System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 194 Menikmati Indahnya Malam


__ADS_3

Chapter 194


Saat Firman memejamkan mata beberapa menit hendak tidur, tiba-tiba ada sebuah sentuhan yang ia rasakan diatas tubuhnya, sentuhan tersebut seperti memancing Firman untuk melakukan sesuatu.


Karena merasakan sentuhan tersebut, Firman yang hendak tidur memejamkan mata langsung bangun membuka matanya dan melihat siapa yang sedang berada diatas tubuhnya saat ini, orang yang sepertinya dengan sengaja ingin menggoda dirinya.


Ketika sudah bangun dan membuka matanya, Firman sangat terkejut tapi masih dengan ekspresi biasa di wajahnya supaya keterkejutannya tidak terlihat dengan jelas.


Bagaimana tidak kaget, saat Firman melihat ada seorang wanita yang berada diatas tubuhnya duduk diatas perut Firman dalam posisi yang sangat mengg4irahkan sekali.


Wanita tersebut sudah pasti adalah Gina yang baru keluar dari dalam ruangan ganti langsung duduk diatas tubuh Firman yang sedang berbaring diatas kasur memejamkan mata hendak tidur.


"Kenapa lagi?" tanya Firman yang masih menahan keinginan yang bergejolak di dalam dirinya ingin segera dikeluarkan.


Gina yang berada diatas perut Firman tersenyum lalu menjawab dengan nada yang sangat menggoda sekali, "Tidak ada sayang ~ aku hanya ingin melakukan beberapa latihan kecil saja bersama kekasihku tersayang ~ "


Mendengar ucapan Gina dengan nada yang sangat menggoda membuat Firman semakin terpancing, apalagi saat sebelum akan tidur tadi dirinya sedang berusaha menahan hasrat di dalam tubuhnya supaya tidak keluar.


"Jangan memancingku, kamu tadi mengatakan sedang lelah, jadi tidurlah jika memang benar-benar lelah," ucap Firman dengan wajah santai tetapi matanya selalu terpaku pada dua buah gumpalan besar yang berada di depannya.


"Aku tidak lelah sayangku ~ jadi apakah kamu mau bermain denganku malam ini?" tanya Gina dengan sangat menggoda.


Tangan Gina menari dengan indahnya mengelus dada Firman yang sudah terlepas kancingnya jadi bisa terlihat dengan jelas dada bidang Firman dengan otot yang kuat ada disana idaman para wanita.


Sementara itu Firman yang sedari tadi menahan gejolak didalam tubuhnya sekarang sudah tidak dapat menahannya lagi, apalagi saat Firman melihat penampilan gina yang sangat menggoda iman para kaum pria yang melihatnya.


Firman menarik ludah kasar melihat penampilan Gina saat ini. Dengan menggunakan pakaian yang sangat tipis berwarna hitam yang membuat tubuh indah seksi yang dimiliki oleh Gina terlihat sangat jelas didepan mata Firman saat ini.


Pakaian yang dikenakan Gina terlihat transparan hingga membuat pucuk berwarna merah muda dibagian atas dua gumpalan besar milik Gina terlihat sangat jelas, dengan ujung pakaian berenda membuat kesan seksi sangat terlihat pada diri Gina.


Apalagi ditambah dengan kalung yang diberikan oleh Firman tadi melingkar indah di leher Gina yang menambah kecantikan Gina berkali-kali lipat dari sebelumnya, wajah cantik dengan tubuh menggoda, sangat pas sekali.


Ditambah lampu yang agak redup membuat suasana menjadi semakin mendukung untuk melakukan kegiatan malam antara laki-laki dan wanita. Lampu redup karena memang tadi Firman hanya menghidupkan lampu tidur saja untuk mengurangi cahaya supaya bisa tidur dengan nyenyak tanpa terganggu cahaya lampu yang berlebihan.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan," kata Firman yang langsung bangkut dari tidurnya.


Firman langsung berpindah posisi dengan menindih tubuh Gina dibawah dirinya, bisa dilihat dengan jelas tubuh mulus putih bak bidadari terlihat jelas dimata Firman, hal itu membuat jiwa monster yang berada pada diri Firman langsung terbangun ingin segera memakan Gina.


Dengan lincahnya tangan Firman langsung bersarang di atas dua gumpalan besar milik Gina, tangan tersebut bergerak dengan lembut membelai setiap bagian dari dua gumpalan itu hingga membuat sang empunya merintih kenikmatan.


Sementara satu tangan yang lainnya bergerak kebagian bawah untuk mencari lembah kenikmatan milik Gina untuk diberikan kenikmatan yang lebih, supaya Gina menjadi lebih merasakan kesenangan lagi.

__ADS_1


"Ahg ... Sayang permainan tangan kamu memang yang terbaik uhh ..." suara Gina terdengar sangat menikmati permainan yang dilakukan oleh tangan Firman.


Tangan Firman terus bermain-main dengan tubuh Gina bagian atas sampai bagian bawah di lembah kenikmatan. Saat tangan tersebut mengelus dan meremas dengan kuatnya membuat Gina mengerang kenikmatan karena ulah Firman.


Gina juga tidak ingin tinggal diam, kedua tangannya sudah dikalungkan pada leher Firman lalu menekan kepala Firman untuk ke bawah kemudian menciumnya dengan lembut.


"Cium aku sayang ..."


Kedua bibir saling memberi kenikmatan satu sama lain, bibir Gina menyusuri setiap sudut bibir Firman dengan lidahnya, mencari tempat yang paling nikmat untuk dihisap.


Setelah puas mencium bibir Gina yang sangat manis rasanya, Firman beralih ke bagian bawah tepatnya di area leher jenjang Gina yang terlihat sudah siap untuk disantap oleh Firman.


Dengan mudahnya Firman menciumi kulit leher Gina hingga meninggalkan beberapa jejak merah, tanda kepemilikan ditempatkan oleh Firman diberbagai tempat untuk memperjelas bahwasanya Gina adalah wanitanya.


Tangan Firman yang tadi berada di bawah sekarang telah beralih untuk membuka pakaian Gina hingga saat ini terlihat wanita cantik tersebut sudah tidak mengenakan apapun sama sekali, jadi kulit putih mulusnya terlihat sangat jelas.


Firman bangkut dari atas tubuh Gina kemudian ia melepaskan seluruh pakaian yang melekat pada tubuhnya dari atas sampai bawah hingga tidak menyisakan satu pakaian pun, setelah lepas seluruhnya Firman duduk ditepi ranjang.


Melihat kekasihnya duduk ditepi ranjang, Gina mengerti apa yang diinginkan oleh Firman, jadi ia berdiri lalu beranjak dari atas ranjang untuk berjongkok di depan Firman yang menunggunya sambil terus menatap tubuh indah yang dimiliki oleh Gina.


Setelah berada di depan Firman dan berjongkok di depannya, Gina menyentuh tongkat milik Firman yang ukuranya terlihat semakin bertambah besar dari pertama kali mereka berhubungan beberapa waktu lalu.


Tangan Gina masih memegang tongkat milik Firman dan memaju mundurkan tangannya yang membuat Firman merem melek menikmati sentuhan tersebut sampai tidak tau jika Gina sedang bertanya kepadanya.


Firman tidak mendengar apa yang dikatakan Gina barusan karena sangking enaknya menikmati permainan tangan yang dilakukan oleh Gina pada tongkat sakti besar miliknya, permainan tangan yang membuat para kaum pria merintih penuh kenikmatan.


Melihat sang kekasih yang tidak menanggapi pertanyaannya, Gina merasa kesal lalu berniat untuk melampiaskan kekesalannya dengan langsung meremas tongkat milik Firman dengan sangat kencang hingga membuat Firman kaget merasakan tongkatnya yang diremas sangat kuat oleh Gina.


"Hey...! Mengapa kamu meremasnya sangat kuat, kamu pikir tidak sakit apa diperlakukan seperti itu!" ujar Firman tidak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan oleh Gina.


"Habisnya kamu aku bertanya malah diam saja, justru menikmati apa yang aku lakukan! Hump!" balas Gina cemberut.


Gina berdiri dari tempatnya tadi kemudian berjalan menuju atas ranjang lalu berbaring disana membelakangi Firman yang berada di belakangnya dengan keadaan kebingungan, Gina mengambil selimut di bawahnya dan langsung menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut sampai kepala.


'Ada apalagi dengan wanita ini?' batin Firman bingung dengan tingkah Gina.


Karena Firman memang tidak mengetahui apa penyebab hingga Gina merasa sangat kesal seperti itu, padahal Firman tadi hanya menikmati permainan yang dilakukan oleh Gina saja tanpa ada maksud apapun.


Tapi karena gejolak yang berada didalam tubuhnya sudah sangat ingin dilampiaskan, akhirnya Firman langsung mendekati Gina kemudian membuka selimut yang menutupinya hingga membuat tubuh Gina terlihat seluruhnya.


Gina awalnya sangat terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Firman tersebut tapi dirinya hanya diam saja tidak menanggapinya lantaran masih kesal karena masalah tadi.

__ADS_1


Melihat Gina hanya diam saja, tanpa pikir panjang Firman langsumg menindih tubuh Gina kemudian melancarkan aksinya menerobos masuk kedalam pertahanan Gina.


Tongkat panjang besar milik Firman dengan mudahnya langsung masuk ke dalam lembah basah milik Gina yang sudah sangat siap untuk dimasuki, dengan menggoyangkan pinggulnya perlahan-lahan Furman memberikan kenikmatan yang tiada taranya kepada Gina.


Sementara itu Gina yang tadi terlihat menolak karena masih kesal dengan sang kekasih, sekarang justru menikmati apa yang dilakukan oleh Firman terhadap dirinya, tangan Gina melingkar manis pada leher Firman sementara mulutnya terus mengeluarkan suara penuh kenikmatan yang membuat Firman semakin bersemangat menggoyangkan pinggulnya.


Firman menggerakan maju mundur pinggulnya dengan kecepatan yang semakin tinggi hingga membuat Gina terlihat semakin merasa kenikmatan sampai dari area lembahnya mengeluarkan aliran air mancur yang mengalir deras tapi tertahan lantaran masih ada tongkat milik Firman yang menutupi jalan keluar air tersebut.


"Sa... Sayang aku ingin keluar..." suara Gina terdengar samar karena tertutupi dengan suara kenikmatan yang terus keluar dari mulutnya.


Mereka berdua terus berhubungan badan hingga tengah malam sampai Gina mebgeluarkan air mancur dari dalam lembah miliknya berkali-kali yang membuat tubuh Gina terasa lemas sekali.


Sementara untuk Firman mengeluarkan air kental dari pucuk tongkat sakti miliknya sebanyak 2 kali dan memasukannya kedalam lembah Gina hingga menembus ke bagian dalam lembah lembut tersebut yang membuat Gina dapat merasakan hangat di dalam area terdalam lembah lembut miliknya tersebut.


Setelah selesai bermain mereka berdua tertidur dengan sangat pulas, sebenarnya untuk Gina bukan tertidur tapi dia pingsan karena kelelahan menghadapi kekuatan yang dimiliki Firman sangat kuat hingga membuat Gina tidak dapat menandinginya sampai pingsan seperti itu.


Sebelum memejamkan matanya untuk ikut tidur menyusul Gina yang sudah tidur dari tadi, Firman terlebih dahulu menyelimuti tubuh mereka berdua menggunakan selimut lalu memeluk Gina untuk memberikan kehangatan di tengah cuaca dingin yang sedang melanda negara-negara di Eropa.


"Kenapa aku merasakan ada firasat aneh, seperti ada yang mengawasiku dari kejauhan," kata Firman sebelum tidur sambil melihat kearah jendela kamar yang terlihat jika diluar sedang terjadi hujan salju.


Entah itu hanya perasaan Firman saja atau memang benar adanya jika ada yang mengawasi mereka dari jarak jauh. Jika memang benar ada yang mengawasi mereka maka Firman akan diam saja selagi tidak membahayakan dirinya dan juga Gina.


...................


Sementara itu diwaktu yang sama namun beda tempat. Ada beberapa orang berpakaian hitam yang sedang mengintai tempat menginap Firman dan Gina dari jarak yang tidak terlalu jauh.


Bisa dilihat dari beberapa orang tersebut ada yang membawa senjata berupa pistol dan pisau besar, entah apa motif yang mereka miliki sampai mengintai Firman dan Gina seperti itu di tengah malam begini.


"Bagaimana? Apakah kau sudah mengkonfirmasi keberadaan orang itu kepada anak buahmu yang ada di dalam?" tanya seorang pria kepada anak buahnya yang ada disamping dirinya, terlihat anak buah pria tersebut baru saja selesai menghubungi seseorang.


"Sudah Bos, dia mengatakan jika orang yang sedang kita cari memang berada didalam gedung hotel itu bersama dengan wanitanya," jawab anak buah pria tadi.


"Jika memang sudah terkonfirmasi target ada di dalam, terus awasi orang itu, jangan sampai bertindak gegabah karena tugas kita untuk saat ini hanya mengawasi dan memberikan informasi tentang orang itu kepada Ketua," ucap pria tadi yang sepertinya merupakan pimpinan dari beberapa orang yang sedang mengawasi Firman tersebut.


"Baik Bos!" jawab para anak buah pria tadi.


Setelah itu mereka masih terus mengawasi gedung hotel tempat Firman menginap dengan sangat teliti, bahkan setiap orang yang keluar masuk kedung akan mereka perhatikan gerak-geriknya untuk mencari informasi tentang keberadaan Firman.


Belum diketahui dari mana kelompok yang mengawasi Firman itu berasal, tapi yang pasti kelompok yang terdiri dari beberapa orang berpakaian serba hitam itu tampak sangat terlatih dalam bidangnya masing-masing, apalagi dengan senjata yang mereka bawa terlihat asli dan memiliki peluru di dalamnya.


Mereka ditugaskan oleh orang yang mereka sebut dengan ketua untuk mengawasi Firman lalu melaporkan setiap penemuan yang didapatkan kepada orang yang dipanggil ketua tersebut, jadi mereka belum bisa langsung bergerak untuk menghabisi Firman lantaran belum ada perintah langsung dari atasannya.

__ADS_1


__ADS_2