System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 124 Mencari Informasi Tentang Musuh


__ADS_3

Chapter 124


Keesokan harinya Firman yang baru bangun membuka matanya setelah mendengar suara alarm jam miliknya yang telah dipasang untuk membantunya bangun pagi agar tidak terlambat melakukan aktivitas.


Firman bangun dan melihat di sampingnya ada seorang wanita cantik yang masih tertidur pulas di balik selimut yang menutupi setengah badannya yang polos tanpa busana sama sekali.


Sejenak Firman memandangi wajah cantik Rina yang tidur dengan memeluk tubuhnya seperti guling, "Beruntungnya aku bisa memiliki kalian di sisi ku, semua ini karena adanya System yang telah membantuku keluar dari keterpurukan."


'Terima kasih System,' ucap Firman dalam pikiranya.


[Ding...Sama-Sama Host...Sudah Tugas System Untuk Selalu Membantu Host.]


Firman tersenyum mendengar jawaban dari System nya, sebenarnya ia sangat penasaran darimana asal-usul dari System, tidak mungkin di jaman ini bisa ada sebuah teknologi yang sangat hebat seperti System.


'System, sebenarnya dari mana asalmu dan mengapa kau bisa memilihku menjadi pemilik mu?' tanya Firman penasaran.


[Ding...Host Belum Dapat Mengetahui Hal tersebut Karena Informasi Itu Sangat Rahasia...


Host Akan Tahu Pada Saat Waktunya Tiba.]


Rasa kecewa membuat Firman menundukan kepalanya karena tidak mendapatkan jawaban yang bagus dari System, tetapi Firman juga tidak dapat memaksakan keinginannya tersebut.


"Baiklah, waktunya olahraga pagi!" Firman melepaskan pelukan Rina lalu bangun dari kasur dengan masih dalam keadaan polos tanpa busana.


Firman beranjak dari atas kasur berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah beberapa menit mandi, Firman keluar dengan hanya menggunakan handuk lalu berjalan menuju lemari untuk berganti pakaian.


"Kamu kenapa tidak membangunkan ku?" sebuah suara terdengar bertanya kepada Firman.


Firman berbalik untuk melihat siapa yang bersuara barusan, ternyata itu Tina yang baru saja bangun karena mendengar suara Firman yang membuka lemari, "Kamu tadi tidurnya nyenyak sekali, aku tidak tega membangunkan kamu jadinya," jawab Firman sambil memilih baju mana yang akan ia kenakan.


"Kamu tidak sekolah?" tanya Firman kepada Rina.


"Sekolah sih... tapi aku males sebenernya apalagi badanku capek karena digempur habis-habisan sama kamu semalem!" balas Rina kesal sambil memberikan Firman tatapan tajam.


"Kan kamu yang minta, kamu bilang aku terlalu lembut, jadi aku kuatkan lagi kamu malah kesal," balas Firman santai selesai memakai baju untuk berolahraga pagi.


Rina masih kesal kepada Firman karena dibuat pegal-pegal badanya oleh Firman gara-gara semalam, "Kamu mandi lalu ganti baju seragam, nanti aku antarkan ke sekolah," ucap Firman sambil memakai sepatunya.

__ADS_1


"Benarkah!? Kamu beneran mau mengantarku ke sekolah!?" tanya Rina sangat antusias dengan wajah berseri senang.


"Iya benar, cepat mandi sana, nanti kamu terlambat jika tidak bergegas, kita juga belum sarapan," balas Firman yang membuat Rina tersenyum senang.


Rina langsung berdiri beranjak dari atas kasur lalu berjalan ke arah Firman kemudian mencium pipinya lalu berlari ke masuk kedalam kamar mandi, Firman hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kekasih paling mudanya tersebut.


Firman keluar rumah untuk berolahraga keliling sekitaran rumahnya saja, meski hanya keliling rumah saja tetapi itu sangat melelahkan karena rumah Firman sangat besar hingga membutuhkan beberapa jam untuk berkeliling saja.


Karena Firman memiliki fisik yang diatas manusia normal, ia dengan mudah berkeliling rumah hanya dengan waktu lima belas menit saja, serta ditambah beberapa kali pemanasan seperti push up dan sit up.


Jam sudah menunjukan pukul 06.30 waktunya sarapan lalu mengantar Rina pergi ke sekolah, Firman berjalan kaki dari halaman belakang rumahnya pergi kedalam.


[Ding...Misi Harian Telah Dilaksanakan...


Hadiah :Skill Memakai Tombak Tingkat Tinggi


Apakah Host Ingin Memasang Skill?]


Saat dalam perjalanan untuk kembali masuk, notifikasi dari System terdengar di pikiran Firman, "Langsung pasang saja System," jawab Firman sembari terus berjalan masuk kedalam rumahnya.


[Ding...Memasang Skill Hadiah Dimulai...


20%...


40%...


60%...


80%...


100%...


Skill Memakai Tombak Tingkat Tinggi Selesai Dipasang.]


"Menggala tidak ada efek seperti pada pemasangan skill biasanya ya?" gumam Firman bertanya-tanya.


Firman bingung lantaran biasanya pada saat memasang skill ia akan merasakan sedikit sakit ataupun hanya rasa dingin pada kepalanya dan informasi tentang skill tersebut masuk ke kepalanya.

__ADS_1


Tetapi saat ini Firman hanya merasakan skill yang ia pasang masuk ke dalam otaknya tanpa ada efek sakit sedikitpun.


[Ding...Itu Karena Tubuh Host Sudah Kuat Menahan Efek Pemasangan Skill Makanya Host Tidak Merasakan Sakit Sama Sekali.]


"Oh...Seperti itu, baiklah ada untungnya juga kalau begitu, aku jadi tidak perlu merasa kesakitan lagi bila memang skill," ucap Firman bahagia, tetapi itu tidak bertahan lama setelah mendengar ucapan System.


[Ding...Host Tetap Akan Merasakan Efek Saat Memasang Skill Tingkat Master.]


Wajah Firman seketika menjadi suram mendengarnya, "Huh...Pasarah saja lah, hanya pemasangan skill master saja sedangkan yang lain tidak."


Firman sampai di ruang makan dan langsung duduk di kursi untuk menunggu makanan datang, lalu terlihat ibunya bersama dengan Ika dan Jia Li berjalan sambil membawa masakan yang baru mereka buat.


Setelah selesai menyajikan makanan, datanglah yang lain bergabung untuk sarapan, mereka pun sarapan bersama dengan masakan dari Tari, Ika, dan Jia Li.


"Masakan kalian tetap saja rasanya sangat enak sejak awal aku mencobanya, apalagi masakan yang dibuat Ibu, aku sudah lama tidak memakannya!" ujar Firman sangat bersemangat memakan setiap gigitan yang masuk kedalam mulutnya.


Ika dan Jia Li yang dipuji oleh Firman merasa sangat senang, sedangkan kekasih Firman yang lainnya iri karena belum bisa memasak sehebat mereka berdua.


Melihat ketiga calon menantunya tampak murung, Tari kemudian berkata kepada mereka, "Kalian juga bisa pintar masak seperti mereka asal mau belajar, nanti Ibu akan mengajari kalian memasak."


Ketiganya mengangguk dengan sangat senang dan antusias mendengar ucapan Tari barusan, " Baik Bu," jawab mereka bersamaan tersenyum senang.


Firman tersenyum bahagia melihat interaksi keluarga yang sangat harmonis tanpa ada konflik. Setelah selesai sarapan, mereka bersiap untuk melakukan aktivitas masing-masing.


Sedangkan Firman menyiapkan mobilnya untuk pergi mengantar Rina ke sekolahnya sesuai janjinya tadi pagi.


Di saat Firman sedang menyiapkan mobilnya, tiba-tiba handphone nya berbunyi menandakan pesan masuk, Firman kemudian mengambil handphone nya yang ada di saku celananya lalu melihat pesan yang terkirim dari Bagas tersebut.


Di pesan tersebut tertulis jika Bagas akan membawa orang yang diminta oleh Firman semalam ke markas dalam waktu satu minggu kedepan ataupun lebih tergantung ada masalah atau tidak disaat membawanya nanti.


Firman tidak membalasnya dan langsung meletakan kembali handphone nya di saku, tetapi sekali lagi terdengar notifikasi suara pesan masuk yang sekarang dari asisten nya di kepolisian.


Di pesan tersebut tertera semua informasi yang Firman inginkan kemarin tentang kelompok mafia Rich Devil, tetapi yang membuat Firman bingung sekaligus heran adalah informasi tentang ketua mereka yang tidak bernama dan semua data tentangnya disamarkan.


"Jika tidak salah nama ketua mereka Richard, mengapa semua data tentangnya tidak lengkap? Sungguh mencurigakan, aku akan menyelidikinya sendiri nanti," ucap Firman kemudian melihat pesan lainya tentang kelompok mafia Black Dragon yang diketuai oleh pria yang bernama Raja.


"Hmm...Aku belum pernah mendengar nama Raja sebelumnya, siapa dia mengapa dia membuat masalah denganku? Padahal aku tidak pernah mengusik mereka?" Firman bertanya-tanya siapa kelompok mafia Black Dragon ini dan apa hal yang bisa membuat mereka menyerang dirinya beberapa hari lalu.

__ADS_1


Firman tersadar dari lamunannya pada saat Rina datang sudah siap untuk berangkat menuju sekolahnya.


Mereka berdua masuk kedalam mobil kemudian berjalan menuju sekolah Rina dengan Firman yang menyetir.


__ADS_2