System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 135 Kepanikan Di Markas Black Dragon


__ADS_3

Chapter 135


Di markas utama kelompok mafia Black Dragon, saat ini sedang sangat sibuk sekali lantaran perintah dari ketua mereka untuk memperketat penjagaan di dalam markas maupun diluar sekitaran markas.


Raja yang merupakan ketua dari mafia Black Dragon telah mendapatkan sebuah informasi akan adanya penyerangan yang dilakukan oleh musuh mereka, sayangnya Raja tidak tau siapa yang akan menyerangnya tersebut.


Semua berawal tadi pagi saat salah satu anak buah sekaligus tangan kanan Raja di Black Dragon melapor kepadanya jika data base kelompok mereka ada yang membobol.


"Bagaimana bisa ada yang membobol keamanan data kita!" seru Raja marah kepada para anak buahnya yang mengurus tentang semua data kelompok mafia miliknya.


"Ma...Maaf Ketua, dia sangat cerdas sampai kita saja tidak menyadari bahwa data utama telah di bobol, kita menyadari ada yang membobol pada saat mengecek tempat penyimpanan data dan menemukan ada jejak asing yang masuk ke sana.


Dia menggunakan alamat IP dari salah satu pekerja kita, alhasil dengan mudah pembobol itu masuk serta mencuri banyak sekali data yang kita punya," ujar salah satu anak buah Raja menjelaskan secara detail kronologis kejadian nya.


Raja memijat keningnya karena pusing memikirkan tentang masalah ini, setelah selesai memerintahkan para anggotanya untuk memperketat penjagaan, Raja menghubungi rekan bisnis nya untuk melaporkan kejadian yang bisa membuat masalah besar ini.


"Halo Tuan Richard, saya ingin melaporkan sesuatu pada anda," ujar Raja langsung pada intinya.


Benar sekali, rekan bisnis Raja adalah Richard, sang ketua mafia luar negeri atau Rich Devil yang mempunyai banyak sekali koneksi di beberapa negara di dunia ini.


"Ada apa!? Cepat kau katakan! jika itu tidak penting maka aku akan memenggal kepalamu saat ini juga!" ucap Richard dengan nada kesal.


Raja merinding seketika mendengar ancaman yang dilontarkan Richard, walaupun ia tidak ada di sini tetapi Raja sangat yakin banyak sekali bawahan nya Richard yang siap kapan saja untuk menghabisi dirinya.


"I...Ini tentang anak yang anda suruh saya untuk membunuhnya waktu itu, Tuan!" jawab Raja gugup.


"Siapa yang kau maksud?" tanya Richard yang sepertinya agak lupa.


"Anak yang Tuan suruh kami untuk menghabisinya lantaran menghabisi banyak anggota yang ada di pabrik," jawab Raja menjelaskan kembali.


Richard ingat dirinya memerintahkan para anak buahnya serta rekan bisnis yang dimilikinya untuk mencari tahu tentang Firman dan membawanya baik hidup maupun tidak.


"Cepat katakan apa yang kau punya!" tegas Richard dengan nada yang memerintah.

__ADS_1


Raja yang ketakutan dengan cepat langsung menjelaskan masalah yang baru ia hadapi, "Data kelompok saya telah diretas oleh seseorang dan saya sangat yakin bahwa orang yang meretas itu merupakan anak tersebut," ucapnya.


"Lalu apakah anak itu akan menyerangmu?" tanya Richard yang mulai paham akan masalah yang dialami Raja.


"Kemungkinan seperti itu Tuan, tetapi saya belum bisa memastikan apakah anak itu akan menyerang atau tidak, namun saya bisa menjamin jika anak itu tidak akan menyerang dalam waktu dekat ini karena penjagaan di markas sudah saya perketat," ujar Raja.


"Teruskan rencana yang kau buat, jangan sampai biarkan anak itu lolos kali ini, aku sarankan untuk mu jangan remehkan anak ini karena kemampuannya bisa dikatakan lumayan hebat!" ucap Richard memberikan sedikit peringatan kepada Raja.


"Baik Tuan, saya akan mengikuti saran yang ada berikan," balas Raja.


Sambungan telepon terputus, Raja bergegas untuk mempersiapkan segala sesuatu yang ia butuhkan untuk menangkap Firman jika sewaktu-waktu menyerang.


Sedangkan di tempat yang jauh berada, Richard sedang bersama dengan seorang wanita cantik yang duduk di pangkuannya, mereka berada di tepi kolam renang rumah milik Richard jadi si wanita hanya menggunakan pakaian renang tipis sedangkan Richard hanya menggunakan celana pendek.


"Siapa tadi yang menghubungi kamu sayang?" tanya si wanita dengan gaya genit nya.


"Hanya rekan bisnis yang melaporkan masalah sedikit," jawab Richard tersenyum seraya memeluk tubuh si wanita yang ada di pangkuannya tersebut.


"Tenang saja sayangku, aku pasti akan menuruti semua kemauan mu," jawab Richard mencium bibir wanitanya tersebut yang dibalas dengan ciuman panas kembali oleh si wanita.


...............


Firman sudah bangun dari tidurnya dan bersiap akan pergi ke kantor kepolisian pusat, kebetulan juga hari ini akan diadakan rapat untuk membahas tentang masalah kelompok mafia luar negeri yang semakin menunjukan taringnya menyebarkan obat terlarang.


Mengendarai mobil miliknya, Firman membalas jalanan kota yang ramai lancar, para pengguna jalan yang melihat Firman menggunakan mobil mewah dengan modifikasi yang terlihat sangat keren menjadi kagum.


Setelah berkendara kurang lebih satu setengah jama karena jarak markas Serigala Hitam ke kantor polisi pusat lumayan jauh jadi membutuhkan lumayan banyak waktu untuk berkendara.


Firman memarkirkan mobilnya di restoran dekat kantor polisi pusat, hal itu ia lakukan untuk menghindari menjadi mencolok, apalagi masih banyak orang yang belum tau posisi Firman di kepolisian, jadi Firman ingin sekalian menguji para anggotanya.


Memasuki area depan kantor polisi, Firman dipersilahkan masuk dengan sopan oleh penjaga di sana karena mereka sudah mengetahui siapa Firman pada saat Firman datang bersama Jia Li dulu.


Firman masuk kedalam kantor yang tampak sedikit berbeda dengan lumayan banyak renovasi yang dilakukan di beberapa titik, Firman berjalan ke arah seorang wanita yang sedang berjaga di meja depan tempat penerimaan tamu ataupun orang datang.

__ADS_1


"Permisi mbak," ujar Firman.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya wanita itu dengan ramah.


'Sepertinya dia anggota baru makanya belum mengenal ku, baguslah jika begitu,' batin Firman.


"Bisakah antarkan saya menuju ruangan tempat Bu Junita berada, saya ada janji bertemu dengan dia hari ini," ucap Firman mengutarakan niatnya.


"Baik Tuan, mari saya antarkan," balas si wanita berjalan di depan Firman untuk menuju ruangan tempat Junita berada.


Bagaimana Junita bisa berada di sini padahal dirinya merupakan komandan polisi di wilayah Timur?


Tentu saja karena akan diadakan pertemuan antar pimpinan wilayah maupun pimpinan pusat serta para petinggi kepolisian lainya, makanya Junita bisa ada di markas pusat dari kemarin.


Firman di antar wanita tadi sampai di depan ruangan Junita, wanita tadi pamit pergi karena tugasnya masih banyak lagi, Firman mengetuk pintu ruangan Junita beberapa kali hingga akhirnya dibukakan dari dalam.


Setelah dibukakan pintunya, terlihat seorang wanita cantik berusia kisaran 30 an sama seperti Anggita, penampilanya terlihat sangat tegas dan seksi dengan mengenakan seragam kepolisian agak ketat karena lebih mempermudah dalam bergerak, lalu rok sepaha satu set dengan seragam nya.


"Eh...Pak Firman!? Sejak kapan anda tiba disini?" tanya Junita terkejut karena belum mendapatkan kabar tentang datangnya Firman ke kantor pusat.


"Kita bicarakan di dalam saja Bu," balas Firman.


Junita mempersilahkan Firman masuk lalu duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut, Junita pergi ke dapur sebentar untuk mengambilkan minum untuk Firman.


'Padahal kedudukan kita sama di kepolisian, tapi mengapa dia sangat menghormati aku ya?' batin Firman bertanya-tanya.


* halo semua!!! Author ada sedikit informasi nih buat kalian...


Author punya teman yang lagi nulis cerita baru, kalian bisa mampir jika suka dan beri saran nantinya.


Judulnya: Hero Becomes Demon King Ancestor. Karya dari author Riza ID


Mampir ya temen-temen, saling dukung...

__ADS_1


__ADS_2