System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 105 Penyelamatan Selesai


__ADS_3

Chapter 105


Berita itu tentu saja membuat mereka kaget, apalagi untuk para gadis muda yang awalnya berniat ingin mendekati Firman tapi mereka urungkan niat tersebut karena Firman sudah memiliki calon istri yang sangat cantik, alhasil hanya rasa kecewa saja yang mereka dapatkan.


"Baiklah, ayo kita keluar terlebih dahulu, semua penjaga sudah tidak ada lagi," ucap Firman, lalu membawa para warga untuk keluar dari dalam pabrik melalui pintu depan.


Semua penjaga telah tewas dihabisi Firman dan juga Jia Li, hasil kerja sama yang kompak antara kedua pasangan tersebut membuat ratusan penjaga tewas ditangan mereka berdua.


Tapi saat ingin keluar melalui pintu depan, ternyata masih ada dua orang penjaga yang sedari tadi berjaga di pintu luar sambil mendengarkan musik jadi mereka tidak mengetahui jika telah terjadi pembantaian masal di dalam pabrik.


Jia Li yang melihatnya langsung mengarahkan senjata miliknya lalu menembak kedua penjaga tersebut hingga tewas tanpa perlu waktu yang lama.


Orang yang melihatnya menjadi takut sekaligus kagum pada Jia Li karena kehebatannya dalam hal menembak lumayan bagus, begitupun Tari yang merasa bangga pada calon menantunya tersebut.


Mereka semua pun keluar dari pabrik dengan aman tanpa ada gangguan sama sekali karena penjaga sudah habis seluruhnya.


"Ibu bawa mereka ke desa untuk mendapatkan perawatan bagi yang terluka, aku ada sedikit urusan bersama Jia Li di sini yang belum selesai, nanti kita menyusul," ucap Firman yang ingin mengurus wanita yang sedang pingsan tadi.


"Baiklah,hati-hati ya nak," balas Tari lalu pergi bersama para warga yang lain menuju kearah desa.


................


Firman dan Jia Li bersama menuju tempat dimana wanita yang ditolong Firman tadi berada, mereka membawa wanita tersebut ke tempat aman yaitu tempat persembunyian Firman dan Jia Li pada saat mengintai pabrik.


"Hari sudah malam, apakah kamu membawa senter sayang?" tanya Jia Li yang melihat hari sudah mulai gelap.


"Ada didalam tas yang kau bawa," jawab Firman sambil terus berjalan.


Jia Li mengambil senter yang dibilang Firman lalu menyalakannya untuk penerangan mereka saat berjalan ditengah gelapnya malam tengah hutan.


Setelah berjalan kurang lebih 15 menit mereka pun sampai di tempat wanita itu berada, terlihat di sana si wanita ternyata sudah sadar kembali dari pingsan nya dan terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi.


Firman menghampiri wanita itu untuk melihat keadaannya sekaligus bertanya bagaimana cerita ia bisa sampai berada di tempat ini.


"Halo nyonya, apakah anda sudah lebih baik sekarang?" tanya Firman melihat keadaan wanita tersebut.


Tampak wanita itu menatap Firman untuk mengetahui siapa dia, wanita paruh baya itu terlihat bingung karena belum pernah melihat Firman sebelumnya jadi wanita itu hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Firman.


"Perkenalkan namaku Firman," ucap Firman mengulurkan tangan untuk berkenalan.


"Na...Nama saya Bulan," jawab wanita itu memperkenalkan dirinya juga menyambut uluran tangan Firman.


'Nama itu seperti tidak asing,' batin Firman mengingat sesuatu.


"Nyonya Bulan, bagaimana anda bisa berada di tempat ini?" tanya Firman mengulang pertanyaan pertamanya tadi.


"Aku...Aku...Aku..." Bulan terlihat seperti ketakutan saat ingin menjawab pertanyaan Firman.


Ia memeluk tubuhnya sendiri yang hanya terbungkus dengan sebuah kain yang diberikan Firman tadi sewaktu ia pingsan, makanya Bulan agak takut pada Firman karena mengira Firman akan mencelakai nya sama seperti mereka.


Jia Li yang berada dibelakang Firman merasakan kesedihan yang mendalam saat melihat keadaan Bulan yang begitu menyedihkan, sebagai seorang wanita sudah pasti Jia Li tau sedihnya seorang wanita yang hanya dianggap seperti alat oleh orang-orang.


Apalagi Bulan mendapatkan banyak sekali kekerasan pada saat disekap, kekerasan itulah yang menimbulkan trauma berat pada dirinya yang membuat Bulan takut untuk bercerita.


"Lebih baik aku saja yang bertanya, kamu pergi dulu biar aku yang menyelesaikanya," ujar Jia Li berjalan mendekati Bulan.


"Baiklah, panggil aku jika butuh sesuatu, obat-obatan sudah ada di dalam tasmu itu, aku akan berkeliling untuk mencari sesuatu yang mungkin penting," balas Firman lalu pergi dari sana membiarkan Jia Li yang mengurus Bulan agar lebih tenang dan bisa bercerita kembali.


Firman pun pergi kembali menuju pabrik yang terlihat sudah sangat kacau berantakan dimana mana, kaca-kaca pecah berhamburan di lantai, tembok juga penuh dengan bekas tembakan peluru senjata api.


Yang paling mengerikan adalah kumpulan mayat manusia yang berserakan bekas pembantaian yang dilakukan oleh Firman tadi, mayat-mayat para penjaga itu tergenang dengan darah mereka sendiri.


"Aku tidak menyangka jika aku memiliki kemampuan sebesar ini," monolog Firman sambil melihat katana Sang Pembantai yang ada di pinggangnya.


"Pantas saja namanya Sang Pembantai, ternyata bisa membantai ratusan orang dalam waktu singkat," lanjutnya kagum dengan katana miliknya.


[Ding......Misi Tersembunyi Telah Dilaksanakan.....


Misi :Membantai Penjaga Pabrik....


Hadiah :Skill Beladiri Judo Naik Dari Sedang Ke Master...


Apakah Host Ingin Menaikan Nya Sekarang?]


Saat sedang berkeliling pabrik, Firman mendapat notifikasi dari system tentang misi yang baru diselesaikannya.


"Langsung naikan saja System," jawab Firman tidak ingin menunda-nunda lagi.


[Ding.....Menaikan Skill Judo Dari Sedang Ke Master......


10%.......


20%.......


30%.......


40%........


50%.........


60%.........


70%.........


80%........


90%........


100%......


Menaikan Skill Telah Selesai.]


Firman merasakan tubuhnya mulai menerima hasil dari kenaikan tingkat Skill tersebut.


"Cek status ku System," ucap Firman.


[Ding....Status Host......


Nama :Firmansyah


Usia. :17 Tahun


Title :Pelajar, Pebisnis, Pengusaha, Pembunuh Bayaran, Chef, Ahli Bela Diri, Ketua Geng, Komandan Kepolisian.


Kecerdasan :100% (Di Atas Manusia Rata Rata, Belum Max)


Kharisma :100% (Di Atas Manusia Rata Rata, Belum Max)


Kekuatan Fisik :100% (Di Atas Manusia Rata Rata, Belum Max)


Kekuatan Non Fisik :70% (Manusia Rata Rata, Belum Max)


Kekayaan / Bisnis :


__ADS_1



FEMA CORPORATION (Salah Satu Anak Perusahaan TEKNA)




TEKNA CORPORATION




RINGGATA CORPORATION




GENG SERIGALA HITAM (Ketua Geng)




Aset :




Toyota GR Supra.




Skyline.




Bugatti La Voiture Noire.




Pagani Huayra Imola.




Ducati Superleggera.




Nissan GT-R R35 Nismo.






Toyota Supra MK 4 (Full Modification)




Senjata :



Katana Sang Pembantai.



Skill :




Komputer Tingkat Tinggi.




Dokteran Modern Tingkat Tinggi.




Matematika Tingkat Tinggi.




Judo Tingkat Master.




Karate Tingkat Master.




Bisnis Saham Tingkat Tinggi.


__ADS_1



Skill Mengemudi Tingkat Tinggi.




Pengetahuan Umum Tingkat Tinggi.




Skill Memasak Tingkat Tinggi.




Skill Senjata Api Tingkat Tinggi.




Ilmu Berpedang Tingkat Master.




Skill Bahasa Tingkat Tinggi.




Skill Pembunuh Bayaran Tingkat Tinggi.




Skill Mekanik Mesin Tingkat Tinggi.




Beladiri Pencak Silat Tingkat Master.




Skill Menyelam Tingkat Tinggi.




Skill Menggambar Tingkat Tinggi.




Ilmu Kemiliteran Tingkat Tinggi.




Skill Menjinakan Segala Jenis Hewan Tingkat Tinggi.




Ilmu Beladiri Taekwondo Tingkat Master.




Skill Kelistrikan Tingkat Tinggi.




Pasangan :


-Rina Kusuma (Rasa Cinta 100% Max)


-Ika Wicaksono (Rasa Cinta 100% Max)


-Anggita (Rasa Cinta 100% Max)


-Jia Li (Rasa Cinta 100% Max)


Status.......]


"Sepertinya statistik milik ku sudah sangat tinggi," ucap Firman saat setelah melihat statusnya.


[Ding.....Statistik Host Masih Biasa Saja.....


Masih Banyak Diluaran Sana Yang Mampu Menandingi Kekuatan Host Yang Sekarang.]


"Hah? Maksudmu bagaimana system? Apakah ada orang yang kekuatannya melebihi punyaku?" tanya Firman penasaran karena bagaimanapun juga statusnya saat ini sudah lumayan tinggi bagi manusia normal biasa.


[Ding.....Benar Host.....Ada Banyak Orang Kuat Yang Menyembunyikan Diri Dari Luar.....


Mereka Mempunyai Kekuatan Sendiri - Sendiri Untuk Menjadi Kuat.....


Host Harus Berhati - Hati Jika Bertemu Dengan Mereka.]


'Yah, mau bagaimanapun juga dunia ini penuh dengan misteri, mungkin aku hanya sebutir debu dibandingkan dengan luasnya alam semesta ini,' batin Firman yang sadar jika dirinya bukan siapa-siapa.


"Sepertinya besok mayat-mayat itu harus dikuburkan, jika tidak maka akan mengakibatkan wabah penyakit yang bisa membahayakan para warga," ucap Firman saat melihat mayat bertebaran yang mulai dikerumuni lalat dan serangga lainya.


Firman kembali ke tempat Jia Li karena sudah tidak ada apapun lagi yang bisa ditemukan dari dalam pabrik, ia hanya menemukan beberapa berkas yang menjadi bukti kebusukan perusahaan pengelola pabrik tersebut.


Keberadaan Wirjo sang bos juga tidak diketahui karena tidak sedang berada di pabrik saat Firman datang, mungkin Wirjo sedang melakukan pertemuan bersama atasannya.

__ADS_1


__ADS_2