
Chapter 89
Setelah selesai beres beres lalu Firman menghampiri Jia Li yang masih membersihkan tubuhnya hingga bersih.
"Firman kenapa cepat sekali mandinya, airnya enak banget rasanya sejuk banget, ayo sini mandi lagi." Ucap Jia Li memanggil Firman yang sampai di tepi sungai sampai membawa barang bawaan mereka.
"Tidak, aku sudah cukup bersih bersihnya." Jawab Firman menunggu di tepi sungai sampai Jia Li selesai.
Setelah beberapa menit kemudian Jia Li terlihat berjalan menuju Firman dengan tubuh polos tanpa balutan pakaian, Jia Li juga terlihat sudah mulai hilang rasa sakitnya yang dirasakan di bagian bawah tubuhnya.
"Ini bajumu, ganti saja di belakang pohon besar itu." Ucap Firman memberikan baju ganti yang diambil dari dalam tas ransel yang dibawa oleh Jia Li.
Yang membuat Firman kaget berikutnya adalah kelakuan Jia Li yang bukanya berganti pakaian seperti yang disuruh Firman yaitu dibelakang sebuah pohon, Jia Li justru berganti bajunya di depan Firman saat itu juga yang membuat Firman hanya bisa pasrah sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Sudah Firman, ayo kita jalan lagi." Ucap Jia Li terlihat sangat bersemangat.
'Gadis yang aneh, tadi memaki maki sekarang malah sebaliknya.' Batin Firman sambil menatap Jia Li yang berjalan di depannya sambil membawa tas ransel miliknya.
Aduh.......
Tiba tiba Jia Li terpeleset jatuh karena jalannya yang licin, karena terpeleset itu juga rasa sakit di area bawah Jia Li kembali lagi yang membuat Jia Li mengaduh kesakitan.
Firman yang melihatnya dengan cepat langsung menggendong Jia Li di depannya dengan posisi seperti induk koala yang menggendong anaknya, Jia Li juga mempererat gendongan nya pada tubuh Firman agar tidak jatuh.
Mereka Pun melanjutkan perjalanan dengan Jia Li yang berada di gendongan Firman menyusuri jalanan menanjak menuju puncak gunung yang lumayan tinggi tersebut.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan Jia Li terus mengoceh tentang apapun yang mana hal itu membuat Firman merasa senang karena merasa ramai dengan adanya Jia Li bersamanya.
Tiba tiba Firman terpikirkan sebuah pertanyaan yang ingin ditanyakan sejak pertama kali bertemu Jia Li semalam.
"Kamu bisa ada di negara ini bagaimana ceritanya?" Pertanyaan itu Firman yang seketika membuat Jia Li terdiam seperti sedang merasakan kesedihan yang teramat dalam atas apa yang telah dirasakannya.
Melihat ada jejak kesedihan di wajah Jia Li membuat Firman berhenti sebentar untuk mengelus kepala Jia Li memberikan rasa nyaman kepadanya agar tidak merasa sedih lagi.
Jia Li yang mendapatkan perlakuan manis seperti itu dari Firman langsung membuat hatinya berbunga bunga, rasa sedih yang dirasakanya tadi hilang tergantikan dengan rasa nyaman saat berada di dekat Firman.
"Jika kamu belum siap untuk bercerita tidak apa apa." Ucap Firman lalu melanjutkan perjalanan dengan Jia Li yang masih ada digendongannya.
"Tidak apa apa, aku akan menceritakan nya." Balas Jia Li lalu memulai cerita tentang kehidupannya yang bisa dikatakan hancur itu.
Kehidupan Jia Li sangatlah mapan bergelimang harta, karena latar belakang keluarganya yang merupakan pengusaha terkenal dengan banyak sekali bidang usahanya, orang tua Jia Li sendiri sangat menyayangi Jia Li dengan sepenuh hati.
Namun hidup bergelimang harta dan bahagia bersama keluarga itu tidak berlangsung lama, karena setelah kematian ayah Jia Li beberapa tahun lalu membuat kehidupan Jia Li berubah seketika.
Orang yang selalu menyayangi Jia Li telah meninggal yaitu ayahnya, sebab kematian ayahnya juga tidak begitu jelas. Dokter yang memeriksa mengatakan jika ayah Jia Li meninggal lantaran sakit tapi apa yang dilihat Jia Li saat ayahnya mati tidak menunjukan jika ayahnya sakit.
Ayah Jia Li meninggal dengan keadaan ada beberapa luka lebam seperti di leher yang tersamarkan jadi kurang terlihat jelas, lalu pada saat melakukan otopsi dokter menemukan adanya sebuah zat yang asing berada di dalam tubuh ayah Jia Li.
Tapi semua asumsi asal kematian ayah Jia Li itu langsung ditepis oleh ibunya, ibu Jia Li berkata jika suaminya tersebut sedang sakit jadi bisa meninggal, alhasil orang orang percaya saja dan berpikiran ayah Jia Li memang meninggal karena sakit.
Tapi bagi Jia Li tidak seperti itu, sosok ayah yang selalu menjaganya hilang membuat kehidupan Jia Li hancur seketika, ibunya yang dulu terlihat sangat menyayangi Jia Li tiba tiba menjadi berubah.
__ADS_1
Ibu Jia Li sering menyiksanya memukul ataupun memperlakukan Jia Li layaknya seorang pelayan rendahan, tidak ada yang berani membantunya karena takut kepada ibu Jia Li yang telah mendapatkan 100% harta dari mendiang ayah Jia Li.
Bukan hanya kekerasan secara fisik, bahkan kekerasan secara mental juga dilakukan seperti mencaci maki Jia Li hingga membuat Jia Li yang dulunya anak yang ceria sekarang berubah menjadi anak yang pendiam cenderung tertutup.
Sampai pada akhirnya kejadian itu terjadi, seorang pria datang ke dalam kehidupan keluarga Jia Li. Pria itu merupakan kekasih baru dari ibunya yang ternyata pria tersebut adalah paman Jia Li atau adik dari ayahnya Jia Li.
Kedatangan pria itu membuat keberadaan Jia Li semakin tersingkirkan sampai pernah Jia Li ingin dilecehkan oleh pamannya tersebut tapi Jia Li yang ahli bela diri melawannya.
Bukanya membela sang anak, ibunya justru membela paman Jia Li yang telah menjadi kekasihnya. Pamannya ternyata telah memprovokasi ibu Jia Li dengan cara membuat cerita palsu jika Jia Li lah yang ingin menggodanya tapi sang paman menolak sehingga terjadilah perkelahian itu.
Cerita itu membuat ibu Jia Li langsung mengusir sang anak pergi dari rumah tanpa memberikan sepeser uang sama sekali, untungnya ada beberapa pelayan rumah yang baik memberikan beberapa uang untuk Jia Li bertahan hidup sementara.
Jia Li pergi ke luar negeri untuk menenangkan pikirannya sekaligus membuat kehidupan baru jauh dari keluarga yang telah membuangnya.
Kehidupan seorang anak yang dibuang oleh orang tuanya sendiri hanya karena ada pihak lain yang memprovokasi, sungguh malang nasib Jia Li.
Untungnya sekarang Jia Li bertemu dengan Firman yang membantunya menghilangkan rasa sakit tersebut, diharapkan dengan adanya Firman dalam kehidupan Jia Li membuatnya bisa melupakan masalah yang telah membuat Jia Li tersiksa selama bertahun tahun dari kecil.
Seorang wanita kuat seperti Jia Li yang telah merasakan pahitnya kehidupan dari ia kecil membuat Jia Li menjadi sosok yang mandiri tidak bergantung pada orang lain karena terbiasa hidup sendiri dari kecil.
Tapi hidup tanpa kasih sayang membuat Jia Li merasa hidupnya hampa sendirian tanpa ada yang menemaninya. Itulah kisah hidup Jia Li mulai dari awal hingga sampai bertemu dengan Firman.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
...Terima Kasih...
__ADS_1