
Chapter 81
Firman saat ini sedang berada di ruang bersantai yang ada di rumahnya ditemani oleh Anggita bersandar pada bahu Firman dengan manjanya. Memikirkan semua tanggung jawab yang harus ditanggung olehnya membuat Firman merasa pusing memikirkanya.
Bagaimana tidak merasa sangat pusing, urusan mengenai perusahaan saja belum selesai lalu ditambah rencana untuk menghancurkan keluarga Gunawan dan sekarang malah ditambah tanggung jawab untuk menjadi komandan kepolisian yang harus mengungkap gembong kelompok pengedar obat obatan terlarang.
Anggita dapat merasakan jika Firman saat ini sedang memikirkan banyak hal, sebagai seorang wanita yang baik ia mencoba membantu Firman sebisa mungkin agar membuat beban Firman sedikit berkurang.
"Kamu lagi mikirin apa? Kelihatannya capek banget." Tanya Anggita menatap wajah Firman.
"Gak papa, aku cuma lagi mikirin soal masalah aja." Jawab Firman singkat.
Anggita langsung berdiri dari tempat duduknya lalu segara duduk di pangkuan Firman sambil menatap wajah sang kekasih tepat di matanya seakan mengisyaratkan agar Firman mau menceritakan masalahnya.
"Jujur saja sayang, aku pasti akan membantumu jika kamu dalam kesulitan, jangan menahan beban sendirian aku takut kamu nanti jadi sakit karena terlalu banyak pikiran." Ucap Anggita memeluk Firman dengan erat merasa sangat khawatir pada keadaan Firman.
Merasakan pelukan hangat dari Anggita seketika membuat Firman menjadi lebih tenang, memang dukungan orang tersayang selalu membuat diri kita menjadi lebih semangat untuk melakukan sesuatu.
Firman mengelus elus kepala Anggita dengan lembut sambil menciumi kening Anggita dengan penuh kasih sayang. Anggita sangat bahagia diperlakukan seperti itu oleh Firman, dirinya merasa menjadi wanita paling bahagia di dunia karena memiliki Firman sebagai pasangannya.
"Aku tadi pagi diangkat menjadi komandan polisi di wilayah pusat oleh Om Angga, dia memintaku untuk menjaga daerah ini sekaligus menjadi pimpinan bagi daerah yang lain." Ucap Firman bercerita tentang masalahnya.
"Bukanya bagus jika kamu mempunyai jabatan yang tinggi di kepolisian, kamu jadi lebih mudah mendapatkan informasi mengenai keluarga Gunawan yang bisa kita gunakan untuk membuat mereka hancur dan kamu juga memiliki identitas kuat yang membuat kamu tidak mudah disinggung oleh orang nantinya." Balas Anggita masih setia memeluk Firman sambil menikmati elusan lembut di kepalanya.
"Iya kamu benar, tapi ada satu hal yang harus aku lakukan sebagai seorang pemimpin. Aku diminta untuk menyelidiki masalah penyelundupan obat obatan terlarang yang dilakukan sebuah organisasi atau mafia yang berasal dari luar negeri." Ucap Firman yang membuat Anggita terkejut langsung mendongak menatap wajah Firman.
__ADS_1
"Kamu serius? Itu sangat berbahaya apalagi aku sering dengar soal kekejaman mereka dalam menyingkirkan lawannya." Ucap Anggita mengkhawatirkan keselamatan Firman.
"Kamu tenang saja, apa kamu tidak mengenal kekasihmu ini yang sangat kuat tidak takut dengan hal seperti itu." Balas Firman sambil tersenyum lalu mencubit pipi Anggita gemas.
"Tapi kamu harus berhati hati aku takut kamu kenapa napa." Anggita kembali memeluk Firman dengan air mata yang mulai menetes di sudut matanya.
Firman yang merasakan kekhawatiran dari Anggita langsung mengangkat Anggita agar menghadap ke arahnya lalu mencium bibir merah muda milik Anggita dengan lembut.
Mendapatkan ciuman dari kekasihnya, Anggita lalu memejamkan matanya dan menikmati ciuman tersebut membalas permainan Firman serta mengalungkan tangannya pada leher Firman.
Mereka berciuman selama beberapa menit sampai Anggita memukul mukul bahu Firman karena mulai kehabisan napas, kemudian Firman melepas ciumannya dengan perasaan senang dan membersihkan bekas ciuman yang ada di bibirnya serta bibir Anggita.
"Jangan khawatir, aku janji bakal baik baik saja dan menjaga diriku nanti." Ucap Firman tersenyum lembut penuh kasih sayang kepada Anggita.
"Iya aku janji, nanti kita pulang menemui ibuku untuk meminta restu dulu baru kita menikah" Jawab Firman tidak ingin mengecewakan kekasihnya.
"Aku juga pingin ketemu ibu kamu, kapan kita kesana aku sudah tidak sabar." Tanya Anggita dengan penuh semangat.
"Nanti setelah masalah ini selesai semuanya kita akan kesana, jadi bersabarlah ok." Jawab Firman.
Mereka menikmati kemesraan berdua dengan mengobrol dan saling bercanda satu sama lain, Anggita akhirnya bisa menerima Firman yang harus menjalankan tugasnya dan mengijinkan untuk pergi nanti jika dibutuhkan, karena tidak mungkin bagi Firman jika harus menyelesaikan tugasnya di rumah terus menerus, pasti nanti ia harus bepergian ke suatu tempat untuk menyelesaikan tugasnya.
....................
Saat ini Anggita dan Firman sedang berada di ruangan kerja milik Firman yang ada di dalam Rumahnya, mereka sedang berdiskusi mengenai masalah menghancurkan keluarga Gunawan yang akan dilakukan pada saat acara yang diadakan oleh GUNAWAN GRUP nanti.
__ADS_1
"Jadi bagaimana? Apakah kamu menemukan bukti yang bisa kita gunakan untuk melawan mereka?" Tanya Firman kepada Anggita.
"Aku menemukan beberapa fakta tersembunyi mengenai keluarga Gunawan, salah satunya adalah tindakan korupsi yang dilakukan beberapa anggota keluarga Gunawan yang duduk di kursi pemerintahan, mereka melakukan pemotongan dana negara yang sangat besar untuk memperkaya diri sendiri dan keluarga nya.
Lalu fakta lainya mengenai GUNAWAN GRUP yang bekerja sama dengan beberapa kelompok dunia bawah untuk menjalankan aksinya membuat perusahaan lain jatuh lalu mengambil alih perusahaan tersebut dengan harga yang murah.
Kemudian ini adalah kejahatan paling besar yang dibuat keluarga Gunawan pada masyarakat, yaitu mereka ternyata mempekerjakan orang orang miskin dengan gaji yang sangat minim bahkan ada yang tidak dibayar gajinya, serta perampasan paksa yang dilakukan perusahaan keluarga Gunawan kepada tanah tanah milik orang orang miskin yang ada di desa lalu menggunakan tanah tersebut untuk membangun pabrik mereka." Anggita menjelaskan semua bukti yang didapatkan saat menyelidiki tentang keluarga Gunawan serta menunjukan beberapa file yang menunjukan bukti jelas tentang kebusukan keluarga Gunawan.
Firman tidak terlalu terkejut dengan fakta yang diungkapkan oleh Anggita, sebenarnya Firman Sendiri telah melakukan beberapa penyelidikan dengan cara menerobos celah digital milik keluarga Gunawan dan menemukan berbagai bukti kejahatan mereka yang membuat Firman sangat geram dengan kebusukan keluarga tersebut.
Firman menyuruh Anggita melakukan penyelidikan untuk menguji seberapa pintar kemampuan nya dalam menyelidiki suatu hal, Firman tidak tahu saja jika Anggita telah berkecimpung di dunia bisnis lebih dari 11 tahun waktu Anggita masih seusia dengan Firman dulu
"Baguslah, ini semua bisa kita pakai untuk menghancurkan mereka, tapi ingat berhati hatilah saat melakukan penyelidikan mereka mempunyai pendukung yang sangat kuat." Ucap Firman mengingatkan Anggita untuk menjaga keselamatannya.
"Iya aku akan hati hati, tapi bukti ini saja seharusnya sudah cukup untuk kita menghancurkan mereka." Jawab Anggita.
"Kurang, aku ingin mereka menanggung malu yang membuat mereka tidak ingin hidup lagi saking tertekan nya dengan hinaan yang akan diterima oleh mereka nanti, lalu kita hancurkan mereka secara perlahan lahan hingga habis sampai ke akar akarnya." Firman menampilkan wajah yang sangat menyeramkan dengan senyum mengerikan yang sangat jarang ia perlihatkan.
"Aku baru tau kalau pacarku ini terjyata sangat kejam hihihi." Ucap Anggita tertawa sambil menutup mulutnya menggunakan tangan kanan nya.
Mereka lalu melanjutkan pembahasan tentang perusahaan yang sudah besar serta proyek proyek yang akan dijalankan kedepan nya.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
...Terima Kasih...
__ADS_1