System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 58


__ADS_3

Chapter 58


Firman mendengarkan setiap detail cerita dari Karmila dengan seksama tanpa menjeda sama sekali saat Karmila tengah bercerita.


Dari tatapan mata Karmila bisa disimpulkan bahwa ia mengalami trauma yang berat karena kejadian yang menimpanya ini.


Bahkan terlihat dari gerak gerik Karmila yang selalu memeluk tubuhnya sendiri seperti merasa terancam.


Melihat keadaan Karmila yang seperti itu membuat Firman tidak tega. Firman lalu mendekati Karmila dan langsung memeluknya erat membawa ke dalam dekapan tubuhnya.


Karmila awalnya sangat kaget dengan tindakan Firman yang tiba tiba dan tidak merasa jijik setelah mendengar ceritanya yang memilukan.


Lalu Karmila membalas pelukan Firman dan menangis didalam dekapan Firman menumpahkan segala kesedihan nya yang selama ini selalu ia pendam sendirian tanpa ada yang membantu.


Firman juga mengelus elus kepala juga pundak Karmila supaya ia merasa nyaman berada pada dekapan Firman.


Setelah beberapa lama pelukan ternyata Karmila tertidur di dalam pelukan Firman dengan nyenyak.


Melihat Karmila yang tertidur karena merasa nyaman di pelukanya, membuat Firman tersenyum. Akhirnya beban yang selama ini ada pada diri Karmila bisa terlepas dengan adanya Firman yang menjadi sandaran baginya.


Firman merebahkan Karmila di atas kasurnya lalu ia pergi untuk mandi karena habis olahraga membuat tubuhnya penuh keringat.


Entahlah mengapa Karmila bisa se begitu nyamannya dipeluk Firman, padahal Firman sendiri merasa tubuhnya bau keringat.


Setelah mandi Firman langsung duduk di kursi kerjanya di depan PC, lalu Firman menelpon Anggita untuk mengurus sesuatu.


Tutt.....Tuttt....


"Halo, ada apa sayang?" Tanya Anggita dengan suara lembutnya.


"Bisa minta tolong untuk carikan aku rumah untuk tempat tinggalku nanti." Jawab Firman langsung pada inti pembicaraan.


"Memangnya kamu ingin rumah seperti apa? Kan kamu punya perusahaan yang bergerak dibidang perumahan sendiri sayang." Ucap Anggita.


"Aku malas mencari cari, carikan saja rumah yang bagus menurutmu, lagian rumah itu nanti bukan hanya untukku tapi juga untuk kalian juga." Ucap Firman.


"Baiklah sayang, emm sayang bisakah kamu ke kantor, aku ingin bertemu denganmu, boleh ya sayang ~ " Anggita meminta dengan nada yang sangat imut.


"Baiklah nanti aku akan kesana, sekalian pergi ke anak perusahaan FEMA untuk mengecek sesuatu dan bertemu dengan asisten ku di sana." Jawab Firman memang ada urusan di perusahaan.


"Yeay terima kasih sayang, aku tunggu ya. Oh iya nanti biar adik ku saja yang mengurusi soal rumahmu ya." Ucap Anggita senang.


"Ya terserah kau saja." Jawab Firman.


Panggilan telepon pun berakhir dan Firman hanya duduk sembari memandangi wajah cantik Karmila yang sembab matanya lantaran menangis tadi.


[Ding......Misi Telah Dilaksanakan......


Apakah Host Ingin Memasang Skill Hadiah?]


"Pasang langsung saja System." Jawab Firman pada System yang mengeluarkan notifikasi penyelesaian misi.


[Ding.......Memasang Skill Hadiah Dimulai......


Memasang Skill Pembunuh Bayaran Tingkat Tinggi.....


20%.......


40%.........


60%..........


80%...........


100%.........


Skill Pembunuh Bayaran Telah Terpasang.]


Lalu di otak Firman masuk berbagai informasi mengenai dunia pembunuh bayaran yang sangat mengerikan.


Mulai dari cara membunuh dengan baik tanpa dikenali oleh pihak berwajib, membunuh dengan cara yang sangat brutal sampai halus, membuat korban seolah olah mati karena kecelakaan.


Sampai cara untuk membuat senjata untuk menghabisi target dengan sangat cepat tanpa meninggalkan bukti.


"Skill ini sungguh berbahaya, tapi juga sangat berguna jika aku gunakan untuk melenyapkan musuh musuhku diluaran sana." Ucap Firman merasa skill barunya sangat mematikan.


"Cek status System." Ucap Firman.


[Ding....Status Host......


Nama :Firmansyah


Usia. :17 Tahun

__ADS_1


Pekerjaan :Pelajar, Pebisnis, Pengusaha, Pembunuh Bayaran, Chef, Ahli Bela Diri.


Kecerdasan :90% (Jauh Diatas Manusia Rata Rata)


Kharisma :80% (Diatas Manusia Rata Rata)


Kekuatan Fisik :85% (Diatas Manusia Rata Rata)


Kekuatan Non Fisik :50% (Manusia Rata Rata)


Kekayaan / Bisnis :




FEMA CORPORATION (Salah Satu Anak Perusahaan TEKNA)




TEKNA CORPORATION




Skill :




Komputer Tingkat Tinggi.




Dokteran Modern Tingkat Tinggi.






Judo Tingkat Sedang.




Karate Tingkat Master.




Bisnis Saham Tingkat Tinggi.




Skill Mengemudi Tingkat Tinggi.




Pengetahuan Umum Tingkat Tinggi.




Skill Memasak Tingkat Tinggi.


__ADS_1



Skill Senjata Api Tingkat Tinggi.




Ilmu Berpedang Tingkat Master.




Skill Bahasa Tingkat Tinggi.




Skill Pembunuh Bayaran Tingkat Tinggi.




Pasangan :


-Rina Kusuma (Rasa Cinta 100% Max)


-Ika Wicaksono (Rasa Cinta 100% Max)


-Anggita (Rasa Cinta 100% Max)


Status.......]


"Lumayan juga statusku, System apakah aku bisa mengupdate versi ke yang lebih tinggi?" Tanya Firman penasaran.


[Ding......Tidak Bisa Host.]


"Lalu bagaimana caranya agar aku bisa mengupdate kamu System?" Firman kembali bertanya tidak mau menyerah begitu saja.


[Ding......Host Akan Mendapatkan Misi Nanti Untuk Mendapatkan Tiket Update.


Host Juga Bisa Menggunakan Kekayaan Host Untuk Mengupdate Versi System.]


"Nah pakai kekayaan saja System, berapa yang dibutuhkan untuk mengupdate?" Tanya Firman merasa ada kesempatan untuk mengupdate Systemnya.


[Ding.....Untuk Mengupdate System Ke Versi Yang Lebih Tinggi Host Membutuhkan Uang Sebesar 100 Kuadriliun Untuk Sekali Update Versi O.3]


Mendengar jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk mengupdate System ke versi yang lebih tinggi sangat mahal.


Hal ini membuat Firman langsung lemas seketika mendengar jumlah angka yang dikatakan System.


Kekayaan nya saja mungkin baru 5 Triliun saja, tapi itu semua hanya aset berupa perusahaan saja, bukan harta berupa uang atau tabungan.


"Biarlah, nanti juga bisa dapat sendiri kartu update nya." Ucap Firman pasrah menunggu.


Saat tengah asik memandangi wajah Karmila lagi, tiba tiba Karmila terbangun dengan keadaan bingung karena bangun tidur ditempat yang asing.


Mungkin karena trauma atau pikiranya yang sudah kacau, Karmila langsung menangis dan memeluk tubuhnya sendiri karena takut.


Firman bergerak cepat mendekap tubuh Karmila dalam pelukan nya yang bertujuan agar wanita itu bisa lebih tenang.


Firman tadi saat menunggu Karmila tidur ia baca baca mencari informasi tentang apa yang dialami oleh Karmila.


Saat mencari informasi tentang trauma pasca wanita korban pelecehan, Firman mengetahui jika korban akan mengalami banyak sekali tekanan.


Bahkan korban akan merasa takut, bersalah, cemas, sampai sedih. Apalagi biasanya korban pelecehan akan mendapatkan sebutan atau stigma buruk di masyarakat yang bisa menyebabkan trauma nya semakin menjadi bahkan dapat membuat korban depresi hingga mengakhiri hidupnya sendiri.


Maka dari itu dibutuhkan seseorang yang bisa menenangkan korban dengan cara yang baik agar korban bisa merasa nyaman dan sedikit demi sedikit melupakan traumanya tersebut.


Firman disini mencoba untuk menjadi orang tersebut yang bisa membuat Karmila kembali seperti dulu dan melupakan masalah kelam nya itu.


Pelukan Firman diharapkan bisa membuat Karmila merasa tenang dan nyaman agar cepat melupakan traumanya tersebut.


Firman juga berjanji akan membalaskan semua yang dilakukan keluarga Gunawan pada Karmila, khususnya Andi yang telah membuat Karmila hingga seperti ini.


Sebagai seorang laki laki yang sangat menjunjung tinggi tanggung jawab membuat Firman sangat membenci laki laki yang berani berbuat macam macam pada wanita, apalagi wanita itu orang terdekat Firman.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2