System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 161 Menerobos Masuk Markas Musuh


__ADS_3

Chapter 161


Sepanjang perjalanan Firman bertanya mengenai musuh yang akan mereka hadapi kali ini, bagaimanapun informasi mengenai musuh yang akan dilawan itu sangat penting guna mencari tahu kelemahan lawan.


"Kelompok apa yang akan kita hadapi sekarang?" tanya Firman dengan pandangan masih fokus ke jalan karena sedang menyetir.


Gina menarik nafas sebentar lalu menghembuskannya keluar, "Nama kelompok yang menjadi lawan kita nanti adalah mafia Silent Shadow, mereka merupakan kelompok mafia yang sangat berkuasa di beberapa negara kawasan Eropa sampai daratan Rusia," jawab Gina menjelaskan.


Firman mengangguk paham setelah mendengar jawaban Gina barusan, Firman telah melakukan beberapa riset terhadap banyaknya kelompok mafia yang ada di sekitaran Eropa sampai Rusia, makanya Firman bisa tau siapa mafia Silent Shadow tersebut.


"Bukanya mereka itu lebih mirip ke organisasi pembunuh bayaran ya? Mengingat cara mereka menyerang lawannya dengan sembunyi-sembunyi bagaikan assassin," ucap Firman.


"Iya kamu benar, mereka memang menyerang musuhnya secara diam-diam sesuai dengan nama kelompok mereka, tapi yang perlu diketahui dari kelompok Silent Shadow ini, informasi mengenai siapa saja anggota mereka belum diketahui secara pasti, bahkan nama ketua dari kelompok itu saja tidak ada yang tau," kata Gina menjelaskan.


"Lalu darimana kamu bisa tau letak markas mereka jika memang sesulit itu mencari informasi tentang mafia itu?" tanya Firman penasaran.


"Semua anggota kelompok ku selalu dipasangi sebuah chip kecil di tubuhnya, biasanya terletak pada pergelangan tangan. Chip itu banyak fungsinya, salah satu dari fungsi chi itu adalah sebagai gps agar posisi mereka bisa dilacak dengan mudah jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti sekarang," jawan Gina.


Firman terkesan dengan cara Gina mengantisipasi masalah yang mungkin akan menimpa para anggotanya, Gina sampai memikirkan hal sekecil itu hanya untuk menjaga agar supaya semua anggotanya bisa dilindungi olehnya.


'Aku pikir dia wanita yang hanya gila, mengingat reputasinya yang seperti itu sadisnya,' batin Firman menatap Gina sebentar.


Gina menyadari jika Firman menatapnya barusan, "Kenapa?" tanya Gina menaikan alisnya.


Firman hanya menjawab dengan gelengan kepala dan melanjutkan fokus menyetir agar cepat sampai pada tempat yang mereka tuju.

__ADS_1


"Oh ... Aku tau, kamu pasti sedang memikirkan hal yang buruk tentangku kan?! Ayo bicara jujur!?" kata Gina dengan nada yang menekan berharap bisa menyudutkan atau membuat takut Firman.


"Tidak, aku hanya memikirkan tentang reputasimu di dunia bawah ternyata berbanding terbalik dengan aslinya yang baik dan cantik," jawab Firman dengan nada santai seperti biasanya.


Namun siapa sangka, ternyata kalimat sederhana yang diucapkan oleh Firman tersebut dapat membuat hati Gina senang bahagia bukan main. Gina sangat senang saat Firman memujinya dengan kata cantik, perasaan gugup dan takut yang tadi dirasakan seakan sirna digantikan oleh rasa senang.


"Kita sampai," kata Firman yang membuat Gina tersadar dari lamunanya.


"Eh ... Sudah sampai?" tanya Gina masih belum sadar.


"Iya, itu lihat saja sendiri," balas Firman menunjuk sebuah gedung besar mirip perkantoran yang terletak ditengah kota yang ramai penduduk.


Gina melihat, lalu tampaklah sebuah gedung tinggi menjulang menembus awan, gedung bertingkat banyak tersebut lokasinya sangat strategis jika digunakan sebagai gedung perkantoran.


"Apa?! Kamu yakin ini markas mereka? Bagaimana mungkin letaknya ada di tengah-tengah kota yang sangat ramai seperti ini!" ucap Gina terkejut, karena baru pertama kali baginya melihat markas sebuah kelompok mafia yang terletak ditengah kota seperti ini.


"Betul juga apa yang kamu katakan, lalu bagaimana caranya kita menerobos ke sana?" tanya Gina bingung.


Firman tersenyum licik yang mana sentuman tersebut membuat Gina seperti merasakan firasat buruk akan menimpanya sebentar lagi.


'Sepertinya aku salah bertanya seperti itu barusan,' batin Gina menyesal bertanya.


"Kamu hubungi anggotamu, katakan kepada mereka supaya jangan pergi kemari, karena cukup kita berdua saja yang mengurus masalah ini!" kata Firman dengan nada serius.


Gina langsung menghubungi anggotanya guna mengatakan apa yang disampaikan oleh Firman. Disaat Gina sudah mengatakan yang diucapkan Firman tadi kepada para anggotanya, mereka sempat menolak mundur dan tetap ingin membantu Gina.

__ADS_1


Tetapi setelah dijelaskan akan bahaya apa saja yang akan mereka hadapi jika tetap memaksa ikut, akhirnya para anggota Gina menurut dan mereka pun mundur kembali menuju markas Roses Girl sambil menunggu kabar dari Gina nanti setelah misi penyelamatan selesai.


Firman lalu mengajak Gina turun dari mobil dan berjalan menuju belakang gedung tinggi tersebut, sebelum berjalan ke sana, Firman dan Gina membawa peralatan yang akan mereka gunakan untuk menerobos masuk kedalam gedung.


"Kamu masuk melalui pintu depan dengan cara menyamar menjadi salah satu tamu di gedung itu, aku nanti akan masuk melalui salah satu kamar di hotel yang ada di dalam gedung dengan cara memanjat kaca gedung ini," ucap Firman menjelaskan rencana yang akan mereka jalankan.


"Apa kamu tidak waras hah! Bagaimana mungkin memanjat gedung setinggi ini?!" balas Gina marah, karena bagaimanapun Firman kekasih sekaligus orang yang paling dicintai oleh Gina.


Jika Firman mengalami hal buruk saat menjalankan rencana tersebut yang mengakibatkan dirinya tewas ataupun terluka, sudah pasti Gina akan merasa sangat bersalah dan sedih.


"Percayalah padaku, kita akan bertemu di lantai 20, dan jangan lupa bawa senjata untuk jaga-jaga," ucap Firman meyakinkan Gina.


Chup ...


Firman mencium bibir Gina yang juga dibalas oleh Gina dengan ciuman balik, mereka sejenak menikmati ciuman mesra penuh kehangatan tersebut untuk membuat mereka merasa tenang sebelum menjalankan aksinya.


Setelah beberapa menit berciuman, Firman melepaskannya meskipun tampak Gina masih sangat ingin ciuman itu kembali, tapi ia sadar ini bukan waktu yang tepat.


"Baiklah, ayo kita lakukan!" kata Firman.


Gina pun pamit pergi untuk berganti pakaian agar bisa masuk kedalam gedung sebagai tamu undangan, meskipun Gina masih merasa khawatir pada keselamatan sang kekasih.


Menggunakan sebuah gaun malam mewah yang tadi sempat dibeli sebelum masuk ke gedung, Gina berjalan masuk kedalam gedung dengan mudahnya tanpa ada yang curiga sama sekali.


Banyak tatapan mata yang melihat kearah Gina, meskipun gaun yang dikenakan Gina masih bisa dikatakan tertutup karena tidak memperlihatkan bagian tubuhnya, hanya sedikit lekuk tubuhnya saja yang terlihat karena memang gaun yang dipakai cukup ketat, tetapi itu tidak bisa menutupi aura kecantikan yang dipancarkan oleh Gina.

__ADS_1


'Dasar para laki-laki baj1ingan! Jika aku sedang tidak melakukan penyamaran, sudah aku kuliti kalian semua dan mencungkil keluar mata busuk kalian itu!' batin Gina merasa sangat kesal terus dipandang dengan tatapan mesum oleh banyak laki-laki.


__ADS_2