System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 136 Pertemuan Petinggi Kepolisian


__ADS_3

Chapter 136


Saat ini Firman sedang duduk bersama dengan Junita membahas tentang masalah kelompok mafia luar negeri yang semakin meresahkan, mereka lebih gencar dalam menyebarkan obat terlarang dagangan mereka ke dalam negeri.


"Bu, saya ingin menanyakan apakah anda memiliki informasi tentang kelompok mafia itu?" tanya Firman yang sebenarnya hanya ingin berbasa-basi sedikit.


"Jangan panggil Bu, panggil saja kakak atau langsung nama juga boleh, supaya lebih akrab," ujar Junita dengan senyum indahnya yang bisa membuat para pria bertekuk lutut kepadanya.


Firman menuruti kemauan dari Junita tersebut, "Jadi bagaimana kak?" tanya Firman lagi.


"Aku belum mendapatkan informasi yang banyak mengenai mereka, hanya sedikit saja yang aku ketahui yaitu tentang jalur pengiriman yang mereka gunakan untuk membawa obat yang mereka jual masuk kedalam negeri," jawab Junita dengan wajah serius nya yang terlihat semakin mempesona.


"Baiklah, sebaiknya kita pergi keruangan pertemuan sekarang, karena sebentar lagi akan dimulai." mereka berdua keluar dari ruangan Junita lalu berjalan bersama menuju tempat pertemuan.


Di jalan menuju ruangan, Firman mengobrol ringan bersama dengan Junita mengenai banyak hal, seperti tentang Junita yang ternyata anak orang biasa saja tapi bisa menjadi seorang komandan kepolisian wilayah, sungguh prestasi yang sangat hebat.


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan tempat pertemuan diadakan, di dalam ruangan masih terlihat sedikit orang yang salah satunya adalah kepala kepolisian negara, Angga Wicaksono.


Firman menghampirinya untuk sekedar menyapa lantaran lumayan lama tidak bertemu dengan calon mertuanya tersebut.


"Siang Om, bagaimana kabar Om?" tanya Firman.


"Eh...Firman ternyata, aku tidak menyangka kau sudah datang ke sini hahaha..." balas Angga tertawa senang.


"Kabarku baik-baik saja, bagaimana denganmu? Aku dengar kau baru saja membasmi para geng yang ada di desamu dulu," lanjutnya dengan nada penasaran.


"Benar Om, aku hanya sedikit bermasalah dengan mereka," jawab Firman seadanya.


Mereka terus mengobrol hingga acara pertemuan dimulai, para anggota kepolisian yang diundang sudah hadir, meskipun ada sebagian kecil anggota yang belum hadir entah apa alasanya.


"Baiklah pertemuan hari ini akan aku mulai!" ucap Angga membuka jalanya pertemuan.

__ADS_1


Semua orang mempersiapkan apa yang akan mereka bicarakan dalam pertemuan kali ini, pertemuan ini lumayan besar karena banyak para tokoh besar di dalam negara yang turut hadir dalam rapat.


Para petinggi kepolisian juga banyak yang hadir, mereka memang diwajibkan hadir lantaran pertemuan kali ini sangat penting bagi keberlangsungan mereka semua nantinya.


"Hal yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini adalah mengenai semakin meluasnya kelompok mafia dari luar negeri yang menyebarkan obat-obatan berbahaya di negara kita!


Banyak sudah rencana yang kita lakukan untuk membongkar praktek penyelundupan obat-obatan tersebut, tetapi semuanya gagal, hanya sebagian kecil saja yang berhasil kita dapatkan.


Jika diantara kalian ada yang memiliki pendapat ataupun informasi mengenai masalah yang kita bahas sekarang, aku persilahkan kalian untuk berbicara di depan semua yang hadir di sini," ucap Angga dengan tegas penuh wibawa sebagai seorang pemimpin.


Tidak lama setelah Angga selesai berbicara, ada seorang anggota polisi yang berdiri hendak menyuarakan pendapatnya mengenai masalah yang sedang mereka bahas saat ini.


"Salam semua, sebelumnya perkenalkan nama saya Romi, saya menjabat sebagai kepala polisi di kota pinggiran pantai di sebelah utara pulau ini," ucapnya memperkenalkan diri.


"Saya ijin berbicara, menurut saya masalah ini sebenarnya sangat mudah untuk ditangani karena kita sudah memiliki banyak sekali pengalaman bagaimana cara untuk menangkap para gembong obat.


Namun yang membuat masalah kali ini terasa sulit adalah karena adanya beberapa oknum nakal yang melindungi para gembong obat itu dan juga membuatkan akses masuk dari luar negeri ke negara kita dengan mudah.


"Informasi apakah itu?" tanya Angga penasaran.


"Saya menemukan adanya beberapa anggota kita yang bekerja sama dengan kelompok itu untuk menyelundupkan obat-obatan masuk ke dalam negeri.


Selain anggota kita, saya juga berhasil mendapatkan bukti adanya kerja sama antara petugas pelabuhan dengan para mafia untuk mempermudah jalur masuknya obat yang mafia jual masuk kedalam negara kita!" jawab Romi dengan semangat yang tinggi.


Semua yang hadir di ruangan itu seketika terkejut mendengar informasi yang baru disampaikan oleh Romi barusan, mereka banyak yang tidak setuju dengan pendapat Romi tersebut.


Banyak juga dari peserta pertemuan yang tidak mempercayai bukti yang ditunjukan oleh Romi, padahal sudah sangat terlihat jelas bukti yang Romi tunjukan yaitu rekaman cctv pelabuhan yang memperlihatkan adanya transaksi beberapa orang dengan seragam polisi dengan para anggota mafia.


Tapi karena rekaman tersebut tidak begitu jelas terlihat hasilnya mereka belum dapat memastikan apakah itu benar anggota kepolisian mereka atau seseorang yang sedang menyamar sebagai anggota polisi hanya untuk mengelabui petugas yang berpatroli.


Angga sendiri juga sangat pusing memikirkan masalah ini lantaran sudah berbulan-bulan masih belum bisa terpecahkan, bahkan para pelakunya juga masih belum tertangkap.

__ADS_1


"Bagaimana menurut kamu Firman?" tanya Angga yang mempercayai Firman pastinya telah mendapatkan banyak informasi mengenai masalah yang sedang mereka bicarakan.


Sontak saja ucapan dari Angga tersebut membuat semua yang hadir terkejut, kecuali orang yang sudah mengetahui siapa Firman sebenarnya.


"Maaf Pak, siapa remaja itu?" tanya salah satu petinggi kepolisian yang belum mengetahui Firman.


"Benar Pak, maaf bukanya saya tidak menghormati anda, tetapi bukanya tidak pas jika menanyakan masalah sebesar ini kepada seorang remaja yang masih belum memiliki banyak pengalaman!" sambung lainya.


Ruangan menjadi riuh dengan berbagai omongan yang merendahkan Firman bahkan ada yang secara terang-terangan menghinanya, Firman hanya diam sambil memandang semua orang dengan tatapan dinginnya.


"Diam! Aku tau apa yang aku bicarakan dan aku tidak akan menarik kembali kata-kataku! Bagaimana menurut kamu nak mengenai masalah ini, apakah kau ada saran atau informasi?" tanya Angga kepada Firman setelah membuat diam semua orang yang terus bicara tidak jelas.


Firman mengambil mic yang ada di depanya lalu kembali memandang semua orang yang saat ini sedang menatap dirinya dengan berbagai pandangan, ada yang benci, penasaran, meremehkan, tidak percaya, ada juga yang kagum karena ada peserta pertemuan yang masih sangat muda bisa hadir di sini.


"Saya memiliki beberapa informasi mengenai mafia yang menyebarkan obat-obatan tersebut," ujar Firman langsung menyalakan laptop yang ada di depannya dengan layar monitor besar yang ada di depan semua orang.


Di layar tersebut Firman memperlihatkan semua informasi yang ia dapat, meskipun ada beberapa informasi rahasia yang sengaja Firman sembunyikan untuk berjaga-jaga takut jika ada pengkhianat diantara mereka.


Semua orang yang hadir melihat ke arah monitor besar tersebut dan melihat banyak sekali dokumen serta bukti video maupun foto yang menunjukan adanya mafia luar negeri yang telah menyelundupkan obat terlarang masuk kedalam negeri.


"Saya mendapatkan informasi ini dengan meretas data base yang mereka miliki, dengan cara itu juga saya mendapatkan banyak bukti serta informasi apa saja yang ada pada kelompok mereka," ujar Firman.


Semua orang yang tadinya mencemooh Firman sekarang menatap kagum pada dirinya, setelah mengetahui kecakapan Firman dalam hal mencari informasi serta mengumpulkan banyak bukti, membuat semua orang hormat kepadanya.


"Ehem...Sekalian aku ingin memberitahukan kepada kalian semua jika Firman ini merupakan komandan kepolisian wilayah pusat yang telah aku lantik beberapa waktu lalu, namun belum diadakan acara untuk pelantikannya tersebut!" seru Angga yang seketika membuat semua orang tambah kaget saat mendengarnya.


Mereka tambah hormat kepada Firman setelah mendengar ucapan Angga barusan, tapi Angga juga mengingatkan agar menutupi identitas Firman dulu karena itulah permintaan Firman saat dilantik menjadi komandan.


Pertemuan terus berlangsung dengan Firman yang menjadi orang yang paling banyak memberikan pendapat dan juga informasi, pada pertemuan kali ini juga Angga memberikan beberapa tugas kepada para amggotanya untuk menangani masalah ini sesuai tugas yang telah ia bagi kepada masing-masing kelompok yang sudah dibagi.


Firman sendiri lebih memilih untuk sendiri terlebih dahulu karena ia akan memilih sendiri siapa saja yang akan menjadi kelompok nya nanti.

__ADS_1


Setelah pertemuan selesai, Firman meminta untuk berbicara kepada Angga dan juga Junita diruangan khusus karena ini sangat rahasia dan Firman tidak mau ada orang lain yang mengetahuinya.


__ADS_2