
Chapter 121
Firman sekarang berada di sebuah ruangan dalam rumahnya bersama dengan ibunya karena permintaan ibunya untuk berbicara berdua dengannya.
"Ada apa Bu?" tanya Firman penasaran menggala ibunya sampai ingin berbicara berdua saja dengannya.
"Gak papa, ibu mau bilang kalo ibu seneng kamu ternyata punya banyak orang yang sayang sama kamu, jadi kamu tidak sendirian di sini.
Padahal dulu waktu kamu pergi ke kota untuk sekolah yang ibu takutkan cuma satu, yaitu kamu sendirian tidak punya seseorang untuk menemani kamu," ujar Tari seraya menatap mata Firman dengan tatapan sayang seorang ibu kepada anaknya.
Firman tersenyum saat mendengar ucapan sang ibu, sudah sangat lama sekali ia tidak merasakan kasih sayang dari orang tuanya setelah pergi ke kota beberapa tahun lalu.
Meskipun Firman merasakan kesepian selama dua tahun lantaran tidak ada orang yang bersamanya pada saat itu, paling hanya tetangga kontrakanya saja yang ada, tapi Firman tetap semangat dalam menjalani hidup demi orang-orang terkasih yang ingin dibuatnya bahagia.
Firman memeluk ibunya dengan erat mencurahkan semua rasa sayangnya kepada sosok wanita yang telah menjaganya sedari kecil hingga menjadi seperti sekarang.
Sosok wanita tangguh yang melahirkannya meskipun tidak didampingi pasangan sama sekali, Firman sangat bangga bisa lahir dari rahim seorang wanita tangguh seperti ibunya.
"Terima kasih karena sudah menjaga ku sampai sekarang, aku tidak akan bisa membalas semua kebaikan yang Ibu berikan padaku," ucap Firman sambil terus memeluk ibunya.
Tari membalas pelukan anaknya dan mengelus punggung Firman dengan lembut memberikan rasa kasih sayang kepada anak semata wayangnya tersebut.
Mentari, itulah nama lengkap dari ibunya Firman, sosoknya selalu menjadi penerang dikala gelap melanda, ia selalu hadir di saat keluarganya sedang mengalami kesulitan.
Sesuai namanya, Tari bersinar bagaikan sang surya yang menerangi dunia, itulah sosok Tari dimana Firman, dimana saat Firman sedih ataupun merasa sendiri selalu ada Tari yang setia menemani sebagai ibu yang baik kepada anaknya.
__ADS_1
Meskipun Tari sendiri memiliki masa lalu yang menyedihkan bersama dengan mantan suaminya dulu atau ayah kandung dari Firman, tapi itu tidak menyurutkan semangat Tari dalam menjalani hidup.
Apalagi dengan kehadiran Firman di kehidupanya membuat Tari semakin bersemangat menjalani susahnya menjalani hidup mandiri tanpa kehadiran suami.
Biasanya wanita yang ditinggal pergi oleh pasangannya pasti akan marah, apalagi dalam keadaan hamil ditinggal pergi tanpa meninggalkan sepeser uang pun untuk biaya hidup, bahkan harta warisan dari orang tua Tari juga diambil olehnya dan dibawa pergi.
Hal itu pasti membuat setiap wanita frustasi, tapi bagi Tari berbeda, ia berpikiran semua ini adalah rencana Tuhan kepadanya, meskipun ditinggal pergi suaminya tetapi ia masih merasa bahagia dan beruntung karena memiliki anak yang baik seperti Firman.
"Iya, Ibu juga sangat bangga memiliki anak seperti kamu yang bisa mandiri di usia yang masih muda seperti sekarang, semua orang tua pasti akan merasa beruntung memiliki anak seperti kamu Firman," ucap Tari tersenyum bangga.
Firman melepas pelukannya lalu menatap wajah sang ibu yang sangat ia sayangi itu, ia terus menatap lekat wajah ibunya yang terlihat masih cantik di usianya yang sekarang.
"Aku pasti akan membuat Ibu dan orang-orang yang aku sayang bahagia apapun caranya!" ucap Firman penuh tekad yang kuat disertai kekuatan yang hebat yang dimilikinya.
Tari tersenyum mendengar tekad anaknya yang sangat kuat, ia lalu berkata kepada Firman, "Jaga mereka dengan baik, Ibu tidak mau jika nanti ada kabar kamu menyakiti mereka, karena Ibu sudah pernah merasakan sakitnya ditinggal pergi oleh orang yang kita cintai," ucapnya dengan nada sedih karena kembali teringat masa-masa itu kembali.
Lupakan saja pria seperti dia, jangan pernah ingat kembali dia!" ucap Firman.
"Iya, Ibu tidak akan mengingatnya lagi," balas Tari tersenyum.
Firman terlihat terus menatap ibunya seperti hendak mengatakan sesuatu tapi tidak berani mengatakannya.
"Kamu ingin bicara apa? Katakan saja Ibu akan mendengarkannya," ujar Tari yang melihat anaknya seperti ingin mengatakan sesuatu.
"I...Itu e...e apa aku boleh tidur di paha Ibu lagi seperti waktu aku kecil dulu?" tanya Firman malu-malu saat mengatakannya.
__ADS_1
"Boleh, sini," jawab Tari merubah posisinya duduk di sebuah sofa yang ada di samping mereka.
Firman pun ikut duduk di sofa itu lalu berbaring lalu meletakan kepalanya di paha sang ibu, perasaan bahagia terasa di hati Firman teringat masa dirinya pada saat kecil dulu yang sering tiduran di paha ibunya.
Tari mengelus kepala Firman dengan lembut dengan sentuhan tangan halus miliknya yang membuat Firman merasa sangat nyaman hingga tak terasa memejamkan matanya tertidur dengan pulas di paha ibunya.
Tari yang melihat Firman tidur di pahanya menyungingkan senyum indahnya, sebenarnya ia juga sangat merindukan momen seperti ini dengan Firman, maklum saja sebagai seorang ibu pasti akan sangat rindu pada anaknya yang telah bertahun-tahun tidak bertemu.
"Maafkan ibu ya nak, ibumu ini tidak bisa memberikan kasih sayang yang lengkap untukmu, kamu pasti ingin sekali memiliki ayah seperti anak-anak pada umumnya.
Kamu berjuang sendirian disini hingga kamu sukses seperti sekarang, setiap kesulitan pasti akan ada jalan, ibu bangga bisa memiliki anak seperti kamu Firman.
Semoga kamu bisa menjaga orang-orang yang kamu sayangi dengan baik." Tari tersenyum kemudian mencium kening Firman yang sudah pulas tidur di pahanya.
...................
Sementara itu di suatu tempat yang terletak di sebuah kota kecil di benua Eropa, ada seorang gadis cantik yang sedang duduk di balkon rumahnya sembari menikmati hembusan angin sejuk khas pedesaan Eropa.
"Sayang, aku sangat merindukan kamu aku di sini merasa sangat kesepian, apakah kamu juga merindukan aku di sana?" ucap gadis itu menatap langit biru cerah dengan sedikit awan putih.
"Setelah semua masalah ini selesai aku pasti akan menemui kamu dan aku akan menyatakan perasaanku padamu, aku sudah tidak sabar menunggu saat itu tiba," lanjutnya dengan sudut bibir terangkat menampilkan senyum manis di wajah cantiknya.
"Aku Gina Natasya akan selalu mencintai kamu Firman, apapun yang terjadi aku pasti akan bersamamu meski Langit dan Bumi menentang!" ucap gadis cantik tersebut yang ternyata adalah Gina.
Angin yang awalnya tenang berubah menjadi kencang serta langit yang gelap ditutupi awan yang membuat seakan-akan Langit mendengarkan janji yang diucapkan oleh Gina.
__ADS_1
Gina kembali masuk kedalam rumah besarnya untuk istirahat karena urusan nya masih sangat banyak yang harus segera dikerjakan agar bisa menemui Firman secepatnya.