
Chapter 195
Keesokan harinya dengan cuaca yang terlihat lumayan cepat serta awan tipis menandakan jika semalam ada turun hujan sedikit, lalu diluar hawa masih terasa sangat dingin sekali apalagi ditambah dengan salju yang semakin menebal karena hujan salju yang cukup deras beberapa hari ini.
Diatas ranjang sebuah kamar hotel yang berada di lantai yang paling tinggi, ada dua orang manusia yang tidur dengan keadaan tanpa pakaian sama sekali saling berpelukan satu sama lainnya di bawah selimut yang menutupi tubuh mereka berdua yang tanpa pakaian tersebut.
Kedua orang tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Firman dan Gina yang masih tidur padahal hari sudah pagi dan suara orang berlalu lalang di jalanan juga sudah terdengar dari arah luar gedung tempat kamar hotel yang ditempati oleh mereka berdua berada.
Firman bangun karena mendengar suara handphone nya yang menyala karena ada yang menghubunginya. Firman mengerjapkan matanya karena terasa masih sangat mengantuk sekali untuk sekedar bangun.
Setelah sudah bangun sepenuhnya, Firman mengambil handphone nya yang berada diatas meja disamping ranjang, bisa dilihat pada layar handphone jika yang menghubungi Firman pada saat ini adalah Rina sang kekasih termuda yang dimiliki oleh Firman.
"Halo, ada apa pagi-pagi menghubungiku?" tanya Firman setelah mengangkat sambungan telepon dari Rina tersebut.
"Kamu kemana saja, kenapa baru menjawab telepon dariku padahal aku sudah menghubungi kamu sejak dari tadi!" bukanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Firman tadi.
Rina justru malah berbicara dengan nada kesalnya meluapkan semua kemarahannya kepada Firman yang tidak mengetahui apa-apa, padahal baru saja bangun tidur tapi sudah disuguhi dengan omelan seorang perempuan yang membuat Firman merasa pusing kepalanya.
"Aku baru bangun tidur," jawab Firman dengan suara serak khas seperti orang bangun tidur.
"Kenapa kamu baru bangun? Padahal ini sudah jam 9 pagi, ditempat kamu berada sekarang, benarkan?" ucap Rina yang membuat Firman langsung tersadar dan langsung melihat ke arah jam.
Betul saja apa yang dikatakan oleh Rina, saat melihat ke arah jam dinding yang berada di tembok, Firman melihat jam sudah menunjukan pukul 09.00 waktu yang cukup siang untuk orang bangun, Firman sendiri tidak sadar jika dirinya bangun begitu siang karena sangking lelapnya dalam menikmati waktu tidurnya.
__ADS_1
"Maaf, aku kelelahan karena semalam baru tidur saat tengah malam," ucap Firman.
"Habis melakukan apa kamu sampai baru jam segitu tidur?!" tanya Rina dengan nada mengintrogasi.
Mendengar pertanyaan dari Rina tersebut membuat Firman kebingungan harus menjawab apa. Tidak mungkin jika Firman menjawab tidur larut malam karena baru selesai berhubungan badan dengan Gina, bisa habis dirinya diomeli oleh Rina nantinya, walaupun tidak ada salahnya juga menjawab dengan jujur.
Tapi karena Firman tidak ingin berbohong kepada kekasihnya dan lagipula apa salahnya jujur kepada kekasih kan, Rina juga sudah mengetahui jika Firman memiliki kekasih lainnya termasuk Gina.
"Selesai menghadiri acara lelang aku langsung kembali ke hotel lalu tidur," jawab Firman.
"Bohong kamu! Pasti kamu habis berhubungan dengan kak Gina kan semalam? Ayo jujur?!" Rina terus mencecar Firman dengan pertanyaan yang membuat Firman akhirnya merasa terpojok.
"Kalau memang iya, lalu kenapa?" tanya Firman membalas ucapan Gina.
"Iya besok aku pulang jika urusan sudah selesai semua, oh iya aku minta tolong beritahu kepada Kalina jika perusahaan yang aku suruh untuk dia tangani kemarin telah aku ajukan kerjasama dengan organisasi yang ada disini, nanti suruh Kalina untuk menghubungiku lagi agar bisa membicarakan masalah kerja sama ini lebih dalam lagi," ujar Firman.
"Iya baiklah, sayang jangan lupa membawa oleh-oleh saat pulang nanti ya, jangan lupa juga kami untuk selalu berhati-hati selama ada disana, kami selalu menunggu kedatanganmu disini," kata Rina.
"Iya terima kasih," jawab Firman.
"Yasudah, aku akan menutup teleponnya karena sebentar lagi aku ingin belajar agar waktu masuk sekolah lagi nanti tidak bingung mengenai pelajaran, bye sayang," ucap Rina langsung mematikan sambungan telepon sebelum Firman menjawabnya.
Setelah selesai berbicara dengan Rina melalui sambungan telepon, Firman beranjak dari atas ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor karena semalam setelah berhubungan badan dengan Gina ia belum mandi sama sekali.
__ADS_1
Firman memasuki kamar mandi lalu menghidupkan shower untuk membasahi seluruh tubuhnya dengan air, Firman pun mandi dibawah guyuran shower dengan segarnya membuat rasa lelah yang terasa menjadi hilang seketika.
Tetapi pada saat sedang menggunakan sabun untuk membersihkan tubuhnya, tiba-tiba ada yang memeluk Firman dari belakang yang membuat Firman agak terkejut dibuatnya.
Saat berbalik dan melihat orang yang memeluknya, ternyata orang itu adalah Gina yang baru bangun dari tidur langsung masuk kedalam kamar mandi menyusul Firman lalu langsung memeluk Firman yang sedang menggunakan sabun.
"Kamu mau mandi juga?" tanya Firman yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Gina.
Alhasil mereka pun mandi bersama dengan berendam didalam bak mandi yang ada didalam kamar mandi tersebut, tapi bukan cuma mandi biasa saja, Firman sesekali bermain-main dengan tangannya menjelajah tubuh Gina hingga membuat Gina menatap dirinya tajam.
"Sayang, kita mau mandi saat ini, bukan untuk berhubungan badan!" ujar Gina kesal karena saat ingin membasuh tubuhnya menggunakan air setelah disabun, Firman malah menambah lagi sabun ditubu Gina lalu menggosoknya lagi hingga terpaksa Gina harus membasuh menggunakan air lagi.
"Apa salahnya, lagipula kamu juga menikmatinya kan. Aku juga belum puas melakukannya semalam karena kamu tidur lebih dulu," balas Firman santai dan langsung mengangkat tubuh Gina untuk duduk dipangkuannya.
Setelah Gina berada diatas pangkuan dari Firman, dengan cekatan tangan Firman bermain di tubuh Gina, lalu bibirnya mencium bibir Gina sampai akhirnya Gina yang awalnya menolak jadi terbuai juga oleh godaan dari Firman.
Firman terus menggoyangkan pinggulnya berkali-kali hingga membuat Gina mengeluarkan cairan dari area lembah bawah miliknya, lalu beberapa waktu kemudian disusul oleh Firman yang juga mengeluarkan cairan kental ke dalam lembah bawah lembut milik Gina hingga masuk kebagian terdalam.
"Sayang masukan kedalam saja, karena aku ingin cepat-cepat memiliki anak darimu," ucap Gina ditengah-tengah pergulatan didalam kamar mandi yang mereka lakukan.
Mereka berdua pun melanjutkan melakukan hubungan yang semalam mereka telah lakukan, dengan masih berada didalam bak mandi, Firman terus mengguncang tubuh Gina dibawah dirinya hingga membuat Gina merasa keenakan.
Firman dan Gina melakukan hubungan badan tidak terlalu lama karena rencananya hari ini mereka akan kembali menuju markas Gina lalu istirahat disana beberapa saat sebelum melanjutkan rencana yang telah disusun oleh Firman.
__ADS_1