System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 113 Richard Sang Ketua RICH DEVIL


__ADS_3

Chapter 113


Sudah hampir satu minggu Firman berada di desa tempatnya tinggal waktu kecil dulu, selama tinggal di sini Firman selalu berjalan-jalan sekedar berkeliling desa yang sudah lama ia tinggal.


Selain berjalan-jalan Firman juga sedang membangun sebuah tempat dimana tempat itu nantinya akan digunakan untuk masyarakat. Masyarakat bisa menggunakan tempat tersebut untuk hal apapun asalkan positif.


Tempat itu berada di samping balai desa tepatnya berada di pinggir jalan poros desa yang sering dilewati para warga yang ada di sana, tempat tersebut berbentuk sebuah bangunan lumayan besar yang bisa menampung seluruh warga di dalamnya.


Tujuan Firman membangun tempat tersebut adalah agar masyarakat bisa melakukan hal yang positif, serta bisa digunakan untuk warga jika ada sesuatu yang penting, contohnya untuk masyarakat belajar tentang apapun baik itu pekerjaan maupun ilmu pengetahuan.


Di sana juga di sediakan jaringan internet agar para warga bisa update teknologi dan diharapkan mereka bisa memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik, selain jaringan internet yang diberikan Firman juga ada beberapa unit komputer.


Komputer itu nantinya bisa digunakan oleh warga untuk memasarkan hasil kerja mereka, contohnya masyarakat yang bekerja sebagai petani maka bisa menjual hasil taninya ke online, yang mana itu bisa membuat harga jual barang tidak rusak karena adanya pengepul yang bisa kapan saja menaik turunkan harga.


Dulu pada saat warga menjual barang hasil pertaniannya mereka selalu menjualnya ke tempat Wirjo, tentu saja dengan akal licik yang dimiliki Wirjo untuk memperdaya masyarakat dengan cara membeli dari warga dengan harga yang sangat murah lalu menjualnya dengan harga tinggi di luar kota.


Wirjo juga sering mempermainkan harga bahan pangan di pasaran dengan cara menimbun barang sampai banyak hingga membuat harganya melambung tinggi lantaran langka, lalu setelah harga mahal maka Wirjo akan menjual barang miliknya yang sudah ditimbun dan tentu saja keuntungan yang didapatkan Wirjo sangatlah besar.


Sekarang dengan adanya akses bagi warga desa untuk menjual langsung barang mereka maka tidak akan ada lagi yang namanya pengepul nakal yang suka mempermainkan harga, semua kegiatan jual-beli dilakukan langsung oleh masyarakat yang mempunyai barang.


Pembangunan tempat serbaguna untuk warga melakukan kegiatan telah selesai, bangunan tersebut cepat terjadi karena membuat di tempat bekas bangunan balai desa yang lama, jadi tinggal melanjutkannya saja makanya cepat selesai.

__ADS_1


Semua fasilitas juga sudah dipasang, hanya tinggal menunggu siap pakai saja. Saat ini para warga berkumpul di tempat tersebut untuk membukanya.


"Hari ini kita hadir di tempat ini karena akan pembukaan fasilitas baru yang diharapkan bisa membuat ekonomi desa kita kembali baik setelah beberapa saat lalu hancur," ucap Pak Tono mewakili para warga yang lain.


Acara pembukaan pun selesai dan semua warga dapat menggunakan semua fasilitas yang ada di dalam bangunan serbaguna tersebut, para warga juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Firman yang telah banyak sekali membantu mereka keluar dari jurang keterpurukan.


..........


Sementara itu Di sebuah rumah yang sangat besar yang berada di tepi pantai yang sangat indah pemandanganya, rumah tersebut menghadap langsung ke arah lautan yang sangat luas.


Di sebuah ruangan didalam rumah besar tersebut, diadakan sebuah pertemuan yang dilakukan oleh banyak orang, terlihat ada banyak orang berpakaian serba hitam memakai jas dan kacamata sedang duduk di kursi yang disediakan.


"Apakah kau bisa menjelaskan apa yang terjadi?" tanya seseorang yang duduk di sebuah kursi yang berada di depan para anggota rapat yang lainnya.


"Se...Sebenarnya ada seseorang yang menyerang kami...Tu...Tuan," jawab seorang pria yang duduk di kursi biasa bersama yang lain di depan meja berbentuk kotak.


"Benarkah? Lalu kenapa kau bisa bocor hanya karena 'seseorang' saja?" tanya orang tersebut lagi yang membuat suasana menjadi semakin menakutkan.


"Sa...Saya tidak mengetahuinya... Tu...Tuan...Pada saat penyerangan itu terjadi, saya sedang menjalankan tugas yang tuan Richard berikan untuk mengamankan penjualan kita di wilayah barat," balas orang tersebut yang tidak lain adalah Wirjo.


"Baiklah aku tidak akan menyalahkanmu, tapi jika kau tidak bisa menemukan identitas seseorang yang menyerang pabrik dalam waktu satu minggu, maka bersiap saja kau dan seluruh anggotamu kepala kalian akan tergantung di sana," ucap orang yang dipanggil Richard itu mengancam Wirjo sekaligus memperingatkan anggota yang lain.

__ADS_1


Mereka langsung melihat ke arah yang Richard katakan barusan, saat melihat kedinding tersebut mereka semua langsung merinding ketakutan karena apa yang mereka lihat adalah pajangan berupa kepala manusia utuh lengkap yang digantung di dinding ruangan, di bawahnya juga ada nama serta siapa orang tersebut.


Wirjo sangat takut mendengar ancaman dari Richard, mau bagaimanapun Richard adalah bos nya jadi mau tidak mau Wirjo tetap harus mematuhi setiap perintahnya jika tidak ingin dibunuh dan dijadikan pajangan selanjutnya di dinding.


Pertemuan selesai lalu semua orang keluar untuk kembali melakukan tugasnya masing-masing, untuk Richard sendiri masih berada di dalam ruangan bersama seorang asisten kepercayaannya yang sekaligus menjadi tangan kanan Richard untuk mengurus bisnis-bisnis yang dimilikinya.


"Apa kau memiliki petunjuk siapa yang membuat ulah di bisnis ku ini Fred?" tanya Richard kepada asistennya yang bernama Frederick.


"Saya hanya mendapatkan sedikit informasi tuan. Orang yang menyerang pabrik milik tuan adalah seorang pria dan wanita, pria itu menggunakan senjata sebuah katana dan si wanita menggunakan senjata api laras panjang jarak jauh," ucap Frederick menjelaskan.


Richard mengambil sebuah kotak di depannya yang berisikan batangan cerutu berkualitas tinggi miliknya, lalu ia mengambil satu batang dan menaruhnya di mulut, dengan cekatan Frederick langsung menyalakan api untuk tuanya, Richard menghisap cerutunya lalu menghembuskan asapnya keluar, "Seorang pria bersenjatakan katana ya...Cukup menarik."


"Saya juga mendapatkan info jika pria itu adalah salah satu anak dari penduduk desa yang kita manfaatkan sebagai pekerja," lanjut Frederick mengatakan semua informasi yang ia dapatkan.


"Cari terus informasi tentang pria ini, jika bertemu dengan nya jangan bunuh dia tapi ajak kerja sama terlebih dahulu, orang seperti dia yang bisa membantai ratusan orang hanya dengan sebuah senjata itu sangatlah langka, oh...bagaimana dengan wanitanya," ucap Richard memberi perintah kepada Frederick.


"Baik tuan, kemungkinan wanita itu adalah kekasihnya. tuan lalu untuk Wirjo dan para pengikutnya bagaimana tuan?" tanya Frederick.


"Biarkan saja mereka, jika semua ini sudah selesai kau habisi saja dia karena sudah tidak berguna lagi bagi kita," jawab Richard sambil menghisap cerutunya lalu menghembuskan asapnya keluar.


Frederick mengangguk lalu pamit pergi keluar untuk menjalankan perintah tuanya, sedangkan untuk Richard masih duduk sambil memandang ke arah jendela berhadapan langsung ke pantai.

__ADS_1


"Kau akan menyesali ini karena telah berani mengusik mafia RICH DEVIL."


__ADS_2