
Chapter 54
[Ding.....Memasang Skill Hadiah Dimulai.....
Memasang Skill Senjata Api Tingkat Tinggi.....
20%......
40%.......
60%........
80%......
100%......
Skill Senjata Api Tingkat Tinggi Telah Terpasang.]
Firman memejamkan matanya saat ada berbagai pengetahuan tentang senjata masuk ke dalam pikirannya.
Kemampuan ini meliputi seluruh pengetahuan mengenai senjata api, seperti cara menembak yang benar hingga tepat sasaran tanpa melenceng.
Juga ada kemampuan untuk menembak dari jarak yang jauh atau bisa disebut sniper yang biasanya sangat sulit dipelajari oleh orang biasa.
Skill ini juga bisa membuat Firman merakit senjata dengan akurasi yang tepat dan cepat tanpa ada bagian yang terlewati.
'Sungguh skill yang hebat, bahkan mungkin aku bisa masuk ke dunia militer dengan skill ini.' Batin Firman kagum dengan skill yang didapatkannya.
[Ding......Memasang Skill Hadiah Dimulai....
Memasang Skill Memasak Tingkat Tinggi.....
20%.......
40%........
60%.........
80%........
100%........
Skill Memasak Tingkat Tinggi Telah Terpasang.]
Berbagai cara memasak masuk kepada otak Firman, mulai dari cara memotong hingga cara untuk menakar bahan bahan masakan.
Tidak lupa berbagai resep makanan juga masuk kedalam otak Firman, dari makanan ringan, berat, hingga resep resep kue juga ada.
'Hmmm skill ini harusnya lebih berguna untuk wanita daripada aku, ya sudahlah lumayan juga punya kemampuan masak kan.' Batin Firman sedikit menyesal memasang skill ini.
[Ding.....Peringatan Kepada Host Jika Ingin Memasang Skill Tingkat Master Maka Akan Mengalami Efek Pada Tubuh Host.]
System memperingatkan pada Firman dengan efek yang akan diterimanya saat memasang skill.
Firman seharusnya merasa sedikit kesakitan saat memasang banyak skill secara bersamaan, akan tetapi karena tubuh Firman yang kuat jadinya ia bisa meredam sakit tersebut.
Tetapi berbeda jika harus memasang skill master. Firman memang kuat tapi belum cukup kuat untuk menahan kekuatan yang akan ditimbulkan skill master.
'Baiklah, aku akan pergi dulu.' Batin Firman.
Firman lalu mengangkat badan Rina dan merebahkannya di kasur lalu tak lupa menutupi menggunakan selimut agar Rina tak kedinginan.
'Tunggu dulu, sekarang aku harus kemana supaya aman saat memasang skill? Haishh bodohnya aku.' Batin Firman merasa bodoh pada dirinya sendiri.
__ADS_1
[Ding.....Host Bisa Memasang Peredam Suara Agar Tidak Ada Yang Mendengar Host.]
Firman merasa sedikit kaget karena System tampak lebih terbuka sekarang. Padahal biasanya System tidak akan bicara selain pada saat hal hal penting saja.
Tapi Firman mengesampingkan hal itu, karena Firman bingung harus bagaimana akhirnya ia pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamar Rina.
Di kamar mandi tersebut sangat aman karena terdapat peredam suara yang bisa membuat orang diluar sulit mendengar suara dari dalam.
"Eh ada remot? Untuk apa ini." Firman mengambil remot tersebut yang berada di atas tempat rias Rina.
Lalu saat Firman memencet salah satu tombolnya langsung kamar mandi terlihat jelas transparan menggunakan kaca, dan juga suara air dari dalam juga terdengar sampai keluar.
Firman langsung mematikan mode itu dengan menekan tombol yang satunya, dan kamar mandi pun kembali seperti awalnya.
"Huh teknologi semakin berkembang, sepertinya aku akan membuat teknologi baru nanti di perusahaan." Ucap Firman tiba tiba kepikiran sebuah ide untuk perusahaan nya.
Setelah kamar mandi kembali terpasang peredamnya, Firman langsung meminta System agar memasang skill nya.
"Pasang sekarang System." Ucap Firman.
[Ding......Memasang Skill Hadiah Dimulai....
Memasang Skill Berpedang Tingkat Master......
10%.......
20%.......
30%.......
40%.......
50%........
60%........
80%.......
90%........
100%........
Skill Berpedang Tingkat Master Telah Terpasang.]
Arggggg.......
Suara kesakitan Firman terdengar sangat jelas, untung saja ada peredam yang menahanya.
Firman sekuat tenaga menahan dirinya walaupun di kepalanya sudah terasa sangat berat seperti dihantam dengan balok besar dengan sangat kuat.
Hingga saat Firman tan mampu menahannya dengan berdiri ia langsung tertunduk di lantai dengan masih berusaha menahan tubuhnya agar tidak pingsan.
Karena jika sampai Firman pingsan atau tidak sadarkan diri itu malah akan membuatnya celaka lantaran pemasangan skill yang telah terpasang tiba tiba bertabrakan dengan kesadaran Firman yang hilang.
Efek ini memang harus dirasakan Firman saat ini lantaran kekuatan atau kemampuan tingkat master adalah yang tertinggi di skill bela diri.
Jika skill pada umumnya maka yang paling tertinggi hanya sampai tingkat tinggi maka skill bela diri berbeda karena paling tinggi adalah tingkat master.
Setelah bertahan sekitar sepuluh menit akhirnya Firman telah selesai mengalami efek dari pemasangan skill nya.
Saat berdiri tubuh Firman terasa seperti sangat ringan bahkan lengan tanganya yang dulunya hanya kuat untuk memukul yang membuat lengan Firman menjadi kurang cepat refleknya, sekarang berubah terasa sangat ringan.
Firman lalu mengambil sebuah tongkat sapu yang ada di sudut kamar mandi dan mencoba memainkannya layaknya pedang.
__ADS_1
Sungguh menakjubkan, Firman bergerak dengan sangat lincah seperti seorang ksatria pedang yang hebat. Bahkan Firman merasa sangat bersemangat sekali.
"Hahaha sungguh hebat sekali skill ini." Ucap Firman tertawa senang.
Akhirnya setelah selesai memasang skill nya Firman pun keluar dan mendapati ternyata Rina sudah terbangun dengan keadaan bingung membuka buka lemari.
"Kamu nyariin apa?" Tanya Firman yang sudah ada dibelakang Rina.
Rina yang mendengar ada suara di belakangnya lalu langsung berbalik dan setelah tahu itu suara Firman ia langsung memeluknya erat.
Karena bingung mengapa kekasihnya bersikap seperti itu Firman hanya bisa membalas pelukan Rina dan mengelus elus kepalanya lembut yang membuat Rina merasa sangat nyaman.
Setelah sekian lama berpelukan Rina pun melepas pelukannya lalu menatap Firman.
"Aku kira kamu sudah pulang, aku sampai cari cari di lemari sampai kolong meja, baru aja aku mau cek di kamar mandi kamu terus keluar." Ucap Rina terlihat cemberut menggembungkan pipinya imut.
Firman yang melihat keimutan Rina tak tahan untuk mencubit pipi wanita tersebut.
"Awwww lwepwaswin swakit ihh cwayang (Auwww lepasin sakit ihh sayang). " Ucap Rina kesal tetapi tidak melawan sama sekali saat pipi nya dimainkan oleh Firman.
"Hehe maaf, habisnya imut banget sih." Ucap Firman melepas cubitan nya.
'I.....Imut.....' Batin Rina merasa sangat berbunga bunga dipuji imut oleh orang yang sangat ia cintai.
"Kamu mau jalan jalan?" Ajak Firman.
"Eh Mauuu!" Jawab Rina sangat antusias.
"Yaudah, tapi aku mau ngobrol sama Papa kamu dulu soal kerjaan, kamu siap siap aja nanti kita jalan saat malam." Ucap Firman mengacak acak rambut Rina lalu pergi dari dalam kamar Rina untuk menemui Paman Rudi yang sepertinya sudah sampai.
Sementara Rina sungguh merasa sangat bahagia, Rina langsung mandi dan bersiap siap untuk lergi jalan dengan Firman nanti malam.
..........
Di lantai bawah saat ini Firman sedang duduk berhadapan dengan Paman Rudi yang sudah ada di sana.
"Bagaimana Firman?" Tanya Paman Rudi.
"Sudah selesai Paman, game nya sudah siap dan tinggal perilisan nya saja, tetapi mungkin akan ada beberapa bug pada game yang akan diperbaiki seiring berjalannya perilisan nanti." Jawab Firman menjelaskan pada Paman Rudi mengenai proyek game nya.
"Hmm baguslah, jadi kapan kau akan memulai membuat perusahaan nya?
Aku sudah menyiapkan sebuah tempat untuk mu membuat perusahaan, jangan khawatir soal fasilitas semuanya lengkap.
Ada juga beberapa orang yang akan aku tunjuk menjadi karyawan mu untuk membantu pengembangan bisnis nanti." Ucap Paman Rudi.
"Terima kasih Paman, oh iya jika boleh aku ingin menarik beberapa teman ku untuk bekerja di sana juga, apakah boleh?" Tanya Firman.
"Tentu saja boleh, Firman perusahaan itu milikmu dan juga semua keputusan yang ada di sana adalah hak mu. Aku tidak akan ikut campur dalam perusahaan mu nanti, anggap saja sebagai tempatmu belajar untuk menempuh dunia bisnis." Jawab Paman Rudi sambil memberikan beberapa nasihat kepada Firman mengenai dunia bisnis.
Firman hanya mendengarkan nya saja dan mengambil beberapa ilmu yang penting baginya.
Meskipun Firman memiliki skill bisnis tetapi mendapat pelatihan langsung dari ahlinya itu sangat bagus untuk menambah pengetahuan.
"Terima kasih Paman, aku akan membuat perusahaan menjadi hebat nanti." Ucap Firman penuh keseriusan.
"Hahaha jika menyangkut bisnis kau bisa seserius ini, kapan kau akan serius dengan anakku? " Paman Rudi bertanya sambil menggoda Firman.
"Aku akan serius Paman, untuk saat ini aku akan fokus pada karir ku agar masa depan bisa terjamin." Jawab Firman.
"Baiklah aku percaya padamu." Ucap Paman Rudi.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
__ADS_1
...Terima Kasih...