System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 79


__ADS_3

Chapter 79


Suasana di dalam ruangan pertemuan tampak sangat panas menegangkan, orang yang hadir semua duduk di kursi masing masing dengan Angga yang duduk di depan mereka semua.


"Apakah kalian tahu tujuanku mengadakan pertemuan ini bersama kalian?" Tanya Angga menatap setiap orang yang ada di sana.


Mereka saling melihat satu sama lain dengan wajah bertanya tanya bagaimana menjawab pertanyaan bos mereka itu, diundang ke sini saja mereka tidak tahu apalagi tujuan diundangnya.


"Tidak tahu pak" Jawab komisaris polisi bernama Dani.


"Sebelum ke intinya, aku ingin bertanya terlebih dahulu kepada kalian mengenai masalah kemarin, kelompok mafia luar negeri yang bertransaksi di wilayah kita, bagaimana hal itu bisa terjadi padahal kalian katanya sudah membuat pertahanan ketat untuk distribusi barang yang datang dari luar." Ucap Angga membuka obrolan yang mulai serius..


"Saya memperkirakan hal ini karena adanya kebocoran informasi pak, yang mana kita ketahui mereka menyelundupkan barang barang tersebut melalui dermaga kecil yang sulit dideteksi oleh kita apalagi mereka menggunakan kapal nelayan untuk memperdaya petugas yang berjaga di lautan agar lolos dari pemeriksaan." Ucap Junita, polisi wanita komandan kepolisian wilayah timur.


"Itu tidak mungkin, karena aku dan kelompok ku memeriksa ditempat yang kau curigai itu sama sekali tidak ada bukti transaksi yang terjadi di sana, cuma ada kapal nelayan yang bersandar dan beberapa nelayan kecil yang mereka sendiri tidak pernah mengetahui ada orang asing yang datang ke wilayah mereka." Balas Eko, komandan polisi dari wilayah Barat.


"Jadi mana yang benar?" Tanya Angga setelah mendengar informasi dari kedua bawahan nya tersebut.


Mereka mengeluarkan informasi yang didapat masing masing beserta bukti bukti yang didapatkan untuk memperkuat argumen yang dikeluarkan oleh mereka itu benar.


"Firman, bagaimana menurutmu?" Tanya Angga kepada Firman yang sedari tadi hanya diam sambil mendengarkan perdebatan antara para petinggi kepolisian tersebut.


Sontak saja ucapan dari Angga membuat para petinggi yang hadir terkejut dan merasa terhina, bagaimana tidak merasa terhina mereka yang seorang kepolisian dengan pangkat tinggi malah didiamkan oleh Angga yang justru meminta pendapat pada seorang anak muda yang mungkin seusia dengan anak mereka.


"Ee....Apa maksud om?" Tanya Firman memastikan.

__ADS_1


"Aku bertanya tentang pendapatmu mengenai masalah yang sedang kita bicarakan ini, bagaimana menurutmu?" Angga kembali bertanya kepada Firman.


"Kalau menurutku para mafia yang hendak melakukan transaksi kemarin menyelundupkan barang mereka melalui jalur udara, tepatnya menggunakan helikopter yang diturunkan di tengah tengah laut lalu dilanjut menggunakan kapal kecil milik nelayan untuk membawanya ke daratan, hal ini bisa dilihat dari banyaknya barang yang mereka bawa.


jika mereka membawa melalui jalur laut sudah bisa dipastikan barang yang dibawa pasti sangat banyak mengingat jalur laut sangatlah bagus untuk membawa beban yang banyak, tapi justru barang yang mereka bawa jumlahnya cuma sedikit tapi yang kualitasnya sangat tinggi.


Jalur laut juga sangat sulit ditembus karena penjaganya yang sangat banyak ditambah petugas yang juga berpatroli di wilayah perairan." Ucap Firman menjelaskan tentang pendapatnya mengenai masalah ini.


Orang orang di sana mencoba mencerna penjelasan yang diberikan oleh Firman, masuk akal memang apa yang diucapkan Firman.


Belajar dari kasus kasus sebelumnya yang biasanya orang yang menyelundupkan melalui jalur laut akan membawa banyak sekali barang karena memang biaya yang murah dan juga bisa memuat banyak sekali barang dalam satu kali perjalanan. Tapi resikonya sangat tinggi lantaran pengamanan di jalur laut juga lumayan ketat dan sulit ditembus apalagi jika ada kapal dari luar yang datang.


Berbanding terbalik dengan jalur udara yang minim pemeriksaan karena sulitnya akses serta kurangnya petugas yang berjaga, bisa saja mafia itu menurunkan barang transaksinya di pulau dekat daratan lalu membawanya bersama para nelayan ikan yang tidak mungkin diperiksa oleh petugas, apalagi dengan bau ikan yang bisa menutupi kecurigaan petugas yang mengawasi perbatasan.


"Bagus sekali, nak aku ingin menawari mu sesuatu dan kau harus menerimanya." Ucap Angga dengan wajah yang serius membuat semua orang ikut serius sambil melihat ke arah Firman.


"Aku ingin kamu untuk menjadi komandan wilayah pusat memimpin disana bersama mereka yang ada di sini, tenang saja kamu akan mendapatkan pelatihan agar bisa menjalankan perintah dengan baik." Ucap Angga yang seketika membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut tak terkecuali Firman.


"Pak, maaf jika saya lancang. Apakah alasan hingga anak ini bisa langsung diangkat menjadi komandan di wilayah pusat? " Tanya Eko seperti tidak terima saat Angga membuat keputusan ini.


"Tidak ada alasan khusus, aku hanya melihat potensi pada anak ini sangat besar bahkan lebih besar dari aku sendiri, jadi sebaiknya kalian tidak menentang keputusanku jika tidak ingin terkena masalah!" Jawab Angga sekaligus memberikan teguran ancaman kepada mereka.


Sementara Firman sendiri masih bingung dengan apa yang terjadi, tiba tiba saja dirinya diminta menjadi komandan kepolisian wilayah pusat yang sudah jelas adalah wilayah paling ramai sekaligus orang yang menjadi pimpinan di sini maka otomatis menjadi pimpinan bagi wilayah lain.


"Tapi om, aku masih terlalu muda bahkan aku masih sekolah SMA, bagaimana aku bisa menerima tanggung jawab ini?" Firman mencoba menolak secara halus menggunakan berbagai alasan yang dirinya buat agar bisa lepas dari jabatan besar tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana caranya? Kau seharusnya bertanya pada anakku bagaimana dia bisa suka terhadap dirimu jika kau tidak bisa bertanggung jawab." Jawaban Angga yang seketika membuat Firman diam seribu bahasa tidak dapat menolak lagi.


"Baiklah keputusan sudah bulat, Firmansyah mulai sekarang akan menjadi komandan kepolisian wilayah pusat, acara pelantikan nya akan diundur sampai masalah ini selesai, jadi ku serahkan lencana ini padamu sebagai tanda bergabungnya dirimu ke kepolisian." Ucap Angga memberikan sebuah lencana kepada Firman sebagai simbol dilantiknya Firman dan masuknya ia ke dalam kepolisian.


"Tapi aku ada satu permintaan, tolong rahasiakan mengenai hal ini karena aku tidak ingin orang luar tau mengenai pelantikan ku ini." Permintaan Firman yang di setujui semua orang.


Semua orang bertepuk tangan menyambut kedatangan Firman kedalam kepolisian, tapi tidak bagi Eko yang masih tidak terima dengan pelantikan Firman yang menurutnya seharusnya dirinyalah yang lebih pantas mendapatkan jabatan tersebut.


Pertemuan tersebut selesai dan orang yang hadir mulai kembali pulang atau kembali ke pekerjaan masing masing, sementara untuk Firman dia masih ada didalam ruangan bersama Angga yang menyuruh Firman menunjukan skill menembaknya dengan sebuah sasaran yang berjarak 50 meter.


Firman menggunakan sebuah senapan laras panjang yaitu M16 senapan yang lumayan bagus dengan jarak efektif tembakan sekitar 500 - 800 meter.


Dor.........


Dengan sekali tembakan Firman berhasil mengenai sasaran tepat di tengahnya, hal itu membuat Angga sedikit penasaran dari mana Firman mendapatkan skill menembak yang begitu hebat tersebut.


"Nak, darimana kamu belajar menembak hingga bisa semahir itu?" Tanya Angga penasaran.


Firman bingung harus menjawab apa, tidak mungkin dirinya menjawab ini semua berkat System keterampilan miliknya. Setelah berpikir berputar putar mencari jawaban yang tepat, akhirnya Firman menemukan jawaban yang lumayan masuk akal.


"Aku suka dengan senjata senjata om, jadi aku sering mencari informasi mengenai semua jenis senjata, aku juga sering bermain game simulasi menembak jadi begitulah aku belajar hingga jadi seperti ini." Ucap Firman menjawab dengan alasan yang dia buat agar tidak membuat Angga curiga.


"Emm baiklah, lanjutkan latihanmu yang sudah cukup baik itu, jangan mudah merasa cukup dengan skill ku sekarang terus asah kemampuanmu hingga semakin meningkat." Ucap Angga memberi masukan pada Firman.


Mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan pergi makan siang bersama yang sudah dimasakan oleh Maria dan juga Ika.

__ADS_1


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...


__ADS_2