
Chapter 39
Saat ini Firman berada di kelasnya karena sudah bell istirahat, teman teman lainya sudah berada di kantin sekolah sedangkan Firman masih duduk sendiri dibangkunya sembari membuka laptop mengerjakan pekerjaan membuat game yang belum selesai.
Memang setiap ada waktu pasti Firman membawa laptop nya untuk melanjutkan proyek game nya agar cepat selesai, meskipun nanti dirumah baru dilanjutkan lagi menggunakan PC nya.
[Ding........Misi Telah Dilaksanakan......
Hadiah Misi Harian :Skill Mengemudi Tingkat Tinggi.....
Apakah Host Ingin Memasang Skill Hadiah?]
Saat tengah fokus di depan laptopnya, tiba tiba suara System terdengar di pikiran Firman memberikan notifikasi misi terselesaikan.
"Langsung pasang saja System." Ucap Firman.
[Ding......Memasang Skill Hadiah Dimulai....
Memasang Skill Mengemudi Tingkat Tinggi.....
20%......
40%.......
60%.........
80%........
100%.......
Skill Mengemudi Tingkat Tinggi Telah Terpasang.]
Setelah memasang skill hasil hadiah dari misi System, Firman kemudian menutup laptopnya lalu bersantai sambil menatap ke arah luar jendela yang dilihatnya banyak murid murid yang berada di taman ataupun halaman sekolah.
Saat tengah memejamkan matanya menikmati waktu santai, ada yang memasuki kelas yang membuat Firman terbangun karena mendengar suara pintu dibuka.
"Gina." Ucap Firman saat melibat bahwa Gina yang masuk.
Gina memasuki kelas sambil membawa dua buah makanan yaitu satu mangkok bakso dan satu mangkok mie ayam.
"Halo Firman, kamu gak makan?" Tanya Gina yang mulai terbiasa dengan Firman.
Meskipun Gina hanya berpura pura saja berkelakuan culun, tapi dia sangat bagus dalam berakting makanya orang orang tidak curiga kepada Gina.
"Belum, kamu sendiri?" Ucap Firman bertanya balik.
__ADS_1
"Ini aku bawa makanan buat makan, sekalian aku bawain juga buat kamu karena tadi aku gak liat kamu di kantin jadi aku pikir kamu lagi di kelas hehehe." Ucap Gina tertawa garing lalu menaruh mangkok makanan nya di meja.
Firman dengan sigap mengambilkan kursi untuk tempat Gina duduk karena melihat Gina yang kesulitan untuk membawa kedua mangkok nya.
Gina yang mendapat perhatian dari Firman menjadi semakin penasaran dan ingin mengetahui Firman sebenarnya.
"Terima kasih."Ucap Firman.
Mereka berdua pun lalu makan bersama di dalam kelas yang sepi ditemani semilir angin yang datang dari arah luar melewati jendela.
Namun kenikmatan yang mereka alami tidak berlangsung lama, karena tiba tiba segerombolan siswa datang ke kelas Firman dengan gaya sok berkuasanya.
Mereka adalah kelompok Riski yang sering berbuat onar dan juga orang yang dulu suka sekali membully Firman.
Bahkan mereka pernah hampir membunuh Firman dulu, tapi karena hampir terbunuh itulah Firman mendapatkan System yang membantunya hingga bangkit seperti saat ini.
Brak.....
Suara meja digebrak dengan sangat keras oleh salah satu anak buah Riski.
"Firman kemana lo, masih belum puas ya lo gw bikin sekarat, atau mau sekalian gw anter ke kuburan hahahaha." Ucap Riski dengan nada sombongnya.
Firman hanya diam saja dan melanjutkan makan di temani Gina.
Gina sebenarnya sangat geram karena acara makan makannya diganggu oleh kelompok berandalan sekolah kelas teri seperti mereka.
"Firman....A....Aku takut...." Ucap Gina ketakutan.
"Tenang, tidak akan terjadi apa apa." Jawab Firman menenangkan Gina.
"Hey!! Malah mesra mesraan, itu cewek lu ya, boleh kali bagi bagi ke kita kayaknya lumayan juga tuh cewek hahahaha." Ucap Riski tertawa diikuti oleh teman temannya.
Firman yang sudah sangat emosi karena mereka sangat diluar batas dalam menghina orang.
"Ke lapangan!" Ucap Firman dengan wajah yang sangat menakutkan apalagi ditambah suara nya yang terkesan sangat dingin membuat orang merinding saat mendengarnya.
…………..
Akhirnya mereka pun pergi ke lapangan sekolah karena tempat itu yang paling luas ada di sekolah.
Melihat ada keributan yang akan terjadi, para siswa pun ikutan melihat ke lapangan untuk menyaksikan keributan yang akan dibuat.
Saat melihat bahwa kelompok Riski yang membuat keributan dengan Firman, orang orang yang menonton pun jadi tambah semangat ingin melihat Firman dihajar habis habisan oleh Riski.
"Ayo Ki, hajar tuh anak."
__ADS_1
"Hancurin muka dia sampe gak dikenalin lagi."
"Hajar terus dia."
"Kasih pelajaran anak sok ganteng itu Ki."
Ucapan para anak laki laki yang rata rata menaruh kekesalan pada Firman karena memiliki wajah yang tampan membuat para gadis menjadi menyukainya.
Sedangkan untuk para perempuan menjadi sangat ketakutan lantaran mereka bingung harus membela siapa, jika membela Firman maka mereka akan menjadi musuh Riski, tapi jika mendukung Riski mereka menyukai Firman yang tampan.
"Sekarang mau lu apa?" Firman sudah mulai terbakar emosinya.
"Mau kita? Hahaha mau kita menghajar lu dan main sama cewek lu itu hahaha pasti seru dengerin suara kesakitan dia dibawah gw nanti hehehe." Ucap Riski dengan berbisik pada bagian akhir.
Firman yang sudah tidak bisa menahan amarahnya langsung memukul keras Riski hingga terpental jauh menghantam keras lantai lapangan yang keras karena berlapis beton cor.
Ugh.....
"Ngapain diem aja, hajar!!!" Ucap Riski merintih menahan perutnya yang sangat sakit usai dipukul Firman.
"Siap bos!!" Balas para anak buah Riski serempak lalu mulai berjalan mendekati Firman.
Ada sekitar 10 orang yang mencoba menghajar Firman yang sendirian.
Orang orang yang melihat ini menjadi semakin bersemangat karena ingin melihat Firman dihajar.
Sementara Gina sendiri tengah khawatir pada keadaan Firman, ia bingung harus bagaimana, di satu sisi bila Gina membantu Firman maka bisa saja identitasnya akan terbongkar namun jika tidak membantu Gina takut Firman akan celaka.
Gina hanya bisa menatap Firman yang dikeroyok banyak orang sendirian dari pinggir lapangan, Gina yang seorang leader mafia besar saja mungkin agak kesulitan melawan banyak orang sekaligus.
Apalagi para anggota anak buah Riski dikenal sebagai petarung karena semuanya bergabung di klub bela diri, apalagi Riski sendiri juga seorang petarung yang hebat.
Mungkin akan sulit mengalahkan mereka dengan cara cepat, tapi bagi Firman berbeda, mereka telah salah memilih Firman sebagai lawannya karena mereka pasti akan menyesal nanti setelahnya.
Satu persatu dari anak buah Riski mulai maju melawan Firman.
"Bocah mending lu nurut apa kata bos kita, kalo gak mau lu habis hari ini hahaha." Ucap salah satu orang dengan badan yang besar.
"Cih, orang yang sebentar lagi sekarat dilarang banyak bicara." Balas Firman sinis.
"Kurang ajar hiat......" Orang itu maju melawan Firman untuk yang pertama.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
*Author bakal up lagi untuk menemani ngabuburit kalian sembari menunggu buka puasa.
__ADS_1
...Terima Kasih...