
Chapter 170
Pertempuran antara pasukan anak buah Sophia melawan anggota mafia Gina, berlangsung dengan sangat sengit sekali. Kedua belah pihak sama-sama memiliki kemampuan yang tidak dapat diremehkan bagi orang biasa yang melihatnya.
Entah bagaimana caranya, pasukan anak buah Sophia bisa membalikan keadaan hingga membuat anggota mafia Gina terdesak mundur dan beberapa korban jiwa berjatuhan.
Terbaliknya situasi yang awalnya anggota mafia Gina memimpin jalanya pertempuran dengan sangat mudah karena membawa senjata, sekarang justru sebaliknya yang mana pasukan Sophia mampu melawan anggota Gina tanpa menggunakan senjata sama sekali.
Karena kalah jumlah membuat anggota Gina memilih bertahan terlebih dahulu karena senjata yang mereka gunakan juga telah habis karena digunakan untuk melawan pasukan anak buah Sophia Yang jumlahnya hampir dua kali lipat dari jumlah anggota Gina.
Apalagi anggota Gina masih dalam keadaan kurang maksimal karena sebelumnya baru saja bangun dari pingsan yang lumayan lama karena ditahan oleh Sophia, tubuh mereka masih belum bisa digunakan untuk bertarung secara maksimal hanya setengahnya saja.
"Hahaha mau kemana lagi kalian sekarang, aku akan pastikan hari ini juga kalian semua akan mati ditempat ini dan juga aku akan menikmati tubuhmu pria tampanku tepat didepan kekasih tercinta mu ~" ucap Sophia tertawa terbahak-bahak tanpa mempedulikan situasi yang sedang sangat panas di tengah pertempuran.
Tangan sebelah Sophia yang tadi dipotong oleh Firman juga masih mengucur deras darah dari bekas potongan tersebut, walaupun tangan Sophia sudah diikat menggunakan kain supaya darah tidak terus bercucuran.
"Kamu kenapa bisa seperti ini Sophia! Padahal kita dulu pernah berjanji supaya saling menjaga jika salah satu diantara kita sedang dalam kesulitan, tapi apa nyatanya kau malah berubah seperti ini!" ujar Gina dengan nada penuh kekecewaan menatap sedih kepada Sophia yang berubah sangat banyak.
"Apa kau belum sadar Gina, bahwa yang merubahku seperti ini adalah ayahmu yang sudah menghancurkan keluarga ku hingga kedua orang tuaku meninggalkan diriku saat masih kecil!" balas Sophia.
"Itu merupakan sebuah kesalahan pahaman diantara keluarga kita yang terjadi dahulu Sophia, kau itu telah salah paham terhadap masalah tersebut!" ucap Gina mencoba memperbaiki masalah tentang masa lalu mereka.
"Salah paham katamu?! Apa kau pikir kedua orang tuaku yang tewas di depan mataku dan pelaku yang menghabisi mereka adalah suruhan ayahmu itu merupakan kesalah pahaman?! Apa itu salah paham yang kau maksud hah?! Jawab aku ...! Jangan diam saja seperti orang b0doh!" ucapan Sophia yang seketika itu juga membuat semua orang terdiam.
Pasukan yang tadi bertarung juga berhenti setelah mendengar ucapan dari Sophia barusan, mereka juga terkejut saat Sophia mengatakan hal tersebut yang mana itu membuat mereka bingung atas apa yang sebenarnya terjadi diantara Gina dan Sophia.
Firman hanya diam saja karena ini merupakan masalah antara mereka berdua jadi sudah seharusnya diselesaikan juga dengan mereka berdua tanpa melibatkan orang lain, tapi jika masalah sudah semakin rumit baru Firman masuk untuk menengahi mereka berdua.
Bukanya Firman tidak ingin membantu kekasihnya, sebenarnya Firman sudah mengetahui fakta sebenarnya antara masalah yang terjadi pada masa lalu mereka berdua, tapi Firman belum mau bertindak jika belum waktunya.
"Apa maksudmu menuduh kakak ku seperti itu?!" tanya Lina yang tadi ikut bertarung bersama para rekan yang lainnya.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, keluarga ku dan keluarga dia dulunya sangat dekat hingga melakukan berbagai bisnis bersama sampai sukses memiliki banyak sekali bisnis maupun perusahaan.
__ADS_1
Akan tetapi pada suatu hari disaat aku masih berusia 12 tahun dan dia berusia 4 tahun, keluarga kami mengalami sedikit masalah yang membuat hubungan keluarga kami berdua renggang. Seiring berjalannya waktu kedua orang tuaku dan beberapa anggota keluarga lainnya tewas dibunuh pada saat sedang tidur.
Mereka dibunuh tepat didepan mataku yang pada saat itu membuatku sangat takut, para pembunuh itu juga meninggalkan sebuah bukti kuat berupa tato yang ada ditangan mereka dengan gambar bunga mawar berwarna biru, selanjutnya tanya saja pada si j4lang itu!" jawab Sophia. Jarak usia Gina dengan Sophia memang lumayan jauh yaitu sekitar 8 tahun.
Jawaban yang dikatakan oleh Sophia seketika membuat semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut sangat kaget, apalagi yang paling terkejut adalah Lina dan anggota mafia Gina.
Mereka seakan tak percaya apa yang dikatakan oleh Sophia tersebut, akan tetapi semua perkataan yang diucapkan oleh Sophia terlihat sangat tulus seperti memang dari hatinya yang paling dalam tanpa ada kebohongan sama sekali.
Semua orang seketika menatap kearah Gina yang terdiam tidak dapat berkata-kata lagi setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Sophia, dirinya juga mengetahui kejadian tersebut karena beberapa orang menceritakan kepadanya.
Tapi yang membuat Gina sangat yakin jika itu bukan ulah ayahnya adalah waktu dimana penyerangan kepada keluarga Sophia tersebut yang mana pada saat penyerangan tersebut terjadi semua keluarga besar dari Gina sedang berkumpul melakukan pesta perayaan atas keberhasilan mereka membangun perusahaan.
Keluarga Gina juga mengundang keluarga dari Sophia, tapi keluarga Sophia tidak hadir pada saat itu karena memang hubungan mereka agak renggang entah karena masalah apa. Padahal pada pesta itu keluarga Gina ingin membangun kembali kedekatan mereka supaya jadi akur lagi.
"Yang kamu katakan itu tidak benar! Yang menyerang keluargamu itu bukan suruhan ayahku!" ucap Gina yang sudah sedikit mengeluarkan air mata.
"Apa kamu pikir aku ini anak kecil?! Semua orang pada saat itu juga tahu jika keluargamu itu memiliki sebuah organisasi rahasia atau mafia yang dipimpin oleh ayahmu dan memiliki ciri khusus menggunakan tato bunga mawar berwarna biru sebagai lambangnya!" balas Sophia.
"Diamlah kau anak kecil! Ini tidak ada urusannya denganmu!" balas Sophia.
"Semua urusan kakakku itu masalahku juga!" jawab Lina.
Ucapan Lina tersebut membuat Gina terharu karena kesetiaan yang ditunjukan oleh Lina kepadanya sangat besar, bahkan Lina tidak percaya dengan tuduhan orang lain kepada sang kakak yang amat ia sayangi itu.
'Terima kasih Lina karena telah percaya kepadaku,' batin Gina terharu.
Semua anggota mafia Gina juga percaya kepada ketua mereka yang dikenal baik tersebut, meskipun Gina memiliki tampilan menakutkan tapi sebenarnya Gina juga memiliki sisi lembut dan juga baik jika memang orang tersebut baik kepada Gina.
"Ehem ... Permisi semuanya, apakah aku boleh menunjukan sesuatu kepada kalian? Supaya masalah ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut kembali," ucap Firman yang membuat semua orang langsung menatapnya bingung.
Padahal situasi sedang sangat menegangkan, bisa-bisanya Firman masih bersikap santai seperti itu yang membuat semua orang menatap dirinya kesal.
"Apa yang ingin kamu katakan tampanku?" tanya Sophia yang langsung bersikap lembut kepada Firman.
__ADS_1
Padahal yang memotong tanganya adalah Firman tapi kenapa Sophia masih bersikap lembut kepadanya? Inilah pertanyaan yang ada dikepala setiap orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
'Dasar j4lang busuk! Masih berani dia menggoda kekasihku!' batin Gina menatap Sophia kesal menghilangkan rasa sedih yang ia rasakan tadi.
"Aku hanya ingin meluruskan masalah yang terjadi di antara kalian berdua dimana lalu," ucap Firman langsung mengaktifkan proyektor menggunakan jam tangan digital miliknya.
Kemudian terlihatlah dengan sangat jelas sebuah video pada layar proyektor tersebut yang mana dalam video tersebut terdapat beberapa orang yang sedang melakukan pertemuan entah membahas tentang apa.
Namun yang membuat video tersebut menarik adalah, orang-orang yang berkumpul tersebut ternyata keluarga dari Sophia bersama beberapa petinggi mafia kelas atas di Eropa pada saat itu.
Terlihat bahwa keluarga Sophia yaitu ayah dan pamannya sedang membahas mengenai rencana mereka untuk mengambil alih semua bisnis yang telah dibangun bersama antara keluarga Sophia dengan keluarga Gina.
Ayah Sophia menggunakan cara kotor yaitu dengan menyewa kelompok mafia untuk menghabisi keluarga Gina agar mereka dapat mengambil alih semua bisnis yang telah dibangun.
Lalu pada video berikutnya terlihat para mafia yang disewa keluarga Sophia mendatangi rumah keluarga Gina, tapi mereka dihentikan oleh penjaga rumah yang merupakan anggota organisasi milik ayah Gina.
Anggota organisasi milik ayah Gina memang ditugaskan untuk menjaga rumah keluarga Gina, alhasil terjadilah pertempuran antara dua kelompok tersebut yang berakhir dengan kemenangan mutlak dari organisasi milik ayah Gina.
Ayah Gina pun menelusuri dalang dibalik penyerangan tersebut sampai menemukan bahwa keluarga Sophia lah yang telah menyerang keluarganya karena alasan ingin merebut bisnis.
Tapi ayah Gina tak membalas penyerangan tersebut, ia hanya diam tidak berniat membalas dendam karena tau perusahaannya bisa besar seperti sekarang juga karena bekerja sama dengan perusahaan keluarga Sophia.
Sampai ada berita yang mana keluarga Sophia habis dibantai pasukan yang memiliki ciri-ciri seperti anggota organisasi mafia milik ayah Gina, padahal ayah Gina maupun anggotanya sama sekali tak melakukan apapun apalagi sampai menyerang dan menghabisi keluarga Sophia.
Vidio berakhir dengan diperlihatkannya foto ayah Gina dan beberapa bukti berkas yang memperlihatkan bahwa ayah Gina sama sekali tidak tahu atas penyerangan yang terjadi kepada keluarga Sophia, malah ayah Gina ikut membantu mencari dalang dibalik kejadian tersebut namun sayang ia gagal.
"A ... Apa semua itu benar?" tanya Sophia dengan nada pelan karena belum siap menerima fakta yang barusan dilihatnya.
"Ya itu fakta yang sebenarnya, keluargamu telah berencana ingin menghabisi keluarga Gina akan tetapi justru keluargamu lah yang habis karena diserang orang asing yang berniat untuk mengadu domba kedua keluarga kalian," jawab Firman dengan nada santainya.
Gina juga baru mengetahui fakta tersebut, ia juga sekarang menjadi lebih tenang karena tidak lagi dibayang-bayangi dengan kesalahan masa lalu yang ternyata tidak benar.
'Tunggu sebentar, tadi ayah Gina bukankah itu orang yang pernah bertemu denganku beberapa waktu lalu ya? Aku juga sepertinya pernah melihat tato mawar yang seperti dikatakan wanita itu tadi ada pada seseorang,' batin Firman menatap ke arah Gina dan merasa dia mirip dengan seseorang yang pernah dikenal oleh Firman sebelumnya.
__ADS_1