System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 155 Melihat Latihan Anggota Dan Makan Bersama Gina


__ADS_3

Chapter 155


Keesokan harinya langit yang begitu cerah dengan matahari yang mulai menampakan dirinya dari ufuk timur, membangunkan setiap orang yang masih terlelap dalam tidurnya untuk segera bangun lalu melakukan aktivitas masing-masing.


Firman terbangun saat suara-suara aktivitas para anggota Serigala Hitam dan Black Dragon sedang berlatih terdengar sangat jelas di telinganya.


Mata yang masih sangat berat untuk sekedar membuka saja, membuat Firman ingin melanjutkan tidurnya kembali. Firman menoleh ke samping lalu membuka selimut yang menutupi sebuah gumpalan besar.


Saat gumpalan besar dibalik selimut itu dibuka, terlihatlah Gina yang masih tidur dengan sangat nyenyak dibalik selimut sambil memeluk Firman, menjadikan dada Firman sebagai bantalan tidurnya.


"Apa mataku saja yang rusak atau memang ini kenyataannya? Kenapa Gina pada saat tidur terlihat sangat berbeda, dia terlihat seperti anak kecil yang tidur tanpa tau ada orang yang juga tidur disampingnya," kata Firman tersenyum masam melihat posisi tidur Gina yang sangat tidak menunjukan sifatnya sebagai seorang wanita dewasa.


Bagaimana tidak terkejut, Firman yang melihat posisi tidur Gina sangatlah bingung sekaligus heran dengan wanita tersebut, sudah dewasa tapi tidur layaknya anak kecil.


Gina tidur dengan posisi kepala ada diatas dada bidang Firman, sedangkan kakinya berada di sisi ranjang lainya bahkan hampir terjatuh karena tidur dengan tubuh menyamping.


Sementara tangan kanan berada di bawah milik Firman menggenggam erat barang tersebut, itu bisa terjadi mungkin karena Gina mengigau ataupun mimpi entah apa itu yang bisa membuat posisi tersebut terjadi.


"Lama-lama aku bisa kembali melahap mu jika tangan kananmu terus menggenggam barang milikku," kata Firman yang sedang menahan keinginan nya untuk melepaskan hâsrat kelelakiannya.


Secara perlahan-lahan Firman memperbaiki posisi tidur Gina agar lebih nyaman, kepala Gina diletakan atas bantal agar tidak sakit saat tidur, lalu Firman menutupi tubuh Gina dengan selimut kembali.


Setelah memperbaiki posisi tidur Gina agar lebih nyaman, Firman pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, niat awalnya yang ingin kembali tidur menjadi gagal karena sudah tidak mengantuk lagi.


Firman mandi beberapa menit lalu berganti pakaian dengan setelan santai karena rencana nya hari ini ia ingin melihat latihan apa saja yang dilakukan oleh para anggotanya saat di markas.


Sebelum pergi untuk melihat latihan para anggota, Firman menyempatkan dirinya untuk mencium kening Gina yang sedang tertidur pulas dengan keadaan tubuh masih polos tanpa pakaian sama sekali.


Sejenak Firman berhenti lalu melihat bercak darah bekas pertempuran semalam, Firman menyungingkan senyum lalu pergi dari kamar tersebut untuk keluar menemui para anggotanya yang sedang berlatih.


.............


Sesampainya di tempat latihan para anggota Serigala Hitam dan juga Black Dragon, Firman ditemani oleh Bagas berkeliling melihat perkembangan hasil latihan para anggota.

__ADS_1


"Berapa kali kalian latihan?" tanya Firman sambil terus melihat latihan anggotanya.


"Setiap hari ada latihan, Bos!" jawab Bagas.


Firman menganguk mendengar jawaban yang dilontarkan Bagas, ia terus berkeliling di tempat latihan yang berada pada samping gedung markas Serigala Hitam tersebut.


Tempatnya memang sangat luas sekali dan nyaman digunakan untuk berlatih, karena berada di pinggiran kota yang tidak terlalu ramai dengan aktivitas masyarakat dan juga tidak terganggu oleh suara bising kendaraan.


Bagas sangat pintar sekali dalam memilih tempat yang digunakan untuk dijadikan markas, sebenarnya Bagas memilih tempat ini juga karena sesuai dengan kriteria yang diinginkan Firman.


Tidak terlalu jauh dari keramaian, luas, nyaman, dan yang paling terpenting adalah tidak mengganggu masyarakat yang ada di sekitarnya. Firman tidak mau suara bising dari latihan para anggotanya terdengar sampai mengganggu orang lain yang juga menjalankan aktivitasnya.


"Kita masuk kedalam," ucap Firman dibalas anggukan kepala oleh Bagas.


Mereka berdua lalu masuk kedalam markas Serigala Hitam untuk menuju sebuah ruangan yang diperuntukan sebagai tempat berlatih dalam ruangan bagi para anggota.


Beberapa menit berjalan, akhirnya Firman dan Bagas sampai pada ruangan yang luas tersebut, walaupun berada di dalam ruangan tetapi ruangan tersebut dilengkapi dengan berbagai alat untuk digunakan anggota latihan menembak.


Karena gedung yang digunakan sebagai markas ini merupakan bekas pabrik besar, alhasil banyak ruangan-ruangan luas yang dulunya sebagai tempat bagi para karyawan bekerja.


"Aku ingin membicarakan sesuatu bersama mu nanti, sekarang aku ingin beristirahat terlebih dahulu, kamu lanjutkan pekerjaanmu," ucap Firman beranjak pergi.


"Baik Bos," balas Bagas yang juga pergi untuk melakukan pekerjaannya.


Firman kembali menuju kamar miliknya untuk melihat keadaan Gina apakah sudah bangun atau belum, ia juga berencana untuk mengajak Gina berjalan-jalan sebentar sebelum nantinya Firman akan melakukan perjalanan ke luar negeri menyelesaikan tugasnya.


Saat memasuki kamarnya, Firman tidak dapat menemukan keberadaan Gina di sana, ranjang tempat mereka tidur semalam juga terlihat sudah rapi bahkan sprei dan juga selimutnya telah diganti dengan yang baru.


Namun tak lama kemudian, Firman mendengar ada suara seperti orang sedang memasak dari arah dapur yang berada di samping kamar terletak dalam ruangan pribadi milik Firman yang ada di markas Serigala Hitam.


Firman berjalan menuju arah dapur lalu setelah sampai ia akhirnya menemukan Gina di dapur sedang memasak dengan lihainya seperti chef papan atas yang sudah sangat ahli dalam bidang masak-memasak.


'Aku tidak tau ternyata Gina sangat mahir memasak,' batin Firman sambil memandangi Gina yang sedang memasak makanan.

__ADS_1


Sebenarnya yang menarik perhatian Firman bukanlah makanan yang sedang dimasak oleh Gina, akan tetapi pakaian yang dikenakan Gina yang hanya berupa celemek saja tanpa ada baju yang dipakai sama sekali.


Alhasil tubuh polos putih bak air susu milik Gina terlihat sangat jelas.Apalagi dengan hanya menggunakan celemek yang membuat Gina terlihat sangat menggoda.


Gina yang merasakan ada yang sedang memperhatikan dirinya, ia kemudian menoleh dan melihat ada Firman yang sedang memperhatikan dirinya saat memasak.


"Sayang, sejak kapan kamu di situ?" tanya Gina sambil menuangkan sedikit garam pada masakannya.


"Sejak kamu mulai memasak barusan," jawab Firman.


"Kemarilah dan coba rasakan masakan yang aku buat sayang," ujar Gina.


Firman mendekati Gina lalu mencicipi masakan yang dibuat olehnya sedikit dengan menggunakan sendok yang diambil barusan.


Enak, itulah yang dirasakan Firman saat mencicipi masakan yang dibuat oleh Gina, dirinya bukan berbohong sama sekali, rasa masakan yang dibuat Gina memang enak.


"Sangat enak," ucap Firman memuji hasil masakan Gina.


Gina tersenyum senang lalu memeluk Firman sebentar kemudian melepasnya kembali, "Terima kasih sayang, ayo mari kita makan," ucapnya mematikan kompor.


Kemudian Gina menyajikan hasil masakan yang telah dibuat olehnya di piring lalu ditata dengan rapi pada meja makan yang mana ada Firman duduk di kursinya sedang menunggu makanan yang dibuat oleh Gina.


Setelah semuanya telah siap, Gina duduk di samping Firman lalu mengambilkan makanan untuknya dengan nasi beserta lauk-pauknya.


Mereka berdua makan sarapan bersama dengan mesra karena sesekali Gina menyuapi Firman, begitu juga sebaliknya. Kebahagiaan bisa terwujud dengan hal-hal yang sederhana seperti makan bersama seperti yang dilakukan Gina dan Firman saat ini.


Gina sendiri merasa sangat bahagia karena akhirnya dapat merasakan kembali kehangatan dari orang yang disayanginya, sudah lama sekali sejak terakhir kali Gina makan bersama seperti sekarang, apalagi saat ini makan bersama dengan sang pujaan hati yang telah ia miliki.


Mereka terus makan hingga selesai, setelah selesai makan sarapan Firman kembali masuk kedalam ruangan miliknya untuk mengerjakan beberapa dokumen yang diberikan oleh Bagas kepadanya.


Sedangkan Gina pergi membersihkan tubuhnya di kamar mandi karena memang dari tadi baru bangun tidur ia belum mandi sama sekali, tubuhnya juga terasa sangat lengket karena pergulatan malam mereka berdua.


Sebenarnya Gina sedikit masih merasakan sakit di area bawah miliknya, tapi karena tidak mau merepotkan Firman dan juga ia yang merupakan ketua mafia besar pastinya memiliki tubuh fisik lebih kuat karena ditempa dengan latihan yang keras membuat rasa sakit seperti ini tidak begitu terasa bagi Gina.

__ADS_1


Tadi juga Firman memberikan obat yang dibelinya dari shop System guna meredakan rasa sakit yang dialami oleh Gina supaya cepat sembuh.


__ADS_2