
Chapter 237
Baik Firman maupun Kalina masih sama-sama menikmati waktu berciuman mereka berdua hingga tanpa disadari oleh Firman pada saat ini Kalina memukul-mukul punggung Firman karena ingin melepas bibir mereka yang masih menempel.
Karena mereka berdua cukup lama berciuman sekitar beberapa menit hal itu membuat Kalina sampai hampir kehabisan nafas makanya ia memukul punggung Firman agar melepaskan ciumannya supaya Kalina bisa menghirup udara lagi.
Akhirnya setelah beberapa menit berciuman Firman melepaskan bibir mereka yang masih saling menempel, setelah ciuman dilepaskan Kalina bisa menghirup udara dengan bebas lagi setelah tadi pada saat mereka berdua berciuman dirinya sangat sulit sekali bernafas.
Tetapi Kalina tidak dibiarkan bersantai sama sekali oleh Firman, setelah selesai berciuman dengan ganasnya Firman langsung menarik tubuh Kalina hingga terjatuh diatas kasur terlentang di bawah dengan posisi Firman berada diatas tubuh Kalina yang saat ini sudah tidak mengenakan apa-apa sama sekali hanya tersisa kulit putih mulus bagaikan dewi yang dimiliki oleh Kalina saja.
Pakaian yang tadi dikenakan oleh Kalina pada saat mereka berdua sedang berciuman tadi secara tidak sadar telah terlepas dari tubuh Kalina karena ulah tangan Firman yang sangat ganas dalam menjamah seluruh bagian yang berada di tubuh Kalina tanpa terkecuali.
Dengan posisi Kalina yang berada dibawah Firman membuat suasana menjadi sangat panas sekali, pastinya jika sepasang kekasih sudah dalam posisi seperti itu maka tidak akan lama lagi akan terjadi sebuah pertarungan hebat antara mereka berdua, dan itulah yang terjadi kepada Firman dan juga Kalina beberapa saat lagi.
Kalina tersenyum manis menatap mata Firman dengan tatapan penuh kasih sayang sebagai seorang kekasih, tatapan tersebut juga dibalas oleh Firman dengan senyuman di wajah tampannya yang sangat jarang sekali diperlihatkan pada orang lain, bahkan untuk orang terdekatnya saja hanya beberapa kali Firman menunjukan senyuman di wajahnya.
"Apakah kamu sudah siap?" tanya Firman untuk memastikan kembali supaya tidak terjadi kesalahpahaman nantinya jika sudah sampai di tengah-tengah kegiatan malam yang tengah mereka lakukan.
__ADS_1
Kalina terdiam beberapa detik untuk berpikir supaya nantinya ia tidak menyesali hal yang akan dilakukannya sebelum mulai menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Firman tersebut. Setelah berpikir sejenak akhirnya Kalina membulatkan tekadnya untuk memberikan semua yang dimiliki olehnya kepada Firman termasuk tubuh serta cinta yang ada di dalam hatinya semua akan diberikan kepada Firman seorang.
"Aku siap, momen pada malam ini sudah aku tunggu sejak lama, mana mungkin aku akan menolak melakukanya padahal kesempatan sudah di depan mata. Tapi sebelum kita melanjutkannya aku mempunyai sebuah permintaan," ucap Kalina dengan tangan yang menyentuh rahang Firman seraya tersenyum manis.
"Permintaan apa itu?" tanya Firman penasaran.
"Aku mohon kamu jangan pernah meninggalkan aku apapun yang terjadi, aku tahu bahwa permintaan ini terdengar sangat egois tapi aku sangat takut bila nanti kamu pergi meninggalkanku tanpa alasan, aku sangat mencintai kamu jadi tolong berjanjilah untuk selalu berada di sisiku dan juga saudari yang lain!" jawab Kalina dengan nada bicara yang terdengar serius menunjukan jika dirinya pada saat ini tidak sedang bercanda dan permintaan yang diucapkan olehnya juga serius.
"Aku sudah pernah berjanji untuk selalu melindungi semua orang yang berada di sisiku baik itu keluarga, teman, ataupun kekasih. Aku berjanji akan selalu menjaga kalian semua dalam keadaan apapun karena aku juga sangat menyayangi kalian semua," jawab Firman.
Meskipun hanya sekedar janji semata namun Kalina sangat percaya bahwa Firman akan bisa untuk selalu menepati janjinya karena selama mengenal Firman beberapa waktu ini Kalina sangat mengetahui sifat Firman yang paling anti dengan namanya mengingkari janji, sesulit apapun janji tersebut untuk tetap ditepati Firman akan selalu berusaha untuk menjaga serta menetapi janjinya tersebut.
Setelah selesai berbicara, tangan Kalina yang tadinya berada di leher Firman sekarang turun menuju area bawah dan mulai menjalankan aksinya yaitu membuka celana bagian bawah Firman karena memang pada saat ini Firman hanya tinggal mengenakan celana pendek saja, karena saat mereka berdua berciuman tadi Kalina membuka pakaian Firman mulai dari baju bagian atas sampai celana panjang yang dikenakan Firman makanya sekarang hanya tersisa celana untuk bagian dalam yang pendek saja.
Melihat apa yang akan dilakukan oleh Kalina membuat Firman berinisiatif untuk berpindah posisi dengan berpindah dari posisi awal yang menindih tubuh Kalina, setelah selesai melepaskan celana pendek Firman tersebut,
Kalina yang melihat ada benda besar yang sudah menjulang tinggi menantang siapapun yang ingin melawannya supaya segera melakukan aksinya karena benda panjang dan besar tersebut sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk segera dipuaskan.
__ADS_1
Karena besarnya yang diluar nalar membuat mental Kalina pada awalnya sempat sedikit menurun, tapi karena sudah berjanji pada dirinya sendiri akhirnya Kalina memberanikan diri untuk menyentuh benda panjang tersebut dan mulai menggunakan tangannya untuk memaju mundurkan tongkat besar itu secara perlahan-lahan karena Kalina masih minim pengalaman dalam hal ini.
Sementara untuk Firman sendiri yang saat ini sedang berbaring diatas tempat tidur sambil menikmati apa yang dilakukan oleh Kalina, ia merasakan nikmat pada saat Kalina dengan lembut menggunakan tangan halusnya untuk memainkan benda besar yang dimiliki olehnya.
Namun hal yang membuat Firman terkejut bukan main adalah adegan selanjutnya yang dimana Kalina tanpa ada aba-aba langsung melahap tongkat besar yang dimiliki Firman hingga sampai setengah benda tersebut habis dilahap Kalina.
Tapi hanya setengah saja memang kapasitas yang mampu Kalina terima lantaran sangking besarnya barang tersebut makanya ia tidak bisa menelan seluruhnya, untuk memasukan setengah saja Kalina sudah merasa tidak mampu karena tongkat itu sudah sampai menyentuh tenggorokannya.
"Jangan dipaksakan jika memang tidak mampu," kata Firman merasa kasihan saat melihat Kalina yang memaksakan dirinya untuk membuat Firman puas.
Kalina mendengar apa yang dikatakan oleh Firman tetapi ia sama sekali tidak memperdulikannya, lagi pula Kalina juga seperti ikut merasa nikmat saat melakukan hal-hal tersebut makanya ia tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Firman, hanya dalam waktu singkat Kalina langsung bisa melakukan kegiatanya dengan sangat baik bahkan sampai membuat Firman merem melek menikmati apa yang dilakukan Kalina.
Walaupun ini merupakan kali pertama bagi Kalina untuk melakukan hal semacam ini, akan tetapi karena kemampuan beradaptasi dan belajar yang dimiliki oleh Kalina lumayan bagus membuat tidak membutuhkan waktu lama bagi Kalina untuk bisa melakukannya dengan baik dan membuat Firman terpuaskan dengan apa yang diberikan Kalina kepadanya,
Meskipun masih ada beberapa kesalahan kecil yang dilakukan Kalina yang membuat Firman sedikit merasakan sakit lantaran terasa seperti ada gigitan kecil yang mengenai barang panjang miliknya pada saat dimainkan oleh Kalina, namun itu hanya beberapa kali saja setelah itu tidak ada lagi hal tersebut terjadi.
Dengan cepat Kalina memaju mundurkan mulutnya supaya membuat Firman merasa jauh lebih nikmat lagi dengan apa yang dilakukan olehnya, kegiatan tersebut berlangsung cukup lama karena memang ketahanan fisik yang dimiliki Firman dan Kalina cukup kuat sehingga mereka berdua mampu bertahan lama meskipun energi yang dikeluarkan tubuh mereka tidaklah sedikit pada saat melakukan kegiatan malam tersebut.
__ADS_1