System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 50


__ADS_3

Chapter 50


Firman dan Ika masih berkeliling kota menggunakan motor baru Firman.


"Sayang aku mau nanya, orang tua kamu dimana, kok aku gak pernah lihat." Tanya Ika sedikit berteriak karena mereka masih di motor.


"Aku cuma punya ibu aja, dan ibuku ada di kampung sekarang." Jawab Firman terus fokus menyetir motornya.


"Maaf ya aku gak tahu." Ucap Ika merasa bersalah karena mengungkit masalah keluarga.


"Iya gak papa." Jawab Firman singkat.


"Kapan kapan aku boleh gak ketemu ibu kamu, sekalian kenalan gitu hehehe." Ika tiba tiba saja kepikiran akan hal tersebut.


"Iya boleh, sekalian sama Rina juga nanti." Balas Firman.


Ika merasa senang saat permintaanya dituruti oleh Firman, meskipun ia agak merasa kesal karena Firman mengajak Rina juga, tapi Ika tidak ingin egois.


Saat Ika menanyakan soal keluarga tadi, tiba tiba saja Firman kepikiran untuk memberikan uang kepada ibunya di kampung.


Walaupun ibunya tidak pernah bilang kekurangan uang, tetapi Firman sebagai anak juga ingin berguna bagi orang tuanya.


Firman berhenti sejenak di tepi jalan lalu mengeluarkan handphone nya dari saku.


"Kenapa berhenti?" Tanya Ika penasaran.


"Aku mau ngirim uang buat ibu dulu." Jawab Firman.


Firman pun mentransfer beberapa jumlah uang yang lumayan banyak kepada ibunya.


Untung saja ibu Firman mempunyai nomor rekening, jadi Firman bisa mentransfer tanpa susah susah.


"Udah?" Tanya Ika.


"Udah, yuk jalan." Balas Firman hendak melajukan motornya lagi.


"Ehh tunggu bentar, ini kan masih siang kamu juga ketemuan nya nanti sore, kita jalan jalan dulu ya plss." Ika meminta dengan memasang wajah memohon yang nampak imut dimata Firman.


"Iya iya, mau kemana?" Tanya Firman pasrah mengikuti kemauan kekasihnya.


"Yeay makasih sayang chup ~ " Ucap Ika lalu mencium pipi Firman.


"Kita pergi ke mall aja ya, sekalian nunggu waktu kamu ketemuan nanti." Ucap Ika.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju sebuah mall yang besar.


Saat diperjalanan banyak sekali yang terkesima dengan motor Firman yang sangat keren. Apalagi style Firman dan Ika yang sangat keren membuat penampilan mereka menarik perhatian para pengguna jalan.


"Bro, motor mu keren tuh, gas tipis tipis lah, berani nggak?" Tiba tiba ada seorang pria dengan seorang wanita dibelakangnya sedang menaiki motor.


Mereka sekarang berhenti dilampu merah untuk menunggu pergantian lampu menjadi hijau.


"Gak." Jawab Firman singkat tanpa menoleh sama sekali.


"Hahaha takut kawan, cewek lumayan juga tuh, kita taruhan siapa yang menang dapet cewek yang kalah, gimana?" Pria itu masih mencoba untuk mengajak Firman adu kecepatan.


Firman awalnya sangat tidak ingin meladeni orang seperti itu, namun saat orang itu membawa bawa Ika seketika Firman langsung kesal dan menerima tantangan tersebut.


"Ok gas." Jawab Firman.


"Sayang kamu kok terima sih!? Kamu mau aku diambil sama dia!!" Ucap Ika nampak kesal dengan keputusan kekasihnya itu.


"Udah diem aja, aku males denger ocehan orang itu." Jawab Firman santai seakan tanpa beban.


Ika nampak kesal mendengar tanggapan dari Firman dan cemberut tapi langsung memeluk Firman erat karena melihat lampu lalu lintas sudah menunjukan warna kuning, sebentar lagi hijau.


Mereka berdua akan memulai adu kecepatan saat lampu lalu lintas sudah berwarna hijau.


3.....2......1......


Lampu berganti hijau dan seketika mereka berdua langsung melesat membelah ramainya jalanan perkotaan yang lumayan sepi karena orang orang masih bekerja.


Firman berada di belakang si penantang yang sudah terlebih dahulu di depannya.


Dengan kecepatan 80 km/jam lebih, Firman berjalan dengan santai karena takut membahayakan pengguna jalan lain yang sedang melintas.


Namun si penantang tampaknya sangat optimis akan menang, dia bahkan sempat sempatnya menoleh ke arah Firman lalu menggerakan tanganya dan mengacungkan jari tengah mengejek Firman.


Seketika Firman marah melihat ejekan tersebut dan menyuruh Ika memeluknya lebih erat lagi.


Firman langsung menaikan kecepatan hingga 120 km/jam membuatnya berhasil menyalip pria yang menantangnya dengan sangat mudah.


'Kurang ajar! Jangan sampe aku kalah!' Umpat pria tersebut kembali menambah kecepatanya.


Meskipun pria tersebut terus berusaha menyalip Firman tapi usahanya sia sia tidak ada yang berhasil.


Lalu didepan mereka ada sebuah tikungan tajam berbentuk L, jika mereka tidak bisa berbelok dan malah lurus ke depan maka bisa dipastikan akan menimbulkan korban orang orang yang sedang berjalan kaki di sana.

__ADS_1


Si penantang mulai menurunkan kecepatan saat akan mencapai tikungan.


Tapi berbeda dengan Firman yang menurunkan juga kecepatanya tetapi hanya sedikit saja.


Kedatangan dua buah motor yang melaju dengan sangat kencang membuat orang orang yang sedang berjalan di sana panik menyelamatkan diri takut tertabrak.


Namun banyak juga orang orang yang mengabadikan balapan tersebut menggunakan ponsel nya lalu mengunggah ke jejaring media sosial.


Saat sudah sampai di tikungan, Firman langsung berbelok dan mencondongkan tubuhnya ke arah belokan agar beban motornya tidak terlalu berat saat bermanuver di tikungan.


Aksi dari Firman tersebut membuat banyak orang yang melihatnya berdecak kagum dengan skill berkendara Firman. Si penantang juga kagum dengan skill Firman, ia menyusul dari belakang melewati tikungan dengan cara sama seperti Firman tapi tidak se ekstrim Firman lakukan.


Sementara Ika yang dibonceng Firman sangatlah ketakutan, ia bahkan sampai tidak berani membuka matanya lantaran takut dengan kecepatan yang begitu kencang.


Saat di tikungan tadi Ika hanya mengikuti gerak tubuh Firman agar tidak jatuh ke aspal, Ika juga memeluk perut Firman lebih erat lagi sangking takutnya.


Balapan tersebut terus berjalan hingga sampailah mereka di sebuah perlintasan kereta api yang sekaligus finish bagi aksi adu kecepatan mereka berdua dengan Firman yang menjadi pemenangnya.


Si penantang menyusul dari belakang dan berhenti di samping Firman.


"Wihh keren banget bro, nanti kita lanjut omongin di sana aja ya sekalian ngobrol.


Oh iya kenalin namaku Boy." Ucap penantang Firman yang ternyata bernama Boy itu.


"Firman." Balas Firman singkat.


Mereka Pun lanjut berjalan menuju sebuah mall untuk sekedar makan siang sambil membicarakan taruhannya tadi di sana.


Firman mau diajak ke sana lantaran sekalian mengikuti permintaan Ika yang ingin pergi ke mall tadi, Firman pun tidak terlalu memikirkan soal taruhan itu.


Sebenarnya Firman menerima tantangan tersebut selain kesal karena Boy terus ngoceh tidak jelas, juga Firman ingin mengetes motor barunya apakah bagus atau tidak, dan untuk menguji skill mengemudi yang didapat dari hadiah System yang ternyata sangat luar biasa.


"Sayang sampai di mall aku belanja boleh ya." Ucap Ika.


"Iya boleh." Jawab Firman singkat terus fokus pada menyetirnya.


Ika senang dan menyandarkan kepalanya pada punggung Firman lalu tanganya melingkar di perut Firman mesra.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


*Maaf saya agak slow update dikarenakan saya masih agak tidak enak badan, semoga cepat baikan dan bisa up normal seperti biasa lagi.


...Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2