
Chapter 225
Firman sudah keluar dari kamarnya dan sedang berada di tangga yang menghubungkan antara lantai atas dengan lantai bawahnya, di tangga tersebut juga terdapat beberapa barang yang bisa digunakan untuk senjata pertahanan diri seperti pistol hingga pisau kecil, itu semua berada pada dinding disamping mereka terpampang nyata disimpan didalam kotak penyimpanan yang terbuat dari kaca.
Barang-barang berupa alat pertahanan diri yang sudah berusia lumayan tua dipajang pada dinding yang berada di samping tangga markas mafia milik Gina. Semua koleksi senjata yang sudah tua milik Gina disimpan di tempat tersebut untuk mengenang dan sekaligus digunakan sebagai pajangan yang cukup bagus jika dilihat.
Jadi tidak ada senjata yang terbuang sia-sia meskipun tidak dapat digunakan kembali, bisa dipakai sebagai pajangan dinding untuk menambah nilai estetika di dalam markas, apalagi sebuah tempat yang menjadi markas sebuah kelompok mafia biasanya sangat identik dengan barang berbau senjata baik pistol sampai senjata api laras panjang.
Saat sedang menuruni tangga suara yang didengar Firman menjadi semakin jelas terdengar padahal dirinya masih setengah jalan sebelum sampai ke lantai bawah, terdengar jelas sekali di telinga Firman ataupun Kalina suara tembakan dan teriakan orang-orang yang sepertinya sedang melakukan sebuah pertempuran besar di luar markas.
Saat sudah sampai di bawah suasana terlihat semakin ramai dengan adanya banyak sekali anggota mafia Roses Girl yang sedang berlarian kesana kemari untuk mempertahankan markas yang telah mereka jaga selama ini dari serangan musuh yang entah dari mana asalnya.
Firman yang belum mengetahui situasinya saat ini seperti apa menjadi bingung harus melakukan apa, alhasil Firman memutuskan untuk berjalan keluar bersama dengan Kalina yang berjalan dibelakang Firman dengan membawa senjata api miliknya untuk berjaga-jaga.
"Sayang, apakah kita sedang diserang saat ini?" tanya Kalina dengan badan yang sudah gemetaran karena takut.
Wajar saja bagi Kalina untuk merasakan ketakutan pada saat dihadapkan dengan situasi yang berbahaya seperti sekarang ini, bagi masyarakat awam yang tidak mengerti apapun tentang dunia gelap seperti Kalina memang normal terlihat takut seperti itu.
"Iya, sepertinya memang kita sedang diserang entah siapa yang melakukan penyerangan ini, tapi kamu tenang saja karena semua orang yang ada disini terlatih dan mempunyai ilmu beladiri yang tidak bisa diremehkan," jawab Firman sekaligus berusaha untuk menenangkan Kalina supaya tidak terlalu takut.
"Aku hanya terkejut saja karena baru pertama kali menghadapi situasi seperti ini selama hidupku," ucap Kalina yang sudah agak tenang setelah mendengar ucapan Firman barusan.
Mereka berdua pun hendak pergi keluar markas tetapi belum sampai di ruangan tempat paling depan markas sebelum mencapai pintu depan, lalu tiba-tiba ada Lina yang menarik mereka berdua menuju sebuah ruangan yang sepertinya merupakan dapur yang berada di lantai bawah markas, dapur terletak di samping garasi dan tidak terlalu jauh jaraknya dari ruang tamu tempat yang berada di paling depan markas sebelum sampai pintu.
Firman dan Kalina tentu saja merasa terkejut pada saat ditarik oleh Kalina secara tiba-tiba, akan tetapi saat melihat ekspresi wajah Kalina yang memperlihatkan keseriusan dan tidak ada sama sekali raut wajah ceria yang biasanya ditunjukan oleh Lina hal itu membuat Firman bisa menebak jika situasinya pada saat ini sedang tidak baik-baik saja, jadi ia memilih mengikuti kemana Lina membawanya.
"Ada apa Lina?" tanya Kalina yang memanggil nama Lina padahal belum diperkenalkan sama sekali kepadanya.
__ADS_1
Lina dan Firman juga merasa aneh saat mendengar Kalina memanggil nama Lina dengan biasa saja tampak seperti bukan orang yang baru kenal malah terlihat seperti orang yang sudah lama berteman.
Tapi Lina tidak mempermasalahkan hal tersebut karena situasinya pada saat ini tidak mekungkinkan bagi mereka untuk memulai sesi perkenalan, jadi Lina langsung menceritakan semua yang terjadi hingga berbagai hal yang saat ini sedang mereka hadapi di luar markas.
Firman juga merasa sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi makanya ia saat ini sedang menunggu penjelasan yang akan disampaikan oleh Lina mengenai situasi yang sedang mereka hadapi kali ini.
"Kali ini kita diserang oleh kelompok musuh yang secara tiba-tiba menyerang kita dari arah samping tepatnya dari hutan yang berada di belakang markas, mereka menyamar di tengah lebatnya hutan yang tertimbun salju sehingga para penjaga tidak ada yang menyadari jika ada musuh yang sedang mengintai markas.
Musuh menyerang secara serempak hingga membuat beberapa anggota kita yang berjaga di luar tewas terkena peluru mereka, lalu aku langsung memerintahkan para petinggi Roses Girl untuk menyiapkan para anggota untuk persiapan melakukan pertempuran besar, maka dari itu aku dan para anggota yang lainnya sangat berharap jika kakak mau membantu kami mengatasi musuh kali ini karena musuh kami ini ternyata memiliki jumlah yang cukup besar dan persenjataan yang kuat," ucap Lina langsung menjelaskan semuanya dengan sejelas-jelasnya.
Setelah mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh Lina membuat Firman dan Kalina mengetahui situasi saat ini yang sedang sangat kritis sekali karena kondisi markas yang dikepung dari berbagai sisi hingga membuat pergerakan orang yang berada di dalam tidak bisa leluasa seperti yang berada di luar.
Tiba-tiba ada seorang anggota yang sepertinya sedang terburu-buru ingin berbicara kepada Lina. "Nona Lina, jumlah musuh yang kita hadapi kali ini sangatlah banyak dan mereka semua saat ini sedang mengepung markas hingga membuat pergerakan kita terkunci tidak dapat melakukan perlawanan dengan maksimal, apa yang harus kita lakukan Nona?" tanya anggota tersebut setelah menceritakan semua situasi yang ada di luar seperti apa.
Terdengar suara tembakan saling bersahutan dengan ditambah dengan beberapa kali ledakan yang terjadi membuat tanah agak bergetar sedikit sangking kuatnya ledakan tersebut yang sepertinya diakibatkan oleh granat ledak.
"Kalian bertahan saja di seputaran markas supaya tidak terlalu banyak korban berjatuhan, ingat juga untuk selalu bekerja sama satu sama lain supaya tidak terjadi kesalahan yang bisa mengakibatkan kekalahan bagi pihak kita, suruh semua anggota untuk melakukan pertahanan saja jangan menyerang sebelum apa perintah untuk menyerang!" ujar Lina Memberikan komando kepada anggotanya.
"Baik Nona! Saya pergi dulu untuk melaksanakan perintah yang Nona berikan!" kata anggota tersebut lalu pergi setelah diberikan ijin oleh Lina
Sementara itu untuk Firman saat ini sedang memikirkan cara apakah yang bisa digunakan olehnya untuk membuat para musuh yang sedang mengepung markas bisa dapat dengan mudah dilumpuhkan tanpa harus membuat banyak korban dari pihak anggota Roses Girl yang berguguran.
Sebenarnya ada banyak rencana yang ada dipikiran Firman untuk melawan mereka semua, semua rencana tersebut juga terlihat sangat menjanjikan dari segi kemenangannya karena Firman sangat yakin akan menang dalam pertempuran dengan rencana apapun.
Tetapi masalah utamanya bukanlah soal menang atau kalah dalam pertempuran tapi menjaga keamanan dan keselamatan para anggota itulah yang paling utama dalam melakukan pertempuran apapun.
Jadi setelah berpikir sebentar akhirnya Firman menemukan sebuah ide untuk membuat musuh yang berada diluar mengepung markas menjadi mudah untuk dilumpuhkan tanpa harus mempertaruhkan banyak nyawa dari pihak kawan.
__ADS_1
"Lina, apakah kamu memiliki sebuah senjata laras panjang seperti sniper yang bisa membidik dari jarak ribuan meter dengan akurat dan juga peluru yang bisa tahan di berbagai medan," ujar Firman yang mulai menjalankan rencana yang akan dilakukannya kali ini untuk membantai musuh yang berada diluar.
"Ada Kak, jika tidak salah senjata itu berada di dalam kamarnya kak Gina tepatnya ada di ruangan tempat penyimpanan senjata pribadi milik Kak Gina, ambil saja senjata yang ada disana jika Kakak membutuhkanya," jawab Lina bersemangat lantaran mereka akan mendapatkan bantuan dari Firman yang sudah jelas kekuatan serta ketangkasannya dalam hal bertarung tidak perlu diragukan lagi hebatnya.
Firman mengangguk kemudian hendak pergi kembali menuju lantai atas untuk mengambil senjata yang dikatakan oleh Lina barusan, akan tetapi Kalina yang tengah merasa takut bingung harus pergi kemana karena dirinya tidak tahu harus berbuat apa.
Melihat Kalina yang seperti itu membuat Firman memikirkan sebuah ide yang agak tidak masuk akal sebenarnya tetapi jika ide ini berhasil maka itu bisa digunakan oleh Kalina sebagai bekal untuk pertahanan diri pada saat nanti jika terkena masalah yang sama seperti sekarang ini.
"Kamu ikut saja dengan Lina, supaya nanti dia yang mengajari kamu bagaimana cara mempertahankan diri dan menggunakan senjata dengan baik dan benar, tapi ingat jaga keselamatan tetap yang paling utama.
Aku harap kamu bisa melakukan apa yang aku katakan ini dengan baik supaya nantinya kamu bisa memiliki sebuah ilmu untuk pertahanan diri pada saat terkena masalah seperti ini lagi kelak," ucap Firman dengan serius yang seketika itu juga membuat semangat juang yang ada pada diri Kalina membara.
"Baiklah aku akan mengikuti apa yang kamu katakan, aku juga berharap kamu jaga diri baik-baik dan jangan memaksakan diri jika tidak bisa melakukanya chup ..." ucap Kalina diakhiri dengan sebuah ciuman mesra tepat di bibir Firman walau hanya sekilas saja.
Setelah mencium Firman wajah Kalina langsung memerah lantaran malu telah mencium bibir Firman secara tiba-tiba dihadapan orang lain yaitu Lina, dengan wajah tertunduk Kalina tidak berani mengangkat kepalanya menatap kearah Firman, sedangkan untuk Firman sendiri juga merasa terkejut pada saat dicium oleh Kalina seperti itu namun dengan cepat ia langsung menetralkan ekspresi wajahnya menjadi datar seperti biasanya.
Melihat kemesraan kedua sejoli yang tengah dimabuk asmara tersebut membuat Lina merasa jadi seperti obat nyamuk bakar yang ada wujudnya namun terkadang tidak disadari keberadaannya.
"Ehem ... Kita sedang dalam kondisi yang tidak baik saat ini," ucap Lina mengeluarkan kata-kata berbau sindiran untuk kedua orang tersebut.
Kalina yang disindir oleh Lina menjadi semakin malu tapi tidak untuk Firman yang masih santai terlihat seperti tidak terjadi apa-apa sama sekali.
"Aku menitipkan dia padamu jadi tolong jaga dia dengan baik, aku berharap Kalina bisa belajar banyak dari pertempuran ini, apa kamu mengerti?" ujar Firman berbicara kepada Lina dengan serius.
"Baik Kak aku mengerti!" jawab Lina dengan tegas.
Setelah mengatakan hal tersebut Firman langsung pergi dari sana untuk menuju kembali ke lantai atas tepatnya pada kamar milik Gina guna mengambil senjata yang akan digunakan olehnya melawan para musuh yang masih mengepung markas dan terus bergerak maju untuk menekan kelompok Roses Girl.
__ADS_1