System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 119 Bersiap Menerima Kemarahan Singa Betina


__ADS_3

Chapter 119


Firman beserta Bulan dan Jia Li sudah sampai di depan rumah, setelah Firman memarkirkan mobilnya di depan mereka kemudian masuk kedalam.


"Ini beneran rumah kamu Firman?" tanya Bulan sambil melihat sekeliling halaman depan rumah yang sangat luas dengan tatapan kagum.


"Iya bener Tante," jawab Firman.


"Hebat kamu bisa punya rumah sebesar ini, wajar saja sih karena pekerjaan kamu juga hebat," lanjut Bulan memuji Firman.


Mereka sampai di pintu depan, Firman langsung membuka pintu rumahnya karena memang tidak dikunci, Bulan dibuat semakin kagum saat melihat bagian dalam rumah Firman yang berhiaskan barang-barang mewah yang pastinya mahal harganya.


Bulan yang dulu pernah merasakan hidup mewah tahu jika barang-barang yang ada didalam rumah Firman bukanlah barang murah, yang pasti harganya jutaan bahkan milyaran.


"Aku pulang..."


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seperti orang berlari, lalu terlihatlah tiga orang wanita cantik berlari ke arah Firman dari arah ruangan tengah, mereka adalah ketiga kekasih Firman.


"Halo semua, aku pul..." belum sempat menyelesaikan ucapanya, Firman langsung diserang oleh ketiga kekasihnya.


Brugh.......


Rina, Ika, dan Anggita langsung memeluk Firman hingga membuat Firman terjatuh di atas sofa, untungnya Firman sempat bergeser jadi jatuh diatas sofa yang empuk, jika tidak maka bisa dijamin ia akan terjatuh membentur lantai dan itu cukup sakit.


"Sayang akhirnya kamu pulang hua..." ucap Rina dengan tangisan haru menyambut kedatangan sang kekasih yang sudah sangat ia rindukan kehadirannya.


"Kamu lama banget sih pulangnya!" ucap Ika kesal.


"Selamat datang kembali, Sayang ~ " ucap Anggita dengan nada menggoda khas miliknya yang membuat Firman menegang setelahnya.


Firman senang karena kedatangan nya ternyata telah dinanti oleh para kekasihnya, padahal Firman berpikir jika ia pergi maka para kekasihnya akan pergi keluar atau jalan-jalan untuk melepas rasa bosan atau mungkin bahkan bersenang-senang dengan lelaki lain.

__ADS_1


Tapi ternyata tidak seperti yang dipikirkan oleh Firman, para kekasihnya dengan setia menunggu dirumah sampai Firman kembali pulang dari desa.


Firman tersenyum bahagia karena mendapatkan kekasih seperti mereka, ia lalu membalas pelukan mereka bertiga satu persatu lalu menghadiahkan sebuah kecupan sayang di kening mereka bertiga yang membuat mereka memerah wajahnya lantaran menahan malu diperlakukan seperti itu oleh orang yang mereka cintai.


"Aku...Aku...Aku juga mau dicium," ucap Jia Li dengan bersemangat.


Chup...


Firman mencium kening Jia Li sesuai dengan permintaannya. Rina, Ika, dan Anggita kemudian melepas pelukan mereka kepada Firman dan berpindah duduk di sofa yang masih kosong.


Sementara untuk Rina masih setia berada di pangkuan Firman, dia dengan erat memeluk kembali Firman bahkan sampai mengaitkan kakinya ke pinggang Firman agar pelukannya tidak terlepas.


"Kamu kenapa?" tanya Firman yang merasa heran karena sikap Rina yang semakin manja padanya.


Padahal biasanya Rina bersikap biasa saja, paling hanya bermanja sesekali saja kepada Firman, tapi saat ini Rina bahkan tidak malu memeluk Firman dengan erat dan duduk dipangkuannya padahal sedang ditatap banyak orang keluarga Firman dan kekasih Firman yang lain.


"Kenapa emangnya!? Gak boleh ya aku begini!?" balas Rina dengan nada kesal mendongak menatap wajah Firman.


"Ehem...Sepertinya aku jadi nyamuk di sini...Ngeng...Ngeng..." ucap Bulan sambil menirukan suara nyamuk yang membuat tertawa semua orang yang ada di ruangan tersebut.


"Maaf Tante, oh iya ibu dimana ya? Tadi dia sudah masuk duluan kan?" ujar Firman melihat sekeliling mencari-cari keberadaan ibunya.


"Ibu kamu? Memangnya kamu bawa ibu kamu ke sini kah?" tanya Rina yang masih setia berada di pangkuan Firman.


"Iya, tadi aku turunin ibu di depan dan aku suruh masuk duluan karena aku ada sedikit urusan tadi," jawab Firman.


"Tapi dari tadi gak ada yang masuk, bahkan penjaga di depan juga bilang kalo gak ada orang sama sekali yang masuk kedalam rumah," ucap Ika heran.


Firman terlihat bingung karena keberadaan ibunya belum diketahui, ia menjadi panik lantaran takut jika ibunya mengalami sesuatu yang buruk atau mengalami sebuah musibah.


'Padahal tadi aku antar ibu sampai di depan gerbang rumah? Emm...Ada yang aneh sepertinya,' batin Firman yang mencium aroma-aroma kebohongan dari para kekasihnya.

__ADS_1


"Lalu ibu kemana kalau tidak ada di sini?" tanya Firman dengan wajah paniknya.


"Kita gak tau," jawab Rina, Ika, dan Anggita bersamaan menggelengkan kepala.


"Huh...Ya sudahlah, mungkin belum jodohnya, padahal aku berniat mengenalkan kalian kepada ibu lalu meminta ijin untuk menikahi kalian, yah...Jika sudah seperti ini jadi batal saja," ujar Firman dengan wajah sedihnya yang membuat kekasihnya juga ikut sedih.


"Hua...Sayang jangan begitu, ibu ada didalam, dia sedang berada di dapur bersembunyi menunggu kamu dan memberikan kejutan untuk kamu, sayang jangan marah ya hiks...hiks..." ucap Rina keceplosan membeberkan rencana yang telah dibuatnya bersama saudari-saudarinya dan juga ibunya Firman untuk membuat kejutan saat Firman sampai.


Firman yang memang sudah curiga akhirnya mendengar secara langsung dari ucapan Rina barusan. Rina yang baru sadar telah membocorkan rencana yang mereka buat menjadi terdiam seketika.


"Eh...A...Aku..." ucapnya gugup.


Tak lama kemudian datanglah Tari dari arah dapur sambil membawa sebuah gelas berisikan minuman yang lalu diletakan di depan Firman.


"Sudahlah jangan diperpanjang, Firman kamu sudah makan nak?" tanya Tari dengan lembut kepada anaknya.


"Sudah Bu, tadi sudah makan bersama Tante Bulan dan juga Jia Li di jalan," jawab Firman dengan perasaan tenang karena sudah melihat keadaan ibunya baik-baik saja.


Mereka semua yang ada di ruangan tersebut duduk di sofa sambil mengobrol satu sama lain, Rina juga sudah turun dari pangkuan Firman dengan dibujuk akan diajak jalan-jalan berdua nanti malam.


"Ehem...Bisa tolong kamu jelaskan semua ini, Firmansyah!?" tanya Tari menatap Firman dengan tatapan tajam meminta penjelasan.


Firman seketika terdiam gugup, dirinya memang paling takut kepada ibunya, melihat ibu nya marah Firman seperti seperti singa yang ganas sedang mengoyak daging mangsanya, padahal orang seperti gengster sampai kelompok mafia saja Firman tidak takut.


Tetapi jika sudah dihadapkan dengan ibunya yang marah, hilang semua keberanian yang dimiliki Firman, kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya seakan hilang tidak ada artinya.


"I...Itu...E...Gimana ya jelasinnya," ucap Firman gugup sekaligus takut hingga sulit untuk menjelaskan kepada ibunya.


"Jelaskan!" tegas Tari meminta jawaban dari Firman seraya menatap putranya tersebut dengan tatapan mengerikan.


Semua orang yang ada di sana juga diam tidak berani mengucapkan kata-kata karena takut kena imbas dimarahi oleh Tari, Firman saja takut kepada ibunya apalagi mereka.

__ADS_1


Sebenarnya para kekasih Firman terlihat senang saat melihat Firman dimarahi oleh ibunya, tetapi mereka juga merasa kasihan melihatnya.


__ADS_2