System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 93 Persetujuan Kekasih


__ADS_3

Chapter 93


Firman dan juga Jia Li sudah sampai di bawah tepatnya di parkiran mobil Firman, mereka juga tidak lupa membawa si serigala yang terus mengikuti Firman hingga sampai ke bawah gunung.


"Sayang, apakah kita mau membawa dia?" tanya Jia Li melihat si serigala tersebut sudah ada di dalam mobil bagian kursi belakang.


"Mungkin iya, lumayan jika mempunyai peliharaan seperti dia." jawab Firman santai sambil memasukan barang barangnya ke dalam mobil.


Mereka berdua lalu masuk kedalam mobil dan pergi dari sana bersama si serigala, sepanjang perjalanan Jia Li terus bertanya tanya mengenai kekasih Firman yang lain.


Tujuan Jia Li bertanya seperti itu hanya untuk lebih mengenal mereka agar nantinya mudah mengambil hati kekasih Firman yang lain agar diijinkan untuk menjadi kekasih yang keempat Firman.


Perjalanan yang lumayan lama membuat Jia Li tertidur di samping Firman, hingga sampailah mobil Firman di depan rumahnya lalu langsung masuk berhenti di depan rumah.


Terlihat di sana juga ada mobil Anggita yang terparkir, kemungkinan Anggita ada dirumah juga.


"Sepertinya akan ada perang sebentar lagi." ucap Firman melihat ke arah pintu rumah yang sudah ada tiga wanita menatap kearah mobil Firman dengan tatapan tajam.


Seakan tidak merasa bersalah sama sekali, Firman keluar dari mobil lalu membuka pintu samping sambil menggendong Jia Li yang masih tertidur.


Firman membawa Jia Li masuk kedalam rumah diiringi tatapan tajam para wanitanya yang terus memperhatikan Firman sedari tadi ingin menuntut penjelasan darinya.


Setelah selesai membawa Jia Li ke salah satu kamar untuk istirahat, Firman juga tidak lupa untuk mengeluarkan serigala yang ia bawa lalu dilepaskan di taman belakang yang luas dibatasi oleh tembok agar tidak keluar daerah rumah.


"Bisa tolong jelaskan apa yang terjadi selama tiga hari ini kamu pergi, SAYANG!?" Rina bertanya dengan ekspresi yang menakutkan tangan yang disilangkan di dada dan mata yang menatap Firman tajam.


Firman pun menjelaskan semua yang terjadi selama ia pergi, tidak ada yang dikurangi sama sekali bahkan sampai pertemuannya dengan Jia Li juga diceritakan oleh Firman sampai selesai.


Ketiga kekasihnya hanya mendengarkan dengan patuh tanpa menjeda cerita Firman, hingga sampai akhirnya Firman selesai bercerita.


"Jadi Jia Li akan menjadi saudari kita juga?" tanya Anggita yang sedari tadi diam.

__ADS_1


"Iya." jawab singkat Firman.


"Huh...Baru pergi tiga hari saja pulang sudah membawa wanita baru." ujar Ika menyindir Firman.


"Apa salahku, aku hanya diam tidak melakukan apa apa tapi kalian sendiri para wanita yang datang kepadaku kan." balas Firman balik menyindir mereka.


Perkataan Firman berhasil membuat mereka bertiga sadar jika memang ini bukan salah Firman seutuhnya. Mereka bertiga saja yang mendekati Firman lebih dulu bukan malah Firman yang mendekati mereka.


"Itu karena wajahmu itu seperti magnet yang selalu menarik para wanita datang." ucap Ika sembari menatap wajah tampan Firman.


"Ya ya, terserah kalian saja." balas Firman hendak pergi meninggalkan mereka.


"Hey kamu mau kemana lagi hah!?" tanya Rina yang memang paling galak diantara kekasih Firman yang lainya.


"Mau ke bengkel." jawab singkat Firman.


"Sini dulu, kita belum selesai bertanya." ucap Rina menarik tangan Firman untuk kembali duduk.


"Apa lagi yang mau ditanyakan?" tanya Firman yang merasa akan ada sesuatu yang buruk menimpanya.


"Lalu apakah kalian menerima dia atau tidak?" tanya Firman singkat tidak mau menambah masalah lagi.


Para kekasih Firman pun melakukan perundingan untuk menentukan jawaban menerima atau tidak, sampai keluarlah satu jawaban.


"Baik kami menerimanya, asalkan kamu nanti malam temani aku tidur." jawaban Rina yang juga meminta syarat kepada Firman.


"Baiklah." balas Firman.


"Ada lagi?" tanya Firman yang segera ingin pergi dari sana.


"Tidak ada, tapi sayang, apa kamu tidak ingin sekolah lagi?" tanya Rina yang penasaran.

__ADS_1


"Iya betul, kamu juga kemarin bilang sama aku kalo kamu mau masuk sekolah lagi kan." sambung Anggita menambahkan perkataan Rina.


"Iya nanti jika sudah selesai liburan semester aku akan mendaftar sekolah lagi, aku tidak mau ribet jika harus masuk sekolah di pertengahan semester seperti ini." jawab Firman mengatakan alasanya.


"Berarti saat masuk nanti kamu sudah masuk kelas tiga dong?" tanya Ika.


"Iya, oh iya tolong daftarkan Jia Li ke sekolah yang sama dengan Rina dan ajarkan dia juga tentang bahasa di sini agar dia mudah berkomunikasi." ujar Firman meminta tolong kepada para kekasihnya.


"Memangnya dia bukan berasal dari sini ya?" ucap Rina kebingungan.


"Kamu ini bagaimana sih adik, sudah jelas dari namanya yaitu Jia Li, pasti dia berasal dari Korea." ucap Ika membalas pertanyaan Rina dengan candaan.


"Apakah itu benar? Memangnya ada ya orang Korea yang namanya Jia Li?" pertanyaan polos yang terlontar dari mulut Rina seketika membuat mereka semua tertawa.


"Adik, Jia Li itu berasal dari negeri China, dari namanya saja sudah pasti diketahui dari mana asal dia." ucap Anggita memberikan jawaban yang sebenarnya.


"Loh, berarti kakak Ika bohong dong. Kak awas kamu ya!" Rina langsung mengejar Ika untuk menangkapnya.


Alhasil jadilah mereka berdua kejar kejaran seperti anak kecil yang sedang bermain. Sementara Firman dan Anggita mengobrol sebentar mengenai bisnis mereka yang semakin hari naik bahkan sekarang perusahaan RINGGATA CORPORATION sudah menduduki lima puluh besar perusahaan di asia.


Setelah selesai mengobrol, Firman pergi ke bengkel miliknya yang ada di samping rumah untuk melihat proyek mobilnya yang terlihat sudah semakin keren.


Firman memang sedang membangun mobil untuk dirinya sendiri yang dimana mobil tersebut akan dipasang berbagai komponen pendukung agar performanya menjadi lebih kencang dari awalnya, dari mesin sampai body semua sudah dimodifikasi oleh Firman dengan sedemikian rupa hingga terlihat keren nan elegan.


Mobil yang dibangun oleh Firman adalah mobil skyline miliknya yang nantinya akan digunakan oleh Firman untuk sehari hari, sementara mobil mobil yang lain akan ditambah beberapa bagian saja untuk membuatnya tampak lebih keren.


"Sudah lama aku tidak pulang kampung, sepertinya nanti aku pulang dulu sebentar lalu membawa ibu ke sini supaya aku bisa menjaga ibu." Firman tiba tiba saja kepikiran sang ibu yang ada di kampung.


"Ibu pasti kaget jika tahu aku punya empat pacar hahaha ya sudahlah, lagipula itu permintaan ibu dulu ingin punya anak perempuan juga." sambung Firman mengingat perkataan ibunya yang sangat ingin memiliki anak perempuan.


Firman lalu kembali bekerja membangun mobilnya hingga malam tiba.

__ADS_1


*Jangan lupa like dan dukungannya teman teman.


...Terima Kasih...


__ADS_2