
Chapter 182
Permainan panas selama beberapa jam yang dilakukan oleh Firman dan Gina akhirnya selesai juga, setelah Gina memohon untuk berhenti yang mana Firman juga sudah lumayan lelah juga akhirnya mereka memutuskan untuk selesai saja.
Gina sudah tertidur karena sangking lelahnya dengan masih dalam keadaan tubuh tanpa busana sama sekali, tubuh Gina juga dipenuhi dengan cairan kental yang keluar dari puncak tongkat Firman.
Sedangkan Firman baru saja selesai mandi membersihkan tubuhnya yang terasa lengket semua karena berkeringat dalam melakukan kegiatan semalaman, padahal suhu sangat dingin sekali rasanya tapi bagi Firman dan Gina itu tidak terasa sama sekali saat mereka berhubungan.
"Sepertinya aku terlalu kasar bermain semalam," ucap Firman melihat keadaan Gina yang terbaring diatad tempat tidur ditutupi dengan menggunakan selimut agar tidak kedinginan.
"Aku akan menghubungi Kalina dulu, aku penasaran sudah sampai mana dia mengurus perusahaan barunya," lanjutnya berjalan menuju kursi tempat santai kemudian membuka laptopnya.
Firman membuka laptopnya kemudian menghubungi Kalina melalui sambungan video call agar lebih mudah dalam berbicara serta menunjukan sesuatu tidak perlu mengirimnya lagi melalui pesan.
Tidak butuh waktu lama, Kalina langsung menjawab panggilan yang dilakukan oleh Firman, namun yang dilihat Firman di layar laptopnya bukanlah Kalina saja.
Melainkan ada kekasihnya yang lain seperti Rina, Anggita, Jia Li, Ika, mereka sepertinya sedang berkumpul dirumah Firman pada saat ini, tampak wajah mereka semua yang cantik berseri indah dipagi hari.
"Halo sayang!" ucap para kekasih Firman bersamaan dengan kompak.
Firman tersenyum sebentar kemudian menjawab sapaan mereka, "Hay, bagaimana keadaan kalian disana?" tanya Firman.
"Kami baik-baik saja, tapi aku ingin bertanya sesuatu, apakah orang yang bernama Bagas itu adalah anak buah mu sayang?" tanya Ika yang sudah sangat penasaran ingin menanyakan hal itu.
"Iya dia adalah tangan kananku di organisasi," jawab Firman.
"Oh ... pantas saja dia terlihat sangat menghormati kami, kemarin waktu pertama kali datang saja dia langsung membungkuk padahal aku tanya saat itu dia untuk apa datang kerumah, eh ... dia malah tidak menjawabnya justru malah membungkuk, kan aku jadi bingung hahaha ..." ujar Ika menceritakan saat Bagas datang kerumah mereka, lalu disambut tertawaan oleh saudarinya yang lain.
Mereka tertawa karena tau bagaimana peristiwa tersebut terjadi, yang dimana Ika pada saat itu membukakan pintu kemudian melihat ada bagas dengan puluhan anggota Serigala Hitam ada didepan rumah Firman.
Awalnya Ika agak takut melihat penampilan mereka yang menyeramkan, tapi setelah itu kejadian lucu yang tadi diceritakan oleh Ika pun terjadi dan Bagas kemudian memperkenalkan diri sebagai anak buah dari Firman.
__ADS_1
"Kalian ini ada-ada saja, aku meminta Bagas untuk menjaga rumah supaya kalian tetap aman," ujar Firman ikut tersenyum mendengar cerita lucu yang disampaikan oleh Ika.
"Terima kasih sayang, berkat mereka rumah jadi aman, tidak ada ancaman bahaya sama sekali kok," ucap Anggita ikut berbicara.
"Oh iya aku ingin bertanya kepada Kalina, bagaimana progres perusahaan baru kita?" tanya Firman teringat tujuan awalnya menghubungi Kalina.
"Semua berjalan lancar sayang, jika tidak ada kendala mungkin satu minggu lagi aku dan kak Anggita akan pergi kesana untuk mengecek perusahaan itu, jadi aku harap kita bisa bertemu disana sayangku ~ " jawab Kalina diakhiri dengan nada menggodanya.
Semuanya tertawa saat melihat Kalina yang menggoda Firman, padahal mereka tau sendiri jika menggoda Firman itu sama saja seperti menyetorkan tubuh mereka untuk dilahap habis oleh Firman.
'Semoga kamu bisa bertahan lama adik/kak Kalina,' batin para kekasih Firman yang lain mencemaskan keadaan Kalina nanti jika sampai bertemu dengan Firman.
Mereka Pun mengobrol kesana kemari melepas rindu karena sudah beberapa hari tidak bertemu, bahkan para kekasih Gina yang bekerja seperti Anggita, Ika, dan Kalina ijin tidak bekerja hanya untuk melepas rindu mereka bersama dengan sang kekasih.
Rina dan Jia Li juga tidak sekolah karena memang mereka baru selesai melaksanakan ujian akhir jadi mereka sudah memasuki masa liburan panjang, jadi mereka bisa puas melepas rindu dengan Firman walaupun hanya dalam sambungan video call.
"Eh ... sayang aku mau tanya, kamu baru mendapatkan saudari baru ya?" tanya Rina yang memang paling posesif di antara kekasih Firman yang lainnya.
Setelah memperlihatkan Gina kepada para kekasihnya, Firman kembali ketempat duduk yang tadi kemudian melanjutkan obrolan yang lebih tepatnya melanjutkan sesi tanya jawab tentang hubungan Gina dan Firman.
"Bukanya itu Gina ya? Teman kamu waktu di sekolah dulu?" tanya Ika yang mengenal Gina karena dia adalah salah satu muridnya dulu selain Firman.
"Iya kamu benar, dia ternyata teman masa kecilku dulu yang sempat aku bantu waktu masih kesusahan hidupnya, tapi sekarang dia bahkan bisa hidup mandiri dengan banyak harta yang diraihnya," jawab Firman.
"Wah ... hebat ternyata saudari Gina, tapi kamu bilang tadi teman masa kecil? Bisa kamu ceritakan bagaimana hal itu terjadi," ucap Jia Li sangat penasaran.
Mungkin saat Firman mengatakan jika Gina dulunya hidup kesusahan, hal itu membuat Jia Li tertarik karena dirinya juga hidup susah, bukan susah tentang harta namun susah tentang keluarga sama seperti Gina.
Kemudian Firman menceritakan kisah awalnya bertemu dengan Gina waktu kecil dahulu sampai saat dimana Gina rela mencari dirinya sampai ke sekolah nya dulu, Firman menceritakan semuanya tanpa mengurangi sama sekali.
Para kekasih Firman yang lainnya mendengar cerita yang disampaikan oleh Firman, mereka semua terharu karena perjuangan yang dilakukan Gina sangatlah hebat sekali menurut mereka.
__ADS_1
Bahkan mereka juga mengakui bahwa mungkin saja rasa cinta Gina kepada Firman adalah yang paling tulus dan besar, hal itu bisa dipastikan dengan mendengar cerita perjuangan Gina demi bertemu dengan Firman.
"Kita pasti akan menjaga saudari Gina supaya bisa bahagia bersama dengan keluarga kita!" ucap Anggita mewakili yang lainnya.
"Terima kasih untuk kalian semua, aku merasa sangat beruntung sekali bisa memiliki kalian di hidupku," ujar Firman tersenyum bahagia.
"Sama-sama sayang, kami mencintaimu!" ucap mereka bersamaan.
"Aku juga mencintai kalian," balas Firman belajar dari kesalahan.
Kesalahan yang dimana dirinya lupa membalas ucapan cinta dari Gina sampai ia didiamkan oleh Gina berjam-jam tanpa ngobrol sama sekali.
Panggilan video call pun berakhir dan Firman meletakan laptopnya kembali di atas meja lalu Firman sendiri memilih untuk pergi ke dapur memasak sesuatu untuk sarapan dirinya dan Gina nanti saat bangun.
"Eh ... kak Firman mau ngapain di dapur?" ucap Lima yang kebetulan baru datang ke dapur tersebut untuk mengambil sesuatu.
"Aku hanya ingin memasak saja untuk sarapan, apakah kamu juga mau sarapan?" balas Firman balik bertanya.
"Emm ... boleh tuh kak, aku juga penasaran bagaimana rasanya masakan kakak ipar hehehe," jawab Lina tertawa.
Mereka berdua lalu memasak bersama dengan Firman sebagai chef nya sedangkan Lina bertindak sebagai asisten yang hanya membantu memotong bahan masakan atau memasak air saja.
Setelah 40 menit memasak akhirnya makanan buatan Firman dan Lina pun jadi, Lina menyajikan makanan dibantu Firman diatas meja makan, mereka melakukanya tanpa dibantu asisten sama sekali.
Hal itu dikarenakan bagian lantai atas gedung markas Roses Girl hanya diperuntukan untuk Gina dan orang terdekatnya saja, makanya di lantai atas ini terlihat sepi, paling hanya ada Lina atau beberapa petinggi Roses Girl.
"Semua sudah siap kak, apa aku panggilkan kak Gina dulu ya, kakak tunggu sini saja," ucap Lina langsung pergi kekamar Gina tanpa menunggu jawaban dari Firman.
Firman menunggu mereka berdua datang sembari duduk di kursi makan memainkan handphonenya membuka sosial media untuk mengetahui berita terkini apa saja yang terjadi.
Saat melihat berita Firman melihat beberapa berita yang membuatnya tersenyum, berita itu seperti berkurangnya tindakan kriminal di negaranya dan juga ditangkapnya beberapa gembong kelompok penjual obat terlarang, bahkan ada beberapa dari kelompok tersebut yang ditemukan dalam keadaan tanpa nyawa.
__ADS_1
"Sepertinya mereka sudah bisa bertindak tanpa perlu ku perintah." Firman sangat yakin jika itu adalah ulah para anggota Serigala Hitam dan Black Dragon, kelompok yang diketuai oleh Firman sendiri.