mengetahui tentang mafia luar negeri yang sedang ia selidiki saat ini.
Saat sedang berkeliling markas, Firman menemukan ada banyak sekali orang yang mabuk sedang tidur didalam sebuah ruangan yang cukup luas di lantai tiga gedung tersebut.
"Apakah mereka tidak mendengar suara tembakan yang begitu berisik!?" ucap Firman geleng-geleng kepala melihat segerombolan pria mabuk tersebut.
Firman langsung menghubungi Bagas lalu menyuruhnya untuk mengurus para pria mabuk tersebut agar segera diselesaikan sedangkan ia masih terus berkeliling gedung markas untuk mencari informasi ataupun bukti.
Berjalan menuju lantai paling atas, tepatnya di ruangan yang digunakan untuk tempat penyimpanan barang yang tidak digunakan atau biasa disebut ruangan gudang.
Saat membuka pintu gudang tersebut dengan sedikit usaha karena pintunya dikunci gembok, betapa kagetnya Firman saat menemukan ada banyak orang yang ada didalamnya.
Orang-orang tersebut terlihat seperti tahanan yang disekap, karena tangan mereka diikat satu sama lain jadi saling berhubungan antara sandera satu dengan lainya.
Melihat Firman yang masuk, orang-orang tersebut ketakutan karena biasanya jika ada orang yang masuk maka sudah dapat dipastikan akan ada penyiksaan yang terjadi.
"Tenanglah, aku di sini akan membebaskan kalian," ucap Firman mencoba menenangkan mereka.
Namun cara tersebut tidak berhasil, akhirnya Firman meminta beberapa anggotanya untuk mengevakuasi para sandera tersebut untuk dibawa ketempat yang lebih aman dan mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Tidak lama kemudian anggota Firman datang lalu langsung membawa para sandera ketempat yang lebih aman, Firman sendiri masih berputar-putar di dalam ruangan tempat orang-orang disekap untuk melihat apakah masih ada orang lain atau tidak.
__ADS_1
*Halo semua, mampir ke cerita temen author yuk, judulnya Hero Becomes King Ancestor, karya Author Riza ID