System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 144 Membawa Wirjo Ke Markas


__ADS_3

Chapter 144


Setelah selesai mendengarkan pembicaraan antara Frederich dan Wirjo, Firman berencana akan menangkap Wirjo untuk dibawanya ke markas Serigala Hitam guna menghabisi Wirjo sekaligus memberikan sedikit kenangan 'indah' sebelum dirinya dihabisi nanti.


Sedangkan untuk Frederich yang Firman sudah tau dia itu siapa, Firman membiarkannya lolos untuk kali ini karena ingin tau bagaimana reaksi Richard nanti saat diberitahu oleh Frederich jika salah satu anak buahnya tewas lagi.


Lagipula Firman sepertinya melihat sesuatu yang menarik dimiliki oleh Frederich, jadi rencananya Firman ingin sedikit mengulur waktu untuk menyelidiki tentang orang tersebut dan sekaligus mencari tahu tentang Richard beserta para rekan mafianya.


Sungguh licik memang pikiran Firman ini, tapi itulah hidup, jika mau bertahan di dunia bawah maka harus memiliki sifat licik serta pintar memanfaatkan situasi, jika tidak maka bisa dijamin kalian akan hilang hanya dalam waktu sekejap, lantaran ke-naifan yang kalian miliki.


........


Setelah memastikan jika Frederich telah pergi, Firman bersiap untuk menjalankan aksinya untuk membuat Wirjo tidak berdaya lalu dibawa ke markas Serigala Hitam.


Firman keluar dari ruangan tempatnya berada berjalan menuju ruangan tempat Wirjo yang sepertinya sedang menikmati kesenangan duniawi yang diberikan oleh tempat ini kepada para pelanggannya.


Terdengar suara-suara kenikmatan yang entah sejak kapan hal itu mulai terjadi, namun yang pasti suara itu membuat Firman sedikit teringat dengan kelima kekasihnya yang sangat ia rindukan.


"Aish... aku harus cepat menyelesaikan ini agar bisa bersama dengan mereka lagi!" kata Firman.


Firman langsung mendobrak pintu ruangan tersebut dengan cara menendangnya keras, otomatis membuat si penghuni yang ada didalamnya merasa sangat terkejut melihat kehadiran Firman terkejut.


Bisa dilihat saat ini di dalam ruangan tersebut terdapat Wirjo yang sedang menggauli seorang wanita lumayan cantik tanpa busana, mereka melakukan hal itu di atas meja yang membuat Firman tak habis pikir, apakah tidak ada hotel atau semacamnya untuk melakukan hal itu, menggapa harus di atas meja restoran, pikirnya heran.


"Siapa kau!?" tanya Wirjo yang tersulut emosinya lantaran acara kenikmatan nya diganggu oleh orang asing.


"Aku Firmansyah, orang yang akan memusnahkanmu dari dunia ini!" jawab Firman santai.


"Ka… kau… " belum selesai mengatakan sesuatu, Wirjo sudah dipukul terlebih dahulu oleh Firman.

__ADS_1


Dhuk...


Dengan sekali pukul tepat di belakang lehernya Wirjo, Firman berhasil membuat orang tersebut pingsan tidak sadarkan diri hanya dengan sekali pukulan saja.


"Aku pikir dia lebih kuat daripada Raja, ternyata jauh sekali lebih lemah, mungkin dia pintar memanfaatkan jabatannya makanya bisa dekat dengan Richard, padahal secara kekuatan masih sangat jauh dibawah Raja," ucap Firman yang tidak menyangka akan semudah ini untuk menangkap Wirjo.


Sementara si wanita yang tadi digauli oleh Wirjo menatap kejadian di depanya dengan pandangan biasa saja, tidak ada jejak ketakutan dari matanya bahkan dia hanya melihat kejadian tersebut seperti memang sudah biasa terjadi.


"Terima kasih, ini bayaran untuk mu," ucap Firman memberikan beberapa jumlah uang kepada si pelayan.


"Terima kasih, Tuan!" balas si pelayan menunduk hormat.


Firman kemudian mengangkat tubuh Wirjo untuk dibawanya menuju markas, namun saat hendak pergi meninggalkan ruangan tersebut, ada seseorang yang memegang ujung baju Firman yang membuatnya jadi kembali berhenti melihat kebelakang.


"Ada apalagi?" tanya Firman melihat si pelayan tadi yang menarik bajunya.


"Apakah Tuan tidak ingin menikmati saya terlebih dahulu? Anda adalah pelanggan kelas atas di sini, jadi harus diberikan pelayanan ekstra," jawab si pelayan yang masih dalam keadaan polos tanpa pakaian tersebut.


"Tidak perlu," balas Firman singkat dan hendak pergi lagi.


Sekali lagi, wanita itu menahan Firman agar tidak pergi dulu, "Apakah saya kurang cantik, Tuan?" tanya wanita itu.


"Tidak, kau cantik!" jawab Firman spontan yang membuat wajah wanita itu malu mendengar pujian yang dilontarkan oleh Firman.


"Tapi maaf, aku tidak mau bermain dengan wanita lain tanpa seijin kekasihku!" lanjutnya dengan nada yang tegas.


Seketika wanita pelayan tersebut menunduk meminta maaf kepada Firman karena telah menggoda laki-laki yang telah memiliki kekasih.


"Ma... maafkan saya, Tuan" ucap si wanita dengan nada ketakutan.

__ADS_1


"Jika kau tidak betah bekerja di sini, pergilah ke alamat ini, nanti akan ada orang yang memberimu pekerjaan yang lebih layak," ucap Firman meninggalkan sebuah kartu yang berisikan alamat kantor miliknya.


Firman kemudian langsung pergi dari sana dengan membawa Wirjo yang pingsan di pundaknya, menggunakan pintu belakang untuk menghindari keramaian, Firman menaruh tubuh Wirjo di bagasi mobilnya.


Untung saja mobil Firman terparkir di tempat yang lumayan sepi, jadi bisa aman dari kerumunan orang.


Setelah semuanya selesai, Firman langsung melajukan mobilnya membelah ramainya kota dimalam hari yang penuh dengan para anak muda yang sedang menikmati masa-masa indah remaja yang mungkin tidak mereka sadari bahwa itu akan merusak kehidupan masa depan mereka nantinya.


Firman langsung pergi menuju markas Serigala Hitam yang terletak di pinggiran kota.


"Nikmati hidup mu untuk sementara waktu ini, Richard!" ucap Firman dengan menyeringai kejam menatap kedepan jalan yang mulai terasa sepi karena di pinggiran kota.


............


Sementara itu saat ini di markas Serigala Hitam semua anggota telah ada di sana sejak tadi, mereka bergegas untuk kembali pulang karena perintah dari Firman untuk tidak berlama-lama di tempat kejadian tadi.


Hal itu lantaran Firman tidak mau informasi ini sampai bocor ke pihak lain, mungkin sudah bocor tetapi itu hanya informasi tentang pembantaian yany dilakukan olehnya saja, bukan informasi tentang siapa yang melakukan pembantaian tersebut.


Di dalam markas yang sangat besar tersebut juga banyak anggota Black Dragon yang sepertinya sedang berkenalan dengan anggota Serigala Hitam, mereka juga nantinya akan menjadi patner sesama anak buah Firman.


"Bung, bagaimana sifat dari ketua? " tanya salah satu orang anggota Black Dragon.


"Dia sangat hebat Bung, tidak pernah memikirkan harta maupun kekuasaan, bahkan kami para anak buahnya saja diperlakukan dengan sangat baik olehnya, dia tidak pernah memandang orang dari status sosial nya, dia sangat baik!" jawab salah satu anggota Serigala Hitam dengan antusias.


"Wah... bukanya jika seperti itu maka dia akan sangat mudah dimanfaatkan oleh orang lain, Bung?"


"Itu tidak mungkin, ketua itu orangnya memang sangat baik, namun itu hanya berlaku kepada mereka yang baik juga, tapi jika orang itu bertibdak jahat kepada ketua, apalagi sampai menyentuh keluarga maupun orang terdekatnya, bisa aku jamin hidup orang tersebut tidak akan bisa tenang, bahkan mati pun tidak akan mudah baginya karena terus diincar oleh ketua."


Para anggota Black Dragon yang mendengarnya merinding seketika, mereka sangat percaya hal itu bisa terjadi karena dengan mata kepala sendiri, mereka semua melihat kehebatan yang dimiliki oleh Firman yang dapat menghabisi ketua mereka sebelumnya hanya dengan bersenjatakan katana, padahal ketua mereka sebelumnya terkenal sangat hebat menggunakan senjata api, yaitu Raja.

__ADS_1


Bahkan Richard saja mengakui jika kehebatan yang dimiliki Raja sangat luar biasa, dirinya saja mungkin akan kalah jika berduel senjata api dengan Raja dalam jarak jauh, entah jika jarak dekat, bisa saja menang bisa saja kalah, pengalaman yang akan berbicara jika dalam hal seperti itu.


__ADS_2