System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 59


__ADS_3

Chapter 59


Saat Karmila sudah mulai tenang, Firman melepas pelukannya dan melihat keadaan Karmila yang sudah tidak menangis lagi dan juga terlihat lebih baik dari sebelumnya.


"Udah baikan?" Tanya Firman.


Karmila membalasnya hanya dengan anggukan kepala tanpa mengeluarkan suara sama sekali. Firman pun beranjak dari sana untuk keluar mencari makanan untuk dimakan mereka.


Karmila menunggu di dalam kamar Firman dengan tenang, setelah beberapa menit kemudian Firman pun datang membawa sebungkus nasi beserta lauk nya untuk makan mereka.


"Ayo makan." Ucap Firman memberikan sebungkus nasi kepada Karmila.


Tampak jika Karmila hanya diam saja tidak menyentuh makanan di depanya sama sekali. Firman pun berusaha untuk membujuk agar Karmila mau untuk memakan nasinya.


"Ini makan biar perut kamu ada isinya gak gampang sakit." Ucap Firman.


"Memangnya ada yang peduli jika aku sakit ya. Kalo aku sakit terus ada yang peduli mending aku sakit aja terus menerus supaya ada yang peduli, daripada aku sehat tapi gak ada yang peduli." Balas Karmila dengan nada sedih.


"Jangan berpikiran seperti itu. Setiap manusia pasti ada yang peduli satu sama lain, kalau kamu sakit berarti kamu gak peduli sama diri kamu.


Kamu aja gak peduli sama diri kamu sendiri apalagi orang lain." Ucap Firman menasehati Karmila agar tidak menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi.


Karmila akhirnya mau untuk disuruh makan dan mereka pun makan dengan seadanya bersama sama. Setelah selesai makan Firman pamit akan pergi menemui seseorang untuk membahas pekerjaan.


"Kamu di sini aja, nanti aku minta tolong bang Yudi buat temenin kamu di sini." Ucap Firman.


"Ta....Tapi aku takut....." Jawab Karmila dengan nada gemetar.


"Gak usah takut, semua yang ada di sini kenal sama aku jadi gak perlu khawatir, ok." Ucap Firman untuk membuat Karmila tenang.


Pada akhirnya Karmila pun mau di tinggal di kamar kontrakan dan nanti akan ditemani Yudi tetangga kontrakan Firman sekaligus asisten nya.


Firman keluar berjalan ke samping kamar Yudi lalu mengetuk pintunya, melihat apakah ada orang di dalam atau tidak.


Tok......Tok.......


"Bang, ada di dalam gak." Ucap Firman memanggil Yudi sambil terus mengetuk pintunya.


"Ya sebentar." Balas Yudi teriak dari dalam kamar kontrakanya.

__ADS_1


Lalu tidak lama Yudi pun datang membuka pintu.


"Iya ada apa bos? " Tanya Yudi dengan nada sopan karena memang Firman saat ini adalah bos nya.


"Bang, bisa minta tolong temani temanku, dia ada di dalam kamar tuh. Aku mau keluar dulu ngurus kerjaan." Jawab Firman.


"Oh ok siap, oh iya ini file yang bos minta kerjain tadi pagi maunya kapan diselesaikan nya? Soalnya abang gak punya PC buat ngerjainnya hehehe." Ucap Yudi tertawa canggung.


"Kerjain di kamar aku aja bang, di sana ada komputer lengkap, ada juga beberapa desain yang sudah ku buat di file yang ada di komputer, sekalian minta tolong kerjain Bang." Jawab Firman.


"Okelah kalo begitu, hati hati di jalan." Balas Yudi.


Firman lalu pergi menggunakan motornya untuk menuju perusahaan nya, sekalian menemui Anggita sesuai permintaannya tadi.


...............


Setelah perjalanan sekitar 45 menit akhirnya Firman sampai di kantor perusahaan FEMA CORPORATION. Firman menuju parkiran terlebih dahulu untuk menaruh motornya lalu melepas helm nya.


Drtttt......Drt......


Handphone Firman bergetar ada yang menelpon nya, lalu dilihat Firman ternyata Anggita yang menelpon nya, Firman langsung mengangkat telepon tersebut.


"Iya halo, ada apa?" Tanya Firman to the point.


"Ihh sayang kok gitu sih, gak ada basa basi dulu gitu sama ceweknya hump!" Ucap Anggita kesal dengan sifat cuek pacarnya tersebut.


"Iya iya, ada apa telepon, aku sudah sampai di FEMA nih." Balas Firman masih saja cuek.


"Kamu sudah disana? Sebentar ya aku baru selesai meeting barusan sama client. Gara gara kamu sih gak mau ke kantor aku jadi ribet sendiri ngurusin perusahaan!" Ucap Anggita meluapkan kekesalannya.


"Iya nanti aku ke kantor kalo penting." Jawab santai Firman.


"Yaudah aku telepon kamu cuma pingin tahu aja kamu udah sampe apa belum. Nanti aku menyusul ke sana ya sayangku ~ bye bye sayang ~ " Ucap Anggita lalu mematikan sambungan telepon nya dengan Firman.


"Huh....Punya pacar sifatnya macam macam semua, syukuri apa yang ada aja daripada gak punya pacar." Ucap Firman lalu memasukan handphone nya ke saku bajunya.


Firman kemudian berjalan menuju pintu lobi depan kantor. Saat sampai di pintu depan tampak ada penjaga yang menahan Firman agar tidak masuk ke dalam kantor.


"Maaf dek, ada keperluan apa ke sini?" Tanya penjaga.

__ADS_1


"Saya mau menemui Kalina di sini." Jawab Firman santai.


Kedua penjaga itu pun tertawa setelah mendengar jawaban dari Firman yang ingin menemui Kalina.


"Mau ngapain kamu ketemuan sama nona Kalina, sadar diri kamu, nona Kalina itu asisten pimpinan dan orang paling berkuasa di perusahaan ini.


Kamu lusuh gitu mau temuin nona Kalina, mimpi hahaha." Kedua penjaga itu tertawa melihat penampilan Firman yang biasa saja.


Penampilan Firman padahal biasa saja tidak ada yang salah, tapi mungkin karena style yang dipakai seperti orang biasa tidak menyerupai seorang yang penting, makanya kedua penjaga menertawakan Firman.


"Saya cuma ingin bertemu Kalina, saya tidak mau membuat masalah di sini." Ucap Firman yang mulai merasa kesal dengan kedua penjaga tersebut.


"Lebih baik kau pergi nak, daripada kami yang mengusirmu pergi."


Sebelum kedua penjaga itu ingin mengusir Firman pergi dari sana, tiba tiba ada seorang laki laki yang memakai jas mewah serta datang baru turun dari mobil mewahnya bergaya sok keren.


"Tuan muda Juna selamat datang." Ucap kedua penjaga menyapa laki laki tersebut yang ternyata Juna.


"Ada apa ini, mengapa ada ribut ribut seperti ini?" Tanya Juna.


"Ini tuan, anak ini ingin menemui nona Kalina, katanya dia ada urusan dengan nona Kalina." Jawab salah satu penjaga.


Juna kemudian melihat ke arah Firman dan langsung mengenali bahwa Firman adalah orang yang sempat berurusan dengan nya waktu saat membeli sepeda motor.


"Kau, kau bukan nya anak miskin yang sok kaya itu." Ucap Juna menunjuk ke arah Firman.


Firman hanya menatap datar Juna tidak memperdulikan ocehan laki laki itu. Melihat Firman yang tidak menanggapi ucapanya membuat Juna kesal dan langsung berjalan kerah Firman dengan sangat sombong.


"Kau anak miskin yang sok kaya, jangan bermimpi bisa masuk ke kantor ini. Ayah ku adalah direktur di perusahaan ini asal kau tau, jadi lebih baik kau pulang saja hahahaha." Ucap Juna menghina Firman.


"Semoga kau tidak menyesali hal ini nantinya." Balas Firman yang sedikit emosi dengan hinaan Juna.


"Hahahaha menyesal? Mungkin kau yang akan menyesal anak miskin." Juna terus menghina Firman dengan sebutan miskin sampai menunjuk nunjuk muka Firman.


Banyak para karyawan yang melihat kejadian tersebut dan mereka hanya diam karena takut jika ikut campur maka mereka akan terseret dalam masalah hingga bisa membuat mereka dipecat.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2