
Chapter 219
Wanita muda tadi yang memanggil Robert saat sedang berhadapan dengan Firman saat ini ia sedang berjalan mendekat kearah Robert bersama dengan ketiga temannya yang selalu berjalan dibelakang wanita tersebut.
Saat sudah sampai di dekat Robert, dengan tidak tahu malunya wanita itu langsung memeluk lengan sebelah kanan Robert dengan manjanya memperlihatkan kemesraan yang tidak enak dipandang oleh orang-orang yang ada disana.
Jika biasanya orang akan merasa iri saat melihat kemesraan yang diperlihatkan oleh orang lain, maka pada kasus kali ini sangatlah berbeda sekal.
Karena saat ini banyak orang yang memperhatikan keributan yang dibuat oleh Robert dan teman-temannya jadi adegan mesra yang dilakukan Robert dengan wanita muda yang tadi menggoda Firman itu juga tidak luput dari pandangan mata banyak orang.
Orang-orang memandang ke arah wanita itu dengan tatapan seperti melihat orang yang menjijikan, bagaimana tidak merasa jijik jika mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri saat wanita itu menggoda Firman secara terang-terangan bahkan di depan kekasih Firman itu sendiri yaitu Kalina,
Namun saat ini wanita itu dengan tidak tahu malunya memperlihatkan kemesraan dengan pria lain yang merupakan kekasih nya sendiri. Sungguh wanita yang sangat tidak tau sopan santun dan hanya berjalan bersama dengan pria yang menurutnya mampu untuk membiayai keinginannya saja.
Memang tidak ada salahnya jika sebagai wanita memilih pria yang memiliki kelebihan dalam hal apapun termasuk finansial keuangan, akan tetapi cara yang digunakan untuk mendapatkan pria itu juga harus diperhatikan, jangan sampai bertindak seperti wanita yang tak tau malu itu.
'Cih ... wanita macam apa dia, tadi saja menggoda kekasihku sampai sebegitu memaksa, tapi sekarang dia malah bersikap sok manja dengan kekasihnya sendiri! Hump!' batin Kalina menatap kesal penuh amarah kearah wanita muda yang mungkin usianya hanya terpaut beberapa bulan di bawah Kalina.
"Sayang ~ aku tadi dihina oleh wanita itu bersama dengan laki-lakinya, aku dikati sebagai wanita yang menjijikan oleh mereka. Sayang, tolong aku ... huhuhu ...
aku sangat sedih karena mereka mengatakan hal itu untuk menghinaku," ujar wanita muda itu dengan memeluk lengan kanan Robert erat.
Banyak orang yang melihat adegan tersebut menjadi sangat geram kepada sifat wanita muda yang tidak tau malu tersebut. Dia menuduh Kalina menghinanya padahal aslinya wanita itu sendiri yang mengatai Kalina lebih dulu.
Dengan menggunakan bakat pintar bersandiwara yang dimiliki olehnya membuat wanita itu semakin mudah mendapatkan perhatian lebih dari Robert yang terlihat marah saat mendengar cerita yang disampaikan oleh wanita itu kepadanya.
__ADS_1
Melihat reaksi yang diperlihatkan Robert, pastinya membuat Firman merasa kasihan dan kesal secara bersamaan pada Robert, kasihan karena bagaimana mungkin seorang laki-laki muda yang mengatakan jika dirinya adalah anak pejabat tinggi di kota tapi malah bersikap lunak dihadapan wanita yang sudah terlihat sangat jelas sedang memanfaatkannya saja demi keuntungan pribadi.
Firman juga merasa kesal karena melihat Robert sebagai seorang pria tidak bisa bersikap tegas untuk mengambil keputusan dalam menghadapi situasi seperti ini, seharusnya ia sudah mengerti cara menghadapi masalah seperti sekarang ini dengan berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak.
"Apa yang kamu katakan itu benar kan?! Jika memang benar seperti itu maka aku tidak akan memberikan ampun kepadamu! Kalian, serang dia lalu habisi sampai tidak bisa bergerak lagi! Cepat!" perintah Robert pada teman-temanya, termasuk Ferdinand yang paling jago dalam urusan beladiri.
Dengan cepat tiga orang pria langsung maju kedepan Firman untuk melawannya sesuai perkataan Robert barusan, mereka menurut saja saat diperintah oleh Robert lantaran hidup mereka semua ditanggung oleh Robert makanya mereka patuh kepada pria itu tanpa melawan sama sekali.
Mereka bertiga sudah berdiri mengelilingi Firman yang sedang berdiri disamping Kalina yang masih setia menggenggam tangannya dengan erat tidak mau melepaskan walau hanya sebentar saja, mungkin Kalina memegang tangan Firman sangat erat karena ingin memberikan semangat berupa dukungan mental kepada kekasihnya tersebut.
"Lebih baik kau menyerah Nak, aku tidak akan bertindak kasar jika kau mau menyerah lalu menyerahkan wanitamu itu kepada kami hehehe," kata seorang pria dengan tubuh kekar dan terlihat dari wajahnya jika pria itu yang paling tua diantara teman Robert yang lainnya.
"Hanya orang yang bisa menggertak tanpa bisa melakukan apa-apa, apa yang perlu aku takutkan dengan itu?" balas Firman dengan nada sinisnya berniat untuk memprovokasi musuhnya.
"Sayang, lebih baik kita pergi dari sini, jangan terlalu banyak membuat masalah," bisik Kalina tepat di samping telinga Firman dengan mada cemas takut jika mereka membuat masalah pada orang yang salah.
Kalina pun hanya bisa pasrah melihat Firman yang memprovokasi lawannya dengan sanhat terang-terangan disaksikan banyak orang, Kalima hanya bisa memberikan semangat kepada sang kekasih.
Firman memang suka sekali membuat lawannya merasa terprovokasi karena dengan begitu lawannya tidak akan bisa berpikiran dengan baik dan membuat mereka bergerak hanya dengan mengandalkan kekuatan saja tanpa menggunakan otak karena telah terbawa emosi karena kalimat provokasi yang diucapkan oleh Firman, kemudian pastinya Firman akan dengan mudah melawan mereka yang telah terbawa emosi, cukup sekali serang saja sudah bisa tumbang.
Mendengar balasan yang diucapkan oleh Firman sukses membuat ketiga orang tersebut naik pitam, dengan menggunakan kedua tangannya pria berbadan kekar tadi lalu menyobek bajunya kemudian memperlihatkan tubuh kekar berotot yang sangat besar membuat banyak orang merasa takut dengan hanya melihatnya saja.
Sedangkan para wanita yang melihat tubuh pria kekar tersebut bukanya tertarik atau berfantasi liar membayangkan tubuh kekar, mereka justru merasa tidak tertarik sama sekali dengan tubuh pria kekar seperti itu lantaran terlalu berlebihan menurut mereka, memang tidak semua wanita memikirkan hal yang sama tapi wanita yang ada di dalam restoran saat itu memikirkan hal itu, tidak tertarik pada pria berotot terlalu berlebihan.
"Paman, diluar sedang terjadi musim dingin, suhu normal saja pada saat musim dingin itu sekitar -2° celsius, lalu Paman membuka baju seperti itu apakah tidak merasa kedinginan sama sekali?" tanya Firman dengan polosnya yang membuat banyak orang ingin tertawa saat mendengarnya tapi mereka tidak ada yang berani tertawa karena sudah diperingatkan oleh pria berbadan kekar yadi dengan cara memelototi orang disekitar.
__ADS_1
"Dasar kau bocah busuk! Jangan banyak omong kamu Bocah! Lebih baik aku habisi saja kau saat ini juga supaya membuat mulut busukmu itu tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi!" ucap pria kekar itu dengan sangat marah dan langsung maju ke arah Firman dengan melayangkan kepalan tangan kanannya untuk memukul Firman.
Firman masih diam dengan santainya sama sekali tidak bergerak dari tempatnya berada saat ini, bahkan tangan sebelah kanannya masih digenggam erat dengan tangan Kalina.
Saat pukulan tangan pria kekar itu sudah hampir mengenai wajah Firman, secara tiba-tiba dengan gerakan yang sangat cepat tanpa bisa dilihat oleh mata orang biasa, Firman membuat serangan yang dilancarkan oleh pria kekar itu berbalik kearah pemukulnya itu sendiri.
Bugh ...
Bruak ...
Dengan gerakan yang sangat cepat sekali, Firman memukul menggunakan tangan kirinya tepat ke arah perut bagian samping tepat mengenai area terlarang jika dalam pertarungan resmi karena bisa mengakibatkan banyak kejadian yang tidak diinginkan seperti cedera parah hingga orang yang terkena pukulan tewas seketika.
Pukulan tersebut mengarah pada daerah yang sangat rawan sekali karena bisa membuat orang tumbang hanya dengan sekali hantaman saja, tapi memang itu tujuan dari Firman memukul tepat di daerah itu, untuk membuat pria besar tersebut tumbang hanya dengan satu kali hantaman saja tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga.
Setelah pukulan yang dilayangkan Firman tepat mengenai sasaran, suara benda tertabrak hingga hancur membuat perhatian orang-orang yang tadi fokus melihat tubuh besar kekar milik pria tadi sekarang malah fokus mencari darimana asal suara benda hancur tersebut.
Ternyata suara benda hancur barusan berasal dari tubuh pria kekar tadi yang menghantam beberapa meja yang masih ada pasangannya sedang menikmati makanan, alhasil orang yang sedang makan menjadi sangat terkejut lalu langsung berdiri dan menjauh dari tempat pria itu terlempar.
Bahkan Robert sendiri sedikit merasa ngeri pada saat melihat keganasan yang diperlihatkan oleh Firman saat memukul salah satu temannya tersebut. Bagaimanapun juga Robert sangat tahu kemampuan temannya itu yang merupakan seorang juara bertarung tingkat nasional, mana mungkin hanya dengan satu kali pukulan seorang pria kecil seperti Firman bisa tumbang. Tapi kenyataannya memang seperti itu, Firman dapat menumbangkan pria besar itu hanya dengan sekali pukulan saja.
"Jangan banyak bicara jika tidak punya kemampuan!" ujar Firman dengan nada dinginnya yang membuat banyak orang merinding ketakutan saat melihatnya.
Namun tidak bagi Ferdinand dan satu temannya lagi yang tersisa, mereka malah langsung menyerang Firman karena berpikiran jika saat ini keadaan Firman sedang tidak dalam kondisi waspada sehabis melawan pria kekar tadi.
Ferdinand mengeluarkan pisau dari saku bajunya lalu mendekat kearah Firman dengan sangat cepat berencana untuk menusuk Firman menggunakan pisau yang selalu dibawa oleh Ferdinand tersebut meskipun saat ini mereka masih berada di dalam restoran yang terdapat banyak sekali orang.
__ADS_1
Walaupun banyak orang yang menyaksikan perseteruan mereka, tapi Ferdinand sama sekali tidak berniat untuk mengurungkan niatnya untuk menusuk Firman, bagaimanapun juga ucapan dari Robert tadi meminta mereka untuk menghabisi Firman jadi apa salahnya jika menggunakan senjata tajam untuk menghabisinya ya kan.
Sementara teman yang satunya sudah tahu rencana yang akan dilakukan oleh Ferdinand, jadi dia berpikir jika Firman akan tumbang sebentar lagi ditangan Ferdinand dan dirinya tidak melakukan apa-apa sama sekali untuk melawan Firman karena dia merasa agak sedikit takut saat melihat kemampuan Firman yang sangat hebat tadi saat menjatuhkan temannya yang memiliki tubuh besar, apalagi tadi Robert dihantam sekali saja dengan pukulan Firman langsung terlempar.