System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 223 Rencana Kalina


__ADS_3

Chapter 223


Firman berjalan menyusul Kalina yang sudah terlebih dahulu keluar dari dalam lift menuju ke tempat yang akan digunakan sebagai kamar untuk menginap mereka berdua selama berada di markas mafia milik Gina ini, sekaligus untuk tempat berlindung sementara bagi Firman dari bahaya yang sedang mengintai dirinya.


Karena didalam markas ini sangat aman sekali dengan adanya sebuah anggota yang setiap hari ada di dalam markas lalu puluhan penjaga yang setiap hari menjaga markas mulai dari luar sampai di dalam markas, menghindari datangnya musuh yang tidak diinginkan.


Firman menyusul Kalina, sedangkan untuk Lina tadi sudah pergi duluan untuk mengurus tentang pekerjaan yang sudah diberikan oleh Gina untuknya supaya cepat diselesaikan, tadi saat tidak ada Kalina juga mereka berdua sempat mengobrol mengenai perkembangan dunia bisnis bawah tanah yang terlihat semakin menegangkan akhir-akhir ini.


Lina juga menceritakan mengenai pergerakan yang terlihat sangat mencurigakan dari beberapa kelompok mafia ataupun organisasi gelap yang ada di sekitar Eropa sampai di dataran Rusia. Meskipun tidak semuanya tapi pergerakan yang dilakukan secara tiba-tiba seperti ini patut untuk dihargai karena kemungkinan besar ini semua ada penyebab yang membuat para mafia kelas kakap tersebut mulai menunjukan taringnya di daerah kekuasaan masing-masing.


Setelah percakapan singkat tersebut Firman juga meminta agar nanti Lina menemuinya di ruangan tempat biasanya rapat para petinggi mafia Roses Girl mendiskusikan sesuatu ataupun merencanakan hal yang akan mereka lakukan kedepannya.


Kembali lagi kepada Firman yang saat ini sudah berada di belakang Kalina tepat, terlihat di tempat tersebut jika Kalina sedang bingung harus berjalan ke arah mana lagi lantaran dirinya lupa menanyakan dimana letak kamar yang akan mereka gunakan untuk beristirahat malam ini.


Melihat Kalina yang tampak kebingungan membuat Firman ingin tertawa saat melihat ekspresi bingung yang ditampilkan oleh Kalina, hal itu pastinya karena ekspresi Kalina pada saat terlihat bingung sangat menggemaskan sekali menurut Firman.


Dengan aura kedewasaan khas wanita karir yang dimiliki oleh Kalina lalu di usianya yang masih muda seperti memiliki wajah cantik, hal ini membuat Kalina terlihat sangat cantik jika dibandingkan wanita lain yang memiliki usia sama dengannya, terlihat sekilas jika Kalina seperti wanita yang masih berusia belasan tahun padahal usianya saat ini sudah diatas 25 tahun sama seperti Ika.


'Aku dulu pernah mengeluh karena memiliki banyak wanita yang menurutku merepotkan sekali karena harus banyak bersabar saat mengurus mereka, tapi kali ini aku mulai sadar jika keberadaan para wanita ini memang dibuat untuk menjagaku dan membuat aku bahagia di tengah banyaknya masalah yang menghampiri, aku sekarang merasa sangat bersyukur bisa memiliki mereka semua yang selalu setia disampingku apapun yang terjadi,' batin Firman seraya menatap wajah cantik yang dimiliki oleh Kalina yang membuat banyak kaum pria tergila-gila padanya.


Firman terus saja memperhatikan ke arah wajah Kalina sampai tidak sadar jika sedari tadi orang yang sedang ia perhatikan ternyata memanggilnya tetapi tidak terdengar karena Firman masih fokus menatap wajah cantik Kalina.


"Sayang ... Sayang ...!" ujar Kalina memanggil Firman namun tak didengar sama sekali.


Sekali lagi Kalina mencoba untuk memanggil Firman dengan nada yang agak lebih keras dari yang pertama tadi, "Sayang ...! Hey apakah kamu mendengarkan aku?! Hey sayang ...!" ucapnya dengan keras.

__ADS_1


Setelah dipanggil dengan nada yang lebih keras lagi akhirnya Kalina berhasil untuk membuat sadar Firman dari lamunannya yang entah sedang memikirkan apa saja, tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Firman kecuali dirinya sendiri.


"Ada apa?" tanya Firman kepada Kalina dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa.


"Huh! Dari tadi aku memanggil kamu tapi tidak didengar sama sekali! Kamu malah melamun saja padahal aku mau bertanya kepada kamu!" jawab Kalina dengan kesalnya karena ulah Firman tadi.


"Maafkan aku, ya sudah kamu mau bertanya apa memangnya?" tanya Firman.


"Aku mau bertanya tentang dimana letak ruangan yang akan kita gunakan, aku mencarinya dari tadi tapi di lantai ini tidak ada kamar yang terbuka pintunya, semuanya tertutup dan terkunci rapat," jawab Kalina dengan menampilkan wajah seperti orang yang sedang kelelahan dengan keringat di dahinya.


Melihat kekasihnya meneteskan keringat karena kelelahan, itu membuat Firman merasa kasihan kepada Kalina yang sudah berkeliling lantai atas hanya untuk mencari kamar yang akan mereka tinggali.


"Salah kamu sendiri karena langsung keluar dari lift tanpa bertanya kepadaku terlebih dahulu sebelumnya," ucap Firman menyindir Kalina yang bertindak ceroboh.


Karena merasa diejek oleh Firman, dengan kesal Kalina langsung berjalan ke arah Firman kemudian mencubit perut laki-laki tersebut dengan sangat kencang menggunakan tangannya, cubitan tersebut sangatlah kencang sekali yang mungkin bila orang biasa yang menerima cubitan tersebut kemungkinan besar akan berteriak kesakitan sangking kerasnya cubitan yang dilakukan oleh Kalina.


"Kamu mau apa?" tanya Firman dengan santainya tanpa terlihat merasakan apapun sama sekali meskipun saat ini perutnya sedang dicubit dengan sangat keras oleh Kalina.


Mendengar perkataan yang berasal dari mulut Firman terdengar seperti biasa saja tanpa ada perasaan sakit sama sekali, hal itu membuat Kalina semakin kesal karena ternyata rencana dirinya untuk membalas perbuatan Firman gagal total.


Firman memang tidak merasakan apa-apa pada saat dicubit oleh Kalina, hanya merasa seperti disentuh saja tanpa ada rasa sakit sama sekali, itu bisa terjadi karena latihan fisik yang dilakukan oleh Firman setiap hari dulu dan juga tentunya karena bantuan dari System yang memberikannya berbagai kekuatan hingga membuat tubuhnya menjadi semakin bertambah kuat seiring berjalanya waktu.


"Ihh ... kenapa kamu tidak berteriak kesakitan saat aou cubit? Biasanya orang yang dicubit pasti akan berteriak karena merasakan sakit," ucap Kalina melepaskan cubitan tanganya.


"Aku memang tidak merasakan apa-apa sama sekali, lalu apakah aku harus berpura-pura kesakitan pada saat kaku mencubit, begitu?" tanya Firman.

__ADS_1


"Tidak! Sudahlah cepat katakan dimana letak kamar untuk beristirahat, aku merasa sangat lelah sekali hari ini," ucap Kalina.


Firman pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Kalina lalu mereka berdua berjalan beberapa langkah untuk menuju ruangan yang akan digunakan oleh mereka untuk beristirahat. Ruangan tersebut terletak beberapa meter saja dari tempat awal mereka berdua berdiri, jadi cukup berjalan sebentar saja mereka sudah sampai.


Kemudian setelah sampai pada ruangan kamar tersebut Firman langsung membukakan pintu masuknya yang terkunci dengan menggunakan kartu yang sudah diberikan oleh Gina kepada Firman.


Gina memang sengaja memberikan akses ke seluruh ruangan yang ada di dalam markas ini kepada Firman dengan harapan jika ada masalah ataupun Firman ingin masuk ke dalam markas maka tidak perlu lagi memanggil Gina untuk membukakan pintu masuk.


Setelah pintu kamar terbuka, dengan cepat Kalina langsung berlari masuk kedalam kamar yang sangat luas tersebut meskipun dengan tangan sedang membawa banyak sekali barang, Kalina menaruh tas belanjaannya di atas sebuah meja yang berada di depan Sofa kemudian langsung melompat ke atas kasur yang terasa sangat empuk saat digunakan.


"Huft ... Akhirnya aku bisa beristirahat setelah dua hari tidak bisa tidur dengan nyenyak," kata Kalina merasa sangat senang bisa berbaring diatas kasur yang empuk tersebut.


Firman yang baru datang karena tadi dirinya harus menutup pintu terlebih dahulu supaya tidak ada yang masuk kedalam, melihat keadaan Kalina yang tampak sangat kelelahan membuat Firman mengurungkan niatnya untuk meminta Kalina untuk menceritakan mengenai masalah yang sedang dihadapi perusahaan, masih ada hari esok untuk waktu bercerita.


Tas belanjaan Kalina yang juga dibawa oleh Firman lumayan banyak lalu diletakan bersama dengan tas belanjaan yang lainnya, setelah itu Firman langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian karena dari kemarin dirinya sama sekali belum mandi ataupun berganti pakaian.


Sementara itu untuk Kalina yang saat ini masih berada diatas kasur empuknya terlihat sedang memejamkan mata ingin segera tidur dikarenakan rasa lelah yang membuat matanya menjadi mengantuk dan ingin tidur sesegera mungkin.


Akan tetapi pada saat akan tertidur tiba-tiba Kalina terbangun kembali karena mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi, Kalina langsung duduk diatas ranjangnya dengan menghadap ke arah pintu kamar mandi yang memang berada tidak jauh dari tempat ranjang berada.


Kalina lalu melihat sekelilingnya untuk mencari keberadaan Firman tetapi tidak menemukannya, akhirnya Kalina mengetahui jika yang sedang berada didalam kamar mandi adalah Firman setelah melihat ada baju yang digunakan oleh Firman tadi sedang tergantung di atas gantungan baju di samping pintu masuk kamar mandi.


Mengetahui jika Firman saat ini berada didalam kamar mandi seketika muncul sebuah ide di kepala Kalina untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan olehnya selama ini.


"Sepertinya ini waktu yang tepat untuk aku melakukan hal itu, walaupun aku merasa lelah tetapi ini semua aku lakukan demi Firman dan juga lagipula aku ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi wanita dewasa, aku iri sekali dengan adik Rina, dia usianya dibawahku akan tetapi pengalaman yang dia miliki jauh diatas diriku," ujar Kalina memantapkan hatinya.

__ADS_1


Kalina merupakan kekasih Firman yang belum pernah disentuh oleh Firman sama sekali karena memang pada saat mereka berdua menjadi pasangan Firman sedang sibuk sekali untuk mengurus mengenai masalah mafia dan harus menyelesaikan tugas dari atasan di kepolisian untuk mengungkap permasalahan perdagangan obat-obatan terlarang.


Maka dari itu Firman belum sempat untuk menikmati waktu berduaan dengan Kalina yang membuat sampai saat ini Kalina masih belum tersentuh sama sekali dan mungkin saja hari ini adalah waktu yang tepat untuk mereka berdua saling menikmati waktu berduaan karena memang tidak ada orang lain saat ini, hanya ada mereka berdua saja di dalam kamar tersebut.


__ADS_2