System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 192 Pertemuan Singkat Dengan Manager Pelelangan


__ADS_3

Chapter 192


Pelelangan telah selesai diselenggarakan, para tamu dan peserta lelang sudah banyak yang pergi keluar untuk kembali menuju kediaman masing-masing.


Sedangkan untuk yang tadi membeli barang yang dilelang, mereka diharuskan membayarnya terlebih dahulu sebelum membawa barangnya pulang. Tempat untuk pembayaran barang lelang juga telah disediakan, yaitu berada disamping pintu keluar, disana sudah ada petugas yang menjaga dan siap membantu orang-orang.


Firman dan Gina juga akan keluar untuk kembali menuju hotel tempat mereka berdua menginap selama ada di kota ini, akan tetapi pada saat mereka akan keluar dari ruangan vvip tempat mereka berada, pelayan yang berada di depan pintu memanggil mereka berdua.


"Maaf Tuan dan Nyonya, saya diminta untuk mengundang anda berdua untuk berbicara bersama dengan manager pelelangan, beliau mengundang anda berdua untuk berbicara mengenai sesuatu," ucap pelayan wanita yang merupakan orang yang menyambut kedatangan Firman dan Gina tadi saat baru masuk.


Firman mengerutkan keningnya karena bingung mengapa sampai manager pelelangan ingin menemuinya, padahal mereka sama sekali tidak memiliki hubungan apapun sebelumnya.


Sebenarnya Firman ingin menolak karena melihat Gina yang terlihat sudah kelelahan, mungkin karena terlalu banyak kegiatan makanya Gina sampai terlihat lelah seperti itu.


Tetapi karena Firman teringat dengan misi System yang memintanya untuk menjalin kerja sama dengan organisasi pelelangan, alhasil Firman menyetujui ajakan untuk mengobrol bersama dengan manager pelelangan tersebut.


"Baiklah, tunjukan jalannya," jawab Firman.


"Mari Tuan ikuti saya," balas pelayan tersebut.


Lalu mereka bertiga berjalan menuju tempat dimana manajer pelelangan telah menunggu Firman untuk mengobrol membicarakan tentang sesuatu, tapi entah kenapa perasaan didalam hati Firman mengatakan jika sebentar lagi hal yang tidak baik akan terjadi.


Ternyata benar saja, di samping Firman ada sepasang mata yang menatapnya tajam tidak berkedip sama sekali, meskipun mereka sedang dalam keadaan berjalan menuju ruangan tempat manajer pelelangan berada, tetapi mata tajam yang menatap Firman masih terus saja mengintainya.


"Ada apa lagi?" tanya Firman kepada orang yang menatapnya tajam.


Tentu saja orang itu adalah Gina yang sedari tadi diam saja tanpa berkata sama sekali, bukanya Gina tidak ingin mengucapkan sesuatu atau sekedar berbicara sedikit, tapi memang keadaannya sekarang Gina sedang menahan kesal kepada Firman.


"Kamu ngapain terima undangan manajer itu sih, aku sudah lelah ingin segera istirahat sayang!" jawab Gina dengan nada mengeluh lelah.


Firman mengelus kepala Gina dengan lembut kemudian berkata, "Sabar ya, aku sedang ingin menjalin kerja sama dengan organisasi ini untuk memperkuat koneksi yang aku miliki, semoga saja mereka mau untuk bekerja sama denganku nanti."


Gina hanya menganggukan kepala saja karena dirinya tidak berani menentang keputusan kekasihnya tersebut, walaupun Gina merasa lelah tapi dirinya harus berusaha untuk tetap terlihat kuat supaya dapat mendampingi Firman bertemu dengan manajer pelelangan.


Tapi memang sebenarnya Gina juga sangat penasaran ingin bertemu dengan manajer pelelangan tersebut yang sekaligus merupakan pimpinan organisasi White yang sangat disegani di seluruh dunia bawah.


Dengan menggandeng lengan kekasihnya, Gina berjalan disamping Firman yang pada saat ini mereka telah sampai pada sebuah ruangan yang letaknya berada di belakang panggung lelang tadi.


"Silahkan masuk Tuan dan Nona," ucap pelayan wanita tadi dengan sopan.


Firman dan Gina lalu masuk kedalam ruangan tersebut yang terlihat sangat mewah sekali dengan tempat duduk berupa sofa yang terlihat sangat mahal harganya jika orang yang mengerti.

__ADS_1


Setelah mereka berdua masuk kedalam ruangan itu, pelayan tadi pergi kembali untuk melanjutkan pekerjaannya. Gina melihat sekeliling ruangan tersebut dengan seksama sampai pandangannya terpaku pada sosok wanita yang sedang duduk di atas sofa.


Mereka berdua melihat sosok wanita yang memakai cadar di wajahnya sama dengan Gina, wanita tersebut yang dengan santainya duduk sembari meminum sebuah anggur yang dituangkan didalam gelas, wanita itu duduk dengan keadaan kaki sebelah kanan berada diatas kaki kirinya.


"Silahkan duduk, maaf jika saya mengundang anda berdua terlalu mendadak," ucap wanita tersebut yang suaranya terdengar sangat halus di telinga orang yang mendengarnya.


Firman lalu duduk ditemani oleh Gina yang berada selalu disampingnya, mereka kemudian memandang ke depan kembali ke arah wanita yang duduk tadi.


"Sebelumnya saya sangat berterima kasih karena Tuan dan Nyonya mau memenuhi undangan saya untuk datang kesini, saya tidak memiliki maksud lain, saya hanya ingin mengenal orang yang melelang cincin tadi," ujar wanita tersebut.


"Iya itu saya, lalu tujuan Nyonya ... mengundang kami selain untuk lebih mengenal apakah ada lagi?" tanya Firman.


"Tuan memang sangat pintar sekali, oh iya saya lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan nama saya Reiko, saya merupakan manajer di tempat ini, dan jangan panggil saya dengan sebutan Nyonya, panggil nama saja tidak apa-apa." jawab Reiko memperkenalkan dirinya.


"Nama saya Firman dan yang disebelah saya Gina," balas Firman yang juga ikut memperkenalkan Dirinya.


"Saya Gina, juga jangan panggil saya dengan sebutan Nyonya, saya masih muda," ujar Gina.


"Baiklah, terima kasih sudah datang kesini, dan saya mengenal anda Nona Gina, anda itu ketua Roses Girl kan?" tanya Reiko.


"Benar, lalu kenapa?" tanya Gina balik.


"Tidak apa-apa, suatu kehormatan bisa bertemu dengan Queen Rose yang terkenal," ucap Reiko.


Reiko agak terkejut lantaran Gina bisa mengetahui dirinya yang merupakan pimpinan organisasi White, tapi dia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sekarang yang menjadi tujuan utama Reiko adalah bertanya kepada Firman mengenai cincin tadi.


"Maaf jika pertanyaan saya menyinggung anda, tapi bolehkah saya mengetahui Tuan Firman mendapatkan cincin yang anda lelang tadi dari mana? Saya sangat penasaran ingin mengetahuinya," ujar Reiko langsung bertanya.


Firman diam sejenak sebelum menjawab dengan singkat, "Hanya mendapatkan keberuntungan saja."


Reiko yang mendengar jawaban dari Firman menjadi semakin penasaran dari mana Firman mendapatkan cincin yang dilelangnya tadi, tapi karena tidak ingin membuat kesan buruk pada lawan bicaranya akhirnya ia hanya bisa menelan pill kekecewaan karena belum bisa mengetahui jawabanya.


Sementara itu pada sisi Firman saat ini sedang berpikir untuk mencari informasi tentang kelompok mafia Rich Devil kepada Reiko, karena organisasi pelelangan sangat terkenal dengan pusatnya semua informasi.


"Maaf Nona Reiko, saya ingin bertanya mengenai sebuah kelompok mafia yang bernama Rich Devil, apakah anda mengetahui sesuatu tentang mereka?" tanya Firman.


Firman berani bertanya seperti itu katena dirinya memang sangat ingin sekali mengetahui fakta tentang kelompok itu, makanya dengan berani Firman langsung bertanya kepada Reiko padahal dirinya tau jika Reiko itu memiliki organisasi besar dibelakangnya yang membuat Reiko terlihat menakutkan bagi orang yang mengenalnya.


Tapi Firman tetap berani karena baginya tidak ada yang perlu ditakuti, yang membuat Firman takut hanya jika Reiko tidak mau menjawab pertanyaan nya, hanya itu yang membuat Firman takut.


Namun ternyata Reiko mau menjawab pertanyaan Firman tersebut sekaligus memberikan sedikit informasi yang dimilikinya.

__ADS_1


"Saya tahu beberapa hal tentang kelompok itu, salah satunya adalah ketua mafia itu yang bernama Richard dan tangan kanan nya yang bernama Frederich, mereka belum banyak dikenal oleh orang karena menang sangat pintar dalam menyembunyikan informasi,


Namun untuk Frederich dia sangat terkenal karena sering melakukan beberapa aksi dalam memberantas musuh-musuhnya. Jika soal markas yang mereka temlati saya kurang tau pasti, karena mereka selalu berpindah-pindah markas setiap waktu yang membuat orang sangat sulit untuk melacak keberadaan mereka khususnya Richard, " jawab Reiko menjelaskan sedikit informasi yang dimilikinya.


Firman mengangguk paham mendengar informasi yang baru saja disampaikan oleh Reiko tersebut, akhirnya Firman mengetahui sedikit info mengenai kelompok itu, jadi sekarang Firman bisa mencari orang yang bernama Richard itu untuk memusnahkan Rich Devil sekaligus menumbangkan organisasi mafia luar negeri.


Mereka bertiga mengobrol satu sama lain saling mengenal, walaupun diantara mereka hanya Firman dan Reiko saja yang paling banyak berbincang, sedangkan Gina hanya diam saja menyimak apa yang mereka berdua bicarakan, cuma sesekali saja kadang Gina menimpali obrolan mereka.


Sampai akhirnya Firman memberanikan diri untuk menjalin kerjasama dengan organisasi pelelangan, kerja sama ini juga bisa dikatakan sebagai bentuk terima kasih Firman kepada Reiko yang telah memberikannya informasi mengenai Rich Devil yang membuat Firman bisa mempermudah penyelesaian masalahnya dengan kelompok itu. Firman memintanya langsung kepada Reiko selaku manajer pelelangan.


"Jadi Tuan Firman ingin menjalin kerja sama dengan kita?" tanya Reiko memastikan.


"Benar, aku ingin bekerja sama dengan kalian untuk mengelola perusahaan yang kumiliki," jawab Firman singkat.


"Perusahaan apa itu?" tanya Reiko penasaran.


"Nanti akan saya kirimkan file lengkapnya nya, sekarang saya hanya bisa menunjukan ini adalah perusahaan saya yang akan bekerjasama dengan anda. jadi apakah Nona Reiko bersedia menjalin kerja sama dengan saya?" tanya Firman dengan nada serius sambil menunjukan sebuah file dokumen yang ada di handphone miliknya.


Bisa terlihat dengan jelas jika Reiko masih agak ragu dengan tawaran yang disampaikan oleh Firman tersebut, bukanya tidak mau menerima tapi lebih tepatnya Reiko takut jika kerja sama ini tidak sesuai dengan apa yang disepakati sejak awal nantinya.


Reiko bukanlah pemain baru dalam hal menjalin kerja sama bisnis seperti ini, sudah banyak sekali hal yang pernah ia lewati dalam menjalin kerjasama dengan orang lain, dan hasilnya banyak yang hancur karena pihak yang bekerja sama bertindak diluar kesepakatan yang membuat Reiko geram hingga menghancurkan perusahaan mereka.


Tetapi tawaran yang diberikan oleh Firman ini sangat bagus untuk menjalin kerja sama supaya mereka tambah dekat dan bisa mengembangkan bisnis bersama-sama dan mendapatkan untung juga sama.


"Baiklah saya menerimanya!" jawab Reiko lalu bersalaman dengan Firman.


Firman langsung memberikan file tentang kerja sama mereka yang tertulis dalam surat digital tersebut adalah kerja sama antara organisasi pelelangan dengan perusahaan yang baru didapatkan oleh Firman dari misi System sebelumnya, perusahaan milik Sophia yang diambil alih oleh Firman.


"Baiklah jika sudah seperti itu maka saya pamit undur diri, terima kasih!" ucap Firman yang langsung pergi dari ruangan itu dengan membawa Gina yang sedari tadi diam saja.


Saat Firman langsung pergi, sebenarnya Reiko ingin menahannya karena ingin lebih lama lagi mengobrol dengannya, tapi karena Firman langsung pergi jadi Reiko hanya bisa terdiam sembari menatap pintu ruangan.


Mungkin jika itu adalah orang lain, bisa dipastikan dia akan bersikap sangat sopan kepada Reiko karena memiliki sebuah organisasi yang sangat mengerikan, salah langkah saja dalam berurusan dengan Reiko bisa hancur orang tersebut, tapi untuk Firman tidak berlaku. Bagi Firman selagi dirinya bisa melawan maka lawan saja, tidak perlu takut.


"Tampan sekali pria tadi, aku baru pertama kali melihatnya ada di pelelangan, apakah dia orang baru? Akh sudahlah, nanti aku akan cari tau tentangmu ya tampan hihihi entah kenapa aku jadi tertarik pada pria itu.


Tapi disamping pria itu ada wanitanya yang terlihat mereka saling menyayangi satu sama lain," kata Reiko berbicara pada dirinya sendiri.


Dari awal melihat Firman saat memasuki ruangan tadi, Reiko sebenarnya sangat takjub dan terpesona melihat ketampanan yang dimiliki oleh Firman, tapi untuk menjaga kesan baik supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman akhirnya Reiko hanya bisa menahan perasaan tersebut di dalam dirinya yang mengagumi Firman.


"Tetaplah semangat Reiko, ya aku harus tetap semangat!" lanjutnya dengan senyum merekah di bibir.

__ADS_1


Reiko yang terkenal cuek dan tidak peduli pada hal apapun, sekarang terlihat sedang tersenyum sambil mengingat wajah seorang pria yang baru saja dikenalnya, jika ada yang melihat Reiko sedang tersenyum maka pasti orang itu akan langsung jatuh cinta padanya.


__ADS_2