System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 163 Gina Terkena Masalah Besar


__ADS_3

Chapter 163


Setelah selesai membereskan barang-barang yang digunakan tadi, Firman keluar dari dalam ruangan kamar hotel tersebut, walaupun kamar itu terkunci dari luar tapi dapat dengan mudah dibuka oleh Firman menggunakan jam digital yang ada di pergelangan tangannya.


Jam digital itu bekerja layaknya sebuah handphone yang bisa melakukan berbagai hal, ditangan Firman yang sangat ahli dibidang ilmu it dan peretasan, jam sekecil itu dapat digunakan untuk meretas sebuah jaringan yang memiliki keamanan tingkat sedang dengan sangat mudah.


Usai berhasil membuka pintu otomatis tersebut, Firman berjalan dengan gaya santai agar orang tidak curiga padanya. Tujuan Firman saat ini adalah menemukan dimana letak para anggota mafia Gina ditahan.


Mereka berdua juga telah membagi tugas, Gina akan mencari informasi tentang siapa ketua dari kelompok mafia Silent Shadow yang sangat misterius itu, sedangkan Firman fokus untuk melepaskan para sandera dan juga mencari titik kelemahan musuh untuk diserang.


Sebelum berpencar dengan Gina tadi, Firman telah diberikan koordinat gps tempat dimana para anggota Gina ditahan. Jika melihat dari titik koordinat yang terlihat, para sandera berada tak jauh dari lokasi Firman saat ini.


"Mereka lumayan dekat dengan lokasiku saat ini, aku akan menyelamatkan mereka terlebih dahulu lalu menyusul Gina untuk membalas apa yang dilakukan oleh mafia busuk yang telah menangkap anggotanya," kata Firman bergegas mencari lokasi tempat sandera berada.


Dengan bermodalkan sebuah jam tangan canggih yang memperlihatkan titik koordinat tempat sandera berada, Firman dengan lihainya melewati para orang-orang yang lewat tanpa ada kesulitan sama sekali.


...............


Sedangkan di sisi lain, yaitu pada Gina saat ini sedang mengalami sebuah kesialan yang membuatnya merasa sangat amat kesal, padahal sedang dalam misi untuk menyelamatkan anggotanya tapi justru malah mendapatkan sebuah kesialan.


"Halo Nona Gina, bolehkah saya duduk disini?" tanya seorang pria yang langsung duduk di bangku kosong depan Gina.


Gina saat ini posisinya sedang berada di restoran yang berada pada lantai 20 gedung ini, restoran tersebut terletak pada lantai yang paling tinggi tentu saja karena kualitasnya yang sangat mewah dan mahal tentunya.


Biasanya para orang kaya saja yang bisa memasuki restoran ini, termasuk para konglomerat kaya ataupun para pejabat tinggi yang memiliki banyak uang.


'Sial sekali nasibku kali ini! Kenapa pria ini bisa ada di sini!' batin Gina tidak suka dengan kehadiran pria yang ada di hadapannya tersebut.


Seperti tersirat sebuah kebencian dari mata Gina saat melihat keberadaan pria itu. Tapi demi keberhasilan misi kali ini Gina akan menahan emosinya supaya semua tetap berjalan dengan lancar tidak ada kendala sama sekali.


Jika tidak sedang melakukan misi, sudah dipastikan Gina akan menghajar pria yang tidak memiliki sopan santun tersebut karena langsung duduk sebelum dipersilahkan olehnya.

__ADS_1


"Kebetulan sekali kita bertemu disini Nona, apakah anda sedang menunggu seseorang atau hanya sekedar makan saja?" tanya pria tersebut sok akrab yang semakin membuat Gina kesal.


"Maaf Tuan Vino, saya sedang menunggu kekasih saya datang untuk makan bersama!" balas Gina dengan ditekan pada saat mengucapkan kalimat kekasih.


Gina menjawab seperti itu karena berharap pria yang bernama Vino tersebut merasa kesal lalu pergi meninggalkannya, akan tetapi semua tidak seperti yang diharapkan oleh Gina, Vino masih tetap duduk di tempatnya dengan menampilkan senyum licik khas nya.


"Ohh ... Benarkah Nona? Jika begitu saya akan menemani anda hingga kekasih yang tadi anda sebutkan datang," ucap Vino dengan santainya sembari memanggil pelayan datang lalu memesan makanan serta minuman.


"Ngomong-ngomong untuk apa anda ketemuan dengan kekasih pada tengah malam seperti ini?" tanya Vino penasaran.


Gina awalnya enggan untuk menjawabnya, tapi karena tidak ingin membuat masalah baru, akhirnya ia pun menjawabnya dengan nada datar, "Kami di siang hari sibuk bekerja dan hanya punya waktu pada malam hari saja untuk bersama."


Vino mengangguk mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Gina, meskipun dalam hatinya Vino merasa sangat cemburu dengan orang yang disebut sebagai kekasih oleh Gina tadi.


"Anda sendiri untuk apa kemari, Tuan Vino Anak Sang Walikota?!" tanya Gina sekedar basa-basi serta sedikit mengejek Vino dengan menyebutkan embel-embel jabatan ayahnya.


"Aku hanya ingin mencari ketenangan saja, lalu kebetulan bertemu dengan Nona Gina yang sangat cantik seperti yang dirumorkan oleh orang-orang," jawab Vino menggoda Gina secara terang-terangan, padahal sudah mengetaui jika Gina telah memiliki kekasih.


"Maaf Tuan Muda, saya sudah memiliki kekasih, jadi tolong jangan bertindak diluar batas!" kata Gina memperingatkan.


'Orang ini semakin membuatku kesal saja! Menggunakan nama ayahnya hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, sungguh anak manja yang tidak berguna, hanya menjadi beban keluarganya saja!' batin Gina.


"Aku yakin kekasihmu itu tidak lebih dari seorang yang tidak mempunyai apa-apa Nona, bagaimana jika kamu menjadi kekasihku saja? Aku akan menjamin seluruh kebutuhanmu dan juga memberikan banyak barang-barang mewah yang kau inginkan!" ucap Vino secara terbuka menyatakan perasaanya kepada Gina.


Di dalam restoran tersebut terdapat beberapa pelanggan yang berasal dari kalangan ekonomi kelas atas yang mempunyai banyak uang dan juga koneksi yang kuat.


Mereka tentu saja tau siapa itu Vino, tuan muda anak walikota yang terkenal suka mempermainkan wanita dan bertindak arogan tanpa memperdulikan perasaan orang lain, tapi tidak ada yang berani menegurnya karena takut dengan ayahnya yang seorang walikota.


"Tuan muda Vino menyatakan perasaannya kepada Nona Gina, ini sangat hebat sekali!"


"Sungguh beruntung sekali gadis yang bernama Gina itu dapat meluluhkan hati Tuan Muda."

__ADS_1


"Nona Gina yang terkenal sebagai gadis cantik dan pintar dalam berbisnis, pantas saja jika Tuan Vino tertarik padanya."


"Sepertinya Tuan Vino sudah menemukan mainan barunya lagi."


"Aku sangat kasihan dengan nasib Gina yang kemungkinan akan menjadi mainan Tuan Vino."


"Betul sekali, sungguh malang nasib gadis cantik itu."


Suara orang-orang berbisik membicarakan tentang Vino yang menyatakan perasaannya secara terang-terangan kepada Gina, mereka ada yang mendukung dan adapula yang merasa kasihan pada Gina karena akan menjadi mainan baru bagi Vino yang terkenal suka mempermainkan wanita hingga hancur.


"Maaf Tuan Vino, saya sudah memiliki seorang kekasih yang saya cintai, jadi saya tidak dapat menerima anda menjadi kekasih saya!" jawab Gina dengan nada tegas agar Vino mengerti dan tidak menganggunya terus-menerus.


Vino yang ditolak mentah-mentah didepan banyak orang yang hadir di dalam restoran tersebut, merasa sangat marah sekali kepada Gina, padahal dirinya sudah mengejar Gina sangat lama sejak melihat Gina beberapa waktu lalu pada saat menghadiri sebuah acara yang Gina juga hadir dalam acara tersebut karena diundang sebagai tamu.


Gina memiliki beberapa aset berupa perusahaan yang lumayan besar tapi masih jauh dibawah perusahaan keluarga Vino, Gina terkenal sebagai pebisnis wanita yang pintar serta lihai dalam melakukan berbagai pekerjaan yang diberikan pada perusahaannya.


"Kau tidak boleh menolakku! Apapun yang aku inginkan akan selalu menjadi milikku bagaimanapun caranya!" ucap Vino mengeluarkan sifat aslinya yang sedari tadi ia tahan.


Gina tersenyum miring meremehkan Vino, "Benarkah? Kau hanya anak manja yang selalu menggunakan nama keluarga untuk menindas orang lain, sungguh naif sekali hahaha!" balas Gina menghina Vino.


Semua orang yang ada disana terkejut mendengar ucapan Gina yang sangat berani menghina Vino anak walikota dengan kata-kata seperti itu, mereka sendiri tau jika berurusan dengan keluarga walikota maka sudah dipastikan akan mendapatkan masalah yang sangat besar.


"Ka ... Kau berani menghinaku! Dasar wanita j4lang murahan! Jika wajahmu tidak cantik sudah aku bunuh kau disini! Aki bisa saja menghancurkan perusahaanmu dengan mudah, karena ayahku seorang walikota!


Pengawal! Tangkap dia lalu bawa ke kamar yang telah aku pesan sebelumnya, aku ingin menikmati tubuhnya malam ini juga hehehe ..." ucap Vino memerintahkan beberapa pengawalnya yang sedari tadi bersiaga di dekatnya.


'Orang ini b0doh atau bagaimana ya? Aku kan memiliki perusahaan bukan di kota ini, perusahaanku terletak di kota lain, bagaimana cara ayah nya bisa menghancurkan perusahaan milikku? Hahaha lucu sekali


Tapi aku harus tetap waspada, karena keluarga pria ini sangat hebat karena dapat dengan mudah mempermainkan ekonomi sebuah negara tanpa kesulitan sama sekali, aku tidak boleh bertindak gegabah sekarang ini, meskipun tadi aku sudah gegabah dengan mengatainya hehehe …' batin Gina menertawakan apa yang dilakukan oleh Vino.


Orang-orang yang melihat kejadian itu mereka berpura-pura tidak melihat, mereka sangat takut jika harus berhadapan dengan keluarga Vino yang terkenal arogan serta tidak segan untuk menghilangkan orang yang berani mengusik mereka.

__ADS_1


Keluarga Vino tidak hanya memiliki jabatan di pemerintahan, tetapi juga ada yang memiliki perusahaan besar yang membuat mereka semakin disegani oleh orang-orang hingga tidak ada yang berani mengusiknya karena takut berurusan dengan mereka.


"Jika kalian menyerangku, maka kalian juga telah siap untuk aku serang!" kata Gina yang melihat pengawal Vino mendekat ke arahnya hendak menangkap dirinya.


__ADS_2