System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 95 Pulang Kampung


__ADS_3

Chapter 95


Hari ini adalah hari dimana Firman akan pergi pulang kerumah ibunya. Semua persiapan telah diselesaikan, wanita Firman yang akan ikut hanya Jia Li saja sedangkan yang lain akan menunggu dirumah Firman.


Barang barang yang dibawa tidak terlalu banyak karena memang Firman tidak akan lama perginya, tidak lupa Firman berpamitan kepada para kekasihnya yang ditinggal dirumah.


"Kamu hati - hati di sana ya, inget jangan keluyuran cari cewek!" ucap Rina memperingatkan Firman.


"Cepet pulang ya sayang, aku sudah tidak sabar ingin bertemu ibu kamu," ungkap Anggita sangat antusias ingin bertemu sang calon mertua.


"Jagain adik kita Jia Li, jangan sampai dia kenapa-napa, cepat kembali juga karena kita merindukan kamu di sini," ucapan Ika yang disetujui oleh yang lainya.


"Baiklah aku akan mengikuti ucapan kalian," balas Firman, lalu mereka pun berpelukan lumayan lama.


Setelah selesai semua persiapan dan berpamitan, Firman berangkat menggunakan mobil SUV milik Anggita yang dipinjam oleh Firman karena enak dipakai disaat berjalan di pedesaan nantinya.


"Kita ke kantor polisi dulu untuk mengambil sesuatu," ucap Firman sambil terus fokus menyetir.


"Untuk apa ke kantor polisi?" tanya Jia Li menggunakan bahasa yang sudah diajarkan kepadanya.


Jia Li sangat cepat belajar, hanya butuh waktu dua minggu saja ia sudah mahir meskipun ada beberapa kata yang belum dimengerti oleh Jia Li.


"Hanya barang untuk berjaga-jaga." mobil Firman melaju kencang membelah jalanan kota yang lumayan sepi.


Jia Li tidak banyak bertanya lagi setelah Firman kembali fokus menyetir mobilnya. Sampailah mereka di kantor kepolisian pusat yang ada di kota ini.


Firman keluar dari mobilnya dan masuk kedalam kantor bersama Jia Li yang ada disampingnya dengan setia selalu memeluk lengan sang kekasih, banyak sekali tatapan yang terarah kepada mereka berdua.


"Selamat datang pak komandan," sapa salah satu penjaga yang ada di pintu depan kantor.


"Ya, bisa antarkan aku keruangan senjata, aku belum terlalu hafal gedung ini," ucap Firman meminta bantuan pada si penjaga.


"Baik pak, mari saya antarkan." mereka berjalan menaiki lift sampai di suatu lantai.


Sesampainya di lantai tersebut si penjaga mengantarkan Firman menuju salah satu ruangan yang terlihat sangat dijaga ketat karena ada beberapa anggota yang berjaga di depan nya membawa senjata laras panjang di tangan mereka.

__ADS_1


Saat Firman sampai para penjaga itu langsung berbaris rapi lalu memberikan hormat kepada Firman.


"Hormat komandan!" seru mereka bersama sama memberikan hormat.


Firman membalas hormat mereka lalu melanjutkan masuk kedalam ruangan tersebut setelah dibuka oleh penjaga, Jia Li yang ada di samping Firman tampak kebingungan dengan apa yang sedang dilakukan Firman saat ini.


"Pak maaf, orang luar tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam ruangan," ucap salah satu penjaga sambil menunjuk ke arah Jia Li di samping Firman.


"Dia kekasihku," jawab singkat Firman.


"Maafkan saya nona karena tidak mengenali anda," ucap si penjaga menunduk hormat sambil meminta maaf.


"Iya tidak apa apa," balas Jia Li yang sebenarnya merasa bingung.


Lalu Firman pun masuk bersama dengan Jia Li sementara para penjaga memilih menunggu di luar ruangan sambil terus berjaga mengamankan ruangan tersebut.


Di saat memasuki ruangan itu untuk pertama kalinya yang akan dilihat adalah hamparan senjata dari berbagai jenis ada di sana, dipajang diatas meja maupun di pasang pada setiap sudut dinding.


Senjata-senjata itu adalah milik kepolisian pusat yang dimana ruangan tersebut memang tempat penyimpanan seluruh senjata yang digunakan para anggota untuk bertugas.


Jia Li terlihat sangat kagum dengan ruangan senjata tersebut, matanya tak lepas menatap setiap senjata yang ada di sana.


"Aku hanya seorang komandan polisi di sini," jawab santai Firman sambil terus berjalan melihat-lihat koleksi senjata yang ada di sana.


"Apa! Ko....Komandan polisi, kenapa kamu tidak pernah cerita kepadaku?" Jia Li sangat terkejut saat mengetahui fakta tersebut.


"Karena malas dan kau tidak pernah bertanya," jawaban singkat Firman yang membuat Jia Li tampak kesal mendengarnya.


Firman berjalan mengelilingi setiap sudut ruangan untuk mencari senjata yang tepat untuknya, ada banyak sekali senjata yang ada di ruangan tersebut.


Senjata api sampai senjata tajam seperti pedang, katana, tombak, golok, hingga panah juga ada di sana, tapi Firman hanya tertarik pada saat melihat sebuah kotak usang yang ada di bawah lemari tempat untuk memajang senjata api laras panjang.


'Kotak itu terlihat menyimpan sesuatu yang sangat misterius, sebaiknya aku mengeceknya,' batin Firman berjalan menghampiri kotak tersebut.


Setelah mengambil kotak kayu tersebut, Firman membawanya untuk diletakan diatas meja lalu mulai mencari cara untuk membukanya karena kotak tersebut terlihat tidak memiliki tempat untuk membukanya.

__ADS_1


Saat Firman bingung untuk membukanya tiba tiba Jia Li datang sambil melihat apa yang dibawa Firman lalu bertanya penasaran "Kenapa tidak dibuka?"


"Aku tidak tahu cara untuk membukanya," jawab Firman terus memperhatikan kotak tersebut mencari-cari cara untuk membukanya.


Jia Li yang melihat kotak tersebut lalu mencoba membantu Firman untuk membukanya. Jia Li membalik kotak tersebut dan menemukan ada sebuah kunci seperti tombol yang ada di pojok kotak tersebut.


Lalu Jia Li menekan tombol tersebut dan kotak pun terbuka dengan sendirinya, Firman yang menyaksikan hal tersebut merasa sangat kagum dengan Jia Li yang dapat membuka kotak tersebut.


"Bagaimana cara kamu membukanya?" tanya Firman penasaran.


"Dulu di keluargaku model kotak untuk menaruh barang kotaknya seperti itu, makanya aku bisa membukanya," jawab Jia Li.


Firman lalu kembali melihat kotak yang sudah terbuka tersebut yang ternyata di dalamnya tersimpan sebuah katana yang terlihat sangat keren.


Katana tersebut membuat Firman tertarik lalu mencoba mengambilnya, saat Firman mengambil katana tersebut Firman merasakan seperti sebuah aura yang terpancar dari katana itu.


'Ini bukan senjata biasa, bagaimana bisa senjata ini ada di kantor kepolisian?' batin Firman bingung.


"Wah indah sekali katana itu, lihat di bilahnya ada sebuah tulisan," ucap Jia Li yang melihat ada tulisan yang ada di bilah katana tersebut.


Firman kemudian melihat tulisan yang seperti menggunakan bahasa Jepang itu untuk mengetahui apa artinya "Sang Pembantai." arti tulisan yang ada pada katana tersebut.


"Apa artinya sayang?" tanya Jia Li penasaran.


"Sang Pembantai, apa kau mengerti apa maksudnya?" ucap Firman yang bertanya kepada Jia Li berharap wanita itu mengetahuinya.


"Aku tidak tahu, tapi mungkin itu adalah nama dari katana itu," jawab Jia Li seadanya.


'Hmm menarik,' batin Firman semakin tertarik dengan katana tersebut.


Lalu pada akhirnya Firman membawa katana itu untuk digunakan olehnya, selain katana tersebut Firman juga mengambil beberapa senjata api baik itu laras panjang maupun pistol kecil.


Jia Li juga meminta untuk diberikan sebuah senjata untuk berjaga jaga, Firman memberikan sebuah pistol untuk Jia Li, untungnya waktu kecil dulu bersama mendiang ayahnya Jia Li sering diajarkan teknik menembak jadi Firman tidak perlu mengajarkan cara menembak lagi kepada Jia Li.


Setelah selesai memilih senjatanya, Firman bersama dengan Jia Li langsung keluar dari kantor kepolisian pusat untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju desa tempat tinggal Firman waktu kecil untuk menjemput ibunya.

__ADS_1


*Jangan lupa like dan dukungannya teman teman.


...Terima Kasih...


__ADS_2