
Chapter 103
Setelah selesai membawa wanita tadi ketempat yang aman dan menutup tubuhnya menggunakan kain agar tidak terbuka seluruhnya, Firman dan Jia Li lanjut masuk kembali kedalam pabrik untuk mencari tempat dimana ibu Firman dan warga lainya dipaksa bekerja.
Karena tadi saat pengintaian Firman sudah melihat dimana para warga berada, ia langsung berjalan ke ruangan tersebut bersama Jia Li yang setia menemani di belakangnya sambil membawa senjata bersiap-siap jika ada yang menyerang.
"Nanti saat di sana jangan sampai bertindak gegabah, kita habisi para penjaga itu satu-persatu secara sembunyi-sembunyi lebih dahulu agar tidak membuat keributan yang bisa memancing penjaga yang lainya," ucap Firman memberitahu Jia Li rencananya.
"Baiklah, apakah lebih baik aku memasang peredam suara saja agar saat menembak tidak terlalu menimbulkan suara yang keras, itu bisa meminimalisir keributan nantinya," usul Jia Li yang disetujui oleh Firman.
"Baik, pasang saja," balasnya.
Jia Li pun mengambil peredam suara yang tersimpan di tas senjata miliknya lalu dipasang pada senjata miliknya dengan rapi agar tidak lepas atau rusak saat digunakan.
Setelah selesai memasang peredam, mereka berdua kembali menyusuri bangunan pabrik yang sangat luas itu untuk menuju ruangan para warga dan ibu Firman dipekerjakan secara paksa.
'Seingatku aku tadi melihat ibu di sana,' batin Firman melihat ke arah tempat dimana dirinya tadi melihat wanita yang sangat mirip dengan ibunya.
Lalu setelah melewati ruangan itu Firman dan Jia Li sampai di sebuah ruangan yang sangat besar dengan banyak sekali orang yang sedang bekerja di sana.
"Ibu," ucap Firman melihat seorang wanita yang menggunakan masker sama di wajahnya.
"Apakah kamu yakin dia ibumu?" tanya Jia Li memastikan.
"Aku yakin dia ibuku, dia sangat mirip seperti yang ada di foto, mungkin ada perubahan sedikit karena hampir 3 tahun kita tidak pernah bertemu," jawab Firman kembali mengingat sosok ibunya.
"Baiklah jika begitu lebih baik kita cepat bebaskan mereka dan ibu kamu," ucap Jia Li dengan semangat menggebu-gebu.
Firman dan Jia Li berpencar untuk menuju posisi masing masing. Jia Li akan pergi ke lantai atas untuk mencari tempat yang pas digunakan sebagai tempat pengintaian dan untuk menembak dari jarak jauh melindungi Firman.
Sementara Firman sedang berjalan mengikuti salah satu penjaga yang menuju toilet, saat penjaga itu sampai di toilet dengan cepat Firman langsung menebas kepala pria itu hingga tewas.
Setelah menebas pria itu, kemudian Firman mengambil baju seragam penjaga tersebut dan membersihkan beberapa noda darah di baju serta tangannya, setelah cukup bersih Firman lalu memakai baju itu untuk digunakan sebagai penyamaran.
__ADS_1
Selesai mengganti baju penyamarannya Firman keluar dengan membawa senjata milik penjaga itu kembali kedalam ruangan tempat para warga yang dijadikan budak pekerja paksa.
Saat sampai di sana Firman memberikan kode kepada Jia Li yang sudah ada di posisinya untuk menandakan bahwa yang sedang menyamar itu adalah dirinya, Jia Li menerima kode tersebut dan bersiap di tempatnya beserta senjata jarak jauh miliknya.
Firman mengaktifkan alat komunikasi yang ia miliki dengan Jia Li agar lebih mudah dalam menjalankan rencana mereka, Jia Li juga sama, setelah menerima kode dari Firman tadi ia langsung mengaktifkan alat komunikasi yang telah ia pasang sebelumnya.
"Tes halo," ucap Firman melalui alat komunikasi.
"Iya halo," jawab Jia Li dari seberang.
"Apakah kau siap?" tanya Firman.
"Aku sudah sangat siap," jawab Jia Li dengan sangat percaya diri.
"Baiklah, lindungi aku jika ada sesuatu nanti yang terjadi," ujar Firman sambil menyiapkan senjata miliknya yang tersimpan di dalam bajunya.
"Aku pasti akan melindungi kamu sayang ~" balas Jia Li dengan nada menggoda iman.
"Owh ~ hukuman apa yang akan kau berikan sayang hihihi ~ " balas Jia Li terus menggoda Firman hingga membuat Firman kesal.
"Baiklah jika itu maumu, setelah ini semua selesai aku pasti akan memberikan hukuman berat untuk kamu, tunggu saja," ucapnya.
"Aku akan menunggunya sayang," balas Jia Li.
Setelah berkomunikasi dengan Jia Li, Firman bersiap dengan katana miliknya berjalan menuju sekumpulan penjaga yang sedang berkumpul bersama-sama di pojok ruangan.
Saat sampai di sana ada beberapa penjaga yang menyapa Firman tanpa tahu jika nyawa mereka sebentar lagi akan melayang di tangannya.
Dengan gerakan secepat kilat, Firman berhasil menebas 4 kepala sekaligus dalam satu kali gerakan, kepala para penjaga yang putus itu menggelinding di lantai disaksikan penjaga yang lain dan juga para pekerja yang tercengang kaget saat melihat kejadian tersebut.
Melihat rekannya yang tewas ditebas, penjaga yang lain langsung mengangkat senjatanya untuk menembak Firman tetapi gerakan mereka terlalu lambat jika dibandingkan dengan Firman.
Sring.....
__ADS_1
Srek.....
Arghh........Tanganku.......
Tebasan Firman yang begitu cepat membuat banyak penjaga yang tewas dan beberapa bagian tubuhnya terpotong darah berceceran membasahi lantai dan baju Firman.
"Habisi dia dengan cepat!!" teriak salah satu penjaga senior yang memerintahkan penjaga lainya.
Dor.....Dor......Dor......
Tembakan-tembakan terus dikeluarkan oleh para penjaga itu ke arah Firman bertubi-tubi tanpa memperdulikan para warga yang berhamburan menyelamatkan diri masing-masing ketempat yang aman.
Para warga yang menjadi pekerja paksa yang ada di ruangan tersebut menjadi sangat panik berlarian kesana kemari mencari tempat untuk berlindung.
Ada pekerja yang ingin keluar tapi sayang pintu ruangan tersebut telah dikunci jadi tidak ada yang bisa keluar dari dalam ruangan tersebut, alhasil mereka hanya bisa tiarap di lantai berlindung di balik meja-meja yang ada untuk menghindari tembakan peluru.
Firman dengan gerakan sangat gesit menghindari setiap tembakan yang mengarah padanya, ada sekitar puluhan orang yang menembaknya.
Firman juga maju menyerang para penjaga yang lengah dan langsung menghabisinya menggunakan katana kesayangannya, potongan tubuh manusia bertebaran di sana sini ulah dari Firman.
Jia Li juga tidak tinggal diam, ia menembaki penjaga yang ada di bawah untuk melindungi Firman, tembakan Jia Li ternyata cukup bagus karena jarang ada yang meleset, semua tewas setelah terkena peluru senjata dari Jia Li.
Pertarungan dua melawan puluhan orang itu berlangsung singkat karena Firman berhasil membantai para penjaga dengan bantuan Jia Li dari lantai atas yang membutuhkan waktu beberapa menit saja.
"Akhirnya selesai," ucap Firman merasa lega.
"Kamu turun saja ke sini, kita mungkin langsung berjalan untuk mencari bos mereka dan menangkapnya," panggil Firman kepada Jia Li melalui alat komunikasi mereka.
Jia Li langsung turun dengan cara melompat dari lantai atas hingga kebawah, tapi melompatnya dari atas sebuah drum besar yang ada di pabrik lalu baru ke lantai jadi tidak terlalu tinggi.
Para warga yang ada di sana berdiri kembali setelah tidak lagi mendengar suara tembakan, lalu mereka semua melihat ada banyak sekali mayat manusia yang bertebaran dengan kondisi tubuh yang berserakan tidak utuh.
Lalu mata mereka tertuju pada dua orang pria dan wanita, Firman dengan penampilan yang sangat menyeramkan karena darah di sekujur tubuhnya membuat orang akan takut kepadanya.
__ADS_1