System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 134 Mengobrol Dengan Gina


__ADS_3

Chapter 134


Firman menyuruh, Yudi untuk membawa keluarganya pulang ke rumahnya yang sudah dibelikan oleh Firman saat perusahaan mereka mulai berkembang.


Setelah berpamitan kepada Firman, Yudi beserta Karmila dan ibunya pergi dari sana untuk kembali kerumah mereka, sebelum pergi dari markas Serigala Hitam.


Karmila memeluk Firman untuk mengucapkan banyak terima kasih karena sudah mempertemukan dirinya dengan ibu yang sangat ia rindukan, Yudi hanya diam saja karena sudah tau bagaimana hubungan mereka sebelumnya.


Yudi juga tidak mempermasalahkan hal itu karena ia menganggap Firman sebagai adiknya jadi tidak masalah, Yudi juga mengucapkan terima kasih karena berkat Firman ia bisa bertemu dengan ibu calon mertuanya. Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan markas Serigala Hitam.


Sementara didalam ruangan masih ada Firman bersama dengan Bagas yang sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting mengenai rencana mereka untuk mengalahkan Black Dragon lalu mengambil alih mafia tersebut.


"Kau persiapkan pasukan jika nanti ada masalah yang tidak bisa aku selesaikan sendiri, jangan lupa pilih orang yang sudah memiliki pengalaman agar nantinya tidak banyak menimbulkan korban yang pastinya akan merugikan kita juga!" seru Firman memerintahkan Bagas.


"Baik Bos! Tapi apakah anda yakin ingin menyerang sendirian kesana, Bos?" tanya Bagas memastikan, ia sama sekali tidak meragukan kemampuan ketuanya itu, tetapi Bagas takut jika nanti Firman terlalu memaksakan dirinya sendiri.


"Kau tenang saja, aku bisa hadapi ini dengan baik, kau jalankan saja apa yang sudah aku perintahkan kepadamu!" balas Firman dengan rasa percaya diri yang tinggi.


Firman bisa seyakin itu bukanlah tanpa alasan, Firman yakin bisa melawan kelompok itu sendirian karena Firman sudah melakukan banyak sekali persiapan untuk persiapan menyerang Black Dragon.


Semua telah Firman persiapkan, baik itu senjata yang akan digunakan pada saat menyusup ke markas mereka nanti, maupun persiapan alat-alat yang dibutuhkan oleh Firman lainya.


Alat komunikasi juga telah siap digunakan, tinggal eksekusi rencana saja yang waktunya akan ditentukan oleh Firman setelah berdiskusi dengan petinggi kepolisian nanti.


Firman memang akan melapor terlebih dahulu tentang rencana nya kali ini karena penyerangan kali ini juga berhubungan dengan tugasnya sebagai komandan kepolisian.


Dari data yang sudah didapatkan oleh Firman pada saat meretas data base mafia Black Dragon, ditemukan sebuah fakta bahwasanya kelompok mafia tersebut ternyata adalah salah satu rekan bisnis dari mafia luar negeri, Rich Devil.


Hal itu semakin membuat Firman semangat lantaran ia bisa mendapatkan banyak bukti lainya untuk mengetahui keberadaan markas dari mafia Rich Devil melalui rekan bisnis nya.


'Meskipun aku belum mengetahui kekuatan mereka sampai sekuat apa, tapi aku harus tetap yakin agar masalah ini cepat selesai dan aku bisa menaklukan mereka dengan cepat!' batin Firman dengan semangat yang menggebu-gebu karena ini penyerangan yang telah ia nanti selama ini.


Karena hari sudah sangat larut, bahkan sudah hampir pagi sedangkan Firman belum tidur sama sekali, alhasil Bagas disuruh keluar oleh Firman lalu ia tidur di dalam kamar yang ada dudalam ruangan miliknya.

__ADS_1


Sebelum tidur, Firman tiba-tiba teringat dengan teman sekolahnya dahulu yang dikenalnya pada saat sedang melakukan praktek di lab komputer, yaitu Gina.


"Kira-kira dia ada dimana ya? Sudah sangat lama aku tidak berhubungan dengannya," monolog Firman berbaring diatas kasur memandang langit-langit kamarnya.


"Oh iya...Aku kan punya kontak nya, aku hubungi saja dia dan bertanya tentang kabar dia sekarang," ucap Firman baru ingat.


Firman mengambil handphone miliknya yang ada di samping tempat tidur lalu mulai mencari kontak Gina yang tersimpan di dalam handphone nya tersebut.


Setelah ketemu, Firman langsung menghubungi kontak tersebut, tidak lama kemudian sambungan telepon mulai terhubung dan Gina mengangkat teleponnya.


"Halo ada apa sa...Firman!" ucap suara lembut Gina dari seberang telepon sana.


"Halo Gin, apa kabar kamu?" tanya Firman basa-basi sedikit.


"Aku baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana?" tanya Gina balik.


"Baik juga, sudah lama kita tidak berhubungan, aku sendiri tidak tau kamu ada dimana," ujar Firman.


"Oh...Begitukah, aku pikir kamu masih di sini," balas Firman.


Mereka terus mengobrol lumayan lama dari mulai jam 02.00 sampai menjelang pagi, semua topik obrolan mereka bicarakan.


Tampak dari nada bicaranya sudah sangat terlihat jika Gina sangat menantikan bisa mengobrol dengan Firman, bagaimanapun juga Firman merupakan laki-laki yang ia cintai selama ini.


Setelah selesai mengobrol melalui telepon, Firman mengakhiri sambungan telepon mereka lalu bergegas tidur karena matanya sudah terasa sangat mengantuk sekali.


...........


Sedangkan di sisi Gina saat ini hatinya merasa sangat senang sekali karena bisa berbicara dengan sang pujaan hati yang telah sangat lama ia nantikan.


Setelah beberapa waktu tidak berhubungan dengan Firman, akhirnya malam ini ia bisa mengobrol banyak dengan Firman, sungguh bahagia perasaan Gina saat ini.


Gina berada di dalam kamar miliknya yang besar menggunakan baju tidur transparan miliknya yang memperlihatkan dengan jelas semua lekuk tubuh Gina yang sangat amat menggoda.

__ADS_1


"Ahk...Aku senang sekali akhirnya bisa berbicara kembali dengan dia!" ucap Gina berguling-guling di kasur sanking senangnya.


Huft...Huft...


Gina menarik nafas perlahan lalu mengeluarkannya kembali untuk menenangkan dirinya yang sangat antusias hingga jantungnya berdetak sangat kencang.


"Aku terlalu semangat sampai tadi hampir memanggil dia dengan sebutan sayang, akh...! Aku sangat bahagia!" ujarnya dengan wajah yang sudah sangat memerah.


"Entah kenapa membayangkan dirinya membuat tubuhku menjadi panas...Ugh..." ucap Gina memandang tubuhnya sendiri yang mulai merasa tidak enak.


Gina menahan gejolak di tubuhnya agar tidak melakukan hal yang menjijikan, yang seharusnya sudah kalian tau apa maksudnya jika ada seseorang sedang panas tubuhnya tapi tidak memiliki pasangan untuk melampiaskannya. Gina menenangkan dirinya dengan cara memeluk sebuah bantal yang ada foto Firman nya di sana.


Tidak hanya bantal saja, bahkan sprei, selimut, wallpaper dinding, bahkan sampai pajangan foto juga semuanya ada wajah Firman terpampang di setiap sudut kamar milik Gina.


Cinta dengan obsesi memang sulit dibedakan, tapi bagi Gina itu suatu yang harus ia lakukan karena perasaan nya kepada Firman memang sangat dalam.


"Aku sangat mencintai kamu sayangku ~ " ucap Gina sebelum tidur sembari memeluk bantal Firman.


Setelah menenangkan gejolak panas yang ada pada tubuhnya, akhirnya Gina bisa tidur dengan nyenyak memimpikan Firman dalam tidurnya dengan senyum kebahagiaan terlukis indah di wajahnya.


Gina tidak peduli jika Firman telah memiliki wanita lain dalam hatinya, ia akan selalu mencintai Firman dan rela menjadi kekasih ke berapapun untuk Firman asalkan tetap bisa bersama dengannya.


Cinta seorang wanita memang tidak dapat diremehkan, jika seorang wanita sudah mengucapkan kata cinta tulus dari lubuk hatinya maka bisa di jamin seribu lelaki yang mendekatinya tidaka akan pernah bisa menggoyahkan hati wanita tersebut dari orang yang dicintainya.


Namun sebaliknya, jika wanita hanya menginginkan harta saja ataupun ketampanan pria, bisa dijamin jika ada pria yang lebih baik dari pasangannya maka wanita itu akan berpaling dari pasangannya dan mendekati pria baru tersebut.


Begitu Pula pria juga sama, jadi semua orang sejatinya memiliki sifat yang sama akan kekayaan dan penampilan untuk memilih pasangan mereka, tetapi cara mereka untuk menghargai pasangan mereka itulah yang berbeda-beda.


Ada yang melalui harta dan ada pula yang melalui kasih sayang serta perhatian, tidak ada pasangan yang sempurna di dunia ini yang ada hanya pasangan yang saling melengkapi untuk melengkapi satu sama lain dan membuat kehidupan bersama yang sempurna sampai hari tua.


Beruntunglah bagi orang yang memiliki pasangan setia dan dapat menerima keadaan pasangan satu sama lain dengan baik tanpa memandang status maupun harta yang dimilikinya.


*Yo...Kembali bersama author hehehe...Author agak iri sama Firman karena punya banyak wanita yang menemaninya, ugh...Gina idaman banget!!! Ahhk......!!!

__ADS_1


__ADS_2